11 Februari 2008

CQWW 160M Contest , Jumat Januari 26, 2001 6:25 am




Top band akan ramai sejak besok pagi (0500 WIB) karena ada kontes CQWW, CW. 

Belakangan ini saya sering dengar Anton, YB5QZ, QRV di sana dan banyak melakukan QSO dengan Eropa sekitar 1500 sampai dengan 1600Z. 

Saya pun akan ikut serta, dalam kontes tersebut. 

Bagi mereka yang hendak mengamati top band, inilah saat yang tepat - jika kondisi memungkinkan. 

 PS: Apakah stasiun ORARI Ja-Bar, Lokal Bekasi, jadi ikutan?

Frekwensi Top Band yang Buruk, Rabu Januari 10, 2001 3:41 pm

Tanggal 27 sampai dengan 28 Januari 2001 akan ada The CQWW 160 Contest. Saya dengar rekan-rekan dari Lokal Bekasi akan ikut serta dengan club station (?). Di bawah ini saya daftarkan frekwensi-frekwensi pada top band yang sebaiknya dihindari karena adanya BCI (broadcast interferences). Info ini disarikan dari beberapa pesan operator di Jepang dan Amerika Serikat dalam Top Band Reflector, sebagai berikut (dalam KHz):

1809.0
1810.0
1818.0 (JA & USA)
1820.0
1826.0
1827.0 (JA)
1830.0
1832.0 (JA & USA)
1836.0 (JA & USA)
1840.0
1845.0
1850.0

Apabila nanti ada daftar dari Eropa, juga akan saya sampaikan di sini.Semoga berguna. Semoga stasiun klub ORARI Lokal Bekasi jadi mengudara di gentlemen's band.

Top Band (28/1/2001), Senin Januari 29, 2001 12:53 am

Selain static noise yang tinggi sejak sun set, beratnya rasa kantuk juga mengakibatkan saya tidak dapat memanfaatkan sisa waktu kontes CQWW 160m, semalam. Sementara YC1ZTC, masih terdengar sampai pukul 1245Z. Alhasil, hanya tercatat sepuluh QSO selama kontes. Di kontes yang sama, tahun lalu, hanya enam buah.
Pagi ini saya bangun pukul 2145Z dan mendapati top band dalam keadaan yang sepi dari gangguan. Noise floor hanya S5 pada antena tx sehingga saya tidak merasa perlu untuk menggunakan antena RX Flag yang diarahkan ke Eropa. Pukul 2213Z saya bertukar laporan RST 599 dengan UU0JM pada 1821,7 KHz. Sepuluh menit kemudian panggilan saya di 1824 KHz dijawab oleh Gus, A92ZE. Kami bertukar laporan RST 559. Gus adalah top bander yang memberikan konfirmasi KH2/K4SXT pada 160m ketika dia bertugas di sana (1999). Kali ini dia menambahkan Bahrain sebagai negara DXCC baru untuk koleksi 160m saya.
ZC4A adalah stasiun langka lain yang terdengar pada 1827.5 KHz sejak 2236Z. Dia bekerja QSX UP dan sibuk melayani stasiun Eropa sehingga pangilan-panggilan saya dan 9V1PC tidak dibalasnya. Sinyalnya peaking sampai RST 569 pada antena (TX) dipole saya.
Top Band, mendengar di sana belumlah segalanya...

YC1ZTC on Top Band, Selasa Januari 30, 2001 6:06 am

Saya berharap kawan-kawan yang mengelola YC1ZTC (club station Orari Lokal Bekasi) dalam kontes CQWW 160 CW baru-baru ini dapat membagi info/pengalamannya di forum ini. Sepanjang yang saya catat sejak 1997, baru kali inilah ada club station (bukan SES atau DXpedition call) dari Indonesia yang beroperasi di top band (160m). Siapa tahu uraiannya akan mendorong wacana dan minat club stations yang lainnya.

Re: YC1ZTC on Top Band, Selasa Januari 30, 2001 4:14 pm

At 19:55 30/01/2001 +0700, Heri, YD1WAE wrote:

Oom Jo, keikutsertaan YC1ZTC dalam kontes dunia baru dimulai tahun 2000 kemarin dengan ikut serta pada CQWW CW, Nopember 2001, dengan rekan2 operator YB1BOD, YC0KNK, YD1WAE dan YD1VBH dengan hasil hampir 400 buah QSO. Sedang pada CQWW 160 CW, YC1ZTC turun dengan bantuan dan dukungan rekan2 anggota lokal Bekasi lainnya, antara lain :

YB1JML - Penanggung Jawab Kegiatan, YB1BOD - Contest Manager,
YC1KZX - Antena ,
YC0KNK - Main Equipment dan teknis, YC0PWK - Support Equipment, YD1GVH,
YD1WAE - Administrasi / Internet Access dan sebagai operator :YB1BOD,
YC1YCF, YC0KNK, YD1VBU, YD1VBH dan YD1WAE.

Sampai saat ini fokus pada mode CW, beberapa hal yang perlu perbaikan berdasarkan pengalaman kemarin adalah filtering, rx antena, lokasi station berdekatan dengan tegangan tinggi (perbandingan noise floor S9 di Bekasi dan S5 di YC0LOW), power amplifier. 73'de Heri, YD1WAE

Yth OM Heri, Memang, banyak syarat --termasuk kemampuan penerimaan-- yang penting dipenuhi pada top band. Itu sebabnya salah satu julukan bagi 1.8 MHz itu adalah: challenging band - band yang menantang. Mereka yang mengambil tantangan di sana belum tentu bisa keluar sebagai pemenang bila syarat-syarat penting tersebut tak terpecahkan. Kalau istilah 'magic band' bagi 50 MHz konotasinya pasti bisa karena toh tukang sulap (MAGICian) pasti bisa apa saja...

Mengenai noise floor, saya ingin sampaikan bahwa ada juga pengaruh internal dari perangkat kita berupa receiver noise. Bukan hanya karena pengaruh luar QRN atawa QRN.

Bila kita bekerja Top Band di kota atau kawasan pemukiman, maka genaplah kombinasi masalah yang niscaya membuat kita menghadapi kesulitan besar dalam penerimaan. Contoh: Icom IC-735 saya bekerja transceive di Top Band amat sangat baik ketika digunakan di hutan Ujung Kulon (YE1ZI, 1998) tapi dia tak berguna di Cinere - kecuali bila dilengkapi dengan DSP. Jadi, faktor lokasi juga turut menentukan.

Tips lainnya adalah gunakan antena RX. Kalau tak bisa mendirikan Beverage, maka jenis loop pun jadilah (saya menggunakan home-made Pennant yang mudah dibuatnya dan berfungsi baik). Kalau mengenai filter (mungkin maksudnya filter RX, ya) bisa belakangan. Sebab, berbeda dengan daratan Eropa, letak geografis Indonesia yang terisolasi mengakibatkan bandwith dan signal strength di top band dari negara tetangga tidak terlalu berlebihan
mengganggu.

Tips terakhir: hati-hati terjangkit virus top band. Virusnya membuat demam dan ketagihan. Belum ada satu pun orang yang keluar dari sana dalam kondisi sehat -- apalagi jadi pemenang. Mungkin, itu sebabnya tak banyak yang mau mencobanya.



Re: CQ WW 160 Contest, Selasa Januari 30, 2001 4:36 pm

At 23:00 30/01/2001 +0700, Anton Iriawan wrote:
>Barangkali OM Jo punya saran utk Antenna Receive yg baik ? saya tunggu
.

Selamat, OM Anton! Bisa dipastikan skor stasiun YB5QZ paling tinggi dibanding YC0LOW dan YC1ZTC dalam kontes ini.

