31 Oktober 2008

UNUN Dual Impedance

Gbr. 1. Diagram skema UNUN

Yth OM Dhismas,
Ya, saya membuat sendiri UNUNnya. Outputnya adalah dual-impedance (28 Ohms dan 12,5 Ohms). Skemanya, lihat Gbr.1 (kanan). Mudah-mudahan toroid-nya sama, yaitu FT-150K atau FT-150J
Selamat bereksperimen. 73

From: "wo2k" <dhismas_w@yahoo.com.sg>
To: <yc0low@gmail.com>
Sent: Thursday, October 30, 2008 3:07 PM
Subject: UNUN dual impedance

Sore OM Jo,

OM, dalam email di bawah dikisahkan anda menggunakan unun. Pertanyaan saya adalah apakah anda membuat sendiri unun tsb? Kebetulan saya juga butuh unun dengan impedansi 25 ohm untuk antenna vertikal saya. Saya -kebetulan- sudah ada toroid yang juga baru datang dari Amidon. Kalau anda membuat sendiri, mohon informasi skemanya. Terima kasih

de ycØnho


Jo, YC0LOW wrote:
OM Hendro,
Per Minggu (25/5) sekitar maghrib (WIB) antena TX top-loaded vertical untuk topband (160m) siap dioperasikan. 

Gbr.2. Sampul buku W2FMI
Dibantu oleh Leo, YD0NWU, proses penalaannya cukup cepat sehingga saya mendapatkan nilai SWR 1,6:1 pada 1825 kHz. SWR terendah (unity) jatuh pada 1800 kHz. Matching system pada feedpointnya menggunakan UNUN dual impedance (12.5 Ohm dan 24 Ohm) ala W2FMI (lihat Gbr 2, kiri). Secara teoritis, tipikal impedansi feedpoint akan berkisar sekitar 25 Ohm. Kabel coax yang digunakan adalah Andrew 7/8 inch hardline sepanjang 21 meter.

29 Oktober 2008

VU7SJ dan VU4RG

Lagi-lagi National Institute of Amateur Radio (NIAR), di Hyderabad, organisasi utama Amatir Radio di India melakukan kegiatan DXpedition dalam rangka merayakan silver jubilee-nya. Caranya, amatir radio dari seluruh dunia diundang untuk mengaktifkan stasiun di sana, sambil liburan dari 24 Oktober 2008 sampai dengan 3 November 2008. Beberapa pihak di India menyediakan akses internet untuk kegiatan ini. Stasiun-stasiun yang diaktifkan telah meramaikan kontes CQWW SSB, sejak pekan lalu.


Saya pernah menulis tentang kegiatan NIAR ini pada 2006. Silakan lihat "Bukan dari India, VU4AN/VU3RYC, Sabtu,, April 22, 2006 11:57 AM" pada Kronik Topband di Indonesia
http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2008_02_01_archive.html


VU7SJ (dari pulau Agati, Lakshadweep) dan VU4RG (dari pulau Andaman) sudah mengudara. Semalam terdengar di Cinere pada topband (160m) dan 80m, mode CW. Keduanya dioperasikan oleh amatir radio asal Jerman.


Bagi mereka di Indonesia yang belum memperolehnya, silakan diburu. Sinyal dari kedua pulau ini tergolong semi-langka terdengar pada LOW bands. Lokasinya yang dekat dengan Indonesia (hanya sekitar 4170 kilometer dari Cinere, 295 derajat) bisa menjadi jaminan keberhasilan QSO lebih dari 90%.

17 Oktober 2008

VK9DWX dan VK9CNC pada Topband (160m), Oktober 2008.

Sejak hari pertama operasinya di pulau Willis, 9 Oktober 2008, sinyal dari VK9DWX hanya terdengar lemah dan QSB di Cinere. 

Penyebabnya bukan karena operator stasiun DXpedition ini kurang canggih (lihat http://www.vk9dwx.de/index.php) melainkan memang kondisi propagasi di QTH saya yang buruk. Sejak Ramadhan 2008, noise level tidak pernah di bawah S9 dan selalu dipenuhi dengan static crash. Entah apa yang terjadi...


Karena alasan-alasan tsb di atas, saya malas mendengar top band. Padahal di internet, terjadi eforia dan pertukaran informasi antar-topbander di Amerika Serikat dan JA, VK/ZL dan Pacific, yang menyatakan bahwa kondisi band sangat baik untuk komunikasi dua-arah. Saya mencurigai kinerja antena T-loaded vertical saya yang saya gunakan untuk RX. Untunglah, semalam VK9DWX terdengar bekerja secara konsisten pada 1826.5 KHz, QSX 2 KHz, up/down, sejak sunset tiba di Cinere: 1148Z. Ini membuktikan bahwa propagasi-lah yang menjadi masalah.


Pada website-nya ada semacam prediksi kondisi propagasi terbaik per band. Informasinya sangat gamblang di sana. Saya coba ikuti hasilnya dan ternyata semalam banyak benarnya. Sinyal VK9DWX menguat pada 1400Z. Dan saya masuk ke dalam log mereka pada 1451Z. Informasi tentang waktu terbaik untuk top band juga saya dapatkan via SMS dari YB3MM op OM Adi yang sudah lebih dulu 'memborong' QSO dengan stasiun ini (selamat utk OM Adi).


