13 Mei 2008

Re: T-loaded Antena untuk TX pada 160m

From: "Sulwan Dase" <yb8eip@mdcsulsel.web.id>
Sent: Monday, May 12, 2008 9:32 AM


Saya mengerti sekarang. Jadi memang permasalahan kita sama ya, yaitu masalah luas lahan utk mendirikan antena. Kemudian, saya ada satu pertanyaan lagi OM Jo (jangan bosan ya): Manakah yang lebih bagus: antena dgn polarisasi vertikal atau horisontal? Trims sebelumnya. -
Sulwan - YB8EIP

OM Sulwan,
Untuk long haul/DX pada topband (160m), saya kira lebih bagus antena TX vertikal. Asumsinya, rata-rata ketinggian feedpoint maksimal yang dimiliki oleh amatir radio adalah 25 m. Bila antenanya dipole, ketinggian itu hanya nyaris 1/7 panjang gelombang pada 160m. Pada antenna modelling software akan terlihat sudut pancar RF-nya sekitar 45 s/d 50 derajat. Padahal, untuk DX, sudut pancar yang baik dimulai dari <30 derajat. Besaran sudut tsb bisa
dicapai oleh antena vertikal dengan ketinggian yang sama dan jumlah kawat untuk ground radials-nya cukup banyak.

Pengalaman saya membuktikan bahwa kuat sinyal dengan antena TX full-sized dipole terdengar long path di W4ZV (North Carolina, AS) dengan daya pancar 400 Watt (1996). Beberapa tahun kemudian (2007), ketika menggunakan antena inverted-L, stasiun yang sama menerima baik sinyal saya dengan daya100 Watt saja (2007).

Lihat artikel "Terdengar di W4ZV, North Carolina, AS, Selasa, November 20, 2007 7:39 AM" pada blog saya http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/

Tidak ada komentar: