03 Agustus 2013

Konsep Dasar tentang Antena-antena (TX & RX) pada LOW Bands untuk YB9Y


Pulau Bras (juga disebut: Brasi), terletak sekitar 300 kilo meter di utara Manokwari, Papua Barat dengan koordinat 0.75N - 1.00N  /  134.17E - 134.42E. Lokasinya di utara gugusan kepulauan Mapia berbatasan dengan wilayah Republik Belau aka Palau (T8) di Samudera Pasifik. 
Situs web resmi http://yb9y.com/

Pulau ini belum pernah diaktifkan oleh amatir radio manapun! Nomor referensi IOTA-nya: OC-276.
  
Walau Bras ada di atas garis katulistiwa, secara teoretis, letak pulau berpenduduk itu masih tidak jauh dari kawasan ekuator sehingga tim YB9Y belum boleh berharap untuk bisa terhindar dari  derau (noise) atau thunderstorms (static crashes) pada top band (160m). Lihat: titik lokasi OC-276 pada peta azimuth di bawah ini.

Saya coba membuat saran-saran operasional dan konsep teknik dasar tentang antenna-antena untuk YB9Y dan/atau tim lain.  Antena yang dimaksud adalah untuk transmisi (TX) dan untuk penerimaan (RX). 

Semua berdasarkan pengalaman pribadi (hanya) pada band-band 40m, 80m dan 160m. Antena-antena untuk band lainnya tidak diuraikan karena pengalaman saya pada high bands amat sedikit. Semoga bermanfaat!

1. Antena untuk TX  

Hingga saat menulis ini,  saya dan beberapa teman dari Orari Lokal Bekasi, Jawa Barat, yang menjadi anggota tim YB9Y, sering menggunakan antena full-sized dipole untuk operasi high power (legal limit) pada bands 80m dan 160m, terutama pada saat kontes-kontes akbar internasional dari Radioland di Gunung Malang, Subang, Jawa Barat (grid loc OI33tb).  Sementara di QTH Cinere (grid loc OI33jp), saya lebih mengandalkan antena TX jenis vertikal untuk top band.

Secara empiris, kami tak punya keluhan terhadap kinerja dipole karena di Radioland, elevasi feedpoint-nya mencapai tinggi 45 meter DPT dan bentangan kawatnya berbentuk flat-top karena ada dua menara kokoh sebagai penunjang.

Antena kawat jenis full-sized dipole untuk transmisi (TX) pada 160m juga pernah dicoba oleh YB8Y di pulau Ohoiew OC-221 (2012), dan YE0M di pulau Kaliage Besar OC-177 (2012) dengan hasil yang baik pada low bands. Lihat statistik perolehan kedua stasiun pada Club Log (klik gambar untuk memperbesar, bawah).  

 Jumlah QSO pada tiga LOW bands di statistik di atas, diperoleh dengan antena dipole dan didominasi oleh moda CW. 

Lihat juga  http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2013/08/tambahan-saran-saran-untuk-operasi-yb9y.html

Inilah bukti bahwa sebuah antena TX - dalam hal ini sebuah dipole - yang pembuatannya memenuhi syarat-syarat desain dan teknis, apalagi bila digunakan di dekat pantai/air laut, akan berhasil memuaskan – walaupun ketinggian feedpoint-nya relatif rendah. 

1a. Mengingat bahwa YB9Y akan dioperasikan dari provinsi Papua, dan juga merupakan aktivasi perdana IOTA (OC-276), maka saya sarankan kepada timnya agar mencoba antena TX jenis vertikal untuk band 160m. Tujuannya tetap: memberi peluang sebesar-besarnya kepada tiap stasiun (DXer, IOTA chasers, QRP-er dll) untuk ber-QSO dengan stasiun langka dari Indonesia. 

Di Indonesia, popularitas antena vertikal untuk TX pada LOW band DXing sangatlah rendah. "Tak kenal maka tak sayang," kata pepatah. Terlalu sedikit yang kita ketahui tentangnya. Pemahaman hanya terbatas pada kesimpulan “tidak punya gain” atau “penerimaannya yang jauh lebih buruk ketimbang dipole”. 

