Kronik adalah laporan kronologis tentang kegiatan/peristiwa tertentu. Simak ihwal Top Band (160m) yang sejak 1977 muncul di milis: YBNet-L s/d Orari-News. Karena geografi Indonesia, bekerja DX pada band ini tak semudah pada band-band lain. Namun, akan elok bila ada yang masih mau mencoba karena ada peluang - dan alokasi Medium Frequency dari pemerintah Indonesia tak sia-sia! Saya tunggu Anda pada band 160m. Jangan ragu untuk memberi komentar. Tnx es 73 de Jo, YC0LOW
12 Januari 2009
Noise
Diskusi diawali oleh pesan yang dikirim oleh OM Dadang Darwis, YC2EUZ. Saat pesan ini ditulis, beliau aktif berDX pada top band (160m). Pengamatannya tentang propagasi dan noise di kawasan sekitar QTH-nya di Temanggung, Jawa Tengah tidak hanya mengundang banyak pendapat pada maillist, melainkan juga sangat berharga bagi saya karena belum pernah ada laporan yang mendalam dari sana. Itu sebabnya saya kumpulkan dan muat pada blog ini.
Terima kasih untuk semua yang telah menyumbangkan pikiran tentang ini. Semoga berguna. Selamat menikmati!
From: dadang darwis
To: orari-news@yahoogroups.com
Sent: Sunday, January 11, 2009 7:18 AM
Subject: [orari-news] noise
sabtu pagi ternyata noise masih s9 plus di temanggung...dan terdengar menjalar pada semua band..berjumpa lagi dengan VQ9LA untuk yang ke 3 di 1.814/1.816 dan XU7ACY di 1.822.3...just say gm 599...juga termasuk selamat pagi untuk OM Jo..di 1.818.3
minggu pagi condx masih kurang bersahabat...
qso ke 2 stasiun dari Hongkong setelah sebelumnya VR2DS pada Nov 2008,
bertambah lagi dengan VR2PX pada 22.05 1.810.5 579/589
YC0LOW dan XU7ACY terdengar kuat seperti biasanya, beberapa staiun terdengar tapi imut2 banget dan qsb
message dari OM Jo, jangan terkena penyakit top band....mendengar dan mencari signal yang lemah...hehehe..terima kasih
dadang d / yc2euz
From: Jo, YC0LOW
To: orari-news@yahoogroups.com
Sent: Sunday, January 11, 2009 7:48 AM
Subject: Re: [orari-news] noise
Yth OM Dadang, YC2EUZ,
Anda tergolong beruntung karena, dalam waktu yang relatif singkat, bisa berjumpa dengan dua stasiun dari VR2 pada top band. Beda pengalamannya dengan saya yang perlu menunggu sampai setahun lamanya untuk berjumpa dengan VR2BG, satu-satunya stasiun yang beroperasi pada top band (160m) dari Hongkong.
Pagi ini saya dengar sinyal kuat dari Anda pada 1828 KHz. Rupanya, penyempurnaan demi penyempurnaan pada antena TX terus Anda lakukan. Semoga segera bisa dapat QSO dengan Bjorn dan John di Svalbaard (JW-land). Letak mereka yang ke utara EU akan lebih memungkinkan dijangkau dari Indonesia melalui polar path.
Kalau tentang derau (noise) pada top band, ya memang di band inilah pusat kerajaannya.
73 de Jo, YC0LOW
----- Original Message -----
From: dhismas wibowo
To: orari-news@yahoogroups.com
Sent: Sunday, January 11, 2009 1:01 PM
Subject: Re: [orari-news] noise
OM Jo dan temen2 lain penggemar derau,
Beberapa saat lalu saya mendapatkan akses di rooftop kantor, letaknya di dak lantai 5.Tempatnya lumayan luas, sekitar 20x20 meter. Tempatnya memungkinkan untuk memasang antenna.
Saya bawa TS-690S ke kantor dan power supply switching. Ruangan saya di Lt 3. Di sisi timur gedung, dan punya sendiri jendela yg bisa dibuka.
Test RX 1.
Kabel sepanjang 5 meter, saya "klewerkan" dr jendela, nggantung ke bawah lewat jendela, dan ujung satunya saya hubungkan ke konektor antenna. Kabel ini difungsikan sbg antenna. Jam 12.30 WIB radio dinyalakan, scanning di semua band.
Noise sangat tinggi antara S7-S9 di semua band. Biasanya, pada jam-jam makan siang, di 40m band saya biasa dengerin banyak temen-temen qso.
Sore hari jam 19.00 WIB, radio dinyalakan lagi, terdengar beberapa temen qso di 80m dan 40m. Tetapi susah untuk meng-copy karena tertimbun noise.
Test RX 2.
Dari radio, kabel sepanjang 20m, keluar lewat jendela. Dari jendela Lt 3 naik ke rooftop di lantai 6, terus flat. Jadi bentuknya seperti inverted-L, dengan sisi vertikal 10m dan sisi horisontal juga 10m.
Jam 12.30 WIB radio dinyalakan, scanning di semua band. Noise tinggi antara S5-S7 di semua band. Tidak terdengar adanya QSO di band 40m.
Sore hari jam 19.00 WIB, radio dinyalakan lagi, terdengar beberapa temen qso di 80m. Kondisi noise masih tinggi sehingga susah untuk meng-copy percakapan.