Saya mendapat konfirmasi QSO pada top band dan 80m dari VK9WI, di 2006. Yang juga saya cari adalah VK9CNC dari pulau Norfolk. Sayang, stasiun yang disebut terakhir ini sudah lebih dulu QRT. Masa operasinya (oleh VK2CCC) terlalu singkat untuk sebuah entitas DX yang langka.

27 September 2008

Dua September yang Berbeda

Kondisi propagasi topband (160m) pada dua September (2007 dan 2008) memang jauh berbeda. Tahun ini, sangat buruk karena tidak banyak stasiun DX yang bisa dijaring di Cinere. Padahal, tiap equinox biasanya memberi peluang yang lebih besar untuk berkomunikasi jarak jauh. Berikut statistik dalam log saya:


*September 2007: 9M2, UA4, ZS1, ZS6, JA6, LA9, G0, 3B7, OM3, 9V1, JA1, UA3,
SM3, G3, RX0, G4, VK9,JA3, JL8. Total= 11 negara DXCC


*September 2008: BT1, YC2, VK6, 9M2. Total= 4 negara DXCC. Pada bulan ini, terdapat beberapa stasiun 'langka' pada topband seperti OJ0, H44. namun tak satu pun terdengar


Ini membuktikan bahwa siklus kondisi propagasi pada topband tidak dapat diasumsikan akan sama dan berulang tiap tahun - setidaknya demikianlah di Cinere. Semuanya tergantung pada sunspots. Bagi yang berminat DXing pada band ini, tak ada jalan lain kecuali berada di sana, memantau setiap saat...


Apakah pada Oktober 2008 akan membaik? Wallauhu a'lam.

24 September 2008

A New Sunspot Emerges


Re: [orari-news] Fw: A New Sunspot Emerges


Yth OM Bam, YB0KO/1
Secara teoritis, periode equinox akan membuat kondisi istimewa yg sama antara northern/southern hemispheres. Memang, pengaruh pembukaannya sudah terbukti dalam 3 minggu ini. QSO Topband (160m) antara stasiun di pantai barat AS --dan Eropa-- dengan VK/ZL terus-menerus terjadi dengan baik. DX Cluster dipenuhi dengan data spot seperti tsb. Stasiun-stasiun VK/ZL bisa 'berpesta' dengan stasiun dari HP, OA, LU lands pada 160m.


Tapi, sayangnya, kondisi itu TIDAK berlaku di musim ini bagi stasiun saya di Cinere. Bila dibandingkan dengan bulan-bulan yang sama di tahun-tahun sebelumnya, periode kali ini adalah lebih buruk. 

DX yang terdengar adalah hanya dari VK, JA dan 9M2. Pada 13 Agustus 2008, saya sempat mendengar sinyal N6TR saat usai Maghrib, WIB. Kuatnya QRN di equatorial zone menjadi penghalang untuk mendengar sinyal dari jauh lainnya.


To call or not to call. That's what (topband) DX is...


Tnx es 73 de Jo, YC0LOW


----- Original Message -----
From: unclebam@gmail.com
To: orari-news@yahoogroups.com ; i-ares@yahoogroups.com
Cc: Buldan Muslim ; Imam YB4IR ; Sardjana@ptphapros ; Pri Handoyo ; Jo,YC0LOW ; dudy ; Soekardi Kardi ; dhismas ; Taufan Prioutomo
Sent: Tuesday, September 23, 2008 8:40 AM
Subject: [orari-news] Fw: A New Sunspot Emerges


1 - good news fr DXers:
WELCOME Sunspot Cycle # 24, walopun quote: ....."is an encouraging sign that the 11-year solar cycle is indeed progressing, albeit slowly" ....
unquote

2 - btw, mas jo -- EQUINOX ini ada pengaruh significant pd "bukaan" top band nggak, terutama buat qt yg di southern hemisphere dan "ngarepin" bukaan to the northern one?

73
[bam]

----- Original Message -----
From: "SpaceWeather.com"
To: "SpaceWeather.com"
Sent: Monday, September 22, 2008 10:53 PM
Subject: A New Sunspot Emerges

Space Weather News for Sept. 22, 2008
http://spaceweather.com

NEW SUNSPOT: For the first time in months, a significant sunspot is emerging on the sun. It is a fast-growing active region with two dark cores, each larger than Earth. The magnetic polarity of the sunspot identifies it as a member of new Sunspot Cycle 24. Because the year 2008 has brought so many blank suns, some observers have wondered if we are ever going to climb out of the ongoing deep solar minimum. Today's new sunspot is an encouraging sign that the 11-year solar cycle is indeed progressing, albeit slowly. Visit http://spaceweather.com for sunspot photos and updates.

SEPTEMBER EQUINOX: Seasons on Earth change much faster than they do on the sun. Today, autumn begins in the northern hemisphere and spring in the southern hemisphere when the sun crosses the celestial equator. The crossing, called the "equinox," takes place at 1544 UT (11:44 EDT) on Monday, Sept. 22nd. Happy equinox!

