05 Februari 2011

Laporan dan Evaluasi YE1C, 2011 (dengan foto-foto dan statistik baru)

Dua menara menjulang di G. Malang. Di sanalah YE1C dioperasikan  pada CQWW 160m CW Contest, Januari 2011. Skor akhirnya merupakan rekor baru di Indonesia.

Di bawah ini disampaikan rangkuman data dan evaluasi kegiatan YE1C selama kontes CQWW 160m CW, 2011 dari Gunung Malang (+1050m ASL), Ciater, Jawa Barat, lengkap dengan beberapa foto (oleh Jo, YC0LOW) dan grafis statistiknya (oleh Joz, YD1JZ).


Bila dianggap perlu untuk memperjelasnya, atas nama tim YE1C, saya tuliskan komentar/saran dan perbandingannya dengan hasil YE1C di kontes yang sama, 2010, ditulis di dalam tanda kurung (*).


Analisis dan laporan uji-coba DX dan peralatan YE1C di masa pra-kontes sudah lebih dulu ditulis dan dimuat secara bersambung dalam milis OrariNews


1. Data


a. QSO= 289 (323).
b. Skor= 172.935 (166.314).
Ada peningkatan karena bertambahnya multipliers


c. Countries= 54 (48).
Peningkatan dalam jumlah Countries. Apabila tidak ada duplikasi dalam perolehan pada 2010, maka YE1C adalah satu-satunya stasiun kontes Orari yang bisa klaim award 100 DXCC 160m CW ke ARRL.


d. Terjaring 18 stasiun dari AS (21): dari UT, NV, WA, CA, MT, AZ. (AZ, CA, HI, TX, NV, WA, AK). Beberapa stasiun dari AS adalah stasiun kontes. Mereka pasif dalam QSLing. Sebaiknya, YE1C mengirim kartu lebih dulu untuk melengkapi koleksi 160m Orari Daerah Jabar. Contoh, stasiun dari UT, TX, AK, NV adalah langka terdengar di tanah air.


Berkurangnya jumlah QSO dengan stasiun AS adalah karena kondisi propagasi yang lebih buruk dibanding 2010. Di hari-hari kontes, justru tidak ada Sun Rise enchancement – suatu fenomena alam yang amat dirindukan Topband DXer.


2. Propagasi


Selama kontes, propagasi ke JA-land memburuk secara drastis. Amat beda dengan kondisi 2010 (122 stasiun), 2011 (24). Bila saja pada 2011 YE1C bisa menjaring 50% saja dari jumlah stasiun JA pada 2010, maka hasilnya pasti makin sulit dipecahkan oleh stasiun lain dari Indonesia. Ini memberi peluang bagi stasiun kontes lainnya di Indonesia dalam memecahkan rekor YE1C dua tahun berturut-turut.


Dari data jumlah QSO harian di bawah ini dapat disimpulkan kondisi propagasi selama kontes:
a. Hari-1: 9 (32).
b. Hari-2: 201 (180)
c. Hari-3: 79 (117)


Perolehan skor yang lebih besar, dapat dicapai di saat propagasi yang buruk tahun ini, karena YE1C telah memberi perhatian khusus untuk menginstalasi sembilan buah antena RX (3 Beverage, 1 4-square. coax loop) di lahan luas yang strategis, ideal dan senyap dari derau (noise) di Gn Malang. Juga ditunjang oleh beberapa faktor lain, seperti:


1. Fitur pada Icom IC7800 (built-in digital rx filters, 4 buah rx inputs, dll).
2. HF Linear Amplifier Emtron-DX3 (legal limit) yang bekerja tanpa rewel
3. Homemade antena TX dipole dengan tinggi feedpoint ideal
4. Sumber Daya Manusia – terutama anggota Lokal Bekasi (eks-tim YE1ZAT), yang andal dalam set-up (peralatan RF, listrik, accesorries, komputer).
5. Persiapan yang cukup untuk pemasangan, orientasi, re-orientasi dan evaluasi kinerja antena tx/rx
6. Operator CW yang pengalaman (kalem tapi "horny" akan intermod tone CW, hi-speed, 25-38 WPM)
7. Paham mekanisme dasar propagasi 160m, penggunaan softwares, analyser dan alat bantu modern berbasis Teknologi Informasi.
8. Dukungan anggota Orari yang datang ke lokasi (dari Lokal Subang, Lokal Bandung, Lokal Bekasi, dll). Ada pula yang rela membantu memperbaiki kerusakan kecil pada antena RX kami secara prodeo (TNX Buce YC1BAH, Nyoman YB1NWP dan Aris, calon anggota Lokal Bekasi)


Gambar 1. Beberapa kotak distributor/switch  antena RX di atas IC-7800.

3. Evaluasi Antena-antena RX.


a. Reversible Beverage buatan KD9SV,

Gambar 2. Feed transformer antena reversible Beverage. Latar belakang adalah kebun selada yang baru ditanami

Pertama kali dicoba di Indonesia. Pemasangannya praktis karena feedpoint transformer (lihat Gambar 2) untuk dua arah dapat didirikan pada titik yang sama. Terletak 147 meter dari feedpoint antena TX jenis dipole.


Kawat antena menggunakan twisted pair WD-1A (kawat telepon yang dipakai tentara AS di Eropa dalam Perang Dunia II) direntang ke arah 330 derajat dan sekaligus ke 150 derajat (Eropa dan VK/ZL).


Panjang kawat 238m, di ujung jauhnya dipasang sebuah reflection transformer. Tinggi sekitar 1m. Feed transformer terletak 154m dari antena TX. Jadi, panjang coax feedline RG-6U (75 Ohm) harus dilipatduakan agar dua antena terhubung ke hamshack.


Pada masa persiapan, dua minggu sebelum kontes, kami merubah layout Beverage ke arah utara dan selatan ini karena dalam evaluasinya, kami temukan kendala berupa noise yang konstan dari bentangan kabel PLN Tegangan Menengah 20 KW, sejajar dengan instalasi kawat antena ke arah barat dan timur dan hanya 15m jauhnya. Kini, kawat antena tsb menyilang tegak lurus dengan kabel PLN. Tingkat derau menurun bahkan lebih tajam lagi ketika letak  feed transformer dijauhkan dari antena TX.


Karena kawat antena WD-1A terbentang mengikuti kontur lembah maka YE1C dapat menerima sinyal datang bersudut rendah (sekitar 20-50 derajat, elevasi). Antena ini berguna untuk menjaring banyak stasiun dari Eropa.


Tery, YC1KAF, operator, menyebutkan bahwa noise pada antena ini jauh lebih rendah dari pada  antena Beverage home-made (30 derajat, azimuth). Pada semua antena rx, kami bisa mendapati tingkat noise floor S-0. Hanya static crashes yang bisa memompa indikator sinyal ke S3-5! Sebelumnya, saya pun tidak pernah mendapat level S-0 pada 160m, karena Beverage saya yang dulu terpasang, ada di kompleks perumahan yang padat penghuni.


Gambar 3. Tery, YC1KAF (kiri) dan Nyoman, YB1NWP sedang menikmati pile-up
Stok 600m kawat WD-1A, unit Feed dan Reflection Transformers dibeli dari Radioware USA, http://www.radio-ware.com/


b. Antena Single Wire Beverage buatan Danu, YD1GCL (yd1gcl.danu@gmail.com)


Inilah antenna rx yang digunakan oleh YE1C 2010 saat menjaring 122 stasiun JA pada 160m, CW! Saya berharap YE1C sudah bisa klaim award WAJA 160m, CW, bila koleksi kartu dari pelbagai prefektur JA diseleksi.


Antena ini terbuat dari kawat NYAF berinsulasi PVC, diameter 2.5mm. Diarahkan ke 30 derajat (azimuth), panjang 176m. Tinggi rata-rata 1,5m DPT. John, ON4UN, dalam bukunya Low band DXing, ARRL, 1994, menulis "pemakaian kawat tembaga berinsulasi PVC akan memberikan antena penerima Beverage yang sepi akan derau bahkan di saat kondisi buruk akibat hujan statik" (Chapter 7. Paragraf 1.9). 


Transformer-nya (9:1 Z) menggunakan binocular toroid Amidon BN73-202. Terletak 100m dari hamshack menggunakan feedline coax 50 Ohm. Di ujung jauhnya dipasang resistor carbon, 470 Ohms, 2W, untuk RTerm.