Lokasi kantor saya ada di daerah industri, di daerah sunter Podomoro.Test RX ini berlangsung selama 1 bulan.
Ketika radio saya bawa ke rumah, hanya dengan paperclip yang dipasang di konektor antenna, radio tersebut bisa denger temen2 qso dengan jelas di 80 dan 40m.
bagaimana cara mengurangi noise tersebut ya?
73, yc0nho
----- Original Message -----
From: Jo, YC0LOW
To: orari-news@yahoogroups.com
Sent: Sunday, January 11, 2009 6:32 PM
Subject: Re: [orari-news] noise
Yth OM Dhismas, YC0NHO,
Rooftop sebuah bangunan tinggi juga pernah menjadi idaman saya untuk dijadikan tempat bagi sebuah antena TX. Sehingga, saya pernah berhasil memasang antena untuk TX jenis dipole untuk topband di lantai 33 di gedung tempat kantor saya berada. Namun, semua sia-sia. Noise yang didapat di sana jauh lebih 'beringas' karena QRM (man-made noise). Satu lantai di bawah rooftop adalah tempat untuk mesin-mesin AC/chiller. Lalu, dipinggir bangunannya ada banyak neon-sign berlistrik.
Untuk menjawab pertanyaan Anda, maka prinsip jawabannya adalah lakukan 'noise audit', misal menjauhi gedung bertingkat yang masih dioperasikan. Juga kita bisa mengurangi interferensi broadcast, bila ada, dengan menggunakan bandpass filter, dll. Saya yakin, walaupun hotel bertingkat tinggi selalu dipilih oleh pelaku DXpedition, namun pada akhirnya mereka akan lebih memilih bangunan hotel yang rendah namun sudah lulus proses 'noise-auditing' olehnya.
Kita tidak bisa menambah kuat sinyal stasiun lawan. Yang bisa kita lakukan adalah 'nulling-out' derau lokal (local noise) dengan menggunakan antena penerima yang terpisah. Rasio S/N yang baik untuk penerimaan harus diperoleh dengan memainkan faktor gain dan directivity pada sistem antena penerima. Saya sebut sebagai sistem karena di dalamnya termasuk juga fungsi pre-amp eksternal/internal, dll. Pada antena TX, faktor-faktor dan fungsi tsb digunakan hanya untuk keperluan pancaran.
Cara terakhir yang paling jitu dalam mengurangi derau adalah menjauhi 'kerajaannya' :-))
PS: Saat ini saya sedang gunakan dan mengamati antena RX loop ala N6RK untuk 160m/80m yang menurut saya lumayan kinerjanya (lihat http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/ ) bila dibandingkan dengan beberapa model RX loop yang pernah saya coba sebelumnya.
Tnx es 73 de Jo, YC0LOW
----- Original Message -----
From: dhismas wibowo
To: orari-news@yahoogroups.com
Sent: Sunday, January 11, 2009 11:17 PM
Subject: Re: [orari-news] noise
Ternyata anda sdh lebih dulu mencoba om Jo,
rasa-rasanya kerajaan derau buka cabang di perkantoran dan gedung-gedung bertingkat.. :-)
Saya masih ngincer sebagai alternatif lahan untuk occasional tx. Jarak 20m dari qth, ada PD pasar jaya.Baru selesai dibangun. rooftop sama dengan lantai 4.Tempatnya lumayan luas, sepertinya cukup untuk 4 x 4 square phased array antenna di 40m.
Minggu-minggu depan semoga ada waktu luang buat audit noise. Sepertinya low noise,tdk beda jauh dgn qth.
Bentuk antenna rx yg baru anda coba spt cerita di blog anda, sepertinya menarik. Sekedar pengin tahu, anda mencobanya formasi array atau single? Mengingat tidak memakan tempat dan simple, sepertinya memungkinkan untuk dibuat/dipasang dalam formasi array. Ya... kali aja bisa nyoba seperti temen2 di belanda yg pasang array 4xK9AY loop.
Btw, bagaimana cara audit noise menurut anda?
73, de yc0nho
----- Original Message -----
From: unclebam@gmail.com
To: orari-news@yahoogroups.com
Sent: Monday, January 12, 2009 12:50 AM
Subject: Re: [orari-news] noise
DR WO2K,
tambahan dikit:
- - - - - - - - - - -
man-made noise yg disebut mas jo di bwh ini kebanyakan berpolarisasi vertikal, makanya ada yg mengusulkan (lebih pas-nya: meneorikan) bhw utk mengurangi-nya (tp TIDAK utk menghilangkannya) gunakanlah antena (RX) yg berpolarisasi horizontal.
bbrp orang pinter (di bidang per-antena-an) menyebutkan bhw kebanyakan kepanjangan antena yg berupa kelipatan ganjil dr 1/4 lambda akan membentuk sebuah antena vertikal (pd band-band tertentu) yg tentunya berpolarisasi vertikal juga.
konsekuensi logisnya (ato sebenarnya lbh merujuk kpd "common sense" belaka), bertambah panjang ukurannya (mis.: 3x, 5x, 7 x dst dr 1/4 lambda di band x), bertambah besar juga noise yg di-pick up-nya.
walopun nggak persis-persis banget ... antena RX-1 dan RX-2 anda kok jatuhnya nyrempet-nyrempet di kategori "kelipatan ganjil" dr 1/4 lambda di 80 dan 40m, brngkl -- kalo' blm smpt anda turunin -- bs dicoba dipanjangin dikit shg mendekati ukuran 1/2 lambda di masing-masing band, trus silah umpan dia ditengah-tengah (center fed), JNGN dg end fed spt selama ini.
kalo' aja bang jo YB0JWA ada "monitor" di milis ini, brngkl bisa ato mau sharing pengalaman bliao dg naikin antena di puncak/roof top gedung bertingkat banyak yg dilakoninya selama ini.