13 September 2008

YC2EUZ Muncul pada Topband (160m)

Pagi ini (WIB) atau , 12 September 2008, UTC, sked kami terlaksana dengan baik. YC2EUZ op Dadang di Temanggung, Jawa Tengah, muncul menjawab panggilan CQ saya pada 1824 kHz, moda CW, dengan sinyal yang kuat. Pada 2212Z, kami bertukar laporan RST. Saya mengirim 579 baginya dan mendapat 599.


Kondisi propagasi tidak bagus, namun untuk jarak antara Cinere - Temanggung, kualitas sinyal seperti yang kami alami pagi ini sudah lebih dari cukup -sebuah armchair copy . Terakhir sekali saya menjalin QSO pada 160m, CW, dengan stasiun dari Jawa Tengah adalah dengan YB2UU di Semarang (Agustus 2006).


Terima kasih untuk OM Dadang, YC2EUZ. Selamat datang di 160m, kerajaan derau tak bertuan. CUAGN es 73 de Jo, YC0LOW.

05 September 2008

Kartu QSL VP6DX, Ducie Island

Saya yakin bahwa kawan-kawan yang berhasil kontak dengan VP6DX sudah mendapat balasan kartu QSLnya. Saya sendiri menerimanya pada awal minggu ini.


Kalau tidak salah, manajer kartu QSLnya mensyaratkan US$ 2.00 untuk mendapatkan balasannya. Tadinya, saya pikir mereka hanya kekurangan arus kas, namun setelah menerima kartu QSLnya maka mengertilah saya mengapa harus senilai US$ 2.00.


Kartunya setebal 32 halaman, berwarna penuh, seperti layaknya sebuah booklet! Foto-fotonya sangat baik berkwalitas profesional. Seleksi fotonya telah mengungkapkan tahap-tahap kegiatan para amatir radio di atol tak berpenghuni itu. Dan, yang terpenting, 'pesan sponsor' dari beberapa pabrik peralatan amatir radio yang digunakan pada DXpedisi ini (tiang fiberglass, band-pass filter, dummy load, transceiver, RX antenna, micro keyer, telepon iridium) disajikan dalam cara yang soft-sell dan indah.


Dalam catatan saya, inilah kartu QSL dari sebuah DXpedisi yang berbentuk buku, paling tebal halamannya, paling lengkap isinya dan paling bagus untuk dikoleksi! Bila Anda belum mengirim karena biaya 'mahar'-nya sebesar US$ 2.00, maka kirimlah sesegera mungkin. 73 de Jo, YC0LOW

27 Agustus 2008

Kisah Kartu QSL dari EX8F

Gbr, 1 Kartu QSL lama dari Vlad
Letak Kyrgyztan 'hanya' sekitar 6250 km dari Cinere. Namun, tidak banyak stasiun yang memancar dari negara tersebut, apalagi pada topband (160m).


Ketika Vlad, EX8F, muncul pada 10 Maret 1998, 2245Z di 1823KHz, saya segera memanggilnya. 

Dia beroperasi simplex dan singkat cerita QSO dua-arah terlaksana dengan sempurna. Saya mengirim RST 579 dan mendapat 599 darinya. 

Saat itu, saya menggunakan antena TX tipe dipole dengan feeder ladder-line 450 Ohm yang terhubung ke transceiver Yaesu FT1000-MP saya melalui sebuah transmatch MFJ.


Karena stasiun EX merupakan yang langka, dengan penuh semangat, saya segera kirim langsung kartu QSL melalui pos tercatat serta dua greenstamps dan SAE yang dialamatkan ke kotak pos di Kara Balta. 

Kartu saya tsb berbalas hampir dua tahun kemudian (Desember 2000). Namun, ketika saya mau klaim award DXCC 160m, satu-satunya kartu dari EX tidak saya temukan. Dengan 'terpaksa' saya hanya menyertakan kartu-kartu QSL sebanyak 104 negara DXCC pada 160m. 

Pada saat mengirim klaim ke ARRL di Amerika Serikat, saya juga mengirim ulang kartu saya ke Vlad, EX8F, dengan kelengkapan seperti disebutkan di atas (lihat Gbr.1)


Minggu lalu, saya kembali mendapat kartu EX8F. Kali ini, kartu QSLnya penuh dengan warna. bagus (lihat Gbr. 2, bawah). . Sangat berbeda dengan kartu pertama yang sangat sederhana dalam desain dan warna seperti yang saya terima pertama kali.

Gbr. 2, Desain kartu QSL baru dari Vlad EX8F
Yang tak berubah dari seorang Vlad, adalah sportifitasnya untuk membalas kartu QSL untuk sebuah QSO pada topband yang terjadi sepuluh tahun lalu. 

Dia tahu persis nilai sebuah QSO dalam sebuah kartu QSL...