Gambar 4. Feedpoint Beverage buatan Danu, YD1GCL. Kawat kuning untuk GND

Gambar 5. Kawat antena Beverage 30 derajat

Kawat antena ini sengaja agak ditinggikan pemasangannya (lihat Gambar 4 dan Gambar 5, atas) dari pada kawat antena reversible Beverage karena, dari pengalaman di 2010, sinyal dari JA-land terdengar kuat bahkan sebelum waktu Sun Set (WIB) di Gunung Malang karena jarak ke JA hanya 5000-6000km. Menurut teorinya, di saat seperti itu, sinyal datang akan bersudut besar. Ternyata, kondisi propagasi ke JA buruk sehingga ramalan kami tak terjadi, namun kami sepakat bahwa tidak ada yang salah dengan rancangannya. Antena ini bekerja optimal.


Pada beberapa kesempatan, terutama saat pembelokan arah (skewed) sinyal dari Eropa, antena Beverage 30 derajat ini menerima sinyal lebih baik dari antena 330 derajat. Setidaknya dia mengurangi efek intermodulation nada CW yang parah dan menyesatkan. Ini saya dapati saat bangun tidur dan melihat Joz, YD1JZ, bertugas di larut malam. Kecakapannya memilih rx filter, pass band tuning dll pada Icom IC 7800, dan secara tepat dikombinasikan dengan arah antenna RX membuat readability menjadi optimal, walau kuat sinyal hanya pas-pasan.


Danu, YD1GCL, masih memiliki beberapa homebrewed feed transformer (9:1 Z) untuk single wire Beverage yang belum digunakannya.


c. 4-square RX Array buatan Lee, K7TJR. www.hizantennas.com/
Gambar 6. Dimensi Jarak Keempat Tiang (dalam meter)

Sistem lengkapnya (antenna vertikal, preamp, field control box, delay phasing lines, in-house controller dll) baru pertama kali dicoba di Indonesia (lihat Gambar 6). Kami memilih ukuran dimensi tiap sisi sepanjang 24.5m seperti disarankan pada manual-nya. Ukuran ini adalah kompromistis untuk menerima sinyal 80m dan 160m.


Dalam korespondensi kami, Lee, K7TJR, berpesan agar apapun hasil uji-coba agar disampaikan kepadanya karena menurutnya, umumnya sudut datang sinyal MF di zona katulistiwa adalah tinggi. Bila di AS dan Eropa sudut datang sinyal akan rendah. Atas sarannya, YE1C juga memasang full-sized low dipole untuk RX dengan feedpoint setinggi 10m DPT.


Gambar 7. Tata Letak Antena 4-square RX Array
Kami merancang arah keempat elemen vertikalnya ke (dalam derajat). Sistem identifikasi pada tiap elemen dinomori secara urut 1 sampai dengan 4, clockwise. Dibuat identik dengan petunjuk di kotak kendali pada hamshack sehingga operator tidak akan disorientasi dalam mengendalikannya (lihat Gambar 7, atas).


1. utara = 0
2. timur = 90
3. selatan = 90
4. barat = 270


Setting ini dirancang untuk menjadikan elemen timur dan barat menjadi “telinga” kami dalam menerima sinyal
dari Pasifik dan Afrika. Sayang, saat kontes, kami tidak mendengar sinyal dari Afrika. Padahal, seminggu sebelumnya beredar kabar di internet bahwa Rudy, K3QF, sudah QRV sebagai XT2RJA (Burkina Faso) pada 160m CW.  Menurut catatan saya sejak 1997,, inilah pertama kali ada stasiun XT2 nongol di topband. Ngiler, gak?


Di bawah ini adalah  plot elevasi tiap elemen untuk 160m (dari EZNEC) dengan jarak masing-masing sisi 24.5m




Arah penerimaan sinyal di empat elemen vertikal amat terasa saat kendali dimainkan. Ini merupakan petunjuk bahwa rasio front-to-back baik. Kinerja ini didapat dengan memantau radio siaran AM pada band MW. Jadi, sejak siang hari pun kami sudah yakin bahwa antena ini bekerja baik, Namun, tingkat noise sedikit lebih tinggi dari Beverage. Sementara kami simpulkan bahwa rasio signal-to-noise antenna ini masih tidak sebaik Beverage – bahkan dibandingkan dengan yang hombrew.




Gambar 8. Kotak Kendali Hi-Z dan rangkaian di dalamnya. Tampak beberapa relay dan toroid BN73-202

Perbedaan penilaian ini mungkin disebabkan karena faktor luasnya lahan di Gunung Malang sehingga kemana pun atau sepanjang apa pun kawat Beverage mau direntangkan, batasnya adalah nafas dan kondisi jantung manusia penariknya (Gambar 9 dan Gambar 10, bawah).

Gambar 9. Lansekap dari Gn, Malang ke Arah Utara




Gambar 10. Menara yang digunakan untuk antena TX
Beverage - ditemukan oleh Harold Beverage, 1921- memang antena penerima yang ajaib karena kesederhanaannya namun dia menuntut lahan luas. Adapun antena 4-square rx array adalah solusi yang inovatif  di masa kini untuk membantu topbander di kota supaya bisa tersenyum dalam hidup (atau pun matinya) karena bisa menerima sinyal lemah di kota besar. Keduanya tidak bisa dibandingkan karena jenis, karakter dan cara kerjanya yang beda.

Gambar 11. Petunjuk tertulis switch antena RX bagi operator.

Untuk memudahkan kerja operator - terutama `saat mengantuk - dalam memilih sembilan antena RX, dibuat petunjuk tertulis (Gambar 11) sebagai referensi cepat.


Bila berminat untuk mendapatkan referensi berupa tabel spesifikasi dan analisis perbandingan macam-macam antena RX 160m antara lain: Beverage, K9AY, 4-sq, dll, (dilansir oleh Hi-Z Antenna), silakan hubungi Gustian, YB1ALL (yb1all@yahoo.com).


d. Coaxial loop ala N6RK


Di saat senggang, penulis berkesempatan membuat antena tipe 80/160m, tinggi 1 meter DPT, terletak di halaman, 45m jauhnya dari antena TX.

Gambar 12. Antena coaxial loop 80/160m ala N6RK
Secara praktis, antena ini (Gambar 12) tak pernah digunakan oleh operator YE1C karena sudah ‘kepincut’ dengan antena RX lainnya.


Benarlah isi pesan para tetua suku topbanders bahwa “you can’t have too many receive antennas”. Makna kalimat itu sangat bijaksana. Yaitu, agar kita tidak menjadi operator serakah yang memborong semua DX di 160m dalam waktu singkat, lalu buru-buru pensiun dari Topband DXing. Sisi praktisnya juga akan sulit dilaksanakan karena kegiatan kontes menuntut prioritas berbeda dengan DX biasa. Kepada setiap operator YE1C dijadwal dan diberi target.


Di sini saya makin paham bahwa ada perbedaan kualifikasi antara DXer dengan Contester. Di mana posisi Anda?


Klik tautan di bawah ini untuk melihat video YC0LOW pada YE1C, 2011. Dibuat oleh Gus YB1ALL.
http://www.youtube.com/watch?v=9t0V6uxs4QY



4. Evaluasi Lain-lain.
A. Persiapan.
Persiapan dilakukan sekitar empat minggu sebelum kontes. Diprakarsai oleh beberapa anggota Orari Lokal Bekasi, Jawa Barat, seperti: Yoyon YB1CCF, Nyoman YB1NWP, dan Joz YD1JZ.


Minggu pertama, kami berkunjung ke Pamengpeuk, Garut, Jawa Barat untuk mempelajari kemungkinan mendirikan stasiun di sana. Kami sepenuhnya dibantu oleh anggota Orari Daerah Jawa Barat seperti Gustian YB1ALL, Sani YB1ACN dan beberapa anggota dari Lokal Garut.


Sebenarnya, kawasan di Pamengpeuk cukup ideal untuk YE1C dalam kontes ini. Namun, di sana ada stasiun LAPAN untuk pengamatan ionosfir dan propagasi. Mereka menggunakan TX yang beroperasi selama 24 jam per hari dengan interval transmisi selama 2 menit, pada 2 Mhz ke berbagai penjuru mata angin dengan antena vertikal, daya 30 KW. Mana tahaaan?


Pada radio penerima Sony ICF-7600 yang saya bawa dan disetel pada band MW, 1600kHz, sudah sangat terasa RFI-nya pada saat mereka TX-ing. Tentu saja lokasi itu tidak sesuai dengan rencana kami untuk mengeksplorasi kawasan pantai yang sunyi untuk operasi pada 160m DX (1,8 MHz). Kami berencana menggunakan antena vertikal untuk TX.


Kami putuskan Gunung Malang sebagai QTH dari YE1C. Strategi pokok YE1C berkontes pun diubah. Dari titik berat sasaran untuk bereksperimen di pantai menjadi misi menambah skor 2010.