- - - - - - - - - - - -
btw, sy sndr prnh "mengamati" fenomena yg sama wkt br pindah ke QTH sy yg di bogor ini (akhir 1999). dg radio biasa (home rx, tp ada BFO-nya) berantena telescopic whip sy nggak bisa denger apa-apa ... noise mengalahkan segalanya.
kebetulan suatu hari listrik/palino mati -- dan begitu sy ON-kan rdo tsb ternyata 40m seolah terbuka lebar-lebar. bgt listrik nyala lagi, noise-hunting pun dimulai ... ternyata hanya sela satu pekarangan/kebun di blkang rumah ada tiang listrik swadaya tetangga dr RT sebelah, dan di atasnya tergantung lampu neon 70an watt yg mngkn sdh 2-3 thn nggak pernah dimatiin (krn memang langsung di"wyndom" dr kabel yg melintang di atas, jd nggak pake skakelar on/off spt seharusnya ).
alkisah, listrik di RT sebelah tsb (yg dicatu dr gardu yg berbeda dg gardu pencatu tempat sy) memang voltage-nya "amit-amit" banget, paling tinggi juga 170 - 180 V, shg disamping lampu neon tsb (dan jg di rmh-rmh para tetangga) suka' byar-pet jg "generating" noise yg cukup mengganggu.
solusi wkt itu, melalui jejaring RT/RW sampe Kelurahan sy provokasi anak-anak muda disitu utk mengajukan "petisi" ke PLN, utk mengganti koneksi perkabelan ke gardu lain, ato meng-check tarikan kabel dr gardu yg skrng, jangan-jangan masih bisa di"mainin" koneksi antar fasanya (akhirnya ternyata opsi yg terakhir ini yg bener). ternyata trick tsb berhasil, dan noise dr neon yg byar-pet krn voltage yg "marginal" tsb bisa dibilang g'prnh muncul lg ..., sampe sy bisa naikin antena (dan berganti bbrp kali) dan mulai on-air lg sejak januari 2000 sampe skrng ...
[note: "musuh" sy cuma petir "yg ganas", angin (daerah sekitar kan msh "kosong"), layangan sehabis musim panen, dan kerbo pembajak sawah di blakang rmh (yg pernah nyruduk bambu tiang antena yg "salahnya" sy tancepin di sisi luar dr pagar keliling pekarangan]
[bam]
----- Original Message -----
From: Jo, YC0LOW
To: orari-news@yahoogroups.com
Sent: Monday, January 12, 2009 5:37 AM
Subject: Re: [orari-news] noise
Yth OM Dhismas, YC0NHO
Terima kasih atas responnya. Saya memasang antena RX loop-nya dalam formasi single. Kalau pun sudah merasa mantap dengan kinerjanya, saya tidak akan pasang secara array melainkan akan membuat versi yang dimensi lebar loop-nya dua kali lebih panjang dari yang sekarang, misal menjadi 12 meter coax-nya.
Tentang noise auditing pada low bands. Sebenarnya caranya mudah, tidak seseram istilahnya. Yang harus diingat adalah auditing hanya untuk QRM (man-made noise). Periksa alat-alat rumah tangga, kabel listrik, lampu-lampu TL di sekitar dll. Bila ditemukan sumbernya maka hilangkanlah. Untuk itu, gunakan radio penerima yang portable seperti SONY tipe ICF dan tune pada band MW (misal di sekitar 1710 KHz) dengan antena teleskopisnya yang dipanjangkan. Kalau mau lebih 'canggih' dapat menggunakan alat-alat seperti MFJ-852 (untuk kabel PLN) atau MFJ-1025/1026 (untuk derau lokal yang berasal dari satu titik). Antena RX loop dapat juga digunakan untuk kegiatan ini.
Selamat berkesperimen. 73 de Jo, YC0LOW
----- Original Message -----
From: wo2k
To: orari-news@yahoogroups.com
Sent: Monday, January 12, 2009 8:51 AM
Subject: Re: [orari-news] noise
OM Jo,
Pada band MW tersebut, mode apa yang saya gunakan? SSB-kah, AM-kah, atau any mode?
de ycĂnho
----- Original Message -----
From: Jo, YC0LOW
To: orari-news@yahoogroups.com
Sent: Monday, January 12, 2009 9:01 AM
Subject: Re: [orari-news] noise
Yth OM Dhismas, YC0NHO,
Kalau saya, cenderung gunakan mode (prioritasnya berdasar urut-urutan): AM, SSB dan yang terakhir CW (bila pada perangkat receivernya ada mode ini). Kita mulai saja mendeteksi noise dengan mode yang bandwith-nya lebar. Sesungguhnya, dengan mode AM pun kita sudah bisa mendeteksi sumber-sumber QRM di sekitar kita. Tks es 73 de Jo, YC0LOW
08 Januari 2009
Antena RX Jenis Loop ala N6RK di Cinere
Awal Januari 2009, saya membuat antena penerima (RX) jenis loop berdasarkan skema dari Rick, N6RK (lihat www.n6rk.com/loopantennas/pacificon.pdf). Dua komponennya yaitu varactor NTE618 dan ferrite toroid agak sulit ditemukan di Jakarta sehingga harus dipesan dari sumber-sumbernya di Amerika Serikat (Mouser dan Amidon).
