25 Juli 2011

Saran-saran Pembelian Modul-modul Transceiver Elecraft K3

Kepada saya, beberapa teman di tanah air menyatakan keinginannya untuk membeli transceiver Elecraft K3 langsung dari AS. Mereka menanyakan modul-modul apa yang seharusnya dibeli sesuai dengan tujuan penggunaannya.


Rupanya, sekelumit informasi saya pada  http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2011/03/transceiver-baru-di-cinere-maret-2011.html belum terlalu jelas. Hal ini dapat dimaklumi karena inilah produk transceiver mutakhir yang isinya berupa opsi modul-modul yang bisa dipilih oleh pembeli.

PSU Diamond GSV3000 (kanan) untuk cadangan

Pertama-tama, saya sampaikan bahwa transceiver Elecraft K3 bisa dipesan dengan optional/module yang sesuai dengan apa yang dikehendaki.Lihat: www.elecraft.com

Harga satu unit K3/100 bisa meningkat dari harga dasar US$ 2200 menjadi tidak terhingga (?) bila Anda mau keluarkan uang sebanyak-banyaknya. Tapi, keputusan seperti itu bisa menjadi sesuatu yang mubazir.  

Untuk contoh kasus saja, di bawah ini daftar modul K3 yang dikirim kepada saja (merah). Komentar dari saya adalah yang berwarna hitam, miring:

K3/100 (kit) -> OK
KRX3 (kit)->
OK
KTCX03-1 TCXO-> buat apa?
KBPF3->
Apakah akan SWL-ing (di luar spektrum ham radio)?
KUSB-> OK (lihat Catatan  #4)
KFL3A-500->
500 Hz terlalu lebar utk CW.  Saran: KFL3A-400 atau KFL3A-200 (pilih salah satu). Atau KFL3A-2.1K  (untuk optimum SSB, dan gunakanlah Width Control untuk CW)
KFL3A-6K (ESSB) -> Anda mau main AM-kah?
KFL3A-2.8_2.7sw-> Standard/default  basic K3 sudah 2.7 kHz
KFLMATCH-> kalau beli modul ini, pilihan filters Anda hanya yang 5-pole (kaki)

Ada beberapa catatan di bawah ini. Maaf, saya memang cuma pakai untuk 160m, CW. Sejak saya “gantung mikrofon”, hampir 99% saya menjadi CW-man.
1.    
  1.    Belilah versi kit (bukan versi factory assembled) karena Anda bisa lebih hemat sebesar:
    *K3/100 - $250
    *KRX3 - $60
  2.  Tidak perlu beli sekaligus filters 400Hz dan 250 Hz karena curva bandwith-nya adalah 435 Hz vs 370 Hz (lihat curva-nya pada link di bawah). Tidak akan banyak beda, hanya tipis saja. Saya pilih 400 Hz. http://www.elecraft.com/K3/K3_8_pole_plots.htm
  3.      Untuk KRX3 harus beli filter yg identik
  4.     Saya tidak pesan KUSB karena sudah punya kabel RS-323 dg FTDI chipset dari www. usbnow.uk
      Produk KUSB adalah Sabrent SBT-USC6K seharga US$7.50 bisa diperoleh dari sumber lain
  5. Dari butir 1 dan 4, Anda bisa hemat $340. Dana tsb bisa dipakai untuk beli asesories lain.
  6.  Saya tidak merasa perlu beli ATU sepanjang antena TX dijaga baik SWR-nya. Saya gunakan linear amplifier Acom 1000 yang punya fitur True Resistance Indicator (TRI) pada plate load-nya
  7. VFO A/B K3 cukup adekuat utk operasi Split. Namun, bila Anda bermaksud memakai diversity reception untuk RX, maka modul 2nd RX patut dibeli
  8. Contoh diversity rx. Misal, antena Beverage utk Main RX dan RX 4-sq pada Sub RX.  Berguna utk copy sinyal lemah dari arah yang sama, ATAU di saat kontes 160m bisa copy sinyal dari dua arah  yang berbeda secara simultan
  9. Saya tidak membeli filter SSB. Namun, saran saya, belilah filter 1,8k bila Anda sering kontes SSB. Tombol Width Control pada K3  bisa mereduksi SSB RX audio dgn baik. Filters lainnya, menurut saya tidak perlu
  10. Bila senang moda PHO, gunakan mic Kenwood MC-60. Bisa dicolok langsung. K3 punya fitur TX EQ untuk atur respon frekuensi. I
  11. Saran, belilah modul KXV3A untuk RX antenna. Penting untuk 160m, CW
  12. Saya sarankan supaya "keep it simple".  Opsi-opsi tambahan yang terlalu banyak  akan membuat banyak muatan pada  K3 yang kecil.  Itu bisa membuat “bola liar”
Elecraft K3 (atas) dan Acom, pasangan serasi, Agustus 2011
Saya bukan pramuniaga Elecraft, Hanya seorang penggunanya yang puas dari Indonesia. Semoga bermanfaat.

    22 Juli 2011

    Survei Data 40, 80 dan 160m bagi Stasiun-stasiun YB/YC, Juli 2011

    Secara iseng-iseng, saya coba menghimpun data stasiun-stasiun Indonesia yang sudah konfirm lebih dari 100 entitas DXCC pada LOW bands.


    Selengkapnya (gambar-gambar terpasang hanya ilustrasi):
    Sinyal YB0AI op Taufan selalu kuat pada 80m


    40m
    *Terbanyak W4DR (365)
    YB4IR (105)
    YC0DB (106)
    YB1RED (108)
    YB2VTO (112)
    YB3ASQ (114)
    YC0MCA (114)
    Satu-satunya kartu yang menuliskan band 160m dari OM Sapta
    YC5ODQ (119)
    YC0LOW (121)
    YB0AI (130)
    YB0WWL (130)
    YB3MM (140)
    =====
    80m
    *Terbanyak ON4UN (357)
    YB0AI (106)
    Callsign OM Ayung yang terkenal di planet bumi
    YC0LOW (112)
    YB0JH (112)
    YB0WWL (113)
    =====


    160m
    * Terbanyak W4ZV (331)
    YC0LOW (111)
    =====




    Sumber data:
    http://www.arrl.org/system/dxcc/view/DXCC-40M-20110721-USLetter.pdf
    http://www.arrl.org/system/dxcc/view/DXCC-80M-20110721-USLetter.pdf
    http://www.arrl.org/system/dxcc/view/DXCC-160M-20110721-USLetter.pdf


    -1-

    18 Juli 2011

    Antena TX Super Loop III untuk 80m

    Gambar di bawah ini melukiskan Antena TX Super Loop 80m yang saya dapat dari: 

    http://larc.hamgate.net/SuperLoop.htm

    G5RV  vsSuperloop 80
     
    Banyak operator di tanah air yang sukses mencoba antena G5RV untuk 80m dan 40m. Panjang G5RV adalah 30.09m (102ft), yang pada titik tengahnya ada ladder-line/twin lead sepanjang 10.36m (30ft) ladder-line yang disambung langsung ke coax 50 Ohm menuju hamshack. Sebagai catatan, panjang sebuah dipole untuk band 80m adalah sekitar 40.08m (134ft)



    Antena "Superloop III" ini  adalah buatan RadioWorks, dirancang oleh Jim, W4FTU. Boleh dicoba oleh mereka yang lahannya sempit karena dimensinya lebih kecil dari G5RV.



    Menurut Herb, KV4VZ, bila anda melipatduakan ukuran fisik/dimensinya, maka Anda akan mendapatkan antena tx 160m yang hasilnya akan lebih baik dari pada sebuah inverted-V. Itu disebabkan karena antena Superloop ini punya komponen vertikal.


    Selamat mencoba!

    -7-

    2011/7/18 wawansetiawan setiawan di Orari Maillist:
      Om Jo, klo bisa ukuran detailnya,biar enak ngopreknya
    trims.
    =====tito====
     
    2011/7/18 Jo YCØLOW
    Yth OM Wawan,
    Pada gambar di atas bukankah sudah ada (dalam feet)? Tinggal lagi dikonversi ke meter.
    Pasti uenak :-)
    Tnx es 73 de Jo, YCØLOW
    Sent from my BlackBerry®

    2011/7/18 bam yb0ko/1
      OM Wawan,
    buat gampangnya:
    top/horizontal section = 34.14 mtr
    vert. section/matching stub/tangga monyet 9.14 mtr
    balun 4:1

    kalo' OM Wawan sabar 1-2 jam lagi sy japri kompilasi dr bbrp reviews yg sy
    browse sanasini

    salam:
    [bam]

    16 Juli 2011

    Bagaimana Cara Menala Kawat-kawat Ground Radial dan Antena TX Vertikal 160m?