Diskusi mulai menyentuh evaluasi jumlah dan kinerja antena RX tipe single wire Beverage yang digunakan YE1C pada 2010. Saat itu, hanya satu Beverage yang digunakan, ke utara Gunung Malang. Dapat ditebak bahwa keputusan lanjutan kami adalah menambah senjata berupa antena penerima (rx) dan mengarahkannya ke beberapa penjuru dunia sesuka hati. Kami tidak terlalu memikirkan tentang antena TX sehingga waktu yang tersisa bisa 100% hanya untuk merancang antena RX. Inilah yang kami kerjakan dalam mingu-minggu berikutnya sebelum hari kontes.


B. Publikasi
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, publikasi tentang operasi YE1C dimuat secara nasional pada milis Orari. Orari Daerah Jawa Barat juga memublikasikannya dalam bentuk undangan tertulis ke seluruh lokal Orari dalam naungannya


Dalam rilis yang ditulis oleh Heri, YB1KAR, di milis Orari, tertulis pula undangan bagi semua anggota Orari yang berminat menyaksikan YE1C dalam kontes. Puncak kedatangan pengunjung ke YE1C adalah di hari Sabtu, 29 Januari 2011, malam. Kami gembira mengetahui bahwa ada banyak keingintahuan mereka tentang topband dan antena RX.


C. Pelaksanaan:
Menurut hemat penulis, masih perlu beberapa perbaikan kinerja organisasi di bidang non-teknis keradioaan yang sebaiknya diantisipasi oleh Orari Daerah Jawa Barat sebagai induk YE1C dalam mengelola kegiatan terutama yang berkait dengan pelayanan bagi pengunjung dan keluarganya. Karena, kawasan Ciater adalah resor liburan yang ideal karena banyak fasilitas wisata (hotel, restoran/kedai, mesjid, atraksi bagi wisatawan, dll). Mudah dicapai dengan mobil dari Jakarta dan Bandung.


D. Saran-saran:
1. Mempertahankan partisipasi YE1C dalam kontes-kontes internasional baik CW maupun PHO
2. Melalui stasiun pembinaan, Orari Daerah Jabar dapat memulai pencarian bakat dan membina para anggotanya dari beberapa Lokal untuk membuat tim kontes yang kompeten dan tangguh. Kalau sudah siap, bisa mencoba kategori lain
3. Menjaga hubungan baik dengan pengelola beberapa kawasan di Jawa Barat yang ideal untuk pengoperasian YE1C (termasuk pihak tuan rumah di Gunung Malang, Ciater, Jawa Barat. TNX Heri YC1HQQ dan Yayan YC1BTV) di masa depan.
4. Secepatnya menyusun/melengkapi koleksi kartu QSL agar YE1C dapat meng-klaim award internasional.


Terima kasih.


Atas nama tim YE1C, 73 de Jo, YC0LOW, penggiat Topband DXing, anggota Lokal Cilandak, Orari DKI Jakarta. Memperoleh award 100 DXCC 160m, CW, #1.455,  merupakan yang pertama di Indonesia (2008). Pebruari 2011 confirmed 110 DXCC, CW pada 160m.


Di bawah ini kami sajikan grafik statistik YE1C, dibuat oleh Joz, YD1JZ:










































24 Januari 2011

Topband (160m) DXing di Gunung Malang, Ciater, Jawa Barat (Bagian 3)

Akhir pekan yang baru saja lewat adalah hari-hari yang sibuk bagi saya dan anggota  tim YE1C di Gunung Malang, Ciater, Jawa Barat,1050 meter DPL. Melelahkan tetapi amat menyenangkan! Kenapa tidak?

Kami seperti kanak-kanak yang bermain di rumah bola. Lokasi yang sejuk dan luas untuk mewujudkan impian bereksperimen mendirikan antena penerima berukuran besar. Suatu hal yang lama kami idamkan sejak kena penyakit topband yang akut.

Sejak Jumat hingga Minggu sorenya, hujan tak turun sehingga kami bisa menyelesaikan semua pekerjaan membangun sembilan buah antena RX dengan sempurna. Bila pada tahun 2010 hanya membuat 1 antena RX jenis Beverage, maka tahun ini, YE1C, stasiun kontes Orari Daerah Jawa Barat,  melompat lebih jauh dalam hal persiapannya. Ini detilnya:

Antena TX adalah biksen (bikin sendiri) dipole, full-sized, feedpoint 45 meter DPT di antara dua menara besi, self support setinggi 75 meter (lihat Gambar #1)

Gambar #1. Dari kiri ke kanan: Agus (asisten), Yayan (YC1BTV), Jo (YC0LOW), Enjang (asisten), Danu (YD1GCL) di hadapan kotak pengendali 4-sq RX array Hi-Z. Tampak dua menara di latar belakang.

Rincian antena RX untuk kontes CQWW 160m CW 2011, adalah:

1. Sistem Reversible Beverage, buatan KD9SV, (330 derajat ke Utara, 150 derajat ke Selatan), dengan kawat twisted WD1-A (insulated), panjang masing-masing 234 meter. Tinggi rentang kawat berkisar 1 s/d 1,5m DPT. Feed point terletak 147 meter dari antena TX (lihat Gambar #2, Gambar #3 dan Gambar #4)
Gambar #2. Kotak X-former. Dua utas coax RG6-U menuju hamshack
               


  Gambar #3. Kotak X-former terpasang di batang kayu, dilihat lebih dekatUjung jauh kawat WD1-A ada di lereng bukit seberang.

Gambar #4. Kami habiskan 750 meter coax RG6-U sebagai feedline ke semua antena RX. Idealnya, dikubur.

2. Single wire Beverage (30 derajat), biksen, panjang 176 meter, feedpoint terletak 70 meter dari antena TX. Tinggi rentang kawat jenis NYAF (insulated), diameter 2mm, berkisar 1 s/d 1,5m DPT.

3. Sistem 4-square RX array, buatan Hi-Z. Kotak kendali antena ke empat mata angin (U-S dan B-T) terletak sekitar 135 meter jauhnya dari antena TX. Untuk mengantisipasi adanya pembelokan sinyal terhadap kedua arah Beverage (0 dan 330 derajat), Kami merancang arah keempat elemen vertikalnya menjadi (dalam derajat):

    a. utara = 0
    b. selatan = 180
    c. timur = 90
    d. barat = 270

Dengan demikian, elemen timur dan barat akan menjadi senjata utama kami dalam menerima sinyal dari Pasifik dan Afrika.
Gambar #5. Elemen arah Barat dan dua petani Gunung Malang, Jawa Barat

Gambar #6.  Kotak pengendali elemen dan preamp utama (kotak kecil). Diletakkan di tengah bidang keempat elemen antena vertikal. Dua gulungan coax adalah short and long phasing delay lines semacam coax stub. Diukur dan dipotongkan  secara presisi untuk saya oleh Lee, K7TJR.
 

4. Coaxial loop ala N6RK, tipe 80/160m, biksen, tinggi 1 meter DPT, terletak di halaman QTH, 45 meter jauhnya dari antena TX.

Kami beruntung karena lahan pertanian di sekitar kami sudah bebas dari pohon tomat dewasa. Usai panen, pohon dicabuti oleh petaninya (lihat Gambar #5). Sebagian dari lahan sudah ditanami bibit pohon cabe.

"Rumah bola" kami kian terbuka luas sehingga memungkinkan kami lebih bersimaharajalela. Melalui beberapa perhitungan di atas kertas serta ujicoba di lapangan pada Sabtu dan Minggu siangnya, akhirnya rancangan tata letak di atas diputuskan pada Minggu sore, menjelang waktu Sun Set (WIB).

Gambar #7. Sebuah long shot lahan "surga" topbander. Tampak elemen-elemen antena vertikal ke arah (kiri ke kanan): Utara, Selatan dan Timur.


Gambar #8. Kotak pengendali sementara dibungkus plastik dan elemen Utara

Setelah SS, kami memanggil CQDX, terutama bagi stasiun-stasiun di NA. Ini sengaja dilakukan karena kami ingin mencoba kinerja semua antena RX -bukan antena TX- kami. Hasilnya sangat memuaskan. Joz, YD1JZ dan Danu, YD1GCL adalah dukun-dukun penguji yang andal. Directivity, rasio front-to-back (F/B) dan signal-to-ratio (S/N) diperoleh sesuai harapan.

Sebuah rapat kecil diadakan oleh Yoyon, YB1CCF, yang pada siang harinya bertugas menjadi penguji ujian kode Morse kenaikan tingkat Penggalang ke Penebak di Orari Daerah Jawa Barat di Bandung. Rapat apa? Udah mau pulang ke Jakarta, nih...

Rapat itu sama pentingnya dengan rapat perencanaan tata-letak semua antena (TX dan RX). Menyadari bahwa tak satu pun anggota tim -termasuk saya- yang pernah mengoperasikan sistem antena RX sebanyak jumlah yang dimiliki sekarang, maka dirancanglah sistem pengoperasian dan petunjuk penggunaan alat distribusi antena RX bagi operator YE1C.