Namun, bila dipertimbangkan beberapa hal yang ditulis di atas, utamanya keuntungan berlokasi di pinggir pulau di kawasan dekat laut Pasifik, maka antena TX vertikal patut dicoba oleh tim YB9Y. Antena vertikal akan memberikan take-off angle yang rendah untuk long-haul DX - terutama pada band 160m. 
Dengan begitu, bertambahlah pengalaman baru untuk lebih mengenal karakter antena TX. 

1b. Sebagai referensi, jarak QTH saya di Cinere (grid loc: OI33jp) ke Bras, PJ70dv, adalah 3.160 km. Tampaknya, peluang bagi YB9Y di Bras untuk ber-QSO dengan top banders (W/VE) di benua Amerika Utara di pantai barat dan pantai timur dan di JA-land, akan paling terbuka lebar karena jarak yang lebih dekat ke Amerika Serikat dan Kanada bila dibandingkan dengan lokasi YC0LOW di Cinere dan/atau YC0LOW/1 di Radioland, Subang, Jawa Barat, atau bila dibandingkan oleh stasiun YB/YC manapun yang beroperasi pada topband dari Jawa. 

Pemilihan masa operasi YB9Y pada Oktober 2013 adalah tepat karena musim low band sudah dimulai. Semua penggilanya sudah siap bertempur sejak September. 

Di musim gugur tsb, perambatan sinyal secara long path dari YB-land ke pantai timur Amerika dan Kanada adalah proses alamiah yang terpanjang yang mungkin terjadi karena bertambahnya waktu gelap (common darkness). Selain kondisi propagasi, greyline dan musim, masih diperlukan banyak faktor lain untuk mewujudkannya. Bagi saya kesempatan ini amat sexy dan menantang! 

Bagaimana peluang bagi stasiun-stasiun dari kawasan Amerika Selatan (SA)? 

Setelah mengulas pemilihan musim dan lokasi pengoperasian, kampanye YB9Y yang lebih dini dan lebih gencar di internet   membuat saya yakin bahwa akan terjadi lebih banyak top band QSO dengan mereka - setidaknya dengan stasiun-stasiun dari PY-land yang populasinya lebih banyak bermukim di kawasan pantai timur Brasil.

Operator top band pada YB9Y harus seorang yang jeli dan berwatak tenang. Dia fokus dalam tugas mencetak sejarah. Pemahamannya tentang mekanisme propagasi dan waktu sun-rise dan sun-set di Bras dengan kawasan sasaran dari YB9Y akan berpotensi besar untuk merealisasikan peluang langka seperti ini pada LOW bands. Sesekali, dia harus cek kondisi band pada 80m juga.

Saya berharap akan terjadi lagi fenomena sun-rise enhancement seperti qso CW pada 160 m saya dengan Ron, PY1BVY (1997). Saat itu, saya  menggunakan antena TX full-sized dipole di Cinere. Cerita lengkap ada pada http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2010/05/contesting-on-160m-from-indonesia.html. 

Untuk itu, jangan buru-buru tutup warung pada top band bila waktu sun-rise sudah lewat di Bras. Cobalah dari sekarang membuat peta propagasi greyline dari Bras ke beberapa lokasi di planet ini. 

1c. Dari Bras, qso 2-arah antara YB9Y dengan stasiun-stasiun di Eropa – terutama di kawasan bagian barat- bukanlah mudah  

Kawasan Pasifik adalah dead-spot (titik mati) bagi operator-operator di EU, jaraknya yang jauh membuat sulit tapi sekaligus most wanted. Dugaan saya, sinyal YB9Y akan baik ke sana namun justru di kawasan EU akan terjadi anarki karena operator saling berebut. YB9Y akan sangat diminati oleh DXer pemburu negara DXCC dan -sekaligus- IOTA baru. Pasti ramai! 

 
Tim YB9Y di PIM, Jakarta, Oktober 2013


Tim YB9Y di Cengkareng, Banten, 20 Oktober 2013
Operator 160m  pada YB9Y dipastikan akan terjebak di tengah 'EU-zoo', sebuah istilah yang menggambarkan kondisi yang tak terkendali dalam heavy pile-up. Karenanya, beberapa jenis antena penerima, misal: coax-loop atau DHDL, sebaiknya juga disiapkan agar bisa atasi kondisi penerimaan (RX) yang sulit.

Selain antena RX sebagai tambahan perangkat keras (hardware), untuk mengatasi potensi 'kegilaan' seperti itu, YB9Y bisa menggunakan brainware. 

Operator 160m di YB9Y harus berwibawa dan taat asas untuk memanggil kawasan tertentu secara spesifik dengan mengirim tanda 'EU', 'JA' atau -bahkan- 'SA' dalam panggilannya (misal: CQ CQ EU EU DE YB9Y K. Bila kondisi propagasi tidak baik ke EU melainkan kinclong ke JA, maka operator YB9Y bisa beralih, memanggil dan melayani stasiun JA. Lid atau alligator harus dihukum secara tegas! Dalam pile-up yang tebal, jangan melayani panggilan bergaya tail ending karena kita bisa rempong sendiri...

Operasi QSX UP-2 atau bahkan free-split adalah baik untuk mencairkan kentalnya antrian stasiun yang chaos. Pokoknya, jaga ritme dan kendali QSO harus ada di operator YB9Y - bukan lainnya!   

2. Antena untuk RX: 
Apa tujuan penggunaannya? Secara garis besar, antara lain:

Dapatkan signal-to-ratio (S/N) terbaik.

Antena yang memiliki sudut penerimaan (RX) yang sempit pada main-lobe-nya ke arah yang diinginkan akan mengeliminasi derau alam berupa static  yang tidak diinginkan (unwanted noise). Antena RX seperti itu, pada gilirannya, akan memperbaiki S/N ratio terutama pada LOW bands (40m, 80m dan 160m)

Reduksi QRM (man-made noise)

Antisipasinya adalah heavy pile-up pada LOW bands. Karena geografi lokasinya maka –setidaknya- perlu 2 (dua) buah antena RX yang diarahkan ke:

a. Timur Laut= 40° ( ke arah Amerika Utara-W/VE)
b. Barat Laut= 310° (ke arah Eropa Barat)

Dari besaran derajat sudutnya, sudah  terbayang  arah yang dituju.

Diasumsikan penerimaan YB9Y ke arah Jepang akan baik karena lokasinya relatif dekat dan terbuka. Dalam pile-up, disiplin para operator dari JA selalu mengagumkan saya.

Dapat pula dicoba antenna RX loop ala N6RK yang diarahkan khusus ke JA. Antena ini akan menjadi 'senjata' yang ampuh untuk menjaring stasiun-stasiun dari negeri matahari terbit itu - tanpa terganggu dengan sinyal-sinyal penelisik yang berasal dari "kebun binatang" di EU

Untuk moda phone/SSB, saya berharap  operator–operator YB9Y pada 160m, 80m dan 75m (SSB) dapat menggunakan antena RX yang khusus. 

Kami tidak menyarankan pemakaian antena RX yang khusus untuk 40m karena pada band tsb tingkat derau/static yang lebih rendah,  level sinyal yang lebih kuat (dari pada 80/75m, 160m). Ingat: bagi seorang top band DXer, band 40m adalah seperti band 15m-nya hi-band DXer. Amat mudah.

Optimalisasi/maksimalisasi Konstruksi dan SDM

Membaca bahwa masa operasi YB9Y amat singkat (20-28 Oktober 2013) yaitu hanya mengudara selama delapan hari  (lihat jadwalnya di http://yb9y.com/) maka ini bisa menjadi kendala tersendiri. Diperlukan optimalisasi dan maksimalisasi.

Untuk menghindari intereferensi silang, disarankan agar stasiun 80m CW dan 75m SSB beroperasi dari dua tempat yang cukup jauh terpisah. Namun, belum tentu cukup waktu untuk mewujudkannya. Sehingga, sangat mungkin, tim YB9Y hanya berpeluang untuk mendirikan satu stasiun yang akan bekerja pada band yang sama namun mode yang beda. Diperlukan transmatch.