    Dalam beberapa hari belakangan ini, saya berkorespondensi secara intensif dengan Sdr Guntur melalui blog saya.

    Lihat kolom “Komentar” pada http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2008/12/ground-radial-oleh-ridwan-lesmana-yc0pe.html


    Beliau mengaku sebagai seorang teknisi BC AM dan tertarik dengan konsep desain antena kawat vertikal TX 160m yang saya gunakan. Apalagi kawat ground radials yang saya gunakan adalah yang berukuran pendek dan diberi coil seperti saya praktekkan berdasar rekomendasi OM Ridwan Lesmana, YC0PE (21/12/2008).


    Atas pertanyaan beliau tentang “bagaimana menala ground radial dan antena TX vertikal”, saya coba memberi penjelasan dalam kolom "Komentar" dalam edisi tsb, namun inilah uraian yang lebih rinci dari saya. 

    Maaf, saya tidak bermaksud menggurui. Ini hanya sesuatu pengalaman praktek yang bisa saya bagi untuk beliau dan pembaca lainnya.  
    Saya sendiri mendapatkan petunjuk ini dari Kenny, K2KW dan Bjorn, SM0MDG melalui internet.
    Agar diskusi ini dapat diikuti, saya deskripsikan dulu antena Top-loaded vertikal TX 160m pada stasiun YC0LOW

    a.      * Tinggi tiang fiberglass, telescopic: 18m
    b.      *Kawat tembaga enamelled, diameter 2,5 mm sebagai radiator
    c.       *3 buah kawat tembaga, enamelled,  diameter 2,5mm, panjang @15m, sloping (miring) sekitar 45 derajat terhadap kawat vertikal
     *Alat pengukur yang digunakan adalah analyser MFJ-259B. 

    Caranya:
    1.Sambungkan langsung kawat antena (vertikal dan radial) masing-masing ke port antena pada MFJ-259B tanpa hairpin/coil untuk mengukur besaran nilai impedansi pada feedpoint. Lakukan penalaan kawat radial satu per satu. Butuh kesabaran.

    2. Periksa frekwensi resonan dan nilai impedansi pada feedpoint. Bila impedansi lebih besar dari 35 Ohms (tanpa memperdulikan frekwensi resonan –namun masih dalam kisaran +/- 500 kHz dari target frekwensi) artinya coupling terhadap tanah masih terlalu banyak

    3. Untuk memperkecil efek coupling itu, naikkan ketinggian kawat radials atau pangkaslah. Langkah ini juga akan merendahkan nilai impedansi pada feedpoint (yang menjadi sasaran utama kita). Untuk sementara, abaikan dulu ketepatan frekwensi resonansi, misal, masih jatuh pada 2000kHz.

    Catatan #1: Sebuah antena vertikal berukuran pendek akan punya nilai rata-rata impedansi di sekitar 10-30 Ohms. Makin rendah nilai impedansinya maka itu merupakan petunjuk peningkatan efisiensi antena. Impedansi yang sangat rendah berarti amat efisien.

    4. Ketika impedansi antara kawat radial dan vertikal sudah rendah, atur posisi kawat sloping sehingga  membuat kawat vertikal mendekati resonansi (+/- 100-200 kHz  mungkin sudah cukup). Ketepatan pada frekuensi sasaran dapat juga dilakukan dengan memotong/memanjangkan radiator vertikalnya sedikit demi sedikit

    5.Kemudian, pasang hairpin pada feedpoint. Rapatkan dan/atau renggangkan koil tsb untuk mendapat nilai SWR  1:1, (atau mendekati) dan impedansi seharusnya akan nyaris 50 Ohm. 