Singkat cerita, akhirnya semua bahan siap dirakit dan cukup waktu sekitar tiga jam saja untuk mendirikan sitem antena RX tsb. Konon, antena tsb bisa dipakai untuk RX pada band-band 80m dan 160m. Salah satu keuntungan dari sistem ini adalah kita bisa menala antena tsb secara remote dengan mengubah voltage yang ditempatkan di hamshack. Jadi, kita tidak perlu keluar-masuk rumah untuk menalanya (lihat gambar rangkaian transformer, paling atas)
Bagaimana hasilnya? saya akan perlu waktu untuk mengamati kinerjanya, dan menuliskannya bagi Anda.
03 Januari 2009
Malam yang Ramai pada 160m
Pertama terdengar adalah Ray, YC1RAT, lalu Feri, YC1COZ, dan Dadang, YC2EUZ. Dua yang terakhir disebutkan, dengan sengaja 'mampir' di frekwensi saya 1818.3 KHz untuk menyampaikan RST dan ucapan "HNY" (sekitar 2205Z). Entah bila mereka berhasil mendapatkan stasiun DX atau tidak. Yang jelas, bagi saya, pembukaan propagasi telah terjadi dalam kategori lumayan - walau tidak ada negara DXCC baru.
Salah satu 'delight' dari bekerja DX pada topband (160m) adalah bahwa kita tidak pernah tahu kapan bisa mendengar dan didengar di negeri jauh yang mana.
UA9KAA masuk log pada 2144Z. Lalu, SP6HEQ op. Wies, pada 2159Z. QSO saya yang pertama dengan Wies adalah pada 1998!
Stasiun yang terdengar adalah RL3FT, 4S7NE, VQ9LA, HS0ZEE, 9M2AX, XW1B, DL5ANT dan XU7ACY. RL3FT op Yuri, melaporkan pada DX Cluster bahwa dia mendengar panggilan saya RST 579.
Satu hal yang sangat mengganggu saya adalah sejak sebulan ini, level derau (noise) di Cinere meningkat tajam usai pukul 0500 WIB. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Entah apa penyebabnya.
Saya duga, para tetangga sudah pada bangun, lalu mulai menyalakan alat-alat listrik untuk menyambut datangnya mentari pagi.
Pengecualian terjadi terhadap sinyal DL5ANT yang masih terdengar baik (569) pada lima belas menit setelah waktu sun rise (2243Z).
Post Scriptum:
Sekelumit statistik dari stasiun YC0LOW pada topband (160m) selama 2008 dan perbandingan datanya dengan 2007 (dalam tanda kurung).
Semua dalam moda CW, sbb: Jumlah QSO: 142 (272), Negara DXCC: 44 (61), Negara DXCC Baru dalam Koleksi: 01 (03), Jumlah Stasiun YB/YC Worked 8 (5).
Tnx es 73 de Jo, YC0LOW
25 Desember 2008
Memperpendek Ground Radial oleh Ridwan, YC0PE
Bagaimana sebenarnya kinerja antena vertikal pada HF, dan bagaimana membuatnya supaya makin ampuh?
Simak penjelasan dari OM Ridwan, YC0PE tentang antena vertikal dan ground radial-nya kepada saya di bawah ini yang, hingga kini, jadi referensi utama bagi saya bekerja DX pada top band (160m)
From: Jo,YC0LOW
Subject: Coil untuk Memperpendek GND Radials
To: ridwan_lesmana@yahoo.com
Date: Sunday, November 16, 2008, 5:23 AM
Yth OM Ridwan, YC0PE
Semoga ada dalam keadaan sehat wal afiat sekeluarga dan ada dalam keridhaanNya.
Saya sedang eksperimen dan perlu nasihat/petunjuk dari Anda. Saya sudah baca beberapa artikel Anda dalam Lemlokta (buletin berkala Orari Lokal Tanah Abang, Jakarta -Jo) dan memberanikan diri menulis langsung kepada Anda. Namun,harus saya jelaskan dulu bahwa saya tidak punya latar belakang formil di bidang rekayasa teknik elektro. Hanya seorang amatir radio :-))
Saya perlu informasi/rumus untuk membuat coil yang BUKAN untuk TX melainkan untuk memperpendek kawat ground radials bagi antena vertikal 160m saya.
Teorinya, panjang ground radial yang ideal/resonan adalah sekitar 1/4 lambda juga (pada band 160m bisa sepanjang 39 meter!). Padahal, lahan saya terbatas, hanya ada jarak antara 15-20 meter.
Apakah OM Ridwan bisa menjelaskannya? Atau, merujuk saya ke alamat tertentu di internet untuk memahaminya dan saya akan dapat membuatnya sendiri?
Mni TIA es 73 de Jo, YC0LOW.
PS: Salam hangat utk Hotang, YC0IEM, kawan lama saya dalam ber-DX
-------------------------Jawaban ada di bawah garis pemisah ini----------------
- Vertical antenna digunakan pada Low Band agar didapatkan take off angle yang rendah (sekitar 20 s/d 30 derajat).
