27 April 2011

YB1/N6SS Untung di Gunung Malang

Di bawah ini adalah log komplit dari Pres, YB1/N6SS, saat dia berkunjung dan beroperasi dari Gn Malang, Ciater, Jawa Barat.


Operasi dilakukan di lokasi yang digunakan oleh YE1C dan/atau YB1C, stasiun kontes Orari Daerah Jawa Barat. Alat-alat bantu yang digunakan adalah sbb:


* Transceiver: Elecraft K3 (pertama kali digunakan di Indonesia)
* Linear Ampilfier: Acom 1000. Daya: legal limit.
Pres, YB1/N6SS sedang setting Elecraft K3. 
Di belakang: Jo, YC0LOW (kaus putih), Joz, YD1JZ
* Antena TX: Dipole. RX: Single wire Beverage. Dibuat oleh Danu, YD1GCL, dari kawat NYAF berinsulasi PVC, diameter 2.5mm. Diarahkan ke 30
derajat (azimuth), panjang 176m. Tinggi rata-rata 1,5m DPT.Transformer-nya (9:1 Z ratio) menggunakan binocular toroid Amidon BN73-202. Terletak 100m dari hamshack menggunakan feedline coax 50 Ohm. Di ujung jauhnya dipasang resistor carbon, 470 Ohms, 2W, untuk RTerm.(lihat http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2011/02/laporan-dan-evaluasi-ye1c-2011.html)





Beberapa "kejutan" adalah bahwa walaupun musim top band (160m) sudah usai pada Maret 2011, namun pencapaian Pres pada malam itu (WIB) itu cukup membuahkan hasil yang banyak dan menarik -- bila dilihat dari footprint QSO DX.


Beberapa komentar tertulis menarik pada ON4KST Chat-line yang sempat tercatat pada 14 April 2011, adalah sbb (urutan waktu, dalam UTC, mulai dari baris terbawah)


20:06:45        IV3PRK Luis     I wonder if he is operating from YC0LOW station ....
20:04:42        IV3PRK Luis     Hi John, quite surprised for such a signal and no noise tonite, hi!
20:03:50        E74AW dado      rr John, just come on radio, YB1/N6SS huge signal
20:02:45        E74AW dado      wow, what a signal;
20:00:31        G3PQA John      same here Luis, Pres a solid 579. 

20:00:07        N2NL Dave (KH2/N2NL)  Preston must have a Beverage; working EU right through JA calling
19:51:10        IV3PRK Luis     What a signal from Preston in YB1 ! now peaking 579 !
19:18:01        RA4LW Vlad      Hi guys! yb1 559hr

19:15:21        DU1/JJ5GMJ Hiro         Pres. seems suffering with QRN.
19:13:38        G3PQA John      Jo, no need as I worked Pres. Hiro, gl later.
19:12:31   YC0LOW Jo    Tnx rprt, John. I will qsp to him
19:08:35   G3PQA John   Jo, Pres good signal s4/6, nice to hear condx open and qso him . My ss was 10 mins ago.
19:05:00   YC0LOW Jo    No John, just rxing
19:04:08   G3PQA John   Jo , are you qrv ?
19:01:51   G3PQA John   GM and thanks Jo
19:01:32   G3PQA John   Pres good signal up to 569 now. Anyone else in EU hearing him?

18:55:45   G3PQA John    good signal
18:53:30   YC0LOW Jo     Pres YB1/N6SS cqing on 1822.5



Dari data di bawah ini tampak bahwa pembukaan propagasi setelah Sun Set (WIB) amat mengecewakan. Untuk bertukar laporan dengan Allison, BU2AQ, saja amatlah sulit. Namun, kegigihan (persistence) akhirnya berbalas dan berhasil menjaring banyak stasiun Eropa terutama setelah 1900z sampai saat Sun Rise (WIB) tiba.


Siapa bilang ada yang malang di Gunung Malang? Malahan kami untung ada di sana!


Terima kasih untuk bantuan/dukungan yang diberikan oleh teman-teman Orari sehingga kegiatan ini terlaksana dengan baik. Mereka adalah: Wisnu YB0AZ, Gjelani YB1GJS (Orari Pusat), Gustian YB1ALL, Anil YB1MBA (Orari Daerah Jabar), Yoyon YB1CCF, Joz YD1JZ, Terry YC1KAF, Danu YD1GCL, Rizal YC1ORZ (Lokal  Bekasi), Dadang YB2EUZ (Lokal Temanggung), Ardi YC2LEV (Lokal Salatiga), Leo YD1NWU (Lokal Senen), Har YB0MWM dll (maaf bila ada yang terlupakan -Jo)


Pres, YB1/N6SS di Kawah Ratu, Jawa Barat, April 2011
Pres, N6SS, sangat terkesan dengan lokasi ini - apalagi setelah saya ajak dia melihat Kawah Ratu di Tangkuban Parahu, yang lokasinya berdekatan. Dia berjanji untuk datang lagi tahun depan untuk ikut kontes CQWW 160m CW, 2012.


Silakan saja mbah Preston. Kenali lebih jauh keganasan topband noise di negeri yang indah ini...


Log YB1/N6SS op Preston, Tanggal: 14 April 2011, 
QRG: 1825.5 kHz, Mode: CW, legal limit


Time Z RST(s)     Call RST(r) 




1127  359 BU2AQ 579
1242 599 YC1COZ 599
1634 599 RO9O 569
1900 449 G3PQA 559
1911 579 DU1/JJ5GMJ 599
1923 449 JA5BZL 579
1926 449 SM5CEU 559
1929 549 RM8W 559
1935 549 DL1ROJ 559
1941 559 IV3PRK 569
1943 569 G3LDI 569
1945 559 UA3LNM 559
1951 549 F5OHS 559
1954 549 RW4CY 599
1959 549 OM2XW 549
2003 549 SP9IEK 559
2005 559 JA0FVU 559
2007 569 E74AW 579
2008 569 JA2VPO 599
2010 569 JA9RH 599
2011 579 JA9KRO 599
2016 579 JA9CHI 599
2018 579 JA3FYC 599
2023 559 SP5EWY 579
2029 559 LZ2OW 559
2034 559 A45XR 559
2035 559 PE5TDM 569
2037 559 G3GGS 559
2041 559 DL3BUE 579
2042 559 RK4FM 599
2054 559 LZ2JE 559
2058 559 JH4UYB 559
2100 559 LZ2DF 559
2105 559 S51V 559
2106 559 DJ7MI 559
2126 559 OM5MF 559
2139 599 YC1YU 599
2154 599 9M2AX 599
2227 559 RZ3QZ 579
2232 559 HA8BE 559
2235 559 OE5FIN 559
2239 559 ON5TN 579
2251 559 DK9WI 559
2253 559 I1APQ 559
2302 599 IK2YV 599
2308 559 OK1TN 559
2311 599 YB4IR 599











Pres, N6SS dan Dadang, YB2EUZ dengan latar belakang menara












Bergaya di depan bangunan rusak



























(ki-ka) Yon, YB1CCF, Danu YD1GCL dan Jo YC0LOW makan malam bersama Pres N6SS





























































































































































































































































































































































22 Maret 2011

VU4PB pada Band 160m

Sinyal VU4PB diributkan oleh para topbanders dari pantai timur AS dan Eropa, tadi pagi (WIB) karena sinyalnya sangat marjinal di sana.

Saya pantau di 1826.5 kHz, simplex, terdengar baik. Maklum, jaraknya cuma sekitar 2500 km dari Cinere. Saya cukup memanggilnya sekali saja dan langsung kami tukar laporan RST (2210Z). Keisengan saya tambahkan dengan mengirim pesan di ON4KST Chat-line "VU4 very easy!" supaya mereka makin ngeces.

Lima tahun lalu, saya sudah konfirmasi VU4AN/VU3RYC sebagai negara DXCC ke-98 pada 160m, CW. Lihat: artikel bertajuk "Bukan dari India, VU4AN/VU3RYC, Sabtu,, April 22, 2006 11:57 AM",
http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2008/02/bukan-dari-india-vu4anvu3ryc-sabtu.html

Saat itu aktivasi dari kepulauan Andaman/Nicobar diselenggarakan dalam rangka ulang tahun NIAR, organisasi amatir radio India, tergolong sukses dirayakan oleh para tamu operator/DXer internasional di sana dan di udara.

Kapan hari ulang tahun Orari bisa meriah seperti itu? Saya membayangkan, suatu saat itu akan terjadi di kawasan Raja Ampat, Papua. Konon, kawasan pristine itu sangat indah.

Pada 1823.5 kHz, sejak 2200Z, terdengar sinyal kuat dari YC1COZ memanggil DX sampai saat SR tiba,

NB:
Terima kasih kepada teman-teman yang telah menjenguk -dan berkomentar- di blog saya tentang "Transceiver Baru Elecraft K3 di Cinere".  Hingga larut malam hari kemarin saja, jumlahnya mencapai lebih dari 130 pageviews. Semoga bermanfaat!

2011/3/22 Tarunodjojo
Hi Om Jo,

Tadi pagi saya jg worked VU4PB tapi di 7003/40m..untung saja ga ada orong2 sekitar freq..jadi kalo di 160m banyak QRM, di 40m band CW banyak QRN atau orong2..hihi..

Salam,
Joy/YC0NSI



2011/3/22 Jo, YC0LOW mejawab:
Selamat OM Joy!

Sedikit koreksi tentang istilah QRN adalah gangguan alamiah. Kalau orong-orong yang Anda maksud, tentunya tergolong mahluk bernyawa (=QRM). Maaf, bukan menggurui.

Di 160m tidak ada orong-orong jahil. Mereka sudah jadi pecundang sebelum mulai berperang dengan QRN  :-))

73 de Jo, YC0LOW  

21 Maret 2011

Elecraft K3, Transceiver Baru di Cinere (Maret 2011)

K3 nangkring di atas Acom 1000 di hamshack YC0LOW, Maret 2011
"Transceiver apa yang sangat saya inginkan? Please stay tuned." demikian pertanyaan dalam pesan saya terdahulu (lihat http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2011/03/sejarah-transceivers-di-yc0low.html


Ini dia! Sebuah high-end radio: Elecraft K3 (lihat Gbr 1 dan Gbr 2).

Gambar 1. Panel depan Elecraft K3. Transceiver modern buatan AS yang telah diakui banyak pihak sebagai yang terbaik untuk LOW bands

Gambar 2. Panel belakang K3
Apa saja keistimewaannya?

Kalau kita mengambil referensi dari buku LOW band DXing oleh John ON4UN, edisi 5, maka transceiver buatan Elecraft, AS, inilah yang sedang naik pamornya. Dalam lima tahun belakangan ini- yaitu saat K2 diluncurkan ke pasar- popularitasnya menonjol dan telah menggeser merek-merek lain (terutama buatan Jepang). Seperti Icom IC-7800, K3 adalah transceiver yang punya fitur dual diversity RX. Spesifikasi main-receiver dan sub-receiver-nya adalah identik.


Kegunaannya? Bila Anda beroperasi secara split (frekwensi TX dan RX terpisah), sub-receiver akan memungkinkan Anda mendengarkan dua frekwensi tsb di saat yang sama. Biasanya, mutu penerimaan audio pada sub-receiver sebuah txcvr akan lebih rendah dari pada main-receiver.


Dengan fitur ini, Anda dapat mendengarkan sinyal yang tertangkap oleh dua antena RX yang diarahkan ke dua mata angin pada saat yang bersamaan. Audio output pada headphone stereo bisa disetel dengan memanfaatkan L dan R speakers.


Dalam pesan saya di blog ini, 17 Februari 2011, berjudul "Merek-merek  HF Transceiver  Favorit untuk LOW Band DXing", lihat: http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2011/02/merek-merek-hftransceiver-favorit.html jelas tertulis peringkat transceivers yang digunakan oleh para LOW band DXers. Namun, dalam survei yang sama di buku tsb, juga ada Tabel  2-7 "What is the Best Transceiver?" (Chapter 2, hlm 32), sbb:


Transceiver, 160m Total Group (166 respon, dalam prosentase):
- Elecraft K3, 61%
- Ten-Tec Orion, 18%
- Yaesu FT-1000 (D-MP), 10%
- Icom IC-1800, IC-7700, 6%
- Yaesu FT 2000, 3%
- Icom IC756, 3%


Anda juga bisa lihat tabel perbandingannya dengan beberapa merek transceivers pada http://www.elecraft.com/K2_perf.htm#Main%20RX%20Table 


atau Laporan uji-coba oleh ARRL pada http://www.elecraft.com/K3/K3%20QST%20prod%20rev%201.pdf

Reviews dari 130 orang penggunanya dapat dilihat pada 
http://www.eham.net/reviews/detail/6673


Untuk menghemat pengeluaran, saya memesannya dalam bentuk modular kit. Bukan factory assembled. Selisihnya bisa AS $ 250 sendiri! Untuk merakitnya, tidak diperlukan keahlian menyolder. Di YouTube banyak ditemukan video perakitan K3 yang rata-rata memakan waktu sampai 7-11 jam lamanya. Pedoman perakitannya lengkap dan sangat mudah diikuti oleh saya yang tidak punya latar belakang ilmu elektronika.