Koneksinya rumit karena sistem input RX pada transceiver utama Icom IC7800 ada 4 buah. Melalui tombol dual watch, seorang operator bisa mendengar sinyal dari dua arah mata angin yang beda di masing-masing speaker headphone. Kalau swicth on antena Beverage ke utara, maka penerimaan pada speaker headphone sisi kanan. Speaker kiri bisa digunakan untuk mendengar arah lain. Demikianlah ide untuk YE1C. Keputusan tsb lalu dieksekusi dengan baik oleh Joz, YD1JZ dan Danu, YD1GCL

Inilah manfaat feature yang ada pada Icom IC-7800. Ada juga kotak distributor antena RX buatan KD9SV yang dilengkapi dengan fitur adjustable gain (lihat Gambar #9). Kotak pengendali 4sq di hamshack juga bisa digunakan ke empat arah mata angin (Gambar #10).

Gambar #9. KD9SV, Switch Box  dengan Adjustable Gain (photo courtesy of Radioware)

 Gambar #10. Kotak Kendali Utama 4-sq RX Array (photo courtesy of Hi-Z Antenna. Indikator menggunakan lampu LED

Minggu (23/01)malam, YC0LOW/1 sempat mencoba memanggil stasiun-stasiun dari AS. Mungkin aneh, bila Anda memantau, maka sering kali terdengar bahwa kami berhenti lama untuk menjawab, atau bahkan mengirim ketukan QRZ AGN? Sebetulnya, pada saat itu kami sedang mencoba berbagai antena RX ke beberapa arah untuk memperoleh petunjuk kinerjanya.

Saya TX pada 1822.5 kHz secara free split. Hanya menyatakan "QSX UP" tanpa menyebut frekwensi RX. Tujuannya adalah supaya pile up dari NA bisa menyebar. Beberapa stasiunAS  masuk log. Salah satunya adalah KA7T dari Idaho, stasiun dari negara bagian yang langka terdengar pada Topband di sini. Untuk beberapa lama, kami mengabaikan stasiun dari EU.

Yang mengejutkan adalah laporan dan kiriman audiofile dari John, OZ1LXJ berisi rekaman CW QSO dengan Robert, W7LR di Montana, AS. John mendengar dengan Q5 panggilan DX saya pada 1,5 jam sebelum waktu SS di sana.

Pukul 2300 WIB kami meninggalkan lokasi menuju arah Jakarta. Kalau kami umbar nafsu bisa terlalu horny, konon bisa masuk golongan yang merugi karena tidak seimbang.

19 Januari 2011

Topband (160m) DXing di Gunung Malang, Ciater, Jawa Barat (Bagian 2)

Dari mana saya harus mulai sambung tulisan pada Bagian Kesatu? Dari sini saja:


Sebelum diputuskan untuk "balik-bakul" ke Gunung Malang, Ciater, Jawa Barat, saya ditraktir oleh beberapa anggota tim YE1C, stasiun kontes Orari Daerah Jawa Barat, untuk berkunjung ke Pamengpeuk, Garut, Jawa Barat. 

Rencananya, di sana akan didirikan stasiun kontes dengan lokasi dekat pantai. Ini merupakan satu pilihan untuk bereksperimen di tepi pantai agar mendapat pengalaman baru.Tetapi, setelah berada di sana, karena berbagai pertimbangan, lokasi tersebut tidak dianggap sesuai dengan rencana.


Terus terang, perjalanan dengan mobil yang cukup jauh dari Bekasi dan Jakarta tidak mengecewakan --bahkan istimewa-- karena tak satu pun dari kami yang pernah menjejakkan kaki di Pamengpeuk.

Kami sempat berfoto ala turis dengan latar belakang Pulau Sentolo, yang konon merupakan pulau terdepan di selatan Jawa. 

Kami berkendara dikawal satu mobil dan teman-teman Orari Bandung dan Garut. Saya mengagumi semangat tim dalam mencari lokasi yang jauh, hanya untuk dua malam berkontes


Konsep dan strategi pokok berkontes dengan YE1C pun diubah ketika kami memilih Gunung Malang di Ciater, Subang, Jawa Barat. Dari sasaran bereksperimen di pantai menjadi menambah skor. 

Diskusi mulai menyentuh evaluasi jumlah dan kinerja antena penerima tipe single wire Beverage yang digunakan YE1C pada 2010. Saat itu, hanya satu antena Beverage yang digunakan, ke utara Gunung Malang. Pada log sheet 2010, tampak antena tsb berguna dalam menjaring stasiun JA dan EU. Kalau Anda ingat-ingat, saat itu YE1C masih bisa bertukar laporan walaupun Sun Rise sudah lewat lebih dari 10-15 menit lamanya. .


Sudah dapat ditebak bahwa salah satu keputusan penting yang kami ambil adalah menambah senjata berupa antena penerima (rx) dan mengarahkannya ke beberapa penjuru dunia. Juga, dirancang modifikasinya.


Kebetulan, harta karun saya berupa sistem antena reversible Beverage (KD9SV) dengan kawat ganda tipe WD1-A sepanjang 800 meter dan 4-square rx array (Hi-Z) sudah lama tersimpan di rumah. 

Untuk menambah dua buah Beverage sangat mungkin karena saya punya dua buah transformer Beverage (9:1 Z ratio) buatan DX Engineering (lihat Gambar #1) dan buatan KD9SV yang juga nganggur (Gambar #2, bawah).


Gambar #1. 9-1 DXE, 9:1 Single Wire Beverage Transformer (photo courtesy of DX Engineering)


Gambar #2. KD9SV, 9:1 Single Wire  Beverage Transformer (photo courtesy of Radioware)





Bila diperlukan transformer tambahan, maka saya masih punya stok toroid BN-202-73. Harta lainnya yang dimiliki Joz, YD1JZ, adalah antena penerima, vertikal, ARAV-1P buatan DX Engineering (Gambar #3).


Yang diperlukan adalah coax untuk feederline dan kabel telepon isi 4 kawat untuk kabel daya DCV yang panjangnya ratusan meter! Kira-kira, itulah beberapa komponen penting yang akan difungsikan.
Gambar #3. DXE RX Antena ARAV-1P (photo courtesy of DX Engineering)


15 Januari 2011 di Gunung Malang. Pekerjaan instalasi dan pengecekan antena tx dan rx selesai dengan cepat sebelum Maghrib. Usai makan malam, kami istirahat. Kami yakin bahwa "the show is about to go on" pada 1822.5 kHz. Laporan dari beberapa stasiun seperti 9M2, VK9, DU1, HL5 dan BU2 tentang sinyal  kami amat membesarkan hati. 

Sejak 2000z kondisi propagasi 160m terbuka. Laporan melalui ON4KST Chat-line penuh dengan komentar tentang penerimaan sinyal YC0LOW/1 di EU dan di pantai timur NA.


Saya dan Joz sempat kewalahan melayani pile-up dari JA (rx dengan Beverage utara). Kalau dilayani terus, kapan habisnya? pikir kami. Terpaksa kami menjadi sombong sedikit dengan cara beralih "CQ DX NA SA". 

Beberapa stasiun EU mencoba curi perhatian, namun teringat nasihat guru ngaji,  kami harus tetap istiqomah.

Laporan dari stasiun NA makin banyak termasuk dari beberapa pesohor topband op. antara lain: K8PO, N1BUG* dan K1UO di Maine, AA1K di Delaware, W4ZV di North Carolina, N8RR di West Virginia, K3SX di Maryland, K1ZM dan N1DG di Massachusettes, stasiun di Pennsylvania (call tidak terbaca) dll. Kali ini Amerika Serikat "geger" bukan karena Sarah Pallin.


*) Klik untuk mendengar rekaman sinyal saya di Maine, QTH Paul N1BUG
http://www.4shared.com/music/WWY_6-dE/N1BUG_hrd_YC0LOW-1_15Jan2011.html


Di bawah ini, beberapa kutipan (UTC, Call, Name, Msgs). Perhatikan selang waktu pengiriman pesan dan periksa negara bagian pengirim di AS. Itu membuktikan bahwa sinyal dari Gunung Malang terdengar relatif serentak di kawasan yang beda.

21:43:53   SM2LIY Per YC0LOW/1 CQ NA/SA peaking s8 here
21:47:10   K1UO Larry rr Per...Jo now hrg us :-(( conditions are improving though
2236 wp3c 1822.5 YC0LOW/1 gd hr in PA
22:54:29   K3SX Sid Pile Up Jo
22:55:10   W4ZV Bill (YC0LOW) Even hearing you here Jo...many years I heard you once.
22:56:52   N1BUG Paul²: Jo has an incredible signal up here. I have never heard any station from that part of the world so Q5 for this long !
2236 wp3c 1822.5 YC0LOW/1 gd hr in PA

Pesan moral dari kisah ini adalah: Anda adalah operator 160m yang kurang bertanggung jawab bila lontaran sinyal 160m Anda diterima kuat di DX, namun Anda tak dapat mendengar panggilan mereka.