- Gain dari sebuah vertical antenna sangat rendah, yaitu 0 dBi atau – 1,8 dBd.
- Vertical antena sebaiknya dipasang setinggi mungkin agar ground loss bisa berkurang.
- Ideal grounding system untuk sebuah Vertical antena sebaiknya terdiri dari 120 radial yang masing-masing panjangnya paling sedikit ½ Îť (setangah lambda), dipasang secara radial dari base antena dan berjarak sama. Referensi: ARRL Antenna Book terbitan 1974 halaman 61 – 63.
- Ground radial bisa diletakkan langsung diatas tanah atau ditanam beberapa inch ke dalam tanah. Panjang ground radial biasanya ¼ Îť.
- Jika jumlah ground radial berkurang, maka efficiency antenna juga akan berkurang. Sebagai contoh, jika jumlah ground radial hanya 15 buah, maka efficiency akan berkurang menjadi sekitar 50 %. Dan jika jumlah radial hanya tingal 2 buah, maka panjang ground radial menjadi kurang penting dan eficiency hanya tinggal 25 %.
- Untuk ground radial bisa digunakan kawat ukuran AWG #12 sampai #28.
- Jika jumlah ground radial tidak bisa dipenuhi, maka untuk memperbaiki system grounding bisa dilakukan dengan beberapa cara :
- Mempergunakan ground rod (batang -Jo) beberapa buah yang ditanam ke dalam tanah sedalam 8 feet.
- Mempergunakan bantuan pipa ledeng sebagai grounding.
- Mempergunakan screen seperti kawat kandang burung/ayam, dsb sebagai grounding.
- Mengingat panjang lahan yang terbatas untuk memasang ground radial, maka ground radial boleh ditekuk melingkar (seperti pohon kelapa) sepanjang pasangan ground radial di depannya dipasang secara symmetris.
- Mengingat terbatasnya lahan untuk memasang ground radial, maka sering digunakan ”simulated ground” atau ”elevated ground” atau disebut juga ”counterpoise”. Dalam hal ini ground radial tidak terhubung dengan tanah, melainkan terletak pada suatu ketinggian sekitar 3 meter dari tanah. Jumlah radial bisa dikurangi hanya menjadi 4 buah dan masing-masing berukuran ¼ Îť.
- Dalam hal point 6 yang dipakai, maka sudut antara radial dengan bidang horizontal bisa dibuat sekitar 45 derajat sehingga impedansi antenna akan sekitar 50 Ohm.
- Dari artikel yang saya baca tentang point 10 diatas, maka jika kita lihat Vertical Radiator ¼ Îť dan sebuah ground radial dengan panjang ¼ Îť saja, maka bentuknya seperti sebuah DIPOLE dimana salah satu kaki ditekuk. Dengan demikian, menurut saya sangat dimungkinkan ground radial diberi LOADING COIL (huruf tebal dari saya - Jo) seperti halnya memperpendek dipole. Cuma dalam hal ini kita harus melakukan percobaan yang akan sangat melelahkan dan memakan banyak biaya dan tenaga sedangkan hasilnya mungkin tidak memadai, apalagi jika Om Jo baca artikel dari W5ALT seperti saya summary-kan pada point 13 dan 14 berikut ini.
- Panjang ground radial tidak harus ¼ Îť. Jika lahan tidak mencukupi, maka panjang ground radial masih boleh dikurangi (huruf tebal dari saya - Jo).
- Vertical radiator juga bisa dikurangi panjangnya, hanya efek pengurangan vertical radiator jauh lebih buruk dibandingkan efek pengurangan panjang ground radial.
- Untuk grounding system yang dipasang di atas tanah, maka pasang ground radial seadanya (sesuai luas lahan) dan sebanyak mungkin agar ground loss bisa dikurangi. Jangan terlalu dipikirkan bahwa panjang ground radial harus ¼ Îť dan jumlahnya harus 120 buah.
- Ground radial bisa digantikan dengan ground rod yang ditanam sedalam 8 feet atau digantikan screen kawat kandang burung atau yang lain.
- Jika jumlah ground radial ingin dikurangi, sebaiknya grounding system dipasang sekitar 3 meter di atas tanah dan jumlahnya cukup 4 buah dengan sudut 45 derajat terhadap bidang horizontal. Jika dipasang di atas teras rumah, maka bisa dicoba hanya dipasang 4 buah ground radial saja dengan sudut sekitar 45 derajat terhadap bidang horizontal. Dalam hal ini Anda bisa mencoba menambahkan LOADING COIL seperti pada shortened dipole.
21 Desember 2008
Ground Radial oleh Ridwan Lesmana, YC0PE.
Untuk sekedar berbagi dengan yang lain, saya kutip utuh tulisannya di bawah ini. Selamat membaca!
Sesuai dengan janji saya sebelumnya, maka saya sudah mencari dan membaca lagi beberapa artikel tentang vertical antenna dan ground radial-nya.
Saya menemukan sebuah study dari W5ALT tentang “ shortening ground radial “ dan summarynya bisa dilihat pada point 13 dan 14 di bawah ini.