    Kumparan kawat hairpin buatan YC0LOW
    Catatan #2: Bila Anda sudah merapatkan koil namun belum memperoleh nilai SWR 1:1, maka artinya Anda perlu diameter koil yang lebih besar. Apabila Anda sudah merenggangkan koil tapi belum juga mendapatkan rasio 1:1, maka itu artinya terlalu banyak induktansi. Potonglah satu atau dua lilitan koil

    6.Bila sudah mendapatkan SWR 1:1, maka,

    7. Lakukan pemangkasan pendek (trim) terhadap ketiga kawat sloping agar mendapat resonansi pada frekwensi yang tepat.

    8. Ketika menala antena vertikal dengan kawat elevated radials, Anda “dapat” menyesuaikan kawat radial, vertikal dan sloping secara sekaligus karena ketiganya hanya akan menambahkan resonansi antena. Namun, menurut pengalaman saya,  menala sistem tsb dengan merubah panjang kawat sloping biasanya menjadi cara yang termudah.

    9.Koil/hairpin adalah step-up transformer. Bila nilai impedansi sudah lebih tinggi dari pada 50 Ohms, penambahan koil/hairpin  hanya akan membuat nilai impedansi antena menjadi lebih buruk dan Anda dijamin takkan mendapat SWR 1:1

    10. Jangan lupa untuk mematikan MFJ-259B Anda usai pengukuran sistem. Alat tsb amat peka terhadap energi RF.

    Catatan #3: Dengan antena TX vertikal ini, sinyal YC0LOW pada 160m, beberapa kali (2009, 2010) pernah berpenetrasi sampai jauh (>14.000km) ke kawasan pantai timur AS walau hanya berdaya 100 Watts! 



    Selamat mencoba!

    01 Juli 2011

    Kolonialis Pencari Emas dan Rempah-rempah Tidak Main Radio

    Pada 27 Juni 2011, saya menulis di milis Orari News, sbb:


    Saya telah menambahkan beberapa foto terbaru tentang kondisi bangunan/fasilitas untuk DXing dan Contesting yang sudah selesai direnovasi dan siap dioperasikan di Gn Malang, Ciater, Jawa Barat.

    Terima kasih banyak atas dukungan moral dan material yang telah diberikan oleh semua teman-teman Orari dalam proyek ini.
    Rumah Singgah DXer di Gn Malang, Mei 2011 (foto YC0LOW)
    Untungnya, DX-pedition pada abad ke-16 oleh Alfonso de Albuquerque, penjelajah kolonialis dari CT-land, dengan perahunya ke Indonesia, hanya cari emas rempah-rempah dan sebar agama. Mereka bukan amatir radio yang berjiwa seimbang sehingga tidak berhasil menemukan Gn Malang yang LOW-noise untuk main radio. Eureka!    :-)


    Kalau ada waktu, silakan longok:


    http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2011/06/renovasi-rumah-singgah-untuk-dxer-dan.html

    Silakan dengar rekaman QSO antara YE1C dengan PC5A, klik:

    http://www.4shared.com/music/ejFdaHxa/YE1C_vs_PC5A_29Jan11_-_2152Z.html


    From: Irsani Indraputra Noor <irsan.yd0ost@gmail.com>
    Date: Tue, 28 Jun 2011 18:38:49 +0700


      OM Jo..
    Saya udah melihat foto-foto dan cerita mengenai renovasi dan pembangunan kembali stasiun Gunung Malang tersebut. Papa Foxtrot sekali lagi....:-) Saya ingin bertanya satu hal mengenai pengoperasian station tersebut, apakah dikelola oleh perorangan atau club station khusus atau berada dibawah ORDA Jawa Barat.


    Misalnya ada rekan-rekan calon DX-ers atau DX-ers junior ingin merasakan sensasi ber-DX-ing ria di Low  Band...mengurus ijinnya sama siapa tuch OM Jo?


    73 Cheers,
    iRs@N




    2011/6/29 Jo YC0LOW membalas:
    Yth OM Irsan,


    Terima kasih sudah kunjungi blog saya.


    Proyek rumah singgah tsb diprakarsai, diselenggarakan dan dikelola oleh tim pendiri yang merupakan anggota-anggota Orari yang seminat. Jadi, tidak terikat oleh status keanggotaan yang berdasarkan geografi/administratif (lokal, daerah).