Mengenai antena RX, kawat antena Beverage saya sudah lama putus karena penebangan pohon di kompleks perumahan saya. Rasanya malas untuk memperbaikinya karena bisa saja putus lagi. Jadi, seminggu sebelum CQWW 160M, saya membuat
Pennant dan kemudian diubah menjadi satu Flag RX antenna mengarah ke Eropa. Keduanya dirancang oleh Earl, K6SE (sk). Kami sudah bertukar kartu QSL (1997). Jadi, saya sempat minta petunjuk langsung darinya. Hasilnya cukup membantu. Kebetulan saya memiliki toroid core Amidon yang direkomendasikannya. Artikelnya tentang antena itu dapat dilihat di majalah QST July 2000 halaman 34. Berbeda dengan tipe K9AY atau EWE, antena Flag/Pennant ini ground-independent. Ulasan tentang antena tersebut dari amatir lainnya ada di situs: http://hometown.aol.com/MarkWA1ION/weblink.htm Semoga bermanfaat.

File Pennant/Flag RX antena , Rabu Januari 31, 2001 12:34 am

Earl Cunningham, K6SE (sk), mengirimkan saya email berisi tulisannya tentang antena penerima jenis Pennant/Flag yang dimuat pada majalah QST Juli 2000. Formatnya adalah PDF. Bisa ditampilkan/dicetak melalui Adobe Acrobat Reader. Bagi yang berminat memilikinya, silakan download sendiri dari situs http://www.qsl.net/yc0low/ Klik nomor 19: bertajuk Antena Penerima oleh Earl, K6SE. Selain dapat digunakan untuk band-band 40m, 80m dan 160m, antena-antena tersebut juga bagus untuk BC SWL. Selamat bereksperimen!

Top Band (31/1/2001) Kamis Februari 1, 2001 12:06 am

Kondisi propagasi sangat bagus dan merata, hari ini. Delapan menit setelah mulai memanggil CQDX (2033Z) pada 1823.5 KHz, RW0DO membalas. Walau tidak berhasil menjaring negara DXCC yang baru, selanjutnya QSO berlangsung ke semua arah JA, OH, RZ, SM, PA, UA, LA, YL, OM, OK, OZ. Rata-rata RST yang terdengar di Cinere adalah 449 (PA0CLN, 2102Z) sampai dengan 599. Total stasiun yang masuk log 160m adalah 24 buah. Saya sempat membandingkan penerimaan sinyal menggunakan antena dipole saya dan antena Flag (home-made, khusus RX, yang mengarah ke Eropa). Ternyata, Flag berfungsi baik. Walaupun sinyal level turun, namun S/N ratio dan directivity bisa lebih baik ketimbang dipole TX (file artikel berformat PDF dapat di download di http://www.qsl.net/yc0low/. Klik #19). Kegembiraan ber-QSO disudahi lewat kontak dengan Kuni, JA7NI (2139Z).

Data propagasi dari N4TY (2100Z) SFI=153, A= 19, K= 4 Top band: when it's good, don't ask more...

Top Band (2/2/2001) Sabtu Februari 3, 2001 1:41 am

Tidak percuma bangun dari tidur pada pukul 1900Z. Dua negara DXCC baru masuk ke dalam log malam ini, yaitu: 9A2AJ (2005Z) dan 9H1DP (2010Z). RST keduanya terdengar 449 ditambah QRN sehingga saya musti sering minta diulang karena sulit menangkap sufiks mereka. Laporan RST mereka untuk saya sama: 559.

Memang, kondisi propagasi malam ini tidak sebaik dua malam sebelumnya ketika saya berhasil menjaring dua puluh empat buah stasiun dari sebelas negara DXCC dalam waktu satu jam. Tapi, malam ini hanya dua belas stasiun dalam tiga jam. QSO terakhir adalah dengan RZ4FA (2208Z)

Selain mendapat dua negara DXCC baru tersebut di atas, ada pula beda lainnya. Setelah mengatur sked sekitar sebulan, via e-mail, akhirnya Mike, EA6SX, terdengar di Cinere, RST 569 pada 2132Z. Sedangkan darinya, saya mendapat RST 549. Dia menggunakan Kenwood TS440S, low power dengan antena kawat tipe sloper. YC0LOW memberi tambahan negara baru dalam koleksi kartu 160m-nya. Kegigihannya dengan sistem yang sederhana patut dihargai. Top band: bila sedang beruntung, memang tak ada yang terbuang percuma...

Re: D68C Comoros, Kamis Februari 8, 2001 1:01 am

At 21:37 07/02/2001 +0700, Donny Sirait, YB1BOD wrote:
Mereka menjanjikan akan berusaha untuk memberikan semua yang berminat untuk mendapatkan D68C.

Yth OM Donny,

Saya telah minta atensi dari Mike Devereux, G3SED, salah satu operator top band dalam tim tersebut agar inga-inga kawasan Oceania ketika D68C QRV. Jawabannya sebagai berikut:

Of course we will - I still remember your strong signal from 9M0C Hi Hi !! 73's Mike

G3SED

Semoga YC1ZTC dan lain-lain bisa muncul di top band utk memburunya.
FYI, arah heading dari Jakarta ke arah Kepulauan Commoros adalah 260 derajat. Jarak sekitar 7000 kilo meter. Sun rise: 2258Z dan sun set 1119Z. Kalau menilik faktor ini, maka besar kemungkinan D68C akan terdengar di Indonesia. Selamat bersiap-siap untuk DX!



Re: D68C Comoros, Kamis Februari 8, 2001 1:01 am

At 21:37 07/02/2001 +0700, Donny Sirait, YB1BOD wrote:
Mereka menjanjikan akan berusaha untuk memberikan semua yang berminat untuk mendapatkan D68C.

Yth OM Donny,

Saya telah minta atensi dari Mike Devereux, G3SED, salah satu operator top band dalam tim tersebut agar inga-inga kawasan Oceania ketika D68C QRV. Jawabannya sebagai berikut:

Of course we will - I still remember your strong signal from 9M0C Hi Hi !! 73's -Mike
G3SED

Semoga YC1ZTC dan lain-lain bisa muncul di top band utk memburunya.
FYI, arah heading dari Jakarta ke arah Kepulauan Commoros adalah 260 derajat. Jarak sekitar 7000 kilo meter. Sun rise: 2258Z dan sun set 1119Z. Kalau menilik data-data ini, maka besar kemungkinan D68C akan terdengar di Indonesia. Selamat bersiap-siap untuk DX!

Top Band (10/02/2001), Sabtu Februari 10, 2001 11:52 pm

Sudah dua dini hari berturut-turut saya pasang kuping sejak 2030Z untuk memburu D68C namun hasilnya nihil. Hari ini, beberapa spots dari operator Eropa di web cluster menyatakan keraguan terhadap apakah stasiun yang terdengar oleh mereka di top band itu asli atau tipuan. Yang jelas, D68C baru terdengar di Cinere dan 'worked' tanggal 9 Pebruari 2001 pada 80m CW (2059Z) dan 40m PHO (2250Z). Bila melihat komposisi anggota tim 160m-nya, seharusnya persistensi operasi dan kuat sinyal D68C di top band akan lebih baik -- setidaknya sekualitas dengan operasinya di band 28 MHz dan 21 MHz yang saya dengar baik beberapa hari terakhir ini.

Hari ini, banyak stasiun Jepang yang terdengar namun tidak ada yang baru. JA6BDE dan JA7BXS masuk log 160m pada 2055Z dan 2116Z. Kemudian saya QSO dengan Patrick, VQ9PO, pada 2132Z di 1817 KHz. Dia kirim RST 559. RST-nya steady 569 sampai sun rise tiba di Cinere, 2255Z.

Top band: cukup tiga stasiun dalam dua jam tiga puluh lima menit!

10 Februari 2008

Re: Top Band (16/02/2001), Sabtu Feb 17, 2001 6:58 am

PF utk anda Jo,

Salut kpd anda dengan semangatnya yg tdk pernah luntur hunting DX di Top Band. Dalam hati saya menayakan Tidurnya kapan ya ? He..he bukan ngeledekin, hanya pingin tahu formulanya. sejak CQWW 160m saya belum sempat ngintip di Top Band, karena kesibukan sehingga sulit bangun subuh, kebetulan juga lagi keluar daerah.
Hari ini confirmed 3 countries hasil QSO di Top Band antara lain 4F2KWT Gil, 4W/N6FF dan UN9LM
KaZakhstan. mudah2an new country lainnya bisa terjaring seperti D68C.