29 Juli 2008

DXCC 160m Dirilis untuk YC0LOW, 29 Juli 2008


From: "Jo,YC0LOW" <yc0low@gmail.com>
Sent: Tuesday, July 29, 2008 4:20 PM
Subject: [orari-news] DXCC 160m Dirilis untuk YC0LOW

Dua minggu lalu, saya mendapat kiriman paket pos dari ARRL. Dalam kotak tsb, terdapat kartu-kartu QSL yang saya gunakan untuk mengklaim award ARRL DXCC 160m, CW yang saya kirim April 2008 dengan pos kilat, tercatat. Tibanya paket pos tsb di Cinere menjadi indikator bahwa proses pengajuan klaim sudah selesai di Newington. Seminggu kemudian, Bill Moore, NC1L, mengirimi e-mail, sbb:

>>From: "Moore, Bill, NC1L" <nc1l@arrl.org>
>>To: "Jo,YC0LOW" <yc0low@gmail.com>
>>Sent: Saturday, July 05, 2008 11:41 PM
>>Subject: YC0LOW
>
>>Jo:
>>All was completed on July 1. Please allow 3-5 weeks for delivery.
>>Regards
>
>>Bill Moore NC1L
>>Awards Branch Manager


Setelah lebih dari 10 tahun lamanya saya bergiat DX pada topband (160m), saya hanya berhasil mengumpulkan 104 negara DXCC (lihat http://www.arrl.org/awards/dxcc/, DXCC Listing|160m). Negara-negara DCXX yang saya dapatkan, jumlahnya sama besar dengan 9M2AX. Daftar penerima award telah dirilis oleh ARRL pada alamat tsb dalam file format PDF, per 29 Juli 2008. Hingga pesan ini ditulis, cetakan award belum tiba di kotak pos saya. Gambar sertifikat di atas saya muat ke blog ini pada 16 Desember 2008 -Jo)

Terima kasih untuk teman-teman yang selalu menyemangati/membantu saya untuk mencapai hal yang 'nyaris' mustahil dari equatorial zone. That's what friends are for...

25 Juli 2008

Top Loaded Vertical dan Kondisi Topband, Juli 2008

Pertengahan Mei 2008 antena top-loaded vertical untuk TX pada topband (160m) siap dioperasikan untuk DXing. Kesempatan pertama adalah ketika mengudara sebagai YE100K (akhir Mei 2008). Hanya terjaring 9M2AX sebagai stasiun DX. Selebihnya lokal. Sejak itu, kondisi propagasi buruk terus. Namun, dalam beberapa minggu terakhir, topband menjadi lumayan bagi sinyal YC0LOW terbang ke Malaysia, Jepang Australia dan Bogor. Beberapa stasiun DX (9M2AX, VK6ABL, JH2FXK, YF1OO) mengirim DX spots karena mendengar sinyal 100 Watt dari Cinere sejak pertengahan Juli 2008. Saya sengaja mencoba ber-QSO dengan daya sebesar itu untuk mengamati dan membandingkan kinerjanya dengan antena inverted-L terdahulu.

Laporan dari NASA, 11 Juli 2008, http://science.nasa.gov/headlines/y2008/11jul_solarcycleupdate.htm menyatakan bahwa Cycle 23 (yang sekarang sedang kita alami) berada pada kondisi solar minimum yang terendah dalam siklus kegiatan 11 tahunannya. Kalau diterjemahkan secara optimistis, maka what comes down MUST go up.

Selamat datang Solar Max! Gembirakanlah tiap hati (low/top band) DXer. Mudahkankan sinyal kami untuk terdengar di tempat mana pun yang dituju...

01 Juni 2008

YE100K Sudah Mengudara

Re: [orari-news] YE100K Sudah Mengudara


Walau kondisi propagasi buruk, YE100K muncul pada topband (160m) sejak 1210Z, 31 Mei 2007, pada 1819.7 kHz, CW. 

Masuk ke dalam log-nya stasiun-stasiun sbb: YF1OO (1309Z), YC1DOL (1453Z), YC1COZ (1456Z) dan 9M2AX (2212Z). Ketiga stasiun yang disebut pertama adalah dari Bogor. YF1OO adalah OM Zamiel, seorang old-timer

Terima kasih untuk check-in, juga kepada Roy dan Feri.


Rute kartu QSL adalah via Rusdy, YB0KYM.


73 de Jo, YC0LOW (op. 160m).

From: Pri Handoyo, YB0ECT.
To: orari-news@yahoogroups.com
Sent: Saturday, May 31, 2008 9:37 AM

Hello All,
YE100K special call dalam rangka Kebangkitan Nasional ke 100 telah mengudara pada semua band amatir radio
[snip]

31 Mei 2008

Special Call Station: YE100K

Kamis, 22 Mei, 2008 di Orari-News Maillist

ORARI Kebon Jeruk, Jakarta, akan mengoperasikan stasiun special call YE100K untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Mei, 1908 - 2008. Stasiun tsb akan mengudara dari 31 Mei 2008 pukul 0000 UTC sampai dengan 01 Juni, 2008, pukul 23.59 UTC - all bands/all modes (termasuk topband/160m). Saya akan mengoperasikan stasiun 160m.

QSL Manager via Rusdy - YB0KYM melalui P.O. Box 6302 JKBKJ, Jakarta 11063. Informasi rute kartu QSL pada QRZ.com <http://qrz.com/>

73 de Jo, YC0LOW

25 Mei 2008

Antena TX top-loaded Vertical 160m Siap Dioperasikan

From: hendro s.joedho
Sent: Sunday, May 25, 2008 2:43 PM

Ini ceritanya OM Jo sebulan yll, kira2 setelah harga BBM naik, antenna OM Jo udah naik lagi blom yang tiangnya fibreglass. cmiiw.

Saya lihat QSL Cardnya YC0LOW untuk 160meter dan YB0WR di 80 meter sebagai wakil YB-land di CD daftarnya ON4UN - bonus bukunya.