    Walau pernah digunakan untuk YE1C/YB1C, stasiun kontes Orda Jawa Barat, pengelolaannya 100% ada pada tim kami yang independen.

    Dua Menara @ 80m DPT di Gn Malang (foto YC0LOW)

    Seminat yang dimaksud adalah dalam hal HF CW DXing dan Contesting lengkap dengan eksperimentasinya. Tidak boleh untuk "dung-dung", pentung-pentungan apalagi siaran lagu via spektrum VHF.


    Kami berniat untuk -utamanya- memanfaatkan rumah singgah tsb demi pencapaian sasaran-sasaran pribadi/tim, namun sekaligus untuk berbagi dan belajar bersama teman-teman Orari lainnya.

    Pri, YB0ECT di Gn Malang, Maret 2011, foto YC0LOW
    Kenapa kami melibatkan orang lain?


    Kami merasa berutang kepada Orari. Melalui organisasi inilah kami bisa sehat berhobi dan mendapat pengalaman praktek, semangat persaudaraan dan banyak pengetahuan yang istimewa.
    Ki-Ka: Joz YD1JZ, Jo YC0LOW, Rizal YD1ORZ, Pres N6SS dan Danu YD1GCL, Maret 2011
    Untuk itu, patutlah kami berterima kasih dengan cara menyiapkan fasilitas DX/Contest.


    Kami sedang mengkalkulasi biaya-biaya pemeliharaan, merapikan hamshack, menyiapkan sistem radio/antena dan menyusun kalender kegiatan di Gn Malang.


    Insyaallah, usai Ramadhan 2011, melalui sebuah situs web baru, kami akan informasikan jadwal, regulasi dan prosedur sehingga kelompok-kelompok anggota Orari yang berminat DX/Contesting (semua moda, band) bisa QRV dari Gn Malang, Ciater, Jawa Barat.

    Lihat juga:
    http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2011/10/gambar-gambar-terbaru-renovasi-di.html

    Pse stay tuned!

    From: Irsani Indraputra Noor <irsan.yd0ost@gmail.com>
    Date: Wed, 29 Jun 2011 17:33:06 +0700
    Dear OM Jo,
    Mantaaapppsss..Salute...:-) Tentunya terima kasih kembali kepada OM Jo dan rekan-rekan yang sudah bersusah-payah mengerahkan segala effort yang ada *tentunya tenaga, pikiran dan modal yang tidak sedikit*....demi mendirikan suatu 'kawah candradimuka' untuk Low-Band DX-ing... Hi hi...


    GL untuk persiapan, pembenahan dan perencanaan schedule yang sudah dibicarakan oleh rekan-rekan "Mt.Malang Low Band DX Team" ..hehehe.. atau mungkin namanya sudah ada OM Jo..cuma saya yang tidak tahu nich..


    Karena saya sedang berpikir untuk mengusulkan kepada Pengurus di Orlok Kebayoran cq. sie Club Station atau Kabag Ops-nya agar mengajak rekan-rekan di lokalan yang berminat berlatih DX-ing di Low Band... Kalo perlu kita bikin DX Field Day sambil camping disana... seruuu kan?


    Kita tunggu kabar selanjutnya....Cuagn 73


    iRs@N




    2011/6/29 Jo YC0LOW , menjawab:
    Yth OM Irsan, YD0OST



    Walau hanya 10 menit bermobil ke Kawah Ratu di Gn Tangkuban Prahu, Jawa Barat, proyek kami ini bukanlah kawah candradimuka. Terlalu serius bila dijuluki demikian.
    Pres N6SS/YB1 dan Dadang YB2EUZ di Gn Malang, April 2011 (foto: YC0LOW)
    Itu lebih tepat sebagai playground, tempat untuk main radio (DXing, contesting dan eksperimentasi). Juga untuk cetak skor, dapatkan NEW one, bunuh noise, dengar sinyal lemah dari berbagai arah, uji txcvr dll.


    Field day atau berkemah di Gn Malang supaya seru? Pastinya enggak bisa, tuh... :-)


    Maaf, saya beritahukan itu lebih awal supaya Anda tidak 'kuciwa'.