73, de Anton YB5QZ

TNX OM Anton,

Formulanya tidak ada yang khusus. Tergantung gray-line, musim dan kondisi propagasi 160m. Kebetulan, pengalaman mengajarkan bila mau kejar Afrika, misalnya, QRV-lah dua atau tiga jam sebelum sun rise WIB. Kemudian, sebagai pengganti jam weker yang selalu bisa 'dibungkam' bila ngantuk, saya minum banyak air putih sebelum tidur sehingga kalau tidak juga bangun maka pasti ngompol. Sehat dan efektif, he he...

Top Band (16/02/2001), Sabtu Feb 17, 2001 12:24 am

Apa kaitan antara semangat ASEAN dengan dx-ing pada top band? Sebelum membahasnya, ingin disampaikan bahwa dini hari ini saya kontak SSB dengan D68C di 3799 KHz , negara DXCC 80M PHO yang ke-116 bagi saya. Sinyalnya sempurna RS 59. Operatornya kebetulan kawan lama: Mike, G3SED, top bander senior dari Inggris. Saya sampaikan bahwa hingga hari kedelapan operasinya di Comoro, saya belum mendengar sinyal D68C pada 160m. Menurutnya, dia terus mencari saya di sana tetapi kondisi propagasi sangat buruk (dari data yang saya peroleh dari Ray, G3NOM, operator pilot station untuk Asia/Oceania, terbukti bahwa hingga kemarin, jumlah top band QSO dengan stasiun di Oceania hanya dua buah). Kami bersepakat untuk terus mencoba waktu sun rise di Cinere. Percakapan itu terjadi pada 2013Z. Lalu, stasiun-stasiun lain: YC1WAE, YC3OX dan YC1GEG juga check-in dengan baik.

Nah, dengan harapan untuk berjumpa lagi dengan stasiun D68C di hari yang sama, saya lalu QSY ke 1820.5 KHz untuk memanggil DX. Pada 2100Z, JA1EOD masuk log saya. Kemudian, propagasi ke Eropa terbuka. Pukul 2117Z, QSO dengan LA3XI. Lalu, 2124Z terdengar SP7GIQ yang sibuk menjaring stasiun Jepang. Darah saya tersirap ketika mendengar 4F2KWT di 1822 KHz. Sinyalnya pernah saya dengar dalam kontes CQWW 160m CW 2006, tapi saat itu panggilan saya tak berjawab. Sejak 1977 inilah kesempatan yang kedua kalinya mendengar stasiun Filipina di 160m! Pada 2212Z kami saling bertukar laporan sinyal RST 579 dan bahkan sempat tukar nama! Usai kontak, stasiun Eropa kemudian mengeroyok Gil. Filipina adalah negara r-a-r-e DXCC ke-90 sekaligus negara ASEAN terakhir yang masuk log 160m saya.

Top band: Semangat ASEAN dan adrenalin yang naik-turun...


Kontak Trans-Atlantik pada 136 KHz, Selasa Februari 20, 2001 11:37 pm

W1AW Mailing List edisi terbaru menulis bahwa kegiatan bersejarah dalam dunia amatir radio tercipta lagi pada bulan ini, yaitu ketika VA3LK dan G3AQC berhasil melakukan QSO lintas-Atlantik pada band 136 KHz (LOW Frequency) dengan mode very slow CW (panjang 'dit' 90 detik dan panjang 'dah' 180 detik). Tidak disebutkan daya yang digunakan. Pertanyaannya, apakah ORARI bisa mengusulkan kepada Pemerintah RI agar alokasi spektrum LF tersebut bisa digunakan oleh amatir Indonesia? Siapa tahu, sejarah DXing dari Indonesia pada 136 KHz bisa juga dibuat di sana.

YC2VSE dan YB2ZEZ pada Top Band (22/01/2001), Sabtu Februari 24, 2001 12:12 pm

At 15:57 22/02/2001 -0000, YB1BOD wrote:
Jadi beruntunglah anda yang di Indonesia yang dapat setiap hari mempergunakan 160 meter.

YC2VSE op. Wahidi, QTH Yogyakarta, adalah pihak yang beruntung seperti disebutkan dalam pesan e-mail di atas itu. Pada 22 Pebruari 2001, 2059Z, saya dengar dia memanggil dalam mode SSB pada 1833 KHz. Lalu saya QSY ke mode tersebut untuk tukar laporan singkat dan memberitahukan bahwa sub-band PHO pada top band untuk Region III IARU adalah di atas 1840 KHz (lihat Band Plan ORARI dalam <http://www.qsl.net/yc0low/>) Senang mendapat kesan bahwa pemberitahuan saya itu dipahami olehnya dengan positif. Sinyalnya sempurna RS 59+ Mungkin ada yang bisa jelaskan station set-up nya.

Pada 2107Z, 1824.5 KHz saya kontak dengan YB2ZEZ. Juga dari DI Yogyakarta. Sinyalnya 599+. Dalam catatan saya, inilah sinyal terkuat dari call-area 2 (Jawa Tengah dan DI Yogyakarta) pada top band. Rupanya stasiun ini dioperasikan oleh operator yang sama: OM Wahidi. Saya sempat mendengar QSO-nya dengan Mike, VK6HD sekitar 2115Z di 1832 KHz. Selamat datang di top band, the kingdom of noise. Be ready for being its slave...

Revisi 160m Jumat Maret 2, 2001 7:31 am


At 14:31 02/03/2001 +0700, Handoko Prasodjo, YC2RK, wrote:
Stasiun experimen ini di top band berhasil melakukan QSO dengan OM Jo,YC0LOW - OM Hotang, YC0IEM - OM Mike, VK6HD - OM Budi, YB3AT - OM Yusuf, YB2UCL. QSO dilakukan dengan mode ssb dan cw.

Terima kasih infonya. Apakah OM Sarwidi juga pelanggan mail-list ini? Kalau ya, mungkin dia bisa ceritakan hal-hal tambahan lainnya, misal: daya yang digunakan, station set-upnya permanen atau tidak, dan lain-lain.

OM Jo, YC0LOW
Keterangan saya yang membahas hasil QSO YC0LOW dengan YC2VSE ternyata banyak yang tidak tepat. Untuk meluruskannya saat ini telah masuk naskah dari OM Adi, YC2VPA, untuk dimuat di buletin "QSP" mengenai kegiatan mereka, YB2ZEZ DXperiment 160m, dalam rangka ikut menyambut kontes CQ WW Contest 160m. Inilah garis besarnya. Pemrakarsa kegiatan tersebut adalah OM Sarwidi, YC2VSE, menggunakan transciever ICOM IC-735, power supply digunakan Alinco dan Antenna Tuner AT-230, lokasi stasiun meminjam rumah seseorang yang letaknya di tengah sawah sehingga diperoleh ruang antena yang cukup lega. Antenna digunakan dipole (full size) yang dibentang setinggi 15m dari permukaan tanah.
Stasiun experimen ini di top band berhasil melakukan QSO dengan OM Jo,YC0LOW - OM Hotang, YC0IEM - OM Mike, VK6HD - OM Budi, YB3AT - OM Yusuf, YB2UCL. QSO dilakukan dengan mode ssb dan cw. 73, tnx Han, YC2RK

Links baru, Minggu Maret 18, 2001 3:35 pm.

Saya telah menambahkan links pada situs web saya <http://www.qsl.net/yc0low> artikel tentang antena RX untuk LOW bands yang bisa coba oleh para experimenter di YB land. Silakan tengok dan klik: Pennant Antenna with Remote Termination Control by Mark Connelly, WA1ION

Saya memiliki dua antena RX sejenis ini (tanpa remote termination control) dan bekerja baik pada 40m, 80m and top band. Kinerjanya yang baik akan sangat terasa bagi para Medium Wave BC SWL. Semoga bermanfaat.

Rangkuman "X-former 18:1", Rabu Mei 2, 2001 12:46 am.

Disusun oleh Han, YC2RK (sk), Co-Admin maillist.

