31 Juli 2013

YB9Y Stasiun DXpedition Orari Daerah Papua ke OC-276 (Oktober 2013)


Pada 28 Juli 2013, saya mengirim pesan ke maillist OrariNews seperti di bawah ini. Komentar-komentar yang kemudian muncul dalam thread ini, sangat banyak, Sayangnya sebagian besar bernada emosional dan isinya tak terkait dengan substansi pesan saya tsb. Karenanya, tidak saya tanggapi.



Tulisan ini adalah pendapat pribadi, tidak mewakili siapapun. Mengikuti pertukaran pendapat di milis Orari tentang isu ini, saya tertarik untuk turut berpendapat.

Saya mengenal hampir semua anggota tim YB9Y dan beberapa personil dari lembaga pendukungnya. Selain kompeten di bidangnya, mereka adalah teman-teman dengan integritas individu dan semangat team-working yang baik. Motivasi tertinggi pada mereka adalah memberi peluang
kepada komunitas DXer dunia untuk menjalin qso 2-arah dengan stasiun YB9 secara optimal! (Optimalisasinya adalah antara lain: selama masa operasinya, YB9Y bekerja berkesinambungan dengan berbagai moda pada 10 bands secara simultan kecuali terkendala oleh kondisi alam - Jo, Agustus 2013)

Yang saya dengar, pemilihan lokasi Kepulauan Mapia, Papua, OC-276, adalah karena -sejak jauh hari sebelumnya- ada niat/saran/rekomendasi dari Orari Daerah Papua dan instansi-intansi terkait lainnya yang ingin pulau terluar Indonesia tsb diaktifkan.

 

Tak adil bila ada yang menuduh anggota tim YB9Y bisa peroleh keuntungan berupa fasilitas libur -dan bahkan: mendapat uang dari kegiatan YB9Y. Saya yakin justru merekalah yang  HARUS keluar uang dari dompet pribadinya. Belum lagi ada potensi resiko 'rugi' akibat kehilangan waktu dan tenaga - atau dipecat dari kantor karena 'bolos' dari kerja :-))
 

Iseng-iseng saya amati statistik dari Club Log di mana terekam sekelumit data-data dari beberapa stasiun DXpedisi dari YB-land pada 2012-2013. Maaf, saya tidak bermaksud untuk membandingkan. 
Memang, data/analisisnya terlalu sederhana dan terbatas, tapi mungkin bisa memberi alasan kepada pembaca bahwa 'peningkatan jumlah QSO' bagi stasiun YB9Y merupakan sasaran yang profesional - dan karenanya: logis.
 

Izin untuk stasiun-stasiun di bawah adalah untuk semua bands/modes amatir radio. Ringkasannya (tahun, jumlah bands dan all modes/bands QSO):

YB8Y: 2012, 12, 20344
YE0M: 2012, 12, 20966
YB6N: 2013, 5, 5290
YB0D: 2013, 7(*), 2557 -> (*) direncanakan

Saya mendukung YB9Y (Oktober 2013) karena kemunculannya akan memberi nama baik bagi dunia AR Indonesia. Safe travel! GL. Tnx es 73 de Jo, YC0LOW 

Silakan lihat: http: //yb9y.com/




atau




http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2013/08/konsep-dasar-tentang-antena-antena-tx.html


















































05 Mei 2013

Hasil YC0LOW pada Kontes CQWW 2012 160m CW



Gbr. 1. Foto saya di hamshack di RadioLand, Subang, Jawa Barat (2012)
Gbr.1 (kanan) adalah sebagian reproduksi dari gambar pada majalah CQ,  edisi Desember 2012, halaman 22. Andy, N2NT, contest manager CQWW DX 160m, menuliskannya untuk pembaca.

Saya merasa tersanjung karena foto saya di Ruang Radio di RadioLand, Gn Malang, Subang, Jawa Barat, ditampilkan pada majalah tsb (lihat Gbr. 1, atas).


Gbr. 2 (bawah) adalah daftar peringkat semua stasiun di Oceania pada kontes CQWW DX 160m, CW, 2012, dimuat oleh majalah CQ edisi Desember 2012, halaman 106. 





Gbr. 2. Peringkat stasiun-stasiun OC dalam kontes CQWW, CW, 2012






Kalau dicermati, maka YC0LOW lebih unggul dari pada VK6LW dalam jumlah QSO dan country-nya namun tertinggal pada perolehan multiplier W/VE sehingga tak berhasil menjadi stasiun pemenang di Oceania (OC), 2012.