73 de yc0qr
"Jo,YC0LOW" <yc0low@gmail.com> wrote:
Sudah hampir dua bulan ini tiang bambu penyangga antena transmisi saya patah dan saya belum sempat memperbaikinya karena kesibukan pekerjaan yang meningkat. Walau bahan-bahan untuk mendirikan antena baru sudah lengkap dan siap, tapi masih saja ada kendala waktu untuk menyelesaikan itu.


OM Hendro,
Per Minggu (25/5) sekitar maghrib (WIB) antena TX top-loaded vertical untuk topband (160m) siap dioperasikan (lihat gambar kiri atas). Dibantu oleh Leo, YD0NWU, proses penalaannya cukup cepat sehingga saya mendapatkan nilai SWR 1,6:1 pada 1825 kHz. SWR terendah (unity) jatuh pada 1800 kHz. Matching system pada feedpointnya menggunakan UNUN dual impedance (12.5 Ohm dan 24 Ohm) ala W2FMI (lihat gambar bawah) Secara teoritis, tipikal impedansi feedpoint akan berkisar sekitar 25 Ohm. Kabel coax yang digunakan adalah Andrew 7/8 inch hardline sepanjang 21 meter.

Jumlah elevated ground radials-nya adalah (masih) tiga utas kawat tipe NYAF berinsulasi, diameter 2.5 mm sepanjang 1/4 panjang gelombang dengan ketinggian 3.5 meter. Penyebaran kawat radial belum terbentang secara sempurna tetapi sudah cukup memuaskan untuk mengembalikan current. Dalam beberapa hari mendatang, saya akan rapikan sehingga diharapkan SWR bisa lebih baik pada 1825 kHz. Juga, akan diperiksa bila ada RF feedback yang
kembali ke arah hamshack pada outer coax. Konon, sistem elevated radial bisa menyebabkan ini terjadi - apalagi bila QRO. Mudah-mudahan bisa mengudara dengan baik dengan special call YE100K pada Sabtu mendatang. Saya akan usahakan untuk muncul pada LSB untuk rekan-rekan di Nusantara.

Mengenai kartu QSL saya di buku John, ON4UN: Low-Band DXing memang benar adanya (lihat gambar paling bawah). Kami jumpa di topband pada Maret 1997, subuh WIB. Dia mengirim RST 579 untuk saya. Jarak antara kami adalah lebih dari 11.000 km. Saat itu, antena TX yang saya gunakan adalah full-sized dipole dengan ladder-line 450 Ohm sebagai feeder. Daya 200 Watt.

13 Mei 2008

Re: T-loaded Antena untuk TX pada 160m

From: wo2k
Sent: Monday, May 12, 2008 10:07 PM

OM Jo,
Melanjutkan diskusi tentang antena, ya. Semoga anda tidak keberatan :-)

Berbicara tentang Top Hat ( atau Capacitive Hat ya???), berapa derajat sudut yang "diijinkan"?. kalo saya lihat di antena anda, terlihat ada cukup space untuk membentang top hat-nya, sehingga sudut yang terbentuk cenderung landai. Saya mengalami kesulitan untuk membentang yang agak lebar, yang membentuk sudut yang landai.

Saya lihat top hat anda simetris kiri dan kanan. Bagaimana kalau saya bikin beberapa top hat, tetapi tidak simetris kiri dan kanan. Kondisi yang memungkinkan di tempat saya adalah menarik top hat ke arah 270 derajat, 210, dan 180 derajat.

Apakah memungkinkan saya melakukan scaling untuk antena Anda tsb?

Salam
Dhismas, YC0NHO
OM Dhismas,

Prinsipnya, makin kecil besaran sudut antara kawat utama radiator dengan kawat top-load maka akan terjadi RF cancellation yang membuat kinerja antena tx menjadi buruk. Sudut yang disarankan adalah >45 derajat. Namun, bila terkendala oleh lahan, maka lakukan apa yang bisa.

Kalau panjang kawat top-loadnya tidak simetris, saya belum pernah coba. Menurut saya, mungkin, pada ujung antena vertikal tidak ada efektifitas capacitive loading-nya.

Untuk scaling down dimensi antena saya (mungkin ke band 3.5 MHz, ya?), saya kira bisa saja. Dalam buku Low Band DXing, Edisi Keempat, ada chart 1/4 panjang gelombang, current fed T-antenna, halaman 9-44, Chapter 9. Kira-kira isinya: tinggi kawat vertikal 13 meter, panjang total kawat horisontal 10 meter, diameter kawat 2 mili meter. Radiation resistance-nya sekitar 25 Ohms.

Maaf bila ada penjelasan saya yang salah.