Saran saya:

Solusi untuk RX:

    a. Bawa kawat antena dan transformator 9:1z untuk antena Beverage atau reversible Beverage (tergantung kebutuhan, sambil mencoba apakah benar Beverage tidak bekerja baik di kawasan pantai *).

    Dengan sistem reversible Beverage untuk RX maka YB9Y bisa memperoleh penerimaan dari dua arah melalui satu bentangan kawat twin-wire WD-1A. Walau perlu sebuah switch yang noiseless, operator YB9Y bisa memilih dua output pada hamshack misal sinyal-sinyal dari arah 310° dan sekaligus dari arah 45°

·   * menurut Eric Scace K3NA (k3na@arrl.net), Manajer Teknik VP6DX: "produk antena Beverage (RX) yang dibuat dengan benar akan bekerja baik di atas tanah kering, berbatu bahkan di pinggir pantai. Hanya saja hasilnya tidak baik bila dipasang di atas bebatuan yang dikelilingi oleh air laut. Itu terbukti pada Mellish Reef  VK9ML (2002), Rodrigues Island 3B9C (2004) dan  St Brandon’s ÃŽle du Sud  3B7C (2007)"


    “It proved that Beverage antennas work as designed when mounted  over dry, stony earth – even when adjacent to salt water. Beverage antennas work poorly when  installed over stony earth impregnated with salt water, as was the case at Mellish Reef” katanya (huruf tebal/bold dari saya – Jo).

    b. Perlu antena RX tipe homebrewed K9AY untuk menjaring stasiun lawan dari kawasan yang dekat (VK/ZL, AS, OC dll), kalau kopor masih muat.

Penggunaan Pre-Amp Eksternal untuk Antena RX

Sistem pre-amp adalah baik untuk mengkompensasi rugi-rugi (losses) yang diakibatkan oleh, antara lain: feedline/coax yang panjang. Fitur built in pre-amp terdapat pada txcvr modern.

Semoga sukses dan selamat kembali ke rumah!

Klik juga
http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2013/07/yb9y-stasiun-dxpedition-orari-daerah.html

31 Juli 2013

YB9Y Stasiun DXpedition Orari Daerah Papua ke OC-276 (Oktober 2013)


Pada 28 Juli 2013, saya mengirim pesan ke maillist OrariNews seperti di bawah ini. Komentar-komentar yang kemudian muncul dalam thread ini, sangat banyak, Sayangnya sebagian besar bernada emosional dan isinya tak terkait dengan substansi pesan saya tsb. Karenanya, tidak saya tanggapi.



Tulisan ini adalah pendapat pribadi, tidak mewakili siapapun. Mengikuti pertukaran pendapat di milis Orari tentang isu ini, saya tertarik untuk turut berpendapat.

Saya mengenal hampir semua anggota tim YB9Y dan beberapa personil dari lembaga pendukungnya. Selain kompeten di bidangnya, mereka adalah teman-teman dengan integritas individu dan semangat team-working yang baik. Motivasi tertinggi pada mereka adalah memberi peluang
kepada komunitas DXer dunia untuk menjalin qso 2-arah dengan stasiun YB9 secara optimal! (Optimalisasinya adalah antara lain: selama masa operasinya, YB9Y bekerja berkesinambungan dengan berbagai moda pada 10 bands secara simultan kecuali terkendala oleh kondisi alam - Jo, Agustus 2013)

Yang saya dengar, pemilihan lokasi Kepulauan Mapia, Papua, OC-276, adalah karena -sejak jauh hari sebelumnya- ada niat/saran/rekomendasi dari Orari Daerah Papua dan instansi-intansi terkait lainnya yang ingin pulau terluar Indonesia tsb diaktifkan.