18 Januari 2011

Konsep Dasar tentang Antena RX pada Topband (160m)


Saya yakin sudah ada beberapa orang dan/atau tim yang sedang giat mempersiapkan stasiunnya untuk ikut kontes CQWW CW 160m mendatang. 

Catatan singkat tentang antena RX di bawah ini mungkin berguna untuk menambah efektifitas dan efisiensi penerimaan pada stasiun Anda, bila berencana untuk menggunakan antena khusus RX, sebagai berikut:

a. Berada di south latitude, dan seringnya petir muncul -sebagai akibat gangguan cuaca di wilayah Indonesia sekarang-  maka Anda akan temukan kendala besar dalam hal penerimaan ke arah belahan bumi yang dihuni oleh mayoritas populasi DXer (Jepang, Amerika dan Eropa).   

Ketiga kawasan ini adalah lokasi terbaik untuk mendulang stasiun dan skor dalam kontes akbar tsb.

Untuk itu, carilah lokasi yang senyap dari derau. Buatlah antena RX yang lobe-nya relative sempit dan mengarah ke kawasan yang disebutkan di atas tanpa ada gangguan dari samping (side) dan belakang (rear) lobes

Dengan ketajaman lobe yang lebih, maka bisa juga didapat rasio S/N yang lebih sempurna untuk penerimaan. 

b. Bila mungkin, perbanyaklah instalasi berbagai jenis antena RX supaya bisa mereduksi pile-up dari kawasan yang propagasinya buruk. 

Bila lahan Anda sempit, cobalah jenis-jenis antena RX loop seperti K9AY, TX3A, Flag/Pennant, Coax Loop dll. Referensinya mudah didapat di internet.

Yang paling sederhana, cobalah membuat sebuah antena dipole yang dipasang rendah, sekitar 10 meter DPT, untuk antena RX. Menurut sahibul hikayat, sudut datang sinyal DX pada top band ke kawasan Indonesia seringkali tinggi (high angle) karena berbagai faktor alam. Sinyal seperti itu akan menjadi 'umpan' yang baik bagi antena low dipole.

Selamat berkontes! Semoga jadi juara dunia pada top band.


17 Januari 2011

Kuat Sinyal YC0LOW/1 diTopband pada Jarak Hampir 10.500km

Saya yakin Anda sudah pernah melihat film serial TV "Desperate Housewives". Tapi pernahkah Anda mendengar sinyal CW yang menggoda banyak desperate topbanders AS  pada 15 Januari 2011, sekitar 2230z hingga SR usai di Gunung Malang, Ciater, Jawa Barat?


Simak bunyi tone pada pile up yang mirip dengan kegiatan pentung-pentungan pada 80m di tanah air. Mereka berebut untuk menjawab panggilan YC0LOW/1 pada 1822.5 kHz, 15 Jan 2011. Klik:

 http://www.4shared.com/music/2E0EZJoT/Sinyal_YC0LOW-1_Menggoda_Seler.html


Wasit yang dipilih merekamnya adalah Per, SM2LIY, 10479 km, 334° dari Gunung Malang. Dia menggunakan antena RX tipe Beverage, sepanjang 607 meter (!) ke arah Asia tenggara,


Ini adalah peristiwa langka di saat kondisi propagasi sedang buruk! Operator 160m yang mendengar dan memanggil saya pada tanggal itu berasal dari kawasan di pantai timur AS. Terdiri dari beberapa negara bagian di sana seperti, antara lain: K8PO, N1BUG dan K1UO di Maine, AA1K di Delaware, W4ZV di North Carolina, N8RR di West Virginia, K3SX di Maryland, N1DG di Massachusettes, stasiun di Pennsylvania dll.


Tautan di bawah ini tidak lagi berfungsi. Maaf (Jo, Januari 2012).


Silakan dengar file  Sinyal YC0LOW-1 Menggoda Selera,15Jan2011.wav   pada
http://groups.yahoo.com/group/orari-news/files/

13 Januari 2011

Banyak Stasiun DU pada Topband

Seperti pernah menulis di sini bahwa stasiun DU jarang terdengar di topband  (160m). Namun, entah kenapa --kemungkinan karena kontes akbar 160m, CW di akhir Januari 2011-- maka dalam satu minggu belakangan, terdengar pancaran sinyal beberapa stasiun sekaligus. Mereka adalah: DU1/JJ5GMJ, DU1/K3LP, DU1/GM3POI dan menurut rencananya, Jeff, K1ZM, penulis buku "DXing on The Edge, The Thrill of 160 meters", ARRL, 1997, juga akan mengoperasikan DU1/K1ZM untuk kontes tsb di atas.


Dua stasiun pertama yang saya tulis di atas sudah masuk log saya dengan sinyal yang lumayan bagus. 

Bila teman-teman Orari berminat mendapatkan stasiun DU1 di masa "cuci gudang" ini, dipersilakan bangun tidur lebih dini. Di Cinere, sinyal terdengar di sekitar 1930Z.


Walau di Jakarta banyak toko yang menyelenggarakan midnight sale, belum tentu Anda bisa mudah mendapat obralan stasiun DU di lain waktu.


2011/1/14 Hendro Supriyanto
  Betul om Jo seperti tanggal 7 Januari kemarin saya sempat spotting station DU DU1IST pada 1812 khz sekitar pukul 14.21z ,sinyal yang saya terima dengan antena Inverted-L cukup besar RST 579 dengan level noise pada S-4


de YB3LOJ - Hendro


2011/1/14 Jo, YC0LOW®
Yth OM Hendro,


Tnx untuk responnya. Apakah Anda berhasil QSO dengannya pada topband?


Sinyal dari DU-land dengan nilai RST 579 langka didapat di sini.


Maklumlah, selain jarang topbander-nya, mereka dan kita sama-sama alami QRN yang tinggi di sepanjang tahun.


2005/1/13 Ddg
  Dear OM Jo,
Minggu lalu aku sudah qso dengan DU1/JJ5GMJ di 160M, selain signalnya bagus juga terlihat semangatnya dan kami juga sempat qso lg di 40M

Wah, kalo memang muncul DU stations yang lain ... CQWW 160M jadi rame nih. Berharap condx lebih baik lagi


011/1/15 Hendro Supriyanto
Dear OM Jo, memang sayang sekali moment itu saya lewatkan begitu saja karena ada trouble dengan modul CW key pada transceiver hingga hari ini,tapi semoga secepatnya segera selesai dan bisa memanfaatkan moment ini juga partisipasi di 160m CW Contest


Tnx de Hendro , YB3LOJ

07 Januari 2011

Remote Antena RX Beverage ZL3IX untuk RX 160m

Atas permintaan saya, Greg, ZL3IX, topbander yang dulunya ZS5IX mengirimkan sekelumit informasi dan gambar-gambar tentang sistem remote antena RX yang baru didirikannya.

Saya sangat tertarik untuk mengetahui rancangan link antara QTH dengan controller-nya karena lokasi antena kawat jenis dual- Beverage-nya terletak 15 km (!) dari hamshack. Luar biasa.

Yang saya tahu, selama ini lebih banyak topbanders di luar negeri yang memiliki sistem antena RX dalam jarak jauh berkisar satu atau dua  kilometer saja. Untuk kendali jarak jauh itu, mereka terhubung (linked) dengan coax feederline atau pun jejaring internet/VPN. Namun, Greg menggunakan spektrum UHF.

Dia menggunakan Mercury RX module dan SDR buatan Australia (Gambar 1, bawah), sisi kanan. Board di sisi kiri adalah PIC Processor dengan chip CML FX469 untuk mengontrol dan menala RX. Ini membuktikan bahwa teknologi RX yang digunakannya sudah digital. Sistem RX yang analog pun sudah ditinggalkannya :-(

Gambar 1. Remote Controller ZL3IX

Gambar 2 di bawah ini adalah antena 2-way Beverage dari ZL3IX, mengarah ke 150 dan 330 derajat.

Gambar 2. Antena RX 2-way Beverage di ZL3IX
  Saya membayangkan, kalau saja proyek ini berhasil saya buat di sini, maka, kita bisa DXing di kamar hotel yang sejuk sementara antena RX berada jauh di pantai. Siapa yang mau coba?

04 Januari 2011

Sengketa Hak Cipta Sistem Antena RX 4 Square Array

Omong-omong tentang antena twin sloper Alpha Delta yang berhasil digunakan di YE2H pada topband, kalau tidak salah itu dibuat oleh DX Engineering (DXE), USA yang dimiliki oleh Tom, W8JI.