Ini membuktikan bahwa geografi menjadi faktor penting dalam strategi penghitungan skor kemenangan dalam sebuah kontes internasional! Karena letaknya, stasiun dari VK lebih berpeluang menjalin kontak 2-arah dengan stasiun-stasiun dari W/VE - yang merupakan 'sarangnya' operator top band (160m).

Gbr.3. Sertifikat  #1 di YB-land dan #2 di Oceania,  Kontes CQWW 160m DX, CW 2012


Selamat untuk OM Tono, YB2CPO di Salatiga dan OM Feri, YC0COZ di Bogor. Masih setiakah Anda dengan top band?

Next time, better...

29 Januari 2013

YC0LOW pada Kontes CQWW 160 CW, 2013

20130128-214541.jpg


Gbr.1. Saya (tengah) berfoto dengan  David, YD1DRP dan Awi YD1DPM  (kanan)







 "Kegilaan harus dipelihara, Jo," begitu pesan dari Yon, YB1CCF, Wakil Ketua Orari Lokal Bekasi, via Blackberry, beberapa saat  sebelum Kontes CQWW 160m CW, 26-28 Januari 2013.

Rupanya, itu bukan sekedar 'racun' tetapi dukungan penuh! Yon dkk dari Lokal Bekasi, Orda Jawa Barat, sudah secara serius menyiapkan banyak hal untuk melaksanakan rencana tsb dari RadioLand di Gunung Malang, Subang, Jawa Barat. Mereka antara lain: Joz, YD1JZ, Danu YD1GCL, Aris YD1ARM, Kasmuri YD1MRI, Rizal YD1ORZ, David YD1DRP, Awi YD1DPM (keduanya yang terakhir disebutkan adalah anggota Orlok Bekasi angkatan ke-56), Yan YC1BTV (Lokal Subang) dll.


Saya bersyukur karena hadir lagi di tempat itu untuk ikut kontes top band paling bergengsi di dunia! Terakhir kali saya ke sana adalah ikut kontes yang sama pada Januari 2012. Saya membukukan 273 CW QSO. Klik http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2012/02/yc0low1-pada-kontes-cqww-160m-cw-dalam.html.


Pada minggu kedua di Januari 2013, saya menerima sertifikat dari panitia kontes CQWW 2012, via pos, seperti Gbr. 2 di bawah ini:
Gbr. 2. Sertifikat juara #1 di Indonesia dan #2 di benua OC (Oceania) CQWW 160m, 2012

Saya hadir di RadioLand sejak Jumat sore, 25 Januari 2013.  Sampai saat sun rise (WIB) di pagi hari pertama berhasil membukukan 101 CW QSO. 


Stasiun 'penglaris' adalah YC1COZ op. Feri. Lalu, YB1AR op. Yana pun sudah masuk ke dalam log. Hanya dua stasiun dari Indonesia itulah yang terdengar di hari pertama. Masih ada kesempatan satu malam lagi untuk berlomba! 

Untuk mendengar sinyal saya saat bekerja dengan RK3IM, silakan klik tautan di bawah. Diunggah ke Facebook oleh RT5G, sebuah klub stasiun di Lipetsk, European Russia, Locator KO92PO, 9.058km dari QTH saya. Mau dengar bagaimana sinyal saya terdengar di sana? Klik:

Top band adalah night time band, band yang hidup pada malam hari. Sehingga pada siang harinya, saya ada banyak waktu untuk istirahat. Bisa digunakan untuk santai dan berfoto (Gbr. 3, bawah)
20130128-214529.jpg
Gbr 3. Berfoto bersama (kedua dari kanan, belakang) di depan rumah di Radioland


Pada hari kedua, kondisi propagasi tidak juga membaik. Hanya sedikit perolehan pada malam kedua hingga saat kontes ditutup. 

Perolehan tahun ini tidak lebih baik dari pada skor saya pada 2012. Disayangkan, tidak ada stasiun lain dari Indonesia yang terdengar!

Gbr. 4. Claimed score YC0LOW dalam kontes 2013
Usai sudah peran serta YC0LOW pada Kontes CQWW 160m CW, 2013. Tanpa bantuan dan kekompakan dari teman-teman sejawat Orari Lokal Bekasi dan Lokal Subang, adalah tidak mungkin saya (anggota Lokal Cilandak) bisa menjaring 118 buah QSO, 30 negara DXCC pada the most challenging band ini dengan claimed score 35.309 (lihat Gbr. 4).
 

Perolehan ini di bawah raihan pada kontes yang sama di 2012 (273 buah QSO, 43 negara DXCC). Penyebabnya, adalah kondisi propagasi yang buruk pada top band (160m).