Re: T-loaded Antena untuk TX pada 160m

From: "Sulwan Dase" <yb8eip@mdcsulsel.web.id>
Sent: Monday, May 12, 2008 9:32 AM


Saya mengerti sekarang. Jadi memang permasalahan kita sama ya, yaitu masalah luas lahan utk mendirikan antena. Kemudian, saya ada satu pertanyaan lagi OM Jo (jangan bosan ya): Manakah yang lebih bagus: antena dgn polarisasi vertikal atau horisontal? Trims sebelumnya. -
Sulwan - YB8EIP

OM Sulwan,
Untuk long haul/DX pada topband (160m), saya kira lebih bagus antena TX vertikal. Asumsinya, rata-rata ketinggian feedpoint maksimal yang dimiliki oleh amatir radio adalah 25 m. Bila antenanya dipole, ketinggian itu hanya nyaris 1/7 panjang gelombang pada 160m. Pada antenna modelling software akan terlihat sudut pancar RF-nya sekitar 45 s/d 50 derajat. Padahal, untuk DX, sudut pancar yang baik dimulai dari <30 derajat. Besaran sudut tsb bisa
dicapai oleh antena vertikal dengan ketinggian yang sama dan jumlah kawat untuk ground radials-nya cukup banyak.

Pengalaman saya membuktikan bahwa kuat sinyal dengan antena TX full-sized dipole terdengar long path di W4ZV (North Carolina, AS) dengan daya pancar 400 Watt (1996). Beberapa tahun kemudian (2007), ketika menggunakan antena inverted-L, stasiun yang sama menerima baik sinyal saya dengan daya100 Watt saja (2007).

Lihat artikel "Terdengar di W4ZV, North Carolina, AS, Selasa, November 20, 2007 7:39 AM" pada blog saya http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/

Re: T-loaded Antena untuk TX pada 160m

From: Sulwan Dase
Sent: Monday, May 12, 2008 7:52 AM

OM Jo, apakah penggunaan antena TX dan RX di 160m selalu dibuat berbeda? Trims

Sulwan, YB8EIP

OM Sulwan,
Pada topband (160m) antena TX dan RX tidak selalu dibuat berbeda. Tergantung kondisi luasnya lahan. Pada awal DXing di sana (1997), saya hanya mengandalkan antena TX jenis dipole untuk RX. Makanya, kemajuan DXCC-nya sangat lambat karena saya lebih sering tidak dapat meng-copy sinyal lemah dari stasiun baru di sana. Maklumlah, Indonesia sangat kaya sumber daya -termasuk deraunya (noise) dan saya tinggal di kawasan perumahan yang padat.

Pembuatan antena RX untuk topband menjadi lebih mungkin dengan munculnya beberapa jenis yang berdimensi wajar (bila dibandingkan Beverage) seperti K9AY, Flag/Pennant dan EWE. Beverage dan dua jenis antena RX yang disebut terakhir sudah pernah saya coba dan hasilnya cukup bagus untuk mereduksi noise dan sekaligus memiliki directivity.

11 Mei 2008

Re: Top-Loaded Antena untuk TX pada 160m

From: wo2k
Sent: Saturday, May 10, 2008 8:22 PM

Proficiat OM Jo,

sekedar pengin tahu saja, kenapa anda berganti dari inverted-L ke
T-loaded antenna? (Tentu saja alasan yg terkait dgn kegiatan di top band bukan alasan bambu patah :-) hehehe..

Kemudian mohon diceritakan sedikit dongeng terkait dengan antenna yang baru ini, terutama di bagian take off angle sama prediksi/pengalaman temen lain terkait performanya di top band.

Oh ya, yang anda tuning itu elevated radialnya atau top loadednya?

Dhismas, YC0NHO

OM Dhismas,

Terima kasih untuk tanggapan dan pertanyaannya. Saya coba jawab sesuai pemahaman sederhana saya yang notabene bukan seorang engineer.

Saya berganti dari antena TX tipe inverted-L ke top-loaded vertikal karena ingin mencoba sesuatu yang baru. Walau saya puas dengan kinerja antena inverted-L lama, namun berdasarkan referensi, pola radiasi inverted-L tidaklah murni 'vertikal' karena ada bagian kawat radiatornya yang terentang secara horisontal - betapapun pendeknya. Secara teori, sudut take-off antena tx vertikal akan lebih rendah dari pada jenis antena lain, bila diasumsikan ketinggiannya rata-rata.

Juga, di lokasi lama, sudah tidak mungkin didirikan tiang pada pohon karena sebagian batang pohonnya patah. Karenanya, lokasi tiang penyangga harus saya geser sekitar 15 meter dari pinggir pagar rumah ke bagian tengah lahan. Ruang di lokasi baru hanya ada di dak beton terbuka pada teras lantai dua. Ketinggian dak sekitar 3,5 meter DPT akan memberi keuntungan untuk tiang fiberglass sepanjang 18 meter. Ini merupakan upaya 'in search of exellence'.

Hal lain adalah: dengan feedpoint yang 'mengapung' (elevated) tsb saya bisa eksperimen untuk menggunakan 1/4 panjang gelombang elevated radials (sesuatu yang belum pernah saya coba). Menurut Dick, K5IU, dalam buku Low Band DXing, yang diinginkan dari sistem radial adalah agar supaya radiasi dari kawat radial horisontal tsb tertahan sehingga tidak akan ada pola distorsi sekaligus akan mengurangi pola radiasi high-angle

Jadi, yang di-tune adalah kawat elevated radial-nya. Menurut Bjorn, SM0MDG, dalam setahun, dia memperoleh 100 DXCC-nya dengan set-up antena yang konstruksi dan instalasinya saya tiru sepenuhnya ini.