Dari beberapa artikel yang saya baca, dapat disimpulkan bbrp hal sbb tentang Vertical antena yaitu :
- Vertical antenna digunakan pada Low Band agar didapatkan take off angle yang rendah ( sekitar 20 s/d 30 derajat ).
- Gain dari Vertical antenna sangat rendah, yaitu 0 dBi atau – 1,8 dBd.
- Vertical antena sebaiknya dipasang setinggi mungkin agar ground loss bisa berkurang.
- Ideal grounding system untuk sebuah Vertical antena sebaiknya terdiri dari 120 radial yang masing-masing panjangnya paling sedikit ½ Îť ( setangah lambda ), dipasang secara radial dari base antena dan berjarak sama. Referensi : ARRL Antenna Book terbitan 1974 halaman 61 – 63.
- Ground radial bisa diletakkan langsung diatas tanah atau ditanam beberapa inch kedalam tanah. Panjang ground radial biasanya ¼ Îť.
- Jika jumlah ground radial berkurang, maka efficiency antenna juga akan berkurang. Sebagai contoh, jika jumlah ground radial hanya 15 buah, maka efficiency akan berkurang menjadi sekitar 50 %. Dan jika jumlah radial hanya tingal 2 buah, maka panjang ground radial menjadi kurang penting dan eficiency hanya tinggal 25 %.
- Untuk ground radial bisa digunakan kawat ukuran # 12 sampai # 28.
- Jika jumlah ground radial tidak bisa dipenuhi, maka untuk memperbaiki system grounding bisa dilakukan dengan beberapa cara :
- Mempergunakan ground rod beberapa buah yang ditanam kedalam tanah sedalam 8 feet.
- Mempergunakan bantuan pipa ledeng sebagai grounding.
- Mempergunakan screen seperti kawat kandang burung , dsb sebagai grounding.
- Mengingat panjang lahan yang terbatas untuk memasang ground radial, maka ground radial boleh ditekuk melingkar ( seperti pohon kelapa ) sepanjang pasangan ground radial didepannya dipasang secara symmetris.
- Mengingat terbatasnya lahan untuk memasang ground radial, maka sering digunakan ” simulated ground ” atau ” elevated ground ” atau disebut juga ” counterpoise ”. Dalam hal ini ground radial tidak terhubung dengan tanah, melainkan terletak pada suatu ketinggian sekitar 3 meter dari tanah. Jumlah radial bisa dikurangi hanya menjadi 4 buah dan masing-masing berukuran ¼ Îť.
- Dalam hal point 6 yang dipakai, maka sudut antara radial dengan bidang horizontal bisa dibuat sekitar 45 derajat sehingga impedansi antenna akan sekitar 50 Ohm.
- Dari artikel yang saya baca tentang point 10 diatas, maka jika kita lihat Vertical Radiator ¼ Îť dan sebuah Ground Radial dengan panjang ¼ Îť saja, maka bentuknya seperti sebuah DIPOLE dimana salah satu kaki ditekuk. Dengan demikian, menurut saya sangat dimungkinkan ground radial diberi LOADING COIL seperti halnya memperpendek DIPOLE. Cuma dalam hal ini kita harus melakukan percobaan yang sangat melelahkan dan memakan banyak biaya dan tenaga sedangkan hasilnya mungkin tidak memadai, apalagi jika Om Jo baca artikel dari W5ALT seperti saya summarykan pada point 13 dan 14 berikut ini.
- Panjang ground radial tidak harus ¼ Îť. Jika lahan tidak mencukupi, maka panjang Ground Radial masih boleh dikurangi.
- Vertical radiator juga bisa dikurangi panjangnya, hanya effek pengurangan Vertical Radiator jauh lebih buruk dibandingkan effek pengurangan panjang Ground Radial.
Untuk point 13 dan 14 ini, saya summarykan dari satu artikel yang menarik, yaitu dari W5ALT yang saya cuplik dan sertakan sebagai Lampiran.
Untuk lengkapnya Om Jo bisa mendatangi web sitenya.
Saran saya untuk Ground Radial bagi Vertical Antena Om Jo sebaiknya dilakukan :
- Untuk grounding system yang dipasang diatas tanah, maka pasang Ground Radial seadanya ( sesuai luas lahan ) dan sebanyak mungkin agar ground loss bisa dikurangi. Jangan terlalu dipikirkan bahwa panjang Ground Radial harus ¼ Îť dan jumlahnya harus 120 buah.
- Ground Radial bisa digantikan dengan Ground Rod yang ditanam sedalam 8 feet atau digantikan screen kandang burung atau yang lain.
- Jika jumlah Ground Radial ingin dikurangi, sebaiknya grounding system dipasang sekitar 3 meter diatas tanah dan jumlahnya cukup 4 buah dengan sudut 45 derajat terhadap bidang horizontal. Jika dipasang diatas teras rumah, maka bisa dicoba hanya dipasang 4 buah Ground radial saja dengan sudut sekitar 45 derajat terhadap bidang horizontal. Dalam hal ini Anda bisa mencoba menambahkan LOADING COIL seperti pada Shortened Dipole.
Selamat bereksperimen. Semoga sukses !
Salam,
Ridwan Lesmana, YC0PE.