Modul-modul apa saja yang dipesan dan telah tiba dengan selamat di Cinere, 21 Maret 2011?


Untuk menghindari kesalahan fatal dalam memesan modul, saya lebih dulu berkorespondensi via email dengan beberapa teman top banders di AS dan Inggris. Saya memilih Bill, W4ZV, Dave W5UN dan Pres, N6SS. Ketiganya operator kawakan dari Amerika Serikat. Dari Inggris, saya pilih Ron, GW3YDX. 

Saya anggap mereka dapat memberi saran/petunjuk penting karena mereka adalah pengguna Elecraft K3.


Secara umum, inilah rangkuman saran-saran mereka untuk penggunaan DXing 160m, CW.
  1. Modul-modul K3 bisa dibeli lengkap tapi akan banyak menghabiskan uang. Sebaiknya, dilengkapi secara bertahap karena instalasinya akan sangat mudah (semacam konsep rumah tumbuh di sini -Jo).
  2. Komponen dasar pada modul-modul K3 sudah memberikan keunggulan untuk meredam derau pada topband. DSP-nya dual, 32-bit.
  3. Plot/kurva pada filter-filter RX 250Hz dan 400Hz untuk CW tidak banyak bedanya (lihat http://www.elecraft.com/K3/K3_8_pole_plots.htm Jadi, saya beli  hanya modul KFL3A-200Hz dan KFL3A-400Hz untuk CW.
  4. Modul utama K3/100
  5. Modul KXV3A untuk RX Antenna, IF Out dan Xverter Interface
  6. Modul K3SSKT, Hardware kit Stainless Steel (saran dari Pres, N6SS) yang akan membuat casing transceiver tahan karat (siapa tahu QRV di pantai -Jo).
Saran terbaik datang dari Ron, GW3YDX, pemilik Vine Antennas, UK, agar saya tidak memesan modul KAT3-F, automatic antenna tuner (US$ 339.95). Selain harganya mahal, Ron menyatakan bahwa linear amplifier Acom 1000 (barang tsb sudah tiba di Cinere, dua minggu lalu) akan secara otomatis memberi nilai SWR yang rendah.


Pemesanan dilakukan secara langsung via internet. Dukungan pelayanan dari bagian penjualan di Elecraft sangat baik. Mereka minta data secara lengkap untuk pencatatan pengguna K3 di seluruh dunia. Dan, selalu menginformasikan proses di pabriknya sampai dengan pengiriman udara via USPS yang insured dan trackable via internet.


Modul-modul untuk operasi moda SSB dan/atau digital, seperti microphone, filters dll, saya coret dari daftar karena sama sekali tidak berminat main di situ. Demikian pula dengan komponen kabel USB-to-Serial dengan FTDI chipset - yang sudah saya miliki, sehingga banyak penghematan yang berarti.


Bukankah peribahasa menyatakan bahwa hemat pangkal kaya?

Lihat juga  http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2013/08/saran-pembelian-modul-modul-transceiver.html

18 Maret 2011

Topband 18 Maret 2011 (WIB)

Pagi ini (WIB) ada pembukaan yang lumayan pada topband (160m). Sinyal John, OZ1LXJ, dari kejauhan (QRB 10.936 km, QTF 325°) masuk ke Cinere dengan mutu "armchair copy" (2218z). Demikian pula sinyal UX3MZ (QRB 8904 km, QTF 321°) pada 2243Z. Keduanya masuk log saya.

Juga terjaring UA4YA (2219Z), UR5IAW (2226Z). Dua stasiun yang berusaha menjalin QSO namun saya sulit  terima callsign-nya adalah R1AUx dan SP3Bxx.