Hingga pesan ini ditulis, saya belum memancar dengan antena baru ini. Masih mengerjakan sistem grounding (DC dan RF), dll. Rencananya, akan dicoba ketika mengoperasikan stasiun special call YE100K (memperingati Hari Kebangkitan Nasional) pada top band (160m), 31 Mei 2008.

09 Mei 2008

Top Loaded Antena Vertikal untuk TX pada 160m



Awal Mei 2008 bukan cuma memperingati Hari Kebangkitan Nasional, melainkan juga memulai lagi upaya mendirikan antena transmisi (TX) untuk topband (160m) di Cinere.

Dua bulan lalu, tiang bambu penyangga antena TX tipe inverted-L saya rubuh diterjang angin besar. Sejak hari itu, praktis tidak aktif mengudara. Pada minggu-minggu berikutnya, sejumlah antena RX saya pun harus diruntuhkan karena adanya perbaikan taman di lingkungan perumahan. Memang, dalam beberapa tahun belakangan ini saya memanfaatkan taman tsb sebagai lokasi antena RX.

Antena TX baru untuk beroperasi pada top band yang saya buat adalah jenis top-loaded vertical. Ada dua referensi skema yang saya gunakan, yaitu dari Mori, JH1GVY (gambar kanan atas), dan dari Bjorn, SM0MDG. Ciri-ciri dari kedua referensi antena tsb hampir sama. Bedanya, Bjorn menggunakan tiga kawat sebagai top-hat. Tiang penyangganya adalah fiberglass teleskopis sepanjang 18 meter buatan Spiderbeam, Jerman (gambar kiri atas). Kebetulan saya memiliki barang tsb.

Untuk penyesuai impedance, digunakan home-made dual output UNUN dengan material Amidon FT-50-J dengan gulungan quadrifilar ala W2FMI 1.78:1 - HDU 50. 

UNUN ini sudah saya gunakan selama satu setengah tahun untuk antena TX tipe inverted-L dan bekerja baik untuk high-power. Skematik gulungan ada pada gambar di bawah ini. Selamat mencoba!



07 Mei 2008

Montenegro (DXCC #104) Confirmed pada 160m, CW

Zivojin, operator 40/YT1HA, muncul pada topband (160m) sekitar dini hari (WIB) pada 31 Januari 2008. Beberapa hari sebelum kemunculannya, banyak pendapat di Topband Reflector yang memasalahkan apakah negara Montenegro merupakan sebuah entitas baru yang diakui oleh DXCC Desk ARRL.


Dalam dunia DXing, berlaku prinsip 'work first worry later' (WFWL). Inilah yang mendorong saya untuk memanggil stasiun ini. Pada 2140Z, kontak dua-arah terlaksana dengan mudah (karena jarak antara saya dengannya hanya lebih dari 10.000km). Saya mengirim RST 559, sedangkan saya mendapat 599 dari Zivojin. Mungkin, kuat sinyal saya di Montenegro terbantu karena adanya sun rise enhancement di Indonesia.


Saya bersyukur bahwa pada akhirnya, Montenegro diakui sebagai entitas DXCC baru. Konfirmasi 4O/YT1HA tiba hari ini di kotak pos. Montenegro menjadi negara DXCC ke-104 dalam koleksi kartu QSL 160m saya.

25 April 2008

Klaim Award DXCC 160m, 19 April 2008

Sudah hampir dua bulan ini tiang bambu penyangga antena transmisi patah dan saya belum juga sempat memperbaikinya karena kesibukan pekerjaan yang meningkat. 

Walau bahan-bahan untuk mendirikan antena baru sudah lengkap dan siap, tapi masih saja ada kendala waktu untuk menyelesaikan itu.

Jumat 19 April 2008, saya mengumpulkan kartu-kartu koleksi 160m yang saya peroleh dalam kurun waktu lebih dari sepuluh tahun lamanya. Sampai hari itu, statistiknya adalah Worked: 107 negara sedangkan Confirmed: 104 buah. Berikut adalah tabelnya:


LIST OF CONFIRMED DCXX COUNTRIES on 160 METERS, CW, April 19, 2008

(Number, Call Sign, Date of QSO, Country)