20 Desember 2008
Re: Topband 18 dan 20 Desember 2008
To: orari-news@yahoogroups.com
Sent: Saturday, December 20, 2008 10:20 AM
Subject: Bls: [orari-news] Topband 18 dan 20 Desember 2008
OM Jo,
jadi, radial gak harus terpasang lurus atau dengan jarak dan sudut tertentu? mohon pencerahannya....
tadi pagi di temanggung beberapa stasiun terdengar lagi Test....cuma sebentar...eh sudah nutup lagi..wess ewess banter angine..
dadang / yc2euz
Yth OM Dadang, YC2EUZ,
Idealnya, kawat radial harus 'straight-and-level'. Bahkan, beberapa amatir radio yang tergolong 'purist' menyarankan saya untuk membagi bidang 360 derajat di sekeliling antena dengan meratakan posisi titik terjauh kawat radial sehingga sudutnya rapi bak jari-jari ban kereta angin/sepeda. Tapi, ini hanya mungkin dilakukan di atas kertas. Saya mengambil saran-saran yang praktis, yaitu "tembaga yang dekat dengan feedpoint sebuah antena vertikal, akan lebih penting dari pada yang letaknya jauh". Karena kita selalu berada pada kondisi obyektif (bukan kondisi ideal), arah kawat radial tidak terlalu dipersoalkan. Yang penting, makin banyak makin baik untuk mewujudkan return currents sehingga terhindar dari ground-loss!
Sekedar berbagi cerita: pada antena top-loaded ini, ketika radial saya hanya berjumlah 2 utas kawat panjang 1/4 lambda, feedpoint impedance polos menunjukkan 30 Ohm. Sekarang, setelah ada sekitar 15 utas kawat radial, nilai tsb turun menjadi 20 Ohm (diukur dengan MFJ-259B) - nilai yang, konon, lumayan baik. Target saya akan memasang radial hingga berjumlah 60 helai. Inilah hitungan jumlah teoritis yang saya dapatkan dari teman-teman teknisi radio siaran AM. Kalau panjang radial tidak mungkin mencapai 1/4 lambda, maka saya akan gunakan loading coil pada radial tsb sehingga panjang elektrisnya tetap resonan.
Terima kasih untuk OM Ridwan Lesmana, YC0PE, yang telah membagi ilmunya kepada saya untuk menghitung dan membuat loading coil sendiri.
Selamat bereksperimen. 73 de Jo, YC0LOW
Topband 18 dan 20 Desember 2008
![]() |
| Sertifikat juara #1 di Indonesia, Oceania dan #12 di dunia untuk YC0LOW |
Belum pernah saya mendengar sinyal dari Guam pada topband yang sekuat ini. Kemudian, saya QSY ke 1824.5 KHz untuk buka warung.
Stasiun-stasiun yang masuk ke dalam log adalah SM6DOI (2051Z), SV8JE (2056Z), HB5BIN (2100Z), OH5TS (2108Z), SV3RF (2112Z) dan UA2FW (2223Z). Dua stasiun dari SV-land adalah teman lama pada topband sejak QSO delapan tahun yang lalu!
Sebetulnya masih banyak lagi peluang saya untuk melayani stasiun EU karena saat itu, propagasi terbuka. Namun, saya kesulitan menerima pancaran DX dengan antena tx yang vertikal. Jadi, rencana berikutnya adalah mendirikan lagi antena RX. Mungkin di saat libur akhir tahun 2008.
PS: Malam ini (20/12/08, 2215Z), saya mendengar YC1COZ dan YC2EUZ bertukar laporan di 1819 KHz. Sinyal keduanya sangat kuat di Cinere.
18 Desember 2008
Vertical Helical Antenna on 160m
Tnx e-mail dan QSOnya. Menurut saya kuat sinyal Anda berkurang jauh dibandingkan dengan antena sebelumnya. Memang masih 599 tapi kalau berasal dari Bogor, seharusnya lebih 'kencang' dari itu. Menurut saya, isu terbesar dari antena vertikal yang (sangat) pendek untuk memancar pada topband adalah masalah ground-loss. 73 de Jo, YC0LOW
From: "Feri Yusivar" <yusivar@yahoo.com>
To: <yc0low@gmail.com>
Sent: Wednesday, December 17, 2008 11:24 AM
Subject: vertical helical antenna on 160m
Selamat pagi Om Jo,
Terima kasih atas QSO pagi ini di 160m. Saya sedang mencoba antena vertical helical, resonant di 1,800 MHz. Panjang Helical radiator antena kurang lebih 4 meter (total panjang kawat belum diukur, saya lilit aja sampai dapet resonant, untuk ngukur, helical harus dilepas lagi, males saya), dililit pada tegek (joran pancing). Counterpoise (radial) cuma 1 helai saja. Panjang counterpoise 20 meter (10 meter dijadikan coil, sisa 10 meter dibentang). Ketinggian feedpoint 4 meter diatas tanah (joran pancing dipasang di dak rumah).
Dibandingkan dengan menggunakan antena saya sebelumnya (magnetic loop), bagaimana penerimaan sinyal saya dengan antena helical ini? Rencananya saya ingin meletakkan antenna helical ini di tower.
wassalam,
de yc1coz
14 Desember 2008
YC0LOW Audio Recording from OZ1LXJ, 13 Desember 2008.
http://www.4shared.com/mp3/OVn4s20u/yc0low_cq_13dec2008_2030utc_fr.html
Ini menambah lagi rasa yakin bahwa antena tx T-Loaded vertical bekerja baik. Saya telah beberapa kali berQSO dengannya tapi, untuk kali ini tidak. Dia rupanya hanya mendengarkan, merekam dan mengirim audio file tsb kepada saya.