Terima kasih, teman! I owe you all.


Senang bisa selalu bersama-sama dalam menjalani hobi yang dahsyat ini. In sha Allah, jumpa lagi di tahun depan dalam keadaan yang tetap sejahtera, sehat wal afiat.

Klik juga: 
 http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2012/02/yc0low1-pada-kontes-cqww-160m-cw-dalam.html

Daftar di bawah ini memperlihatkan peringkat tiga stasiun dari Indonesia berdasarkan log cq160m, CW, yang diterima s/d Pebruari 2013:

Pada 13 Agustus 2013, setelah lama ditunggu-tunggu, Andy, N2NT, Pengarah Kontes 160m CQ, mengirim pesan di Topband Reflector yang memberitahukan bahwa hasil akhir kontes tsb sudah bisa diketahui, sebagai berikut:

The results for  the 2013 CQ 160 Meter Contest are now posted on the web site. http://www.cq160.com/results.htm If anyone would like to see their Log Checking Report, send me a request to director@cq160.com. Please make sure to include your contest call sign, and the mode operated.
73, Andy N2NT
Director CQ160 Meter Contest


Data di bawah adalah cuplikan peringkat peserta (hanya) dari Oceania (Callsign, Skor, Countries WKD. Tanda bintang/asterisk (*) menyatakan LOW power. Pemenang Negara dalam huruf tebal)

Sertifikatnya tiba di kotak pos saya pada 14 Nopember 2013 (lihat Gbr. 5, bawah)
Gbr. 5. Sertifikat CQWW 160m, CW, 2013
Siapa berminat melanjutkan tongkat estafet ini?



16 November 2012

1st Place di Oceania, HP, Single Op, 160m, CW, 2011

Mau tahu siapa yang menjadi juara Oceania (OC) pada band 160m, CW dalam kontes CQWW CW 2011?  



Maaf, bukannya saya mau nampang, tapi kok QSO-nya sedikit sekali? Enggak salah nih?

Wallahu a'lam bishawab.

1st Place, HP, Single Op, 160m, CW. Sertifikat diterima 14 Oktober 2012.

07 November 2012

Folded Counterpoise (FCP): Jalan Keluar Baru untuk Pecandu LOW Bands

Banyak yang percaya bahwa antena TX tipe vertikal adalah jenis antena yang bisa dipilih untuk menghemat lahan. Pada kenyataannya tidaklah demikian! 

Kendala utama dalam memasang antena TX vertikal untuk LOW bands (40m, 80m dan 160m) adalah justru dia memerlukan lahan yang lebih luas supaya instalasi ground radials - juga ada yang menyebutnya counterpoise-nya bisa optimal. Ingat-ingat teori-teori groundplane antena dan/atau praktik pembuatan antena vertikal untuk  transmisi radio siaran AM di tanah air.

Ground radials atau counterpoise berfungsi untuk memantulkan kembali arus (current) sehingga energinya tidak mubazir akibat ditelan oleh perut bumi/tanah. 

Gbr.1. Petikan tulisan tentang FCP oleh Guy K2AV di NCJ  Mei-Juni 2012
 Sistem folded counterpoise (FCP) untuk pertama kalinya diluncurkan oleh Guy Olinger, K2AV, di National Contest Journal edisi Mei-Juni 2012 (lihat Gbr.1). 

Namanya langsung sohor -setidaknya di kalangan top bander yang berhimpun di maillist Topband Reflector

Gbr.2. Toroid Amidon T300A-2
Kunci utama sistem FCP ada pada isolation transformer 1:1 yang dibuat dengan toroid (Gbr. 2, kanan). Bila tepat pembuatannya, transformer ini akan bisa dipakai untuk antena TX pada band-band 80m dan 160m.

Panjang counterpoise menjadi jauh lebih pendek dari pada sistem yang terdahulu. 

Bayangkan, untuk band 160m, diperlukan panjang kawat counterpoise hanya sekitar 10 meter per sisi (Gbr. 3, bawah). Coba bandingkan dengan praktik dan teori sebelum ada temuan Guy, K2AV, yang panjang rata-rata bisa mencapai seperempat panjang gelombang (=sekitar 40 meter kawat untuk sehelai ground radial)

Gbr. 3. Dimensi FCP untuk  160m di K2AV
Gbr. 4. Diagram lilitan kawat bifilar untuk sistem FCP






Dua gambar  di atas merupakan bagian dari rahasianya yang sudah lengkap diungkap oleh penemunya sendiri pada

http://www.w0uce.net/K2AVantennas.html

atau, DL2BO menjelaskannya dengan foto-foto yang bagus. Klik

http://www.dl2obo.de/04b_fcp_info/fcp-info.html
 
Kalau Anda tertarik membuatnya, silakan klik dua tautan di atas. Di Cinere tersedia beberapa buah toroid Amidon T300A-2.