Masalah teknik radio, ternyata didiskusikan juga di maillist Orari-News, inilah
rangkuman yang pertama kali menyangkut diskusi masalah teknik amatir radio.

14 April 2001
OM Jo, YC0LOW
1. Membandingkan dua jenis transformer untuk antena penerima jenis Flag/Pennant untuk LOW bands. Menggunakan Amidon toroid tipe material #43
2. Pertama kali membuat transformer dari Earl, K6SE (sk), penemu Flag/Pennant
(lihat QST Agustus 1998), menggunakan toroid FT-140-43, primer 38 lilit dan sekundernya 9 gulungan, dibuat jauh terpisah (tidak tumpang-tindih) 180 derajat.
3. Tips lain datang dari Steve, K0CS, pembuat transformer dan ECP-1 pre-amp system untuk LOW bands, untuk menggunakan toroid yang berukuran lebih kecil, FT-70-43, jumlah gulungannya sama banyak digulung bertumpuk.
7. Sebelum menggunakannya, saya tes transformer tersebut dengan MFJ SWR Analyzer untuk memeriksa tipikal SWRnya 1:1.
8. Kedua jenis x-former tersebut saya hubungkan dengan ECP-1 pre-amp system untuk RX antenna (lihat <http://www.qth.com/lance>)
9. Ternyata yang bertoroid FT-70-43 bekerja lebih baik bila dibandingkan dengan yang FT140-43 yang karakternya lebih budeg (deaf) pada 160m dan 80m.

16 April 2001
OM Yoseferry, YC0UTC
1. Tulisan yang sangat menarik
2. Toroid tersebut dapat kita peroleh di sini ?
3. Pancaran saya di 75m baik tapi penerimaan to much noise

17 April 2001
OM Jo, YC0LOW
1. Toroid Amidon tidak ada yang jual di toko di Jakarta
2. Di Harco ada yang menjual toroid, tapi tanpa spesifikasi
3. Saya memperolehnya dengan cara pesan langsung ke Amidon, Amerika Serikat
4. Noise pada LOW bands, itulah yang menantang (setidaknya bagi saya).
5. Kalau saja dx-ing pada LOW bands bisa semudah di band-band yang lebih tinggi, maka saya sudah lebih awal pensiun jadi DXer...

18 April 2001
OM Han, YC2RK
1. Usul, beli saja di Harco - cari yang ukuran fisiknya mendekati sama
2. Gulung - lalu dicoba untuk menggantikan toroid Amidon-nya OM Jo, YC0LOW.
3. Untuk receiving antenna, kalau sampai tidak cocok tidak akan merusakkan perangkatnya, paling-paling saat itu budeg.
4. Kalau ternyata ada yang bisa digunakan/menggantikan - beli sepuluh biji untuk persediaan
5. OM Johan apakah punya alamat website-nya Amidon Toroids?

19 April 2001
OM Jo, YC0LOW
1. OM Handoko benar. Namun, justru budeg yang disebabkan oleh tidak cocoknya tipe material toroid itulah bisa menimbulkan frustrasi.
2. Kalau mau coba membuat RX transformer untuk Flag/Pennant antenna, gunakanlah MFJ SWR Analyzer. Dua ujung gulungan sekunder dihubungkan dengan carbon resistor 910 Ohm, dua ujung gulungan primernya dihubungkan ke konektor co-ax pada analyzer tersebut. Cek SWR-nya. Modifikasikan gulungan hingga mendapat impedance 50 Ohm atau SWR 1:1.
3. Alamat situs Amidon: www.amidoncorp.com

OM Jani, YB0US
1. Apabila membutuhkan Amidon FT-70-43 toroid core untuk keperluan amatir radio experiment, saya bisa membantu mendapatkannya dari Amidon.
2. Barang akan tersedia akhir minggu depan 27 April 2001.
3. Kirimkan e-mail kepada saya, berapa buah toroid yang dibutuhkan, harga sekitar US $1 per buah.

24 April 2001
OM Jo, YCLOW
Ralat, maaf tipe toroid yang betul adalah FT-50-43. BUKAN FT-70-43.


2 Mei 2001, CoAdmin
Han, YC2RK (sk)

Station YC0LOW is Ready with PSK31, now, Rabu Mei 2, 2001 8:07 pm, #1448

Banyak terima kasih atas bantuan informasi dari kawan-kawan ORARI (diantaranya operator stasiun YC0GRF, YC0EHN, DJ4OC, YD1SMS dan lain-lain), yang merespon pertanyaan saya di mail-list ini, maka 02 Mei 2001, 1950Z, stasiun YC0LOW kini dapat beroperasi (TX dan RX) dalam mode PSK31.

Rencananya mau mencoba di top band . Tapi, interface-nya masih harus disempurnakan lagi karena:
a. rangkaian di PCB masih telanjang (tanpa casing)
b. pada posisi/letak tertentu, rangkaian masih mengalami sedikit RFI dari
komputer/monitor (saya gunakan shielded audio cable merek Canare)

Hal lain adalah, saya masih harus belajar mengenali pengoperasian mode ini.Mungkin ada tips lanjutan untuk mengatasi RFI tersebut? CU via PSK31.


Noise Blanker pada Top Band (160m), Senin April 2, 2001 3:06 am

Ada tambahan beberapa stasiun Indonesia yang berhasil memancar di 160m. Di antaranya adalah: YC1ZAB (operator YD1UVW) di Bandung, YC1ZFA (operator YD1BQO) di Sukabumi, YC1WAE di Bekasi, YC0UTC, YC0IEM, YC2VSE di Sleman, YB4VH di Pringsewu. Jenis antena transmisi mereka bermacam-macam, dari dipole, vertical loop full-sized, inverted-V dan lain-lain). Walau belum melakukan dx-ing, namun keberhasilan mereka memancar di sana tentulah merupakan hasil eksperimen yang keras. Semoga hal ini merangsang kawan-kawan lainnya.

Pada umumnya, kesulitan pertama yang dihadapi adalah tingginya noise level. Ini disebabkan karena di tahap awal, antena TX digunakan juga sebagai antena RX. Mungkin di tahap berikutnya dapat dibuat antena RX yang petunjuknya bisa di lihat di situs saya http://www.qsl.net/yc0low . Untuk mengurangi derau (noise) yang diakibatkan oleh ignition/sparks bisa juga digunakan fitur noise blanker (NB) pada transceiver.

Gulio, IK2DED, (saya sudah berQSO dengannya) menulis di Top Band Reflector tentang pengalamannya membandingkan efektifitas NB pada Icom IC-737, IC-738, IC-775 DSP dengan NB pada Drake R-4C yang intinya adalah sebagai berikut:
1. NB pada Icom utk menghalau noise dari dimmer, electronic trafo dan lain-lain adalah tidak efektif. Pada Drake R-4C berfungsi menurunkan hingga 4 S-units!
2. Rangkaian konversi NB pada Drake dibuat dengan NB gate. Icom hanya membuat rangkaian seri FET utk amplifier pada frekuensi IF yang sama.

3. Icom bekerja baik untuk sumber noise yang dekat dan high-rise time impulse. Drake R-C4 bekerja baik untuk medium rise time impluse

Semoga bermanfaat bagi mereka yang berminat membuat noise bertekuk lutut di top band (160m).

Top Band (8/4/2001), Senin April 9, 2001 3:21 am

Sudah lama ingin menulis tapi komputer di rumah saya crashed karena sambaran petir! Jadi musti melakukannya dari kantor.

Walau kondisi buruk pada saat-saat sun set dan sun rise di Cinere, namun setidaknya ada dua pembukaan propagasi ke Eropa, pada sun rise, yang saya alami Yang pertama terjadi 31 Maret 2001 sejak 2202Z. Sebelas stasiun masuk log, mulai dari HA, OK, 9A2 ( koleksi negara DXCC baru), I, OM, dan EA.