 

Tak adil bila ada yang menuduh anggota tim YB9Y bisa peroleh keuntungan berupa fasilitas libur -dan bahkan: mendapat uang dari kegiatan YB9Y. Saya yakin justru merekalah yang  HARUS keluar uang dari dompet pribadinya. Belum lagi ada potensi resiko 'rugi' akibat kehilangan waktu dan tenaga - atau dipecat dari kantor karena 'bolos' dari kerja :-))
 

Iseng-iseng saya amati statistik dari Club Log di mana terekam sekelumit data-data dari beberapa stasiun DXpedisi dari YB-land pada 2012-2013. Maaf, saya tidak bermaksud untuk membandingkan. 
Memang, data/analisisnya terlalu sederhana dan terbatas, tapi mungkin bisa memberi alasan kepada pembaca bahwa 'peningkatan jumlah QSO' bagi stasiun YB9Y merupakan sasaran yang profesional - dan karenanya: logis.
 

Izin untuk stasiun-stasiun di bawah adalah untuk semua bands/modes amatir radio. Ringkasannya (tahun, jumlah bands dan all modes/bands QSO):

YB8Y: 2012, 12, 20344
YE0M: 2012, 12, 20966
YB6N: 2013, 5, 5290
YB0D: 2013, 7(*), 2557 -> (*) direncanakan

Saya mendukung YB9Y (Oktober 2013) karena kemunculannya akan memberi nama baik bagi dunia AR Indonesia. Safe travel! GL. Tnx es 73 de Jo, YC0LOW 

Silakan lihat: http: //yb9y.com/




atau




http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2013/08/konsep-dasar-tentang-antena-antena-tx.html


















































05 Mei 2013

Hasil YC0LOW pada Kontes CQWW 2012 160m CW



Gbr. 1. Foto saya di hamshack di RadioLand, Subang, Jawa Barat (2012)
Gbr.1 (kanan) adalah sebagian reproduksi dari gambar pada majalah CQ,  edisi Desember 2012, halaman 22. Andy, N2NT, contest manager CQWW DX 160m, menuliskannya untuk pembaca.

Saya merasa tersanjung karena foto saya di Ruang Radio di RadioLand, Gn Malang, Subang, Jawa Barat, ditampilkan pada majalah tsb (lihat Gbr. 1, atas).


Gbr. 2 (bawah) adalah daftar peringkat semua stasiun di Oceania pada kontes CQWW DX 160m, CW, 2012, dimuat oleh majalah CQ edisi Desember 2012, halaman 106. 





Gbr. 2. Peringkat stasiun-stasiun OC dalam kontes CQWW, CW, 2012






Kalau dicermati, maka YC0LOW lebih unggul dari pada VK6LW dalam jumlah QSO dan country-nya namun tertinggal pada perolehan multiplier W/VE sehingga tak berhasil menjadi stasiun pemenang di Oceania (OC), 2012.

Ini membuktikan bahwa geografi menjadi faktor penting dalam strategi penghitungan skor kemenangan dalam sebuah kontes internasional! Karena letaknya, stasiun dari VK lebih berpeluang menjalin kontak 2-arah dengan stasiun-stasiun dari W/VE - yang merupakan 'sarangnya' operator top band (160m).

Gbr.3. Sertifikat  #1 di YB-land dan #2 di Oceania,  Kontes CQWW 160m DX, CW 2012


Selamat untuk OM Tono, YB2CPO di Salatiga dan OM Feri, YC0COZ di Bogor. Masih setiakah Anda dengan top band?

Next time, better...

29 Januari 2013

YC0LOW pada Kontes CQWW 160 CW, 2013

20130128-214541.jpg


Gbr.1. Saya (tengah) berfoto dengan  David, YD1DRP dan Awi YD1DPM  (kanan)







 "Kegilaan harus dipelihara, Jo," begitu pesan dari Yon, YB1CCF, Wakil Ketua Orari Lokal Bekasi, via Blackberry, beberapa saat  sebelum Kontes CQWW 160m CW, 26-28 Januari 2013.

