17 Agustus 2011

Berbagi Pengalaman Mengikuti Kontes CQWW 160m CW, 2006

Tulisan di bawah ini direvisi pada Agustus 2011 dari naskah pada Buletin Elektronik Orari News (Be-On) terbitan  Pebruari 2006, Edisi 9 Tahun V.

Setelah absen selama dua-tiga tahun, dalam beberapa hari di Januari 2006 lalu, saya dibantu teman-teman (anggota ORARI dan non-ORARI) menyiapkan stasiun YC0LOW untuk kembali berpartisipasi dalam kontes CQWW 160M, CW, 2006 ini. 

Persiapan ini istimewa, karena meliputi semua kegiatan dasar seperti  menghangatkan lagi transceiver lama – dan terpercaya- Yaesu FT-1000MP, mengecek-memilih menu/program di transceiver, menggosok contact points pada Bencher iambic paddle  keyer, memeriksa konfigurasi, koneksi dan interface-nya dll., yang kalau dipikir-pikir mirip dengan pekerjaan set-up stasiun baru untuk DXpedition! Bedanya, persiapan ini dilakukan di tengah kota Jakarta.

Antena yang dipersiapkan bukan sekadar tambahan melainkan juga antena-antena utama yaitu TX dengan 1/2λ sloping dipole yang ujung-ujungnya ada pada  15 m s/d 50 m AGL (above ground level/di atas permukaan tanah) dengan feed point pada sekitar 30 m AGL menggunakan ladder line  450Ω menuju transmatch MFJ-989C. Antena RX  menggunakan 2 buah magnetic shielded-loop ala K1ZM, masing-masing ke arah barat laut dan timur laut, ketinggian 1 atau 2 meter AGL, dengan dibantu pre-amp. Pada masa uji-coba dalam beberapa hari terakhir, tampaknya semua sudah siap dioperasikan. Satu kendala yang belum bisa diatasi menjelang hari-H adalah bahwa fitur EDSP pada transceiver  belum berfungsi, sehingga saya harus memantau dengan mode analog.

CW QSO domestik sudah terlaksana dengan YB0DPO, YB5QZ, YB5AQB, sedangkan DX QSO antara lain dengan W8JI, JH2JW, JA2DPC,VQ9LA, VK6DXI, DU9/N0NM dll. Kesemuanya terjadi pada sunset di Jakarta

Beberapa stations di east-coast  dan mid-west AS telah mengirim spot di DX-cluster  karena mendengar panggilan YC0LOW di topband  (rata-rata RST 559), namun saya tidak berhasil mendengar —kalaupun mereka memanggil. 

Rabu, 25/1/06 sekitar 19:30 WIB saya mendengar phone QSO antara YB0QN (sk) dan YB0QH di 1828kHz yang saling memberikan radio report sebelum kemudian QSY ke 40 m. Mungkin mereka sama-sama mempersiapkan diri (dan peralatan) untuk berpartisipasi dalam kontes CQWW 160m, CW  ini.


Menurut saya, contester dan/atau DXer adalah mahluk yang paling sering terkecoh oleh alam. Beberapa hari menjelang hari-H, propagasi tampaknya begitu menjanjikan, namun ketika hari-H datang dan saat kontes berlangsung semuanya berubah 180 derajat. Hebatnya, mahluk yang terkecoh itu ‘nggak juga kapok dan selalu saja punya simpanan stock harapan: pasti sebentar lagi propagasi membaik (padahal belum tentu – Jo)

Saya bergembira sekali mendengar selain YC0LOW ada setidaknya tiga stasiun dari Indonesia yang terdengar: YB5AQB, YB0ASG dan YE1ZAT klub stasiun dari Bekasi! Stasiun yang belakangan disebut ini cukup konsisten dalam mengikuti kontes. Beberapa kali saya melihat callsign-nya tercantum di DX-cluster  di Internet, dan saya sempat mendengar ketukan 'CQ TEST'-nya hingga dini hari WIB. Kegiatan klub stasiun ini dan kehadirannya patut diacungi jempol (!).

Hari pertama kontes (29/01) kondisi propagasi buruk sepanjang malam WIB. Static crashes berkelanjutan, noise floor tidak pernah kurang dari S7 pada antena TX. Untung ada antena RX  tersendiri; Log hari ke-1 YC0LOW bisa mencatat (hanya) 34 QSOs, 17 DXCC countries, namun ada tambahan 4 negara DXCC baru yang jarang muncul yang  worked and logged, yaitu Alland Island, Nepal, Andorra dan dari Uzbekistan

Kontes hari kedua (30/01):
Lagi-lagi hanya empat stasiun dari Indonesia yang muncul: YE1ZAT, YB5AQB, YCOLOW dan YB1KAR, yang uniknya stasiun yang disebut paling belakangan di atas muncul hanya sekali saja! Saat itu, sekitar 1424Z, saya sedang memantau sinyal lemah dan QSB dari Larry, N7DD di 1821 kHz (N7DD adalah stasiun dari negara bagian Arizona (AZ), yang berjarak 15.000 km dari QTH saya di Cinere). Saya menikmati pemantauan tsb karena setelah absen beberapa tahun (QSO 160m dengannya terjadi 23 Pebruari 1999, 1353Z) inilah untuk pertama kalinya lagi saya mendengarnya.

Sedang asyik-asyiknya, saya dengar ketukan 'YB1KAR'. Tampaknya Larry perlu minta ketuk-ulang 2 atau 3 kali untuk memastikan. Singkatnya, QSO mereka terlaksana dengan sempurna pada 1426Z. Setelah itu, hingga sunrise tiba, YB1KAR tidak terdengar lagi. Ada pun tiga stasiun pertama yang saya sebut di atas tergolong yang 'tabah sampai akhir'. Anton YB5QZ muncul di hari ke-2. Kehadirannya ditandai dengan spot di DX-cluster. Sesekali, kami berempat tidak ada satupun yang mengetuk. Hal itu terjadi mungkin karena propagasi yang lebih buruk ketimbang kondisi di hari pertama, atau secara bersamaan kebetulan kami terlelap sekejap. Saya mencatat setidaknya ada tiga kali hujan deras yang desertai geledek penyebab static noise


Kondisi yang tidak baik di hari kedua ini memang tidak perlu disesali. Tidak ada stasiun dari Eropa yang terdengar. Walaupun jumlah QSO hanya 11 (dibandingkan 34 buah di hari kemarinnya), YC0LOW masih sempat juga membukukan top-band QSO dengan stasiun-stasiun ZL3IX   (Selandia Baru), JT1CO (Mongolia), yang terdengar lebih baik dengan antena RX (magnetic loop) menghadap ke arah utara Jakarta. Juga dengan stasiun-stasiun di W-land seperti: N7DD, W2VJN di Oregon,dan N7UA di Washington yang merupakan 'teman lama'.
George adalah pemilik Inrad, AS. Produsen filter-filter radio.
Kontes CQWW 160M CW 2006 sudah berakhir, yang tersisa adalah log bersejarah di band yang sulit ini, sebanyak: 45 QSO,18 negara DXCC, 4 di antaranya tambahan baru untuk saya.Sampai saat ini saya masih perlu 5 atau 6 negara DXCC lain untuk menggenapinya menjadi 101 negara sebelum bisa meng-klaim award DXCC 160M CW. Terima kasih untuk YB5AQB, YE1ZAT, YB0ASG, YB5QZ yang telah memberi 'kejutan' dan points bagi saya saat kontes.

EPILOG:
BLACK-HOLE PROPAGATION. Saya sempat bertukar pesan singkat dengan Bob, YB5AQB di Batam. Di akhir kontes ini, dia mencetak 35 QSOs, 17 DXCC countries pada kategori hi-power dengan total skor sekitar 5K+

Untuk TX, Bob mengunakan antena inverted-L sepanjang 42m dengan sisi vertikal 20m dengan sisanya terpasang horisontal, sedangkan untuk RX dia menggunakan Beverage antena.
Dalam pesannya di Topband Reflector,Bob menulis bahwa dia telah mengalami fenomena nyata dari 'black-hole propagation'. Menurut Wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Lubang_hitam, definisinya adalah:  “sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata "hitam".
 
Bagi amatir radio, ini merupakan kendala dalam mekanisme propagasi pada Medium Frequency /MF di zona katulistiwa. 

Hanya karena QTHnya bergeser 35 km ke arah mendekat garis katulistiwa, akibat black hole phenomenon ini, Bob menemukan kesulitan yang jauh lebih besar dalam operasinya di Batam ketimbang ketika dia ada di 9V1-land

Dengan peralatan yang sama, jam operasi yang sama, namun hasilnya jauh lebih sedikit (di Singapore, 2005, Bob membukukan 122 QSO), walaupun antena yang dia gunakan di Batam lebih baik daripada yang digunakannya di Singapore.

Jadi, saya tidak heran bila para topbander  yang bermukim  jauh dari katulistiwa — di northern dan southern hemisphere, seperti di EU dan NA — bisa mendapatkan award 100 DXCC hanya dalam satu musim.

Berikut saya kutip pesan Bob tentang pengalamannya ini:
"This is not an observation, it is a moan. The ears still get shredded by S8 static crashes about every night, QSB is still a big problem, it is just that the rewards have reached a point of diminishing return."

"Ini bukan pengamatan, melainkan erangan. Kedua telinga masih  terkoyak karena static crashes setiap malam., QSB masih merupakan masalah besar, itu hanya berarti bahwa penghargaan telah mencapai titik yang surut"

Bagi mereka yang ingin mendengar 'kehidupan' di band misterius ini, silakan coba memantau, siapa tahu Anda akan keranjingan Topband DX-ing.  Let’s keep the topband fully alive in YC-land

Jo, YC0LOW (yc0low@gmail.com) mulai aktif Top-band DX-ing sejak 1997. Saat ini sudah WKD 98DXCC countries (95 CFM) di 160M (2006 – Jo).

10 Agustus 2011

Antena TX Multi-band ZS6BKW

Setelah sunspot meningkat, dan long-haul DX pada highbands menjadi makin sering terjadi, saya merencanakan untuk membuat antena kawat baru untuk multiband TX pada band-band 80m-10m.


Tadinya, saya berharap bisa mengulang keberhasilan ketika pada beberapa tahun lalu saya membuat  -dan dipuaskan oleh- antena jenis G5RV 80m-10m. Namun, sekarang saya lebih tertarik dengan antena tx --yang juga multiband-- berdasarkan referensi di internet dari pembuatnya Brian, ZS6BKW  (d/h G0GSF).



Konon, kinerja antena ini (gambar atas, diambil dari http://www.nonstopsystems.com/radio/frank_radio_antenna_ZS6BKW.htm) lebih baik daripada G5RV walau jenis ini merupakan produk "sepupu"  antena G5RV yang legendaris yang dibuat oleh Louis Varney.


Apakah ada teman-teman Orari yang sudah mencobanya? Kalau ada, saya mohon petunjuknya dan/atau informasi hasilnya melalui milis OrariNews ini. Tnx es 73 de Jo, YC0LOW




11 Agustus 2011, bam yb0ko1 soetrisno menulis:
OM Jo,
G5RV versi ZS6BKW ini sdh prnh sy ulas di orek-orekan lawas: G5RV vs W6JJZ (terlampir lwt japri), tp sbg “appetizer” buat rekan yg mo ‘ngisi sore-sore menunggu bedug buka puasa dg ‘mbaca-‘mbaca (ato syukur-sukur kalo’ ada yg punya lahan lebih, ato punya “bekas”G5RV yg mau di-revitalize” – spt OM Ton YB2CPO di salatiga – mngkn malah bisa lngsng dipraktekin week end ini ;)  sy copy-n-paste aja bbrp hlmn dr orek-orekan tsb, sbb:

Stuart K5KVH menawarkan alternatip instalasi yang lebih sederhana bagi modifikasian Glenn, WA4AOS yang disebut duluan. Alih-alih menaruh ketiga kaki elemen dengan sudut 1200 antar kaki (‘nggak kebayanglah bagaimana repotnya kalo’ mesti sendirian ‘ngerjain yang beginian), Stu menaikkan ketiga kaki JUGA pada bidang horizontal, tetapi dengan kaki stub TEGAK LURUS terhadap elemen flat-top (lihat gambar berikut), dan dengan bangga meng claim: …. One of the best DX antennas I have ever had (cuma aja dia tidak sebut di band mana …).
Stu mengambil ukuran yang mirip ukuran pada versi ZS6BKW tersebut diatas, dengan 12.2 mtr 450 ohm open wire sebagai matching stub.
Menjawab pertanyaan ybØko/1 yang meminta konfirmasinya bahwa “itung-itungan” penulis yang mengkon-versikan ukuran-ukuran dalam satuan foot dan inches ke satuan metrik serta beberapa points tentang instalasinya Stu menjawab sbb.:

[Hi Bam, no problem with the metric dimensions! Yes, the K5KVH is identical (with G5RV), but (during installation) the doublet wire (flat top) and matching stub (450 ohm ladder line in mine) describes a letter "T" if
you look down on it from an airplane. Thus, that is what I meant by the dipole and the feeder being in same reference plane, they are all horizontal above earth at same elevation.
The parallel feeder ties off in a tree, then the coax leads 65 feet to the shack, using RG 8x.
The pattern was about as omnidirectional as it would be if the wire was altered to 120 degree spacing to the feeder, I think.
Contrary to most of G5RV users believe, there is no requirement that the first section of feeder be vertical from center of the antenna! When I realized that, I could put it up on the short trees I had.
The wire dimensions of doublet part are 92 ft (28 mtr over all), fed in center. The ladder line is 40 Ft. (12.2mtr) and the coax is whatever is needed to go to shack. (IF using 300 ohm line, the flat top becomes 90 ft (27.43 mtr) as I recall, the 300 ohm twin lead 32 (34?) ft.  9.75 ~ 10.36 mtr)
Sorry I do not have the metric conversions at hand, but it follows exactly the paper by ZS6BKW as quoted in "CQ" (and later in his Antenna book by Bill Orr, W6SAI).
My invention was putting the parallel feeder and antenna wire all horizontal for ease of use of short supports.
One example of its utility was on 20m where from my QTH in central TX (Texas) I was in round table with VK, ZL, a KL7 and a CE station (in Chile), all at same time and was only one to hear all with S9 signals, and they
could hear me that well also.
The antenna played super well for DX on 40m to such as Norfolk Island (SSB at 100 watts or less), and was low in SWR except on 15m (was 3:1 with poorer pattern into Pacific rim – most likely caused by lobing).
It is a good antenna, and was found better with my final modification (by installing a 15m dipole, run off same feeder, and supported off the longer doublet). Mine worked all that DX at only average height of 15 to 20 feet! Was not in the peak of sunspot cycle either, with max. power of 100 watts SSB – Stuart K5KVH]


Ato, OM Jo .... kepalang kuyub ..... brngkl mau lngsng ngejajal ZS6BKW versi K5KVH ini (dg cannibalizing existing defunct G5RV), either di Cinere ato di Gng Malang?

Salam:
[bam]


11 Agustus 2011 Jo, YC0LOW menulis:
Yth OM Bam,


Terima kasih atas tanggapannya.


Sampai pesan ini ditulis, belum satu pun yang merespon pesan terdahulu saya di milis Orari. Mungkin sedang sibuk semua.


Saya sudah kepalang basah memotong kabel (tembaga diameter 1.8mm dan ladder-line 450 Ohm), menyolder dan membungkus sambungan pada feedpoint dengan Scotch rubber-tape untuk weatherproofing antena ZS6BKW 80m-10m. Saya tertarik mencobanya karena untuk mendapat match, konon, multiband antena TX ini tidak perlu wide range tuner sedangkan G5RV masih perlu.


Hari ini antena kawat sudah siap di darat. Tinggal lagi menyiapkan tiang penunjang kedua beserta sistem pulley untuk kerekannya, dll.


Saya akan dirikan antena ini di halaman kantor di Cirendeu, bukan di QTH Cinere. Sudah ada tiang pertama -termasuk sistem pulley-nya- yang merupakan menara triangle untuk UHF link dan internet setinggi 30m. Tinggi tiang kedua akan sekitar 15 meter DPT. Kelak, antena kawat ini sedikit 'sloping' ke utara. Saya akan gunakan antena ini untuk LOW power.


Kalau di QTH Gn Malang, Jawa Barat, sudah tak lagi perlu karena ada antena-antena TX low bands lain yang siap pakai dan, menurut saya, ideal dan terbukti andal  :-)


Agn, mni tnx es 73 de Jo, YC0LOW