Dunia amatir radio -setidaknya di AS- baru saja diguncang dengan sengketa hak cipta sistem antena RX jenis 4 square arrays antara DXE dengan Hi-Z (pemilik Lee, K7TJR) dan Array Solutions. Ketiganya adalah nama-nama yang punya reputasi baik.

Proses pengadilan masih berlangsung di AS. Para amatir radio di negeri tsb terpecah menjadi dua kelompok: pro dan kontra dengan gugatan tsb.

Pada link di bawah ini dapat dilihat gugatan dari DXE
http://www.legalmetric.com/complaints/ohnd%205-10cv02806-1-1.pdf.

Sengketa berkait dengan hak cipta sistem pre-amplifiers RX-nya. Saya beruntung karena memiliki sistem tsb dari Hi-Z atas saran dari Bill, W4ZV. Dari beberapa reviews penggunanya, maka produk antena RX sejenis dari Hi-Z bisa mengungguli produk DXE (Gambar 1, bawah)

Seperti diketahui, harga produk DXE memang selangit, walaupun mutunya sangat unggul. Saat saya mencari antena 4 square array untuk RX, Bill menyarankan saya untuk berkorespondensi dengan Lee. Langsung saja dia siapkan pesanan saya karena dia ingin produknya dicoba di equatorial zone seperti di Indonesia. Harganya bisa lebih murah sampai 60%! Saking hebatnya kasus ini, website Hi-Z pun sudah ditutup oleh Lee, sang pendiri dan pemiliknya.  

All pictures in this article are of courtesy of Hi-Z Antenna, USA
                                          Gambar 2, Pengendali.

Namun, sayang hingga hari ini saya tidak mendapatkan izin menginstalasi antena tsb di kavling yang masih dikelola oleh perusahaan developer/pengelola kompleks perumahan saya. Padahal, setelah melalui beberapa langkah pendekatan dan penjelasan teknis (dengan gambar dan uraian tertulis) kepada pihak pengelola kompleks, mereka sudah setuju, namun akhirnya mereka berubah pikiran dan membatalkan keputusannya.

Kesalahan saya adalah karena jatuh sakit dalam beberapa minggu sehingga terlambat memproses izin lebih dini.

Kita lihat saja siapa yang akan menang perang. Saya bersimpati dengan Lee karena dia sangat attentive terhadap pelanggan seperti saya yang tak punya latar belakang teknik elektronika. Dia menuntun saya untuk membeli hanya produk yang penting darinya, tidak perlu membeli keseluruhan sistem. Itu sebabnya, saya sempat membeli joran pancing di Jl Toko Tiga, Glodok, Jakarta Pusat.

Mungkin, di lain kesempatan bisa dicoba di tempat lain selain di Cinere.

23 Desember 2010

YE1ZU pada 160m (Kontes CQWW SSB ,2010)

Satu lagi klubstasiun dari Cilegon, Banten, Indonesia beroperasi di top band.


23 Desember, 2010 saya menulis di milis OrariNews untuk memberi komentar terhadap YE1ZU. Saat itu, saya menanggapi berita dan sekaligus log 160m stasiun tsb yang dikirim oleh OM Thomas, YD1TNK ke milis yang sama:


Yth OM Thomas dkk
Selamat atas kemunculan YE1ZU dalam kontes CQWW SSB 160m, 2010.


Keberhasilan QSO 160m ssb DX dengan VK6IR (lebih dari 3.500km) dan UU7J (lebih dari 9.500km) tentu merupakan kesenangan yang besar. Itu suatu bukti nyata bahwa, peluang bekerja pada top band masih selalu ada. Sebenarnya, teman-teman yang berada bukan di sekitar kota yang padat penduduk bisa mencetak sejarah tersendiri pada band ini.


Cuma saja, memang kesabaran kita yang sering langka di band ini. Ayo belajar dan coba lagi, donk ah...


----- Original Message -----
From: Thomas Kusuma
To: orari-news@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, December 22, 2010 4:28 PM
Subject: RE: [orari-news] YE2H Indonesian Lighthouse Station


Dear OM Dadang, YB2EUZ,


Ini Log Sheet Cabrilio Format nya yg dikirim via N1MM Logger:


START-OF-LOG: 2.0
ARRL-SECTION: CT
CALLSIGN: YE1ZU
CLUB: YE1ZU
CONTEST: CQ-160-SSB
CATEGORY: MULTI-ONE 160M LOW SSB
CLAIMED-SCORE: 42
OPERATORS: YE1ZU
NAME: CLUB STATION
ADDRESS: CILEGON
ADDRESS: CILEGON, ID 42415
ADDRESS: INDONESIA
CREATED-BY: N1MM Logger V9.11.1
QSO: 1800 PH 2010-02-28 0745 YE1ZU 59 YB YC1COZ 59 28 0
QSO: 1800 PH 2010-02-28 0746 YE1ZU 59 YB YE1ZAL 59 28 0
QSO: 1800 PH 2010-02-28 0746 YE1ZU 59 YB YC1KAF 59 28 0
QSO: 1800 PH 2010-02-28 0746 YE1ZU 59 YB VK6IR 59 29 0
QSO: 14000 PH 2010-02-28 1515 YE1ZU 59 YB UU7J 59 16 0
END-OF-LOG:


YE1ZU, Clubstation ORLOK Cilegon saat itu terdiri atas:


YB1YCT Any Hartanto
YB1TAM Tamharto Soemodiningrat
YC1RHS Hari Susilo
YC1WGU Sardjili
YD1RFI Andi Sopandi
YD1TNK Thomas Kusuma


Ikutan CQ WW 160 m band Contest sekalian ikutan Johan Pahlawan Contest.


73 DE YD1TNK

21 Desember 2010

YE2H Indonesian Lighthouse Station (artikel panjang)

Jo, YC0LOW menulis di milis Orari, 21/12/2010:


Yth OM Dani, YB2TJV dkk,
Selamat untuk rencana mengoperasikan stasiun YE2H pada top band (160m). Semoga lancar. Tapi, modanya apa?


Hanya ingin menambahkan sejumput referensi tentang band 160m, moda CW, bahwa:


* Menurut catatan saya, inilah pertama kali ada stasiun dari mercu suar Indonesia bekerja pada 'gentlemen's band' (nama lain dari 160m)
* Saat ini, adalah waktu yang tepat beroperasi di sana karena kondisi malam lebih cepat dan lebih panjang, walau -dalam kenyataannya- kondisi propagasinya tidak ideal di YB-land.
* Karena tim YE2H bekerja di banyak bands, pelajari jadwal SS dan SR pada top band, di lokasi tsb agar hasilnya optimal dan tak banyak buang waktu untuk bekerja pada band yang sulit tsb. 

Pada minggu-minggu belakangan, usai SS di Cinere bisa terdengar VQ9, VK6,VK3, DU1, BA2 dll. Lokasi mereka relatif dekat dari Cinere. Sinyal dari EU, NA dan bahkan JA tidak terdengar baik pada SS maupun SR.

* Bila ada pembukaan, dan pile-up, usahakan segera bekerja split /QSX
* Tidak perlu mencoba Beverage sebagai antena RX karena, menurut teorinya, kinerja Bev tidak pernah baik di area pantai. Kalau mau coba antena RX yang terpisah, gunakan tipe lain.


Tnx es 73 de Jo, YC0LOW


--- Pada Sen, 20/12/10, Halim Dani <yc2tjv@yahoo.com> menulis:

Dari: Halim Dani <
yc2tjv@yahoo.com>
Judul: [orari-news] YE2H Indonesian Lighthouse Station
Kepada: oraripst@cbn.net.id, orari-news@yahoogroups.com
Cc: "Indo ARES" <i-ares@yahoogroups.com>, "ID-APRS" <id-aprs@yahoogroups.com>
Tanggal: Senin, 20 Desember, 2010, 3:35 PM
 

Diinformasikan bahwa YE2H, sebuah special station utk Mercu Suar dari
Orari Lokal Kebumen, akan mengudara dalam rangka:
1. Aktivasi Callsign khusus Lighthouse Station di Indonesia dengan NP: YE2H
2. Aktivasi Mercu Suar Klirong di pantai selatan Kebumen dengan nomor: IDO-374 ( Aktivasi 8 Nop 2010 )
3. Hari Jadi Kota Kebumen ke-75 yang jatuh pada 1 Januari 2011
4. Hari Jadi Orari Lokal Kebumen
5. Indonesia sebagai negara kepulauan dan bahari juga memiliki station
AR yang beraktifitas di Mercusuar.