Rupanya, itu bukan sekedar 'racun' tetapi dukungan penuh! Yon dkk dari Lokal Bekasi, Orda Jawa Barat, sudah secara serius menyiapkan banyak hal untuk melaksanakan rencana tsb dari RadioLand di Gunung Malang, Subang, Jawa Barat. Mereka antara lain: Joz, YD1JZ, Danu YD1GCL, Aris YD1ARM, Kasmuri YD1MRI, Rizal YD1ORZ, David YD1DRP, Awi YD1DPM (keduanya yang terakhir disebutkan adalah anggota Orlok Bekasi angkatan ke-56), Yan YC1BTV (Lokal Subang) dll.


Saya bersyukur karena hadir lagi di tempat itu untuk ikut kontes top band paling bergengsi di dunia! Terakhir kali saya ke sana adalah ikut kontes yang sama pada Januari 2012. Saya membukukan 273 CW QSO. Klik http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2012/02/yc0low1-pada-kontes-cqww-160m-cw-dalam.html.


Pada minggu kedua di Januari 2013, saya menerima sertifikat dari panitia kontes CQWW 2012, via pos, seperti Gbr. 2 di bawah ini:
Gbr. 2. Sertifikat juara #1 di Indonesia dan #2 di benua OC (Oceania) CQWW 160m, 2012

Saya hadir di RadioLand sejak Jumat sore, 25 Januari 2013.  Sampai saat sun rise (WIB) di pagi hari pertama berhasil membukukan 101 CW QSO. 


Stasiun 'penglaris' adalah YC1COZ op. Feri. Lalu, YB1AR op. Yana pun sudah masuk ke dalam log. Hanya dua stasiun dari Indonesia itulah yang terdengar di hari pertama. Masih ada kesempatan satu malam lagi untuk berlomba! 

Untuk mendengar sinyal saya saat bekerja dengan RK3IM, silakan klik tautan di bawah. Diunggah ke Facebook oleh RT5G, sebuah klub stasiun di Lipetsk, European Russia, Locator KO92PO, 9.058km dari QTH saya. Mau dengar bagaimana sinyal saya terdengar di sana? Klik:

Top band adalah night time band, band yang hidup pada malam hari. Sehingga pada siang harinya, saya ada banyak waktu untuk istirahat. Bisa digunakan untuk santai dan berfoto (Gbr. 3, bawah)
20130128-214529.jpg
Gbr 3. Berfoto bersama (kedua dari kanan, belakang) di depan rumah di Radioland


Pada hari kedua, kondisi propagasi tidak juga membaik. Hanya sedikit perolehan pada malam kedua hingga saat kontes ditutup. 

Perolehan tahun ini tidak lebih baik dari pada skor saya pada 2012. Disayangkan, tidak ada stasiun lain dari Indonesia yang terdengar!

Gbr. 4. Claimed score YC0LOW dalam kontes 2013
Usai sudah peran serta YC0LOW pada Kontes CQWW 160m CW, 2013. Tanpa bantuan dan kekompakan dari teman-teman sejawat Orari Lokal Bekasi dan Lokal Subang, adalah tidak mungkin saya (anggota Lokal Cilandak) bisa menjaring 118 buah QSO, 30 negara DXCC pada the most challenging band ini dengan claimed score 35.309 (lihat Gbr. 4).
 

Perolehan ini di bawah raihan pada kontes yang sama di 2012 (273 buah QSO, 43 negara DXCC). Penyebabnya, adalah kondisi propagasi yang buruk pada top band (160m).

Terima kasih, teman! I owe you all.


Senang bisa selalu bersama-sama dalam menjalani hobi yang dahsyat ini. In sha Allah, jumpa lagi di tahun depan dalam keadaan yang tetap sejahtera, sehat wal afiat.