Terima kasih, John.
From: Jo,YC0LOW
To: OZ1LXJ John Wittrock
Sent: Sunday, December 14, 2008 4:10 AM
Subject: Re: YC0LOW Audio Recording.
Hello John,
Many thanks indeed. That's very thoughtful of you!
I wish you all the best. Merry X-Mas and a HNY 2009, John.
May God bless you and yours always.
73 de Jo, YC0LOW
08 Desember 2008
160m Band Station Kaliurang, DI Yogyakarta
Akibatnya, sudut pancar menjadi besar. Agak sulit bagi sinyal untuk memancar lebih jauh (DX) karena banyak RF yang hilang ditelan bumi. Mudah-mudahan bisa disempurnakan untuk kontes internasional mendatang.
73 de Jo, YC0LOW
PS: Apakah Anda berhasil mendapatkan DX pada malam itu?
From: Firman S
To: yc0low@gmail.com
Sent: Monday, December 08, 2008 12:16 PM
Subject: 160 m band station Kaliurang
Dear Oom Jo
Tambahan informasi.
Motivasi : Keinginan untuk melakukan QSO di 160 m band.
Kegiatan jangka pendek : contest participant on ARRL 160 m CW contest Dec 5-7th 2008, CQWW 160 m CW contest next month.
Kegiatan jangka panjang : mohon advise dari oom JO
Kontributor stasiun :
YB2VY
YB2UTX
YC2WWW
YC2BG
YC2YTH
YC2YTC (dapur umum)
YD2UJU (station property owner)
Peralatan :
Antenna Dipole 1/2 L 15m AGL
Transceiver: TS680,TS450, FT80C, FT897D, FT817ND (160m band QRP tested on Dec 6th 2008), DX701
Amplifier : masih cita-cita
de YC2YTH 73 TU
07 Desember 2008
Sejumlah Stasiun Indonesia pada Topband (160m), 1 Des 2008, UTC
-YC1RAT
-YC2BG
-YC2EUZ
-YC2WWW
-YB2UTX
Pada waktu kemunculan mereka, sedang berlangsung kontes ARRL 160m, CW, 2008. Apakah memang mereka mengejar states side? Wallahu a'lam.
02 Desember 2008
Re: Pengamatan Antena T-Load pada 160m (1 Desember 2008)
Terima kasih atas laporannya. Sinyal YC1COZ saya terima sama kuat dengan sinyal dari YE1ZAT. Atau, sedikit di bawah sinyal YD0NWO op. Chandra, karena QTH kami berdekatan di Cinere. Semuanya RST 5NN yang sejati.
Yang saya perhatikan adalah T (tone) Anda sedikit bergetar. Tidak mengurangi readibility-nya. Entah apa penyebabnya tapi gangguan pada bunyinya terdengar karena sinyal kuat Anda (seperti istilah iklan Indosat!)
Bila Anda menggunakan antena jenis loop, saya duga kemampuan RX Anda lebih baik ketimbang saya yang gunakan vertikal.
Terima kasih untuk multiplier dan point-nya. GL in the contest. 73 de Jo, YC0LOW
From: Feri Yusivar
To: orari-news@yahoogroups.com
Sent: Tuesday, December 02, 2008 9:44 AM
Subject: Re: [orari-news] Pengamatan Antena T-Load pada 160m (1 Desember 2008)
Om Jo, sinyal pancarannya saya terima 40 dB di tempat saya di Bogor, meskipun resonannya masih di 1750 KHz. Setara dengan sinyal pancaran dari yd0nwo. Sinyal yang paling kuat saya terima di 160m adalah sinyal dari ye1zat, mentok gitu.
Saya menggunakan antena magnetic loop, dengan perimeter 40 meter (10 x 10 m). Saya tx dan rx dengan antenna yang sama, tapi performance nya masih belon ok. Antena didirikan mendadak, feed point pada ketinggian 6 meter.
Bagaimana sinyal pancaran saya diterima di cinere? de YC1COZ
Pengamatan Antena T-Load pada 160m (1 Desember 2008)
Ketika kontes dimulai, top-load wire antena TX belum juga sempat dipangkas sehingga resonansinya masih pada 1750 KHz (diukur dengan MFJ-259B). Hingga, kontes usai, tidak banyak yang bisa diperbuat karena propagasi pada hari kedua sangat jelek.
Di hari yang sama, sekitar saat sun rise di Cinere (WIB) saya mendengar RA3AGF memanggil Jepang (2209Z). Sinyalnya lumayan RST 569 tapi dia tidak menerima panggilan saya (kami pernah ber-QSO pada topband di awal 2008). Kemudian, saya memanggil CQDX pada 1818.8 KHz, daya 100 Watt. Dua puluh menit sebelum puncak sun rise di Cinere (2229Z), saya menerima ketukan sinyal lemah dari G3SYM. Saya minta diulang dua-tiga kali dan saya akhirnya memberi kepadanya RST 449. Dia kirim 559. Stasiun ini belum pernah terpantau oleh saya bekerja di topband (160m). Konon, dia mamancar dari EU-005. Jarak antar kami 11.787 kilo meter. Dia mengirim kabar melalui DXcluster, sbb:
2217 yc0low 1818.8 G3SYM vy QSB but in the log