QRV mulai 28 Desember 2010 s/d 4 Januari 2011, pada semua band amatir,
dari Mercu Suar Klirong ( ARLHS IDO-374 ), lokasinya di Kecamatan Klirong, pada jarak 17 km dari Kota Kebumen, pada koordinat Latitude: 7°46’48.7“ S Longitude: 109°37’49.8“E.


Mercusuar ini dioperasikan oleh Departemen Perhubungan Laut divisi Navigasi.
 

Band Plan: 160m, 80m, 40m, 20m, 15n, 10m Band
Mode CW dan SSB


Kami akan mencoba memancar dengan 3 transmitter sekaligus dari lokasi Mercu suar tersebut untuk special call dalam negeri akan dilaksanakan pada: Minggu, 2 Januari 2011, mulai pukul 18.00 WIB pada 80m band SSB dan CW. Senin 3 Januari 2011 mulai pukul 18.00 WIB pada 40m band SSB dan CW

Utk waktu-2 lain selain di atas kami akan mengudara terus utk DX call


Team Member dan Operators: Dani-YB2TJV, Heroe-YC2DBG, Eko-YC2DSI,
Seno-YB2LSR, Jon-YB2ECG, Kus-YC2CSY, Budi-YB2CNF, Antok-YC2LCT, Yuli-YC2CYU, Nur-YC2FAJ, Irwan-YC2ELC, Hari-YC2WWW dan Yogyakarta CW
Club

QSL INFO: PO BOX 123, Kebumen 54300


YE2H tercatat sebagai anggota tetap ARLHS (Amateur Radio Lighthouse
Society) nomor 1777, dan telah mendapatkan nomor ID-0001 utk ikut serta dalam ILLW (International Lighthouse Lightship Weekend), sebuah ajang dari Lighthouse station yang akan muncul bersama-sama dari seluruh dunia setiap tahunnya.

Ucapan Terima Kasih kami sampaikan kepada semua pihak di bawah ini
yang telah mendukung YE2H
1. Kementrian Perhubungan, Dirjen Perhubungan Laut
2. Pemda Kabupaten Kebumen
3. Orari Pusat
4. Orari Daerah Jateng
5. Orari Daerah Istimewa Yogyakarta
6. YB2WB Ketua Orda DIY secara pribadi
7. Orari LOkal Kebumen
8. Teman-teman di Yogyakarta CW Club
9. Jim Weidner, K2JXW, President ARLHS, www.arlhs.com
10. Dave Raycroft, VA3RJ, wakil WLOTA (World Lighthouse on The Air)
11. Kevin, VK2CE, dari ILLW.net

Semoga kegiatan ini bermanfaat


Posted by DANI
, YB2TJV





21 Desember 2010, Halim Dani menulis di Orari News:
OM Jo, YCØLOW,
Terima kasih sekali atas masukkannya, pengalaman kami memang sangat minim di low band, kami akan menggunakan antenna Alpha Delta DX Twin Sloper, yang kami dapatkan dari Steve, N2AJ, sewaktu berkunjung ke Kebumen, in antenna sederhana sekali, cuman noise emang agak tinggi.


Moda pada 160 di CW, apalagi kami dibantu oleh YC2WWW dkk dan Yogyakarta CW Club, diharapkan ada sinergi di sini.


Utk software propagasi kami mengunakan VOA Prop yang kami dapatkan dari YB3KM, Tom, software ini sangat mudah penggunaan dan tampilannya, karena GUI (Graphical User Interface).


Dan yang menarik, dari Derjen Perhubungan, memperbolehkan kami memasang antenna pada mercu suar, ini adalah tantangan juga he he he... tetapi kami memang penuh dengan keterbatasan, kami tetap mengharapkan masukkan dari teman-2. Terima kasih sekali


salam
DANI, YB2TJV


3 Januari 2011, Halim Dani menulis di Orari News: 
OM Jo, YC0LOW,
terima kasih atas atensi nya ....kami jujur tidak menyangka bahwa bs komunikasi 2 arah ..... bahkan OM Hari saja kadang-2 teriak "Yas-Yes " di tengah-2 kami yang pada ngantuk he he he he.... ( kami pikir ada obat yang belum diminum ) he he he


Utk station yang berhasil komunikasi: RA3SL, UA4CCB, UA2FW, OH2PM, 9M2AX, UA2US, OZ3WLX, VK3PA, YL2MU, HA9RE, HA9NS, OZ1LXJ, S51V, S52AAM, PA3MFQ, YT5Z, LZ2YNA (INI SUFFIXNYA MASIH BLM FIX, TAPI PREFIX OK, KEBURU say 73), SP2LNW, LA3ANA, YL2GD, G3SYU


Demikian OM Jo, sekali lagi thanks atas support-nya, besok2 OM Hari bisa ikut comment di sini he he he


Dan ada yang istimewa, karena semalam sekitar pukul 20:00 WIB kami kedatangan tamu dari ORDA DIY, Pak Bagus (YB2WB),  Mba Deta/YB2VTO(bhkan sempet jadi operator), Pak Budi YB2UJY, dan Pak Budi (YB2CNH)


terima kasih dan apresiasi kami atas kunjungannya dan oleh-2nya hee he..


salam
dani, YB2TJV




From: Jo, YC0LOW <yc0low@gmail.com>
Subject: Re: [orari-news] YE2H di Top Band
To: orari-news@yahoogroups.com
Date: Monday, January 3, 2011, 5:25 AM


Yth OM Halim Dani dkk,


Selamat atas keberhasilan YE2H muncul di top band (160m) dan membukukan 21 stasiun-stasiun EU hari ini. Istimewa! Apakah boleh tahu stasiun EU yang mana saja yang berhasil dijaring?


Untuk OM Hari, YC2WWW, saya sampaikan juga terima kasih sudah berhasil "meracuni" teman-teman di Kebumen dan Yogyakarta agar berani menekuni gentlemen's band ini. Kalau saya, kangen rasa gudegnya di Yogyakarta :-)


Mengenai saran-saran untuk meningkatkan kinerja YE2H di top band, saya kira beberapa saran bisa dibaca di blog saya http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/




3 Januari 2011, Halim Dani <yc2tjv@yahoo.com> menulis di Orari News:
Untuk bisa muncul di Top Band saja sudah suatu tantangan yang sebelumnya tak terbayang oleh kami, tetapi hari ini, fakta telah membuktikan, bahwa dengan antenna yang sangat sederhana, Alpha Delta DX Twin Sloper yang dikaitkan pada menara mercusuar, baik utk TX dan RX mengunakan 1 antenna, dg TX Kenwood TS 440S barefoot ( only 100w ), mulai pukul 18:23 sd 20.27 UTC bisa mendapatkan 21 station EU


Thanks to OM Hari, YC2WWW yang telah dengan telaten dan sabar meladeni Noise dan QRM ... yang bagi telinga biasa saja udh membuat susah tidur...


Apakah ada pendapat dan saran bagaimana ntuk bisa meningkatkan kinerja, baik antenna dan perangkat lainnya? Terima kasih


-YE2H team


3 Januari 2011, Halim Dani , menulis di Orari News:
OM Jo,
Betul sekali kemungkinan-2 yang OM Jo kemukakan, dan ada satu faktor lagi, krn sloper memerlukan ground yang bagus, maka dalam hal ini yang menjadi ground adalah tower menara suar yang terbuat dari logam ...


Semlm memang YC2WWW sempet mengukur-ukur utk antenna full size utk bentangan RX, untuk lokasinya sangat-sangat memungkinkan. Semalam dia udh bilang seandainya nya OM Jo dan OM Dadang ada di sini, wah akan menjadi dream team dalam CQWW 160m yad.


Untuk menggunakan lokasi tersebut lagi, saya yakin sangat bisa, karena hari kemarin kegiatan ini ditinjau langsung oleh Kepala Navigasi III Cilacap, Dirjen Perhubungan Laut, dan beliau senang dengan kegiatan semacam ini.


Demikian OM Jo, salam dan terima kasih atas atensi, juga buat semua rekan.


mewakili temen2 di YE2H
Dani TJV


From: Jo, YC0LOW <yc0low@gmail.com>
Subject: Re: [orari-news] YE2H di Top Band
To: orari-news@yahoogroups.com
Date: Monday, January 3, 2011, 9:44 AM

Yth OM Halim Dani dkk,
Wah, sekali lagi selamat karena footprint sinyal YE2H di Eropa cukup luas semalam! Padahal cuma dengan antena tx jenis sloper dan power-out 100Watts dari txcvr tua Kenwood TS440. Itu benar-benar DX!