1 3B7RF 11-May-98 Agalega & St. Brandon

2 3D2DK 30-Dec-98 Fiji



3 3W5FM 1-Feb-97 Vietnam



4 4F2KWT 16-Feb-01 Philippines


5 4K8F 29-Nov-97 Azerbaijan


6 4S7EA 23-Dec-98 Sri Lanka



7 4W/N6FF 10-Oct-00 Timor-Leste


8 4X4DK 14-Mar-97 Israel



9 5H1CM 24-Jan-08 Tanzania



10 C4M 28-Jan-06 Cyprus



11 8Q7DV 29-Nov-98 Maldives



12 9A4A 31-Mar-01 Croatia



13 9H1AL 1-Jul-00 Malta



14 9K2MU 12-Mar-97 Kuwait



15 9M0M 6-Mar-01 Spratly Islands


16 9M2TO 29-Jan-00 West Malaysia


17 9M8FC 16-Jan-97 East Malaysia


18 9N7JO 28-Jan-06 Nepal



19 9V1AG 11-Jul-98 Singapore



20 A45XR 30-Jan-98 Oman



21 A52A 7-May-00 Bhutan



22 A92ZE 28-Jan-01 Bahrain



23 BQ9P 9-Mar-01 Pratas Island


24 BV7FC 30-Nov-97 Taiwan



25 BY1QH 1-Jan-98 China



26 C91JR 5-Jul-06 Mozambique


27 DK8NG 5-Mar-97 Fed.Republic of Germany

28 DS4CNB 26-Nov-00 South Korea


29 EA1OD 5-Jul-98 Spain



30 EA6SX 2-Feb-01 Balearic Islands


31 EA8AK 29-Nov-98 Canary Islands


32 EI6IZ 8-May-07 Ireland



33 ES1RA 19-Mar-06 Estonia



34 EU6EU 5-Dec-00 Belarus




EX8F 10-Mar-98 Kyrgyzstan
35 EY8AM 11-Dec-97 Tajikistan



36 F2YT 5-Feb-98 France



37 FR5DX 1-Jul-97 Reunion



38 FT5ZH 18-Dec-98 Amsterdam & St. Paul Isl

39 G3SED 5-Mar-97 England



40 GI0KOW 5-Feb-98 Northern Ireland


41 GM3PPE 23-Jul-97 Scotland



42 GW3TMP 5-Dec-00 Wales



43 HA9RT 31-Mar-01 Hungary



44 HB9BGV 16-Jan-07 Switzerland


45 HS50A 9-May-97 Thailand



46 IV3PRK 1-May-97 Italy



47 JA6BEE 10-Feb-01 Japan



48 JD1BMH 29-Dec-01 Ogasawara Island


49 JT1JA 28-Nov-99 Mongolia



50 K9FD/KH6 10-Feb-07 Hawaii



51 KH2/K4SXT 20-Aug-98 Guam



52 LA3XI 6-Dec-98 Norway



53 LY1FW 24-Oct-97 Lithuania



54 N6MZ/KH9 5-Mar-98 Wake Island



55 N8S 6-Apr-07 Swains Isl



56 NL7Z 26-Dec-97 Alaska



57 OE3EPW 8-Aug-97 Austria









58 OH0L 28-Jan-06 Aland Islands


59 OH2BO 27-Dec-00 Finland



60 OK1AWG 11-Apr-97 Czech Republic


61 OM2XW 31-Mar-01 Slovakia



62 ON4UN 5-Mar-97 Belgium



63 OY9JD 9-Dec-97 Faroe Islands


64 OZ1KRF 10-Dec-97 Denmark



65 PA3DZN 10-May-98 Netherlands


66 PY1BVY 13-Apr-97 Brazil



67 RW2F 26-Nov-00 Kaliningrad


68 RU3HD 10-Mar-98 European Russia


69 S59AA 20-Jan-07 Slovenia



70 S79MX 30-Jan-98 Seychelles


71 SM5EDX 24-Mar-97 Sweden



72 SP5GRM 16-Feb-97 Poland



73 SV8JE 8-Apr-01 Greece



74 T20FW 6-Jan-99 Tuvalu



75 T33CW 1-Nov-99 Banaba



76 T80X 2-Mar-06 Palau



77 UA9AT 26-Nov-00 Asiatic Russia


78 UK9AA 28-Jan-06 Uzbekistan


79 UN5J 17-May-97 Kazakhstan


80 UO5ODA 5-Feb-99 Moldova



81 UR6QA 3-Feb-02 Ukraine



82 V8EA 29-Nov-97 Brunei



83 VE1ZZ 14-Mar-97 Canada



84 VK6VZ 28-Jan-06 Australia



85 VK9WI 25-Feb-06 Willis Island


86 VK9XX 9-Feb-99 Christmas Island


87 VK9YY 14-Feb-99 Cocos-Keeling


88 VQ9SS 25-Jan-97 Chagos Islands


89 VR2BG 14-Feb-99 Hong Kong


90 VU2BGS 6-Jan-07 India



91 VU4AN/VU3RYC 22-Apr-06 Andaman & Nicobar Islands

92 VU7RG 23-Jan-07 Lakshadweep Islands

93 W8JI 22-Jan-06 United States


94 XU1A 27-Nov-98 Cambodia



95 XW30 9-Jan-98 Laos



96 XX9TRR 22-Nov-98 Macau



97 XZ1N 29-Nov-98 Myanmar



98 YB5QZ 12-Feb-97 Indonesia



99 YL2KO 23-Mar-96 Latvia



100 YU1LA 28-Jan-07 Serbia (ex-Yugoslavia)

101 ZK2CA 20-Feb-00 Niue



102 ZL2JR 13-Mar-97 New Zealand


103 ZL7DK 28-Feb-98 Chatham Islands


104 ZS5LB 11-Aug-97 South Africa




Formulir DXCC dari website ARRL sudah saya isi, dan saya masukkan ke dalam kotak bersama kartu-kartu tsb untuk dikirim ke DXCC Desk di Newington CT, Amerika Serikat. Walau sebenarnya saya juga sudah bisa mengklaim award 100 DXCC untuk band-band 10m dan 15m, tapi kotak yang dikirim hanya berisi kartu-kartu QSL topband. Untuk kedua band atas tsb akan diklaim di lain waktu.

Adapun 100 DXCC Award untuk 80m dan 40m sudah jauh lebih dulu saya peroleh (2000).