Lalu, di saat hari sudah terang - namun belum usai sun rise- hari ini, US5IMD (2240Z). SV8CKM (2241Z), SV8JE (2244Z) dan DK7RL (2248Z) muncul dengan kekuatan RST mulai dari 559 sampai 579. Yang menyenangkan adalah SV8CKM mengirim laporan RST 589! Selebihnya mengirim RST 579.

Tentu saja saya manfaatkan waktu untuk mencoba antena RX jenis Flag yang telah terpasang dengan ECP-1 pre-amp system sejak minggu lalu. Jelas benar bedanya penerimaan dengan antena TX. Dengan RX antena, arah ke barat, 330 derajat, sinyal mereka memang menjadi armchair copy. Bagi yang mau melihat skema diagram antena RX tersebut, silakan longok di http://www.qsl.net/yc0low/

Tadinya, saya berharap, pagi ini (WIB) ada rekan YB/YC yang muncul di top band untuk QSO. Namun, tak ada satu pun. Mungkin semua letih setelah ikut kontes Grobogan.

Top band: kesediaan untuk memilih prioritas...

Stasiun Filipina (DU) pada Top Band (160m), Sabtu Mei 26, 2001 5:04 am

Stasiun DU pada Top Band (160m), Sabtu Mei 26, 2001 5:04 am

Januari 1997 adalah awalnya saya bergiat di top band. Strateginya saat itu adalah sederhana: mulai memburu dan mengumpulkan konfirmasi stasiun dari negara tetangga -- ASEAN dan sekitarnya. Ini strategi 'kuno' yang berlaku juga bagi para dx-er pada high-bands. Disebut 'kuno' karena sesungguhnya populasi top band DXer di ASEAN tidak banyak. Saat itu, cuma ada Ross, 9M2AX; Nick, 3W5FM, Di Indonesia ada: John, YB0JAX; Phil, YB0ARA/9 dan lain-lain. Sedangkan di Australia jumlahnya lebih banyak dari pada Indonesia. Setidaknya, tiap hari ada, Mike, Vk6HD; Steve, VK6VZ; Peter, VK6APZ; David, VK3EW.

Operasi di DU-land umumnya dilakukan oleh operator pendatang. Demikian juga di Myanmar, Laos, Kamboja. Dan tentu saja jadwalnya tidak menentu. Singkat cerita, hingga awal tahun 2001 saya tidak pernah mendengar --apalagi mengonfirmasi-- stasiun dari DU-land pada top band., sampai akhirnya muncul Gill, 4F2KWT pada kontes WPX CW 2001. Tapi ternyata, masih ada saja halangan untuk memenuhi keinginan tersebut. Pertama, di saat kontes tersebut, Gill tidak mendengar saya. Kesempatan makin kecil karena belakangan saya tahu bahwa dia bukan tipe genuine top bander karena tuntutan pekerjaannya yang berpindah-pindah pulau di Filipina.

Ketika akhirnya saya berQSO dengannya (16 Pebruari 2001, 2209Z, 1824 KHz, CW ) tentu saja hati ini senang bukan main. Langkah berikut adalah mengirimi dia kartu QSL secara langsung. Tapi hingga empat minggu kemudian belum berbalas. Dalam e-mail-nya kepada saya, dia menyatakan bahwa dia sudah balas. Tapi, heran mengapa belum tiba. Lalu, saya masih harus menunggu dia membalas setelah dia pulang dari Macao selama beberapa minggu kemudian. Setelah menunggu empat tahun lamanya, hari ini kartunya tiba dengan selamat. DU-land CFM pada log saya dan menjadi negara DXCC yang ke-83 di band misterius tersebut.

Top band: semoga diberi tambahan kesabaran dan panjang umur untuk memperoleh tujuh belas sisanya...

Survai TXCVR DXers, Senin Jul 16, 2001 10:12 pm

Jumlah responden: 365 orang. Pengguna Yaesu:148 orang (41%). Pengguna FT-1000MP sebanyak 64 orang. Bagaimana dengan Icom, Kenwood, TenTec, Collins, dan lain-lainnya? Simak survai TXCVR terakhir di http://ac6v.com/survey.htm

Musim LOW Band DX-ing, Selasa Juni 19, 2001 7:48 am

September adalah awal musim dx-ing pada LOW bands. Biasanya, para penggiat LOW band dx-ing di belahan utara bumi (northern hemisphere) mulai memasang antenna antena khusus --atau bahkan mengubah pola operasi (baca: siklus tidur) -- untuk keperluan DX-nya. Namun, tiap tahun, musim salju yang sesungguhnya terjadi pada pertengahan Oktober sampai dengan pertengahan Februari. Di kurun waktu tersebut, di belahan sana, terjadi fenomena alam yang penting dan baik untuk dx-ing, seperti: rendahnya Maximum Usable Frequency (MUF), durasi penampilan matahari yang lebih pendek, malam datang lebih awal dan bertahan lebih panjang, aktifitas pembentukan D-layer lebih sedikit pada petang dan/atau subuh; serta
sedikitnya QRN yang disebabkan oleh badai/petir.

Sebagai akibat kombinasi gejala alam dan aktifitas manusia tersebut, maka LOW band dx-er di Indonesia, juga bisa mendapat manfaatnya. Pantaulah K, A Index dari internet, dan lain-lain. Kenalilah saat-saat sun rise dan sun set di lokasi Anda Dengan tambahan referensi tersebut Anda akan tahu grayline propagation. Artinya, Anda dapat secara khusus melakukan pemantauan dan/atau pemanggilan khusus (specific DX calling) ke kawasan yang, sebelum musim ini tiba, sulit terdengar. Dalam musim ini, Anda juga berpeluang untuk melakukan long-path QSO (misal: dengan stasiun di pantai timur Amerika Serikat). Setelah itu, usahakanlah agar QSO Anda tersebut terlaksana dengan sportif (tanpa bantuan orang lain/QSP) walau Anda bekerja dalam sebuah net. Selamat ber LOW-band dxing!

Post Scriptum: Apakah special call station di MUNAS Orari, Serpong, nanti juga akan bekerja pada LOW bands?

Propagasi DX pada Band 80m, SSB, Senin September 24, 2001 5:01 am

Sabtu dan Minggu kemarin merupakan kesempatan bagi saya untuk menikmati pembukaan propagasi DX di 80m, SSB, dengan mendengarkan beberapa stasiun YC/YB ber-QSO dengan stasiun dari Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada).

Pembukaan seperti itu bisa disebut indah karena mendengar QSO DX seperti itu adalah lebih baik dari pada kontes doubling untuk adu kuat daya pancar--yang konon merupakan virus tradisional di VHF-- yang akhir-akhir ini sering terdengar pada saat net lokal Indonesia di 80m, SSB.

Hampir semua stasiun yang saya dengarkan kemarin (YC0UTC, YB2LAB, YC1LPL, YC1GEG, YC2CTE,YC1ZAB dan lain-lain) menemukan sasaran DXnya dengan hanya menggunakan daya 100 Watt dan antena sederhana (dipole, inverted-V)! Ini membuktikan bahwa mitos bahwa di LOW bands harus bekerja dengan daya besar adalah keliru. Sebaliknya, agar tidak menjadi hal yang kebetulan semata, pembukaan DX seperti itu seyogyanya merangsang kita untuk mempelajari faktor-faktor penentu yang memungkinkan optimalisasi DX QSO di 80m, termasuk berdisiplin untuk mendengar sinyal yang lemah sekaligus belajar mengelola lalu-lintas QSO DX dalam sebuah net agar efektif dan efisien. Harap diingat bahwa DX Window pada 80m, SSB, sangat sempit sehingga jangan sampai stasiun dari negara lain menjadi terkendala (contoh: stasiun-stasiun dari VK hanya diizinkan main DX dari 3798 sampai 3800 KHz). Happy DXing!

3D2CI pada Band 80m, Kamis Oktober 11, 2001 4:45 am

Tim dxpedisi 3D2CI (Conway Reef) pasti repot mengatasi masalah antena dan perangkat catu-dayanya karena 'demand' pada LOW bands (80m, 40m) dan 160m begitu besar.