Ini setidaknya membuktikan bahwa:


1. Propagasi lumayan


2. Lokasi tsb, yang notabene pantai, bisa dipatok sebagai tempat yang tepat dan ideal untuk top band DXing. Kalau bisa, usahakan dikontrak aja mercu-suar tsb untuk kontes 160m :-)


3. Di atas itu semua, operator-operatornya berbakat (seasoned operators) untuk 160m.


Top band memang penuh kejutan, sehingga sampai hari ini saya pun masih sering terbengong-bengong terhadap karakternya. Jadi, tidak heran kalau OM Hari YC2WWW dkk suka mendadak berteriak karena kegirangan -walau belum minum obat (?), hehehe.


Senang mengetahui bahwa ada juga OM Bagus, zus Deta, OM Budi (UJY) dan Budi (CNH). Kalian memang radioaktif semuanya..!


Kalau boleh berpesan, balaslah segera kartu QSL 160m dari stasiun lawan yang akan banyak masuk ke YE2H. Seperti kita, mereka pun akan sangat gembira dengan QSO tsb. Lalu, usahakan untuk QRV lebih awal (usai Maghrib, Local Time) untuk mencoba sinyal ke pantai timur dan barat USA. Umumnya mereka sangat hebat dalam hal antena RXnya, sehingga kita berpeluang diterima di sana. Apalagi ini stasiun spesial (prefix dan dari mercu-suar).


Apakah untuk lain waktu lokasi tsb bisa digunakan lagi dan bisakah dipasang antena khusus RX? Berapa noise floor level-nya?


Sekali lagi, selamat! Hati-hati dengan "topband disease". Sekali kepincut, susah untuk pindah ke lain band...
4 Januari 2011, Hari www menulis di Orari News:


Assalam, All.
Well, senang membantu rekan-2 Kebumen (YE2H) Om Dani cs, mengudara dari Mercusuar Klirong sekaligus Ultah Kebumen City,, Dalam perjalanan (numpak spur) menuju Kebumen  belum bisa membayangkan seperti apa format antena untuk 160m atau kondisi Rig yang digunakan.


Yup,, cukup dgn tiket 9rb rupiah menempuh satu jam perjalanan dengan KA Pramex (Prambanan Express), tidak terasa sambil ngobrol dengan penumpang lain, sampai deh, di Kutoarjo City, lima menit kemudian Om Dani cs datang menjemput untuk melanjutkan perjalanan +/- 50km menuju TKP YE2H Lighthouse Sta. dan jalur yg di tempuh eks-jalan Daendels (selatan selatan),, wah,, kebayang nih,,, pasti lewat Desa Ambal,, yo'ii ternyata bener Om Dani sengaja lewat selatan seletan buat nraktir kita makan SATE AMBAL,, woii,, sedap, empuk, anget, seger, gurih. "Pak Bun yb3pxf yg lagi diet pun memberi komentar,, wah enak tenan apa lagi kuahnya maknyusss" hehehe Tks Om Dani.


Back to laptop, Om Jo, Dadang dan yg lainnya tks untuk thread "YE2H di Top Band" pada milis ini, mumpung ada bahan untuk berbagi cerita kegitan YE2H di Top Band. Saya datang Antenna Alpha Delta DX Twin Sloper milik OM Dani sudah terpasang, kalau dilihat secara visual dari bawah tower mirip antenna Inverted-V fullsize 80m,, dalam hati serasa kurang yakin bisa didengar oleh Sta DX dan SWR terendah 1:1,2 pada freq 1.827,,, rank-nya cukup sempit, saya geser 10khz kebawah atau keatas SWR naik 1:1,5.


Ada dua Rig jenis dan tipe yang sama Kenwood Ts440s, sebelum transmit saya harus tahu karakter dan kwalitas pancaran tone, kemudian cek sinkronisasi antara RX terhadap TX utk mencari posisi RIT di kala lg RX,,


Dan,, ternyata ada satu yg prima Ts 440s milik Om Dani, masih standar, panel IF Shif utk Peak Tone RX moda CW oke,,. Namun sayang Power maximal yg dikeluarkan pada Speed 20 wpm (DAT) hanya 70 watt,, Dalam hati oke no problemo saya akan coba transmit pada tengah malam start 18:00 utc apa bisa didengar oleh Sta dx wallahualam,,.


Kondisi sore menjelang magrib tiba-2 hujan turun sangat lebat plus petir, semua coax yg terhubung dicopot semua,, Jadi saya belum bisa menilai kemampuan RX utk noise, static noise lingkungan dll,, dalam kondisi hujan dan petir-2 kecil jelas menggangu RX pada 160m. 

Satu jam kemudian setelah magrib (jam 19wib) hujan reda, saya mencoba daya RX Antenna Alpha Delta DX Twin Sloper, Noise level posisi normal S7, ATT on bisa S2-3, yah,termasuk bening dan level noise ini bertahan sampai tengah malam, mencoba CQ pada freq 1.827.4 langsung direspon oleh Sta Dx.bisa QSO dgn beberapa Sta EU dll. sekitar jam 20 utc istirahat sejenak sambil nyuruput kopi dan evaluasi Qso, sambil tidur-2an menunggu peak propagasi 21:00z, hahaha, saya ketiduran bangun-2 sudah jam 7pagi, lewat deh, peak propagasi 160m.


Akhirnya menjadi tanda tanya,, YE2H dengan format minimalis di 160m kok bisa:QSO pada jam (utc) yg bukan puncak propagasi.


1. Apakah lokasi Suar Klirong cocok utuk 160m
2, Karena sore hari habis diguyur hujan 
3, Lupa makan obat, kata Om Dani


Perlu pembuktian utk hari-2 berikutnya apa tetap sama, atau mungkin saja habis makan Sate Ambal,,,, traktiran Om Dani,, Oke,, PF ya Om Dani dengan YE2H.


Terakhir ketika sedang mengetik tulisan ini saya dapat email dari Om Eli HA9RE .


Hello Hari,
Your operation was really fine in the lighthouse, if you had had some more power, it would have been better. Besides in such a case when you expect many callers, it is wiser to use split frequency. I was listening to you abt for 40 minutes yesterday and in many cases you were CQing and you were called by EU-stations at the same time. I tried to tell them to listen carefully but not too much success - HI! There was a short interval when you came up to 569 but usually you were 449/339. Of course it depends on the RX-antenna, of course there are some guys in Europe with 2-3 wl Beverages, they certainly could copy you much better.,,,(panjang saya pegal di sini)

Salam de yc2www,



4 Januari 2011, Jo, YC0LOW® menulis di Orari News:
Yth OM Hari dkk,
Senang karena pada akhirnya Anda menulis pengalaman mengoperasikan YE2H pada top band di forum ini. Semoga saja makin banyak teman yang akan terjun ke band yang mempesona ini.


Dari beberapa data yang terungkap, termasuk pesan email OM Dani ke japri saya, bisa saya tambahan kesimpulan sbb:


1. Tinggi antena TX yang feedpoint-nya hampir mencapai 40m adalah cukup ideal. Apalagi, kalau bisa lebih tinggi lagi menjadi 45m atau setinggi mercu suar di Klirong.


Saya teringat, saya pernah nekad pasang full-sized dipole, home-made, untuk band 160m di menara perusahaan, sehingga feedpoint-nya 55m (DPT).


Hanya itulah kesempatan untuk saya ber-QSO CW dengan Tom, W8JI, di Georgia, AS, pada pasca Maghrib (WIB).


2.Walaupun produknya kompromistis/multi-band, kinerja antena TX Alpha Delta tsb cukup efektif pada 160m. Uraian Anda tentang VSWR dan kaitannya dengan operating bandwith pada top band telah menyatakan karakternya yang terukur. Mohon info, berapa besar kemampuan maksimum handling-power-nya? Apakah bisa sampai legal limit di AS?


3. Saya setuju dengan saran Eli, HA9RE, bahwa keputusan untuk bekerja split adalah lebih baik bila ada pile-up. Ini adalah strategi terbaik pada top band.


4.Bila mungkin, dalam kontes di masa datang, tim YE2H mencoba menggunakan antena khusus untuk RX agar bisa lebih banyak mencetak skor.


Saya menduga bahwa derau di lokasi tsb masih tergolong high (QRN dan QRM) pada top band. Mungkin belum bisa mengalahkan level noise yang amat rendah yang pernah saya dapat ketika mengoperasikan YE1ZI pada 160m di Ujung Kulon (1997). Tapi, kendala itu bisa disiasati dengan antena khusus RX.


Saya kira, tidaklah menjadi soal bila tim YE2H harus membuat alat tambahan untuk sistem T/R (Transmit/Relay).


Semoga bermanfaat.


4 Januari 2011, Imam, YB4IR menulis di Orari News.
Saya jadi minat juga dgn antena itu. Saya lihat harganya USD100  Hemmm. Lumayan reasonable.. Harganya


Ngorder. Ah.... Biar kayak teman2 di YE2H tapi cuma antenanya aja, aku gak pake mercusuarnya.. Ha ha ha


73 de YB4IR