    Tnx es 73 de Jo, YCØLOW




    On Thu, Jun 30, 2011 at 10:37 AM, Irsani Indraputra Noor menulis di OrariNews:
     
    Oic OM Jo..No matter what ..you've done a great job with the other team member..
     

    I was thinking 'a kind of playground for all of us...an amateur radio..' Maybe i am wrong... :-( Never mind...Just wondering ...how it looks like anyway (the Mt Malang Base station) and how it feels..you know...DX-ing in Low bands .. Keep up your good work anyway..
    73
    Warm regards,
    iRs@N de yd0ost

    18 Juni 2011

    Survey 9N (Nepal)

    Pada 2011/6/18 Jo, YC0LOW menulis pada Orari News:


    Yth OM Adhi, YB3MM.
    Selamat atas rencana Anda untuk berpartisipasi dalam tim DXpedition di Nepal pada 13-22 Nopember 2011. Kalau menilik data pada website tsb, saya ingin berkomentar khususnya untuk operasi pada LOW bands (40, 80 dan 160m), sbb:


    1. Pemilihan jadwal QRV pada Nopember 2011, akan memberi banyak keuntungan bagi operasi pada LOW bands. Jadwal operasi Anda dkk akan 'overlapped" dengan kontes RSGB 160m, CW, dan kalian QRT hanya empat hari sebelum kontes akbar CQWW CW 2011


    2. Nepal tergolong jarang muncul di 160m, walau dari YB-land relatif mudah didapat (tetapi tidak demikian halnya dari USA).

    3. Saya tidak melihat adanya keterangan penggunaan antena RX untuk LOW bands. Apakah memang akan fokus hanya pada HIGH bands?


    4. Transceivers yang digunakan relatif baik. Tapi, kalau saya tidak salah dalam mempelajari masing-masing spesifikasinya, semua model/merk tsb tak satu pun yang dilengkapi dengan fitur khusus untuk RX antena. Mungkin, tim Anda perlu tambahan alat seperti produk KD9SV DXpedition box Model II yang dapat dioperasikan dengan transceivers tanpa RX input http://www.radio-ware.com/   atau kalau mau 'biksen' silakan Google "Separate Transmit/Receive Antenna Switching" oleh Phil Salas – AD5X
    Kartu QSL 160m CW dari 9N7JO, 2006

    5. Antena RX dapat saja yang berdimensi lebih kecil/pendek dari pada Beverage. Misal, jenis-jenis loop, EWE, DHDL atau lainnya.


    6. Saya tidak tahu kendala seperti apa pada lokasi nanti, tetapi rencana menggunakan inverted-L untuk TXing pada 160m saya kira sesuai. Apalagi kalau kalian bisa mendirikan antena vertikal (shortened) dengan radial yang cukup ekstensif.


    7. Latitude QTH yang lebih tinggi (ketimbang Cinere atau Surabaya) adalah modal untuk menjaring lebih banyak QSO pada LOW bands.


    Hanya beberapa saran. Semoga bermanfaat. Sukses untuk Anda dkk. Semoga lancar dan selamat kembali ke rumah.


    Tnx es 73 de Jo, YC0LOW


    Pada 2011/6/18 Adhi Bimbo YB3MM <yb3mm@mdxc.org> menulis di maillist OrariNews

    Halo semua,
    Mohon sekiranya berpartisipasi dalam survey tentang 9N (Nepal) untuk band dan mode http://www.mdxc.org/nepal/topic1/index.html
    Terima kasih atas partispasinya.

    Adhi Bimbo YB3MM
    Email: yb3mm@mdxc.org

    13 Juni 2011

    Posisi dan Skor Tidak Resmi YE1C pada Kontes CQWW WPX CW 2011

    Sertifikat untuk YE1C, CQWW WPX CW, 2011
    Saya merasa beruntung dilibatkan dalam kegiatan kontes ini. YE1C dengan skor 7,629,215 ada pada peringkat dunia nomor 14 dari 67 stasiun kontes yang sudah menyerahkan claimed score-nya (sampai artikel ini ditulis).

    Saat mengoperasikan YE1C di Gn Malang, 2010
    Hingga pesan ini ditulis, posisi YE1C adalah #1 di Oceania dan -tentu saja- nomor 1 di Indonesia!