Dari beberapa mail-lists, saya dapat memantau bahwa sejak masa persiapan, mereka sudah berusaha keras untuk menggunakan antenna Titanex vertikal (yang konon dianggap paling praktis untuk LOW bands dx-pedition, hingga saat ini). Terakhir, saya baca bahkan mereka kesulitan daya listrik dan sering beroperasi 100 Watt saja.

Walau ada perasaan pesimis, Rabu sore saya buru-buru pulang dari kantor agar bisa tiba di rumah untuk memantau 3D2CI. Soalnya, hingga sehari sebelum kegiatan mereka akan berakhir, saya belum mendengar mereka. Pada DX Custer PHO 80m, saya hanya mendengar stasiun YC0IEM dan YC1GEG sedang dx-ing. Lalu kami bertiga terlibat rag-chewing sampai 1415Z juga dengan YC0KNK dan YB0KO/1. QSO berlingkar di 80m tersebut usai ketika saya pamit untuk makan malam. Saya beruntung karena sebelum memadamkan radio, saya sempat memeriksa DX Cluster. Pada 3795 KHz saya dengar ketukannya (dia gunakan mode CW): "3D2CI up". Dua dari operator dalam tim tersebut saya kenal di udara sebagai operator top band berpengalaman, sehingga saya tahu harus QSX UP cukup 2 KHz. Panggilan saya dijawab 3D2CI dan diberi RST 599 pada panggilan kedua (1430Z). Sebuah negara DXCC baru masuk dalam log 80m. Saya bujuk dia untuk QSY ke top band, tapi dia menjawab "1600Z". Artinya sekitar satu jam lebih kemudian. Selama itu pula saya monitor terus 3D2CI di sana.

Sinyalnya makin kuat tapi tak satu pun terdengar stasiun YB/YC yang masuk (mungkin sudah duluan dari saya, ya?- Jo). Pukul 1600Z saya sudah siap-siap di top band, bahkan memanggil CQDX selama 30 menit. Tapi tak ada tanda-tanda dari 3D2CI. Bahkan, dia terdengar lagi di 3795 KHz mengirim "3D2CI up EU". Mungkin antena top band mereka sudah digulung.

DX-ing pada LOW bands adalah ramuan dari pesimisme, time-investment, keberuntungan dan kegembiraan!

Top Band (14/10/2001), Minggu Oktober 14, 2001 11:21 pm


Seorang kawan yang lama tidak terdengar ber-dx pada band 80m saya jumpai di
Hamfest Orari, 2001, Serpong, Jawa Barat. Menurutnya, dia frustrasi karena koleksi
negara DXCC-nya pada band 80m belum bertambah-tambah. Yang terdengar olehnya hanya stasiun dari negara yang itu-itu saja.

Memang, begitulah nasib LOW band dx-er di Indonesia. Geografinya yang berada di kawasan katulistiwa, lalu iklim/musim cuacanya yang monsoon, dan lain-lain, membuat LOW band menjadi sesuatu yang menantang. Saya sarankan supaya dia membuat antena RX khusus.

Hari ini, pukul 2200Z saya memanggil CQ di 1825 KHz. Hingga dua puluh menit kemudian, tak satu jawaban pun yang datang. Pukul 2221Z saya dengar Ross, 9M2AX memanggil CQ di 1831 KHz dan dengan segera dia terhubung dengan OH5UX (2223Z). Sinyal dari Finlandia saya copy RST 559, sama dengan laporan dari Ross. Tentu saya juga berharap untuk bisa terdengar di Finlandia. Saya teruskan memanggil CQ di frekwensi kerja saya. Namun yang ditunggu tidak datang menjawab. ”Apakah dia tidak mendengar sinyal saya?”, begitu pertanyaan dalam diri. Daya pancar yang saya gunakan hanya 200 Watt.

Pentti, OH2WI menjawab panggilan saya pada 2225Z. Kami bertukar RST 559. Ini adalah QSO keempat pada 160m. Yang terakhir terjadi empat tahun lalu (!) pada 17 Oktober 1997 pada 2210Z. Hingga waktu sun rise usai di Cinere (2230Z), OH5UX tak juga kunjung saya dapatkan. Sementara Ross 'mengambil alih' frekwensi saya sejak 2229Z. Memang, saat sun rise di Kuala Lumpur, Malaysia, berselisih dua puluh tujuh menit setelah Cinere.

Top band: cukup gembira mendapat satu stasiun (yang nota bene: 'lama') setelah

memanggil selama tiga puluh menit...

Top Band (12/10/2001), Jumat Oktober 12, 2001 3:03 pm

George, W2JVN, selain menjadi teknisi senior di Yaesu Amerika Serikat, adalah juga seorang top bander. Kontak saya dengannya terjadi pada Desember 2000, sekitar 1529Z. Saat itu dia memanggil Anton, YB5QZ, berkali-kali tapi tiada berjawab. Rupanya fenomena search light propagation sedang terjadi ke Cinere sehingga saat itu kami dapat ber-QSO dengan mudah. Pertemuan kedua baru saja terjadi (1301Z) pada 1825.5 KHz. Saya dua kali memanggil CQ dan dia masuk dengan mudah (RST 559). Dia mengirim laporan RST 579.

Dengan QSO ini, saya sadar sepenuhnya bahwa propagasi terbuka ke pantai barat Amerika Serikat - setelah menunggu lama, sejak September 2001. Jadi, saya lanjutkan memanggil CQ dengan optimisme tersebut. Ternyata benar, secara berturut-turut, terjaringlah stasiun-stasiun: N7DD (1319Z), N8GZ (1325Z), K6NA (1335Z), W6AJJ (1350Z), dan W7VN (1355Z). Tiga di antaranya adalah kontak untuk kedua kalinya. Sinyal terkuat berasal dari Larry, N7DD.

Rata-rata laporan yang saya terima adalah RST 559, suatu hasil yang lumayan bila mengingat daya yang saya pancarkan cukup 150 Watt. Lalu, ada WA5VGI yang mengirim pesan ke DX Cluster untuk mengejek saya yang disebutnya no ear, karena saya tak menjawab panggilannya. Usut punya usut, ternyata dia memanggil saya pada 1827.9 KHz, padahal saya bekerja pada 1827.5 KHz. Mungkin, begitulah watak seorang operator dari AS -- yang konon negara 'superpower'. Biar salahnya sendiri tapi tetap mencela!

Top band: where only gentlemen are supposed to be there...

Top Band (18/10/2001), Jumat Oktober 19, 2001 3:04 am


Benny, YC1GEG, adalah stasiun tambahan yang terdengar di top band, semalam (1730Z). Secara kebetulan saya mendengar dia dan Ferry, YC0UTC, melakukan QSO singkat dalam mode PHONE pada 1850 KHz. Tidak jelas YC1GEG beroperasi dari Cirebon atau Jatiwangi dan antenna apa yang digunakannya.

Bagi YC0UTC ini adalah pancarannya yang kesekian kali pada top band yang saya pantau. Konon antena yang digunakannya adalah inverted-V untuk 80m yang feed-point-nya setinggi 35 meter di atas permukaan tanah (DPT).

Selamat datang di top band, di kerajaan derau yang penuh dengan misteri...

Top Band (20/10/2001), Sabtu Oktober 20, 2001 3:55 pm

Kondisi propagasi top band hari ini adalah pas-pasan, namun cukup memuaskan bagi saya -dan bagi mereka yang memang sudah terobsesi - untuk bekerja di sana.

Cobalah bayangkan. Sejak 1100Z saya memanggil CQDX di 1824.5 KHz. Kecepatan ketukan CW cukup 20 WPM. Dua puluh dua menit kemudian muncul Peter, 9V1PC yang mengirim RST 599 kepada saya (1122Z). Lalu terdengar Ross, 9M2AX, pada 1831.5 KHz memanggil CQ.