Klik juga: 
 http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2012/02/yc0low1-pada-kontes-cqww-160m-cw-dalam.html

Daftar di bawah ini memperlihatkan peringkat tiga stasiun dari Indonesia berdasarkan log cq160m, CW, yang diterima s/d Pebruari 2013:

Pada 13 Agustus 2013, setelah lama ditunggu-tunggu, Andy, N2NT, Pengarah Kontes 160m CQ, mengirim pesan di Topband Reflector yang memberitahukan bahwa hasil akhir kontes tsb sudah bisa diketahui, sebagai berikut:

The results for  the 2013 CQ 160 Meter Contest are now posted on the web site. http://www.cq160.com/results.htm If anyone would like to see their Log Checking Report, send me a request to director@cq160.com. Please make sure to include your contest call sign, and the mode operated.
73, Andy N2NT
Director CQ160 Meter Contest


Data di bawah adalah cuplikan peringkat peserta (hanya) dari Oceania (Callsign, Skor, Countries WKD. Tanda bintang/asterisk (*) menyatakan LOW power. Pemenang Negara dalam huruf tebal)

Sertifikatnya tiba di kotak pos saya pada 14 Nopember 2013 (lihat Gbr. 5, bawah)
Gbr. 5. Sertifikat CQWW 160m, CW, 2013
Siapa berminat melanjutkan tongkat estafet ini?



16 November 2012

1st Place di Oceania, HP, Single Op, 160m, CW, 2011

Mau tahu siapa yang menjadi juara Oceania (OC) pada band 160m, CW dalam kontes CQWW CW 2011?  



Maaf, bukannya saya mau nampang, tapi kok QSO-nya sedikit sekali? Enggak salah nih?

Wallahu a'lam bishawab.

1st Place, HP, Single Op, 160m, CW. Sertifikat diterima 14 Oktober 2012.

07 November 2012

Folded Counterpoise (FCP): Jalan Keluar Baru untuk Pecandu LOW Bands

Banyak yang percaya bahwa antena TX tipe vertikal adalah jenis antena yang bisa dipilih untuk menghemat lahan. Pada kenyataannya tidaklah demikian! 

Kendala utama dalam memasang antena TX vertikal untuk LOW bands (40m, 80m dan 160m) adalah justru dia memerlukan lahan yang lebih luas supaya instalasi ground radials - juga ada yang menyebutnya counterpoise-nya bisa optimal. Ingat-ingat teori-teori groundplane antena dan/atau praktik pembuatan antena vertikal untuk  transmisi radio siaran AM di tanah air.

Ground radials atau counterpoise berfungsi untuk memantulkan kembali arus (current) sehingga energinya tidak mubazir akibat ditelan oleh perut bumi/tanah. 

Gbr.1. Petikan tulisan tentang FCP oleh Guy K2AV di NCJ  Mei-Juni 2012
 Sistem folded counterpoise (FCP) untuk pertama kalinya diluncurkan oleh Guy Olinger, K2AV, di National Contest Journal edisi Mei-Juni 2012 (lihat Gbr.1). 

Namanya langsung sohor -setidaknya di kalangan top bander yang berhimpun di maillist Topband Reflector

Gbr.2. Toroid Amidon T300A-2
Kunci utama sistem FCP ada pada isolation transformer 1:1 yang dibuat dengan toroid (Gbr. 2, kanan). Bila tepat pembuatannya, transformer ini akan bisa dipakai untuk antena TX pada band-band 80m dan 160m.

Panjang counterpoise menjadi jauh lebih pendek dari pada sistem yang terdahulu. 

Bayangkan, untuk band 160m, diperlukan panjang kawat counterpoise hanya sekitar 10 meter per sisi (Gbr. 3, bawah). Coba bandingkan dengan praktik dan teori sebelum ada temuan Guy, K2AV, yang panjang rata-rata bisa mencapai seperempat panjang gelombang (=sekitar 40 meter kawat untuk sehelai ground radial)

Gbr. 3. Dimensi FCP untuk  160m di K2AV
Gbr. 4. Diagram lilitan kawat bifilar untuk sistem FCP






Dua gambar  di atas merupakan bagian dari rahasianya yang sudah lengkap diungkap oleh penemunya sendiri pada

http://www.w0uce.net/K2AVantennas.html

atau, DL2BO menjelaskannya dengan foto-foto yang bagus. Klik

http://www.dl2obo.de/04b_fcp_info/fcp-info.html
 
Kalau Anda tertarik membuatnya, silakan klik dua tautan di atas. Di Cinere tersedia beberapa buah toroid Amidon T300A-2.

Mau?