    Selengkapnya:
    http://pileup.ru/search.php?call=YE1C&year=2011&contest_short=cqwpx_cw

    Lihat video di saat Terry YC1KAF dan Yon, YB1CCF mengoperasikan YE1C dalam kontes CQWW 160m CW, 2011:
    Klik 

    http://youtu.be/zGfaevh2uuA

    atau, video yang dibuat oleh Gus YB1ALL saat saya sedang memberi penjelasan kepada Gun YB1LZ di Gunung Malang, Ciater, Jawa Barat (2011):

    http://www.youtube.com/watch?v=9t0V6uxs4QY


    Peralatan yang digunakan:


    Transceiver:  Icom IC 7800, Elecraft K3, Yaesu FT1000MP (vintage) dan Kenwood TS930


    Linear amplifier: Emtron DX3, Acom 1000


    Antena TX:
    - 2 buah full sized wire dipole, homemade (untuk masing-masing band 80m dan 160m)
    - 1 buah full sized alumunium tubing, homemade (40m, 1 elemen)
    - KT36XA – Threebander 6 elements


    Antena RX
    - Reversible Beverage buatan Gary, KD9SV, arah utara dan selatan, panjang 238m, tinggi 1m DPT
    - Single wire Beverage buatan Danu, YC1GCL, arah utara 30 derajat, 176m, tinggi 1m DPT
    - Coax loop ala N6RK


    Kotak kontrol KD9SV (kiri), Hi-Z 4-sq RX array (tengah), N6RK coax loop RX (paling kanan), 
    di atas IC-7800
    Operator: Anil YB1MBA (penanggung jawab), Gus YB1ALL, Nyoman YB1NWP, Terry YC1KAF, Danu YD1GCL, Joz YD1JZ, Asep YB1KIZ, Pri YB0ECT dan Jo YC0LOW.


    Danu YD1GCL dan Terry YC1KAF di meja operator.

    Keduanya anggota Lokal Bekasi, Jawa Barat.                                

     










    Tim Pendukung: Gun YB1LZ, Herry YC1HQQ, Rozalina YC1MAM, Buce YC1BAH, Yayan YC1BTV, Damil YC1DML, Kasmuri YC1MRI,  Sutrisno YD1OLG dan 
    Rizal YD1ORZ

    07 Juni 2011

    Opini Pengguna Yaesu FT-450 di Indonesia?

    Pada 7 Juni 2011, saya menulis pada Orari News sbb:


    Salah satu kegiatan tambahan yang terlaksana di Gn Malang, saat saya dkk hadir sebagai operator YE1C pada kontes WPX CW, 20011 yang baru lewat, adalah demo dari Nyoman, YB1NWP, tentang Yaesu FT-450 miliknya.


    Saat itu pula, didemonstrasikan penggunaan Yaesu tsb dengan rangkaian ensemble kit Software Defined Radio (SDR).


    Walau presentasinya terbatas dan singkat, saya tertarik dengan hasil penerimaan yang luar biasa. Kami mencoba transceiver tsb dengan rangkaian SDR Softrock 160m (milik saya) dan juga milik Nyoman yang dirakitnya untuk multibands.


    Dari opini/review yang saya lihat pada
    http://forums.qrz.com/showthread.php?160293-Yaesu-FT-450-any-opinions, saya berkesimpulan bahwa transceiver ber-DSP generasi baru ini, mutu penerimaannya tidak kalah dengan transceivers high-end dan yang mahal lainnya untuk LOW bands. Dan, harganya pun lumayan terjangkau. Barang tersedia di Versakom, agen resmi Yaesu, Jakarta (saya tidak ada hubungan bisnis dengan toko tsb - Jo)

    Saya ingin mendengar kesan dan pesan para pengguna Yaesu FT-450 di Indonesia. Apa saja PRO dan CON-nya? Silakan ditulis di milis ini supaya teman-teman lain bisa mengikutinya.


    Saya berharap OM Nyoman bersedia mempresentasikan sekali lagi secara lebih rinci di hadapan lebih banyak teman pada saat ada kegiatan lagi di Gn Malang.


    Tnx es 73 de Jo, YC0LOW