Saya memang sudah niat untuk mencegat beberapa stasiun dari pantai timur atau mid-west AS, bila propagasi memungkinkan. Jadi, saya harus terus memanggil CQ di 1824.5 KHz. Target kedua adalah 5W0MO dari American Samoa yang sudah berapa hari ini beroperasi pada top band. Don, W9NGA, mengirim pesan melalui DX Telnet yang isinya minta saya QSY ke 1827.5 KHz pada 1300Z. Don yang ditunggu di frekwensi ora teko. Pukul 1312Z muncul James, N7JW dari Negara bagian Utah, AS, memberi laporan ke saya 579. Ini QSO saya dengannya yang keenam. Lalu, muncul George, W2VJN (1352Z) yang beberapa hari lalu berQSO dgn saya, K6GNX (1359Z), dan W6EU (1359Z).

Kesemuanya saya beri laporan RST 449. Tapi saya terima RST 559 dari mereka. Bob,
N7UA, top bander ulung dari negara bagian Washington muncul pukul 1420Z pada 1823.5 KHz. Sinyalnya sangat kuat, layak mendapat RST 599 dari saya. Begitulah kedengarannya sebuah sinyal pada 160m yang dipancarkan oleh antena 4-square array dan diarahkan ke 210 derajat barat daya. Sinyalnya tetap stabil terdengar di Cinere sampai 1440Z.

Top band: bila kondisi sedang baik, bisa juga mirip dengan 40m band.

9M6A pada Top Band selama CQWW SSB, Rabu Oktober 24, 2001 1:01 pm

At 09:06 24-10-01 +0700, YB0US wrote:

Hi Jo, Saya akan ikut CQ WW SSB contest SOABHP dari Sabah - Malaysia dengan mengunakan callsign 9M6A. Apa bisa schedule 160m Sabtu magrib? Saya belum pernah QSO di 160m jadi saya minta usul frekuensi dan waktu yang sesuai. 73, Jani

Bagi yang berminat sked dengan 9M6A pada top band, silakan cegat di sana. Di bawah ini adalah pemberitahuan OM Jani, YB0US kepada saya tentang rencananya bekerja di CQWW SSB 2001. Saya mengusulkan waktunya setelah maghrib (WIB) di sekitar 1845 KHz.


CQWW SSB 2001 pada Top Band (160m), Selasa Oktober 30, 2001 6:38 am

Dengan girang saya kabarkan bahwa telah ada tambahan stasiun-stasiun dari Indonesia yang memancar di top band pada saat kontes CQ World Wide, PHO, kemarin. Mereka adalah: Benny, YC1GEG; Ferry, YC0UTC dan belakangan masuk Taufan, YB0AI. Kami semua ragchewing, barefoot di 1845 KHz sekitar 1850Z. Benny di Cirebon dengan wire antenna collinear-nya setinggi 25 meter dan Ferry di Bintaro Jaya dengan sloper sepanjang 40 meter. Sinyalnya cukup baik diterima di Cinere (RS 59+) dan saya kira sudah cukup memadai untuk dicoba dx-ing.

Sked saya dengan 9M6A (operator Jani, YB0US) tidak berhasil. Belum jelas apakah mereka jadi atau tidak jadi QRV di sana. Namun, 9M8R muncul dan berQSO dengan YC0LOW pada 1820 KHz, 28/10/01, 1700Z. Konon, stasiun T88CC, juga beroperasi di sana tapi pemunculannya tidak terlalu sering sehingga luput. Dugaan saya, sang operator adalah tipe yang kurang sabar atau memang dia tidak tahan mendengar static noise di sana.

Top band: only the braves win!

Kamboja (XU) pada Top Band (160m), Kamis Dec 6, 2001 8:55 am

Stasiun XU7ACB muncul di top band (160m) sejak kemarin ba'da maghrib, WIB. Bagi yang berminat, inilah saat yang tepat untuk mencegatnya pada 1827.5 KHz, CW sampai dengan 17 Desember 2001. Operatornya adalah Dick, N6FF, memancar dari Sihanoukville. Antena TX yang digunakan adalah sloping dipole. Saya cheked-in dengan mudah (50 Watts, CW) pada top band kemarin 1200Z. QSL route via N6FF.

Kepulauan Ducie: Tambahan Negara Baru DXCC, Sabtu, 17 Nov 2001 17:11:00 +0700

Kepulauan Ducie menjadi entitas negara DXCC yang paling baru di dunia sejak 16 Nopember 2001. Yaitu setelah IARU menghitung surat suara untuk menerima aplikasi dari Pitcairn Island Amateur Radio Association yang diajukan pada Maret 2001.

Catat posisinya: Longtitude 124.80 Barat; Latitude 24.6 Selatan. Walau pernah diaktivasikan sebagai IOTA OC-182, namun hanya QSO yang terjadi setelah 16 Nopember 2001-lah yang dihitung shahih untuk DXCC. Station pilot K6GNX menyatakan dalam Buletin DX ARRL no. 048, bahwa pada 17 Nopember 2001, Kepulauan Ducie akan didarati oleh satu tim dx-pedition dengan nama panggilan VP6/D. Top band: selamat berburu negara baru!

Stew Perry Top Band DX Challenge 160m Contest, Rabu Desember 19, 2001 11:07 pm

Kegiatan kontes keenam "Stew Perry Top Band DX Challenge" adalah salah satu tonggak penting bagi para pencinta/elit top band di seluruh dunia. Dimulai pada 1500Z (29 Desember 2001) dan berakhir 1500Z (30 Desember 2001). Kontes DXing selama empat belas jam ini hanya mengizinkan mode CW. 

Selain laporan RST, QTH Locator/Grid Square juga dipertukarkan, sehingga stasiun YB/YC punya peluang mencetak skor tinggi karena berhasil menjalin 2-way QSO dengan stasiun yang berada pada grid square terjauh.

Bagi yang berminat (saya mendengar di udara ada beberapa stasiun YB/YC menyatakan minatnya beroperasi DX pada top band) silakan lihat peraturan komplitnya di http://jZap.com/k7rat/stew.rules.txt

Silakan Coba Pembukaan Long Path (LP) pada Band 80m (SSB)

Salah satu syarat terjadinya komunikasi long-path adalah bila stasiun di belahan timur dari kedua lokasi sedang ada dalam masa terbenamnya matahari (sun set) di saat mana stasiun lain di belahan baratnya sedang mengalami matahari terbit (sun rise). Hal ini terjadi dini hari (21 Des 2001) sekitar 2149Z pada band 80m SSB. Saya mendengar dengan baik (rata-rata RS 57) W1FC (2149Z) dan K1JJ (2201Z) memanggil cq dx. Keduanya ada di pantai timur Amerika Serikat -- yang jaraknya dari Cinere (locator: OI33JP) lebih jauh ketimbang jarak ke pantai barat Amerika Serikat. Sayangnya tak ada satu pun stasiun YB/YC (termasuk YC0LOW) yang berhasil menjalin kontak. Padahal gejala ini lumayan langka. Mungkin di lain waktu.

Berikut catatan propagasi yang saya kutip dari DX Summit, sekitar 2100Z, hari itu: 21 Dec N4YIC (21) SFI=234, A= 13, K= 4, LOW/QUIET-ACTIVE;MOD/QUIET-ACTIVE

Bagi YB/YC penggiat DX pada 80m silakan coba pembukaan LP yang akan datang.

Hanya Empat Stasiun pada Kontes Stew Perry 160m, Selasa Jan 1, 2002 3:51 am

OM Budi, YB2UJY, menelepon saya, dua hari sebelum kontes, untuk menceritakan
bahwa dia pernah bersama-sama rekan di DI Yogyakarta bereksperimen pada top band. Antena TX adalah dipole dan quad/loop, digunakan selama dua hari. Konon, dia tidak mendengar
apa-apa. Saya sampaikan kepadanya bahwa pada gentlemen’s band ini, dua hari bukanlah
waktu yang cukup untuk menilai. Pada band ini, propagasilah yang sangat menentukan, bukan hanya peralatan. Sebaiknya eksperimennya tersebut diteruskan.