Mau?





 
 

02 November 2012

YE2R dalam Kontes CQWW SSB, 2012

Apa yang dapat disimpulkan dari dua screen shots di bawah ini?

Gbr. 1. Skor YE0X dalam Kontes CQWW SSB, 2012, MM, HP

Gbr. 2. Skor YE2R dalam Kontes CQWW SSB, 2012, MM/HP
Silakan Anda analisis dan tarik kesimpulan sendiri. Selamat buat tim YE2R yang telah berhasil membuat rekor baru di Indonesia!


29 Oktober 2012

YE0X dalam Kontes CQWW SSB, 2012


Inilah screen shot dari N1MM logging software yang digunakan oleh tim YE0X dalam kontes CQWW SSB, 2012, MM/HP.  Saya peroleh dari OM Tri, YB0KVN pagi ini via email. 

Apakah Ada hasil dari stasiun-stasiun lainnya di Indonesia yang mau dibagikan untuk informasi?

Silakan kirim ke saya atau tuliskan pada kolom komentar.  Kalau sempat, saya akan dokumentasikan di blog ini

Selamat untuk tim YE0X yang pada tahun ini 'head-to-head' bersaing dengan YE2R di kelas MM/HP. 

Apakah ada kemungkinan bagi YE0X bisa menjadi juara #1 di Indonesia? Sebab, jumlah QSOnya sudah >5K dan skornya sudah >8,5 juta. Sayangnya, YE0X tidak ada QSO pada top band (160m).

Gambar sertifikat di bawah ini saya unggah pada Pebruari 2012. 
 

Sukses dan jayalah selalu para penggila kontes di Indonesia!



20 Oktober 2012

Jumlah Terbaik Kawat Radials untuk Antena TX Vertikal 160m


Oktober 2012 adalah saat saya, insyaallah, bersemangat lagi untuk 'main' radio. Tentu saja di top band (160m), CW setelah absen dari udara usai kegiatan YB8Y di Kei, Maluku Tenggara, Maret 2012, karena sakit diabet yang cukup serius.

Saya berencana untuk memperbaiki seluruh sistem antena TX jenis vertikal yang, sejak 2008, telah bekerja dengan baik dan memuaskan saya di QTH Cinere, Depok, Jawa Barat. Silakan klik

http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2008/05/antena-tx-top-loaded-vertical-160m-siap.html)
atau
http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2008/11/hairpin-coil-untuk-antena-tx-top-load.html

Kesalahan terbesar saya dahulu adalah malas dan tidak membuat identitas pada tiap utas kawat tembaga berdiameter 1mm sampai 2mm untuk ground radials yang - sampai saat menulis ini - sudah berjumlah hampir empat puluh utas. Panjangnya acak dari 15m sampai 40m sehingga satu dan lainnya terjalin (interlaced) dan disolder. 
Gbr. 1. Sketsa Antena TX 160m dengan Tiang Spiderbeam 18m oleh Rick, DJ0IP

Sebagian besar dari jumlah kawat tembaga yang terpasang di halaman sudah banyak yang rusak atau putus karena lansekap halaman rumah sudah beberapa kali diubah oleh XYL.


Untuk memulai pekerjaan itu, semua arsip/dokumentasi catatan saya baca ulang. Agar lebih cepat dan praktis, tampaknya saya harus menyesuaikan instalasi jumlah radials yang lebih sedikit ketimbang jumlah sebelumnya. Namun, instalasi baru hendaknya harus lebih terukur, efektif dan efisien dalam hal panjang dan jumlahnya.

Maka melalui korespondensi e-mail, saya menghubungi beberapa teman lama yang pernah menjadi mentor pembuatan antena TX vertikal 160m di Cinere. Mereka adalah Ken K2KW, Bjorn SM0MDG dan Rick DJ0IP.  Untuk menyegarkan ingatan, saya tulis pesan kepada mereka, sebagai berikut:    


I am about to rebuild my T-loaded tx vertival with Spiderbeam 18m fiberglass pole and a hairpin system as impedance matcher. My question is: how many ground radials to start with, pse?   

FYI, my vertical TX antenna is located in the 2nd-storey concrete deck/terrace (about 3,5m above the earth ground). I am planning to have less ground radials -but more accurately measured in the length and amount- than it used to be - which, I think, too many (almost 40 random-length-elevated wires for ground radials)

With existing radials system, my feedpoint impedance (without the hairpin installed) value is at around 12
Ω. Is it good? 

Gbr. 2. Bracket terbuat dari PVC untuk Sistem Hairpin pada Feedpoint Antena TX 160m

Tnx es 73 de Jo, YC0LOW


 On Wed, Oct 17, 2012 at 8:58 AM, Kenneth Silverman wrote:
Assuming you are keeping the elevated radials, I'd start with a minimum of 20.  Before you do, measure the impedance.  With the addition of ground  radials, you might see a change of the feed impedance and it would be nice to track it.

The goal with radials is more about density (distance between radials at the far end) then length, especially when you have short radials.  More short radials is better than a few long ones.  

12Ω is just where it should be!  A full sized vertical should be about 35Ω.  When you have a short top loaded vertical 10-25Ω is about right depending on configuration.  If you had a higher impedance (near or above 35Ω) that would indicate loss in the system and coupling to ground.  Sounds like your system is in good shape.  73. Kenny 

On Tue, Oct 16, 2012 at 5:39 PM, Björn SM0MDG wrote:
 Hi Jo, If you plan to use elevated radials I'd suggest 2 or 4 radials that are about  3 meters over ground (not critical).  I don't know how big the concrete deck is, but if you plan for radials laying on the deck I would do as many as possible and start with at least 16. I have a 2-elemet 40 meter vertical array and have 20-24 radials on the ground for each radiator. That works well, but still not perfect.
Another option is to check out the FCP, Folded Counterpoise Antenna, that  have been discussed on the Topband Reflector. I have ordered the transformer from Balun Design and plan to try this solution if time permits, but haven't been able to make it, yet.  http://www.w0uce.net/K2AVantennas.html
 Hope to hear you in the Stew Perry Warm-up this weekend!

On Tue, Oct 16, 2012 at 5:29 PM, Rick - DJ0IP / NJ0IP wrote:
 Hi Jo, Well for contests, Con DF4SA said he never use more than 8. I would say 12 to 16.  For home use, I would never use more than 32 because the return on  investment is very little above 16 radials. The more radials you use, the lower the feedpoint impedance will be. It is easy to match this with a hairpin match.
This is a simple coil of about 20 to 30 turns of thick copper wire about #12 or #10 wire gauge, wrapped on a coil diameter of about 3 inches. Shunt this coil across the feedpoint (the coax) and measure the SWR again. Then pull the coil farther apart and watch the SWR. Then push it together and watch the SWR. You will see that in one direction the SWR gets better.You might have to shorten the coil, or maybe even to add more turns.
 I don’t know how to calculate this.  I have only done it experimentally as described above. It is very easy and very quick. If your radials are on the ground and not elevated, measuring the exact length is almost a waste of time. With 12Ω, you'll need to address the problem.
A 4:1 UNUN would be a good way of doing this but you will need one with THICK wires because you have a lot of current at that point. A hairpin match is a much cheaper way of matching.  It will cost you only about $10 worth of thick copper wire.
73 Rick, DJ0IP

 Empat informasi data balasan cepat dari tiga teman di atas saya terima via e-mail. 

Rupanya tidak ada konsensus yang dianut oleh mereka untuk menentukan jumlah terbaik kawat radial untuk antena TX vertikal 160m. Isi masing-masing pesan dan/atau tips & tricks-nya dapat Anda baca secara utuh. Saya hanya akan meyimpulkan aspek-aspek kuantitatifnya saja, sebagai berikut:

Ken K2KW:          20 helai kawat tembaga, hairpin system
Bjorn SM0MDG: 16 helai, dengan UN-UN dan isolation   
                            transformer untuk folded counterpoise (FCP)*
Con DF4SA:          8 helai (QSP DJ0IP)
Rick DJ0IP:          12-16 helai, UN-UN atau hairpin system 

Rambut sama pirang, namun isi kepalanya berbeda-beda. Yang mana yang saya pilih? Stay tuned.
 
* Sistem FCP yang ditemukan oleh Guy, K2AV, memungkinkan hampir semua orang dengan lahan yang sempit untuk bisa beroperasi pada top band (160m). Saya pun tertarik untuk mencobanya dan sedang menyiapkan bahan-bahannya serta tulisan tentang sistem FCP dalam naskah terpisah untuk pembaca blog ini. Silakan check-back.