Walau pun saya beroperasi sejak waktu awal kontes (1500Z, 29/12/2001) kondisi propagasi yang buruk selama Stew Perry Top Band Distance Challenge Contest 2001 menyebabkan stasiun YC0LOW hanya biasa menjaring empat stasiun DX, yaitu: VK6HD, VK6VZ/6, 9M2AX dan 9V1PC. Kesemuanya diperoleh pada hari pertama. Nihil pada hari kedua. Semua sinyal tersebut sangat marjinal. Stasiun JA3YBK terdengar sekitar 1600Z namun sinyalnya lemah dan QSB. Lalu, lamat-lamat terdengar juga HL3IUA (2010Z), A92ZE (2018Z) dan F6CO (2030Z). Lemahnya sinyal mereka di Cinere tak memungkinkan saya untuk spekulasi bertukar informasi tentang Grid Locator.

Tak satu pun stasiun dari Amerika Utara yang terdengar, walau pada web cluster terdaftar banyak stasiun yang QRV. Padahal, antena RX dan sistem pre-amp yang saya miliki sudah dimainkan. Apa mau dikata (what say)? Top band: satu hari (bisa jadi) terlalu banyak, seribu hari (mungkin) tak cukup...

Timor-Timur Station WKD, Minggu Oktober 8, 2000 2:12 pm

Dick, 4W/N6FF, muncul di top band sejak 1130Z hari ini (8/10/2000). Namun, static noise (S9+) menghalangi saya untuk meng-copy-nya dengan baik karena sinyalnya lemah. Sekitar 1145Z, muncul YB2UU memanggil CQ di 1825.5 KHz. Kesabaran yang diuji akhirnya menemukan dia QSY ke 3.507,5 up-5 memanggil hanya NA (1200Z). Walau kuat sinyalnya S9+, saya masih harus bersabar menunggunya memberi kesempatan bagi stasiun non-Amerika Serikat. Pada 1242Z dia tidak mengetuk "NA" di akhir panggilannya. Artinya saya bisa masuk. Kami segera bertukar RST 599. Dick menyapa dengan: "Jo, hw abt 160m?". Saya jawab "OK, soon". Pada 1300Z dia kembali ke 1827.5 KHz, QSX up1832.5 KHz. Dalam waktu sekejap kami bertukar laporan RST 559.

Tim-tim menjadi tambahan negara DXCC baru dalam perbendaharaan saya di top band -- dan juga di 80m! Sampai sepuluh menit kemudian, saya tidak mendengar adanya YB/YC stasiun lainnya yang kontak dengannya.

Top band: hadiah bagi sebuah kesabaran mendengar derau yang tak kunjung usai...


Timor Timur pada Top Band, Sabtu Oktober 7, 2000 2:15 pm

Stasiun 4W/N6FF dari Timor Timur akhirnya terdengar hari ini di Cinere. Sinyalnya lemah, RST 449. Mungkin ini juga disebabkan oleh salah satu tiang antena saya menjadi lebih rendah karena bengkok diterjang angin ribut hari Jumat sore kemarin. Sebagai tambahan info, menara antena radio siaran KisFM dan MustangFM di Gandul, Cinere pun rubuh diterjang angin.

Namun, stasiun lawan 4W/N6FF dari pantai barat Amerika, yaitu: K6UA dan K6TQ terdengar memberi laporan balasan RST 559 pada 1350Z. Sampai 1355Z, saya coba memanggil stasiun dari Timtim tersebut tapi belum berhasil. Di bawah ini posting dari WebCluster OH2AQ tentang stasiun tersebut.

JE1PNX-@ 1827.5 4W/N6FF QSX 1824 JA. 1358 07 Oct

K6VX-@ 1827.4 4W/N6FF UP 5 GOOD SIG 1300

Top band: wish you luck in this season...

RE: Top Band (14/8/2000)

At 22:37 15-08-2000 +0700, Rivai YD2MTA wrote:

Yth OM Jo, saya sebetulnya pingin lho ikutan di top band. cuma di sini nggak denger apa-apa. kira-kira anda ada nggak rekomendasi radio apa yang punya kuping bagus tapi enak di kantong. bagus mana antara yaesu, kenwood dan icom (mohon jangan terpengaruh selera). asal jangan merekomendasikan ft-1000 spt di Cinere.

Yth OM Rivai, YD2MTA

Terima kasih e-mail-nya. Sebenarnya, semua transceiver yang punya fitur band 1.8 MHz bisa dipakai untuk bekerja baik di top band. Persoalannya yang utama adalah pengenalan terhadap band tersebut.

Saya perlu waktu lebih dari satu tahun untuk memantaunya sambil membaca (beberapa bahan pengantar bisa dilihat di situs saya). Yang kedua, kudu punya kesabaran. Coba bayangkan, sejak 1960 sudah ada yang beroperasi DX pada band tersebut. Tentu merek dan jenis TXCVR yang digunakan bervariasi sampai dengan merk keluaran yang mutakhir. Sebaliknya, banyak juga teman-teman yang sudah memiliki TXCVR modern keluaran tahun 2000 belum juga bisa mendengar apa pun di top band. Jadi, kalau belum bisa dengar bukan berarti pesawat kita budeg. Mungkin hanya karena belum kenal atau kurang sabar saja.

Berdasarkan pengalaman pribadi, saya pernah gunakan ICOM IC-735 polos (tanpa CW filter) dan TS-450SAT (tanpa CW filter) lalu FT 1000MP (tanpaCW filter). Kemudian ada juga John, YB0JAX, yang menggunakan IC-751A dan TS-830. Kesemuanya berhasil untuk dx-ing pada top band! Pesawat apa yang Anda gunakan? PS: Saya punya hasil survey yang berisi daftar peralatan yang digunakan oleh para top banders dunia. Apakah ada yang berminat memilikinya?

Re: [ORARI] Top Band (14/8/2000) Wed Agustus 16, 2000 2:38 pm, James-YD1JAN wrote

Halo Om Rivai, kayaknya sekarang lagi mengarah ke top band, ya? Berarti tambah wawasan dong...nah kalau yang ini bagiannya Om Jo. Utk FT1000 MP mungkin bagusnya masih obsesi-nya Om Rivai yaaa..hehehe? Salam James-YD1JAN

Top Band (14/8/2000), Selasa Agustus 15, 2000 4:51 am

Stasiun FR/F6KDF/T (Tromelin Island) terdengar pada 1823.5 KHz, up-5, di Cinere sejak 2200Z. RSTnya cukup 459. Dalam beberapa menit saja, dia --lagi-lagi-- disibukkan oleh banyak stasiun dari Eropa. Namun, terdengar dia sering minta pengulangan. Ini pertanda bahwa dia sulit menerima. Saya tidak mau ketinggalan untuk memanggilnya terus-menerus. Tapi belum berhasil jua. Hanya tinggal dua hari lagi kesempatan mengejar stasiun ini. Yang aneh, sang operator (F6KDF) berhenti menjawab pile up tanpa concluding remarks pada 2215Z. Padahal, tibanya sun rise masih jauh. Entah apa yang terjadi dengannya (mungkin ini tipikal operator high bands yang kurang persistent dan kurang paham mekanisme grayline propagation di LOW bands, hi)

Top band: di mana panggilan bisa berubah menjadi ratapan...

Top Band (12/8/2000), Minggu Agustus 13, 2000 1:21 am

Seluruh spektrum band amatir pada high frequency (HF) disibukkan dengan kegiatan WAE CW Contest, semalam. Kecuali top band yang berada di spektrum medium frequency (MF). Saya coba mencegat stasiun FR/F6KDF/T (Tromelin Island) sejak 2000Z tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan darinya. Dia kedengaran di Cinere sejak 2200Z pada 1823.5 QSX up-5. Sinyalnya QSB namun bisa memuncak RST 579 sehingga inilah tampilannya yang terbaik di Cinere. Keruan saja saya hujani dia dengan 'panggilan tiada akhir'. ”Inilah saatnya dapat negara DXCC baru”, pikir saya. Namun, apa mau dikata, dia lebih disibukkan oleh stasiun dari Eropa. Untuk tidak membuat rasa kecewa menjadi stress berat, saya hentikan panggilan setelah usai sun rise (2304Z).

Top band: cara hebat untuk kehilangan (lagi) waktu tidur...