John, OZ1LXJ juga mengirim spot untuk YC1COZ, sbb
2237 oz1lxj 1823.5 YC1COZ CQ

Tnx es 73 de Jo, YC0LOW

17 Maret 2011

Linear Amplifer Acom 1000 Tiba di YC0LOW

Saya merasa sudah saatnya beberapa peralatan di stasiun YC0LOW diremajakan.  Salah satunya adalah HF linear amplifier Tokyo Hy-Power HL-2K yang sejak Januari 1995 saya gunakan (lihat Gambar 1). Alat ini saya beli bekas dari seorang teman DXer lama. Kondisinya yang terawat dan saya kenal dengan pemiliknya yang resik membuat saya yakin membelinya. Ternyata, memang terbukti, hingga 2011, saya masih merasa percaya diri dalam menggunakannya (legal limit).
Gambar 1. HF linear amplifier Tokyo-Hy-Power HL-2K


Penguat ini menggunakan sepasang lampu tabung 3-500Z, dan bekerja dari 160m sampai 10m dengan baik. Namun sekitar tiga tahun yang lalu, trafo tegangan tingginya korslet dan dari pabriknya saya dapat kabar bahwa mereka sudah tidak lagi memiliki stok trafo-nya sehingga saya harus memesan trafo baru yang digulung di Glodok, Jakarta. Terakhir kali saya mengganti tabungnya (matched pair) adalah setahun yang lalu bersamaan dengan mengganti modul orisinal High Voltage-nya dari THP, Jepang.

Sayangnya, dimensi trafo menjadi lebih besar dan tidak masuk ke kompartemen alat tsb sehingga harus saya buat terpisah dengan unit aslinya. Walau kinerjanya baik, tapi kepraktisan transportasi pada saat QRV di luar rumah jadi merepotkan. Dua buah kotak harus digotong kemana-mana.


Agak lama saya memilih linear amplifier penggantinya karena disibukkan dengan pekerjaan harian sampai kemudian pilihan saya dijatuhkan ke Acom 1000 baru. Sebuah produk yang lebih mutakhir dan menggunakan 'sebatang' lampu 4CX800 (GU74B). Kalau membaca product review-nya pada e-ham.net maka keputusan saya untuk membeli produk ini menjadi terakselerasi. Salah satu kelebihannya adalah, penguat ini dapat dioperasikan untuk 6m (lihat Gambar 2).
Gambar 2. Acom 1000, buatan Bulgaria
Kemarin sore (16/04), bayi yang cantik ini tiba dengan selamat di Cinere.  Barang baru ini dibeli dari Vine Antenna di Wales, Inggris, milik Ron Stone, GW3YDX, seorang topbander utama di GW3-land
GW3YDX adalah stasiun yang memberi saya konfirmasi 160m dari Wales

Berhubung masih sibuk bekerja, saya bahkan belum sempat membuka kotak kartonnya. Mungkin saya akan punya waktu untuk menginstalasinya pada akhir pekan ini.

2011/3/17 arnold ap;yb2emk_arnold@yahoo.co.id;
imho. Om Jo, siap-siap dengan 4cx800 aka GU74B, mulai langka (cek di web) dan sesuai hukum supply and demand menjadi mahal, case-nya akan menjadi sama dengan 8875, 3cx800. Saran saya mumpung masih belum terlalu mahal mulai spare matched pair-nya GU74B. Saya juga pakai valve itu di Alpha 91b....:-)
Salam
arnold


2011/3/18 Jo, YC0LOW®
Yth OM Arnold,
Terima kasih atas sarannya.
73 de Jo, YCØLOW

11 Maret 2011

Sejarah Transceivers di YC0LOW

Sejak menjadi anggota Orari pada 1993, saya hanya menggunakan tiga merk transceivers, empat model, yaitu Icom IC-735 (1993), Kenwood TS450-AT (1995), Yaesu FT-1000MP (vintage, 1997) dan Icom IC-746Pro (2006).
Gambar 1. Icom IC-735, Transceiver hebat pertama yang saya miliki (1994).


Gambar 2. Panel belakang IC-735. 

Icom IC-735 saya pilih karena memiliki fitur RX antena tersendiri. Radio itu saya lengkapi dengan CW filter 250 Hz. Pada awalnya, banyak saya gunakan untuk DXing di HF. Hasilnya sangat memuaskan sehingga sejak itu hidup saya 'teracuni' olehnya (lihat Gambar 1 dan Gambar 2).

Kemudian, saya membeli Kenwood TS-450AT (lihat Gambar 3) di Jakarta. Transceiver ini banyak saya gunakan untuk SSB DXing pada  band-band 80, dan 40m. Kinerjanya luar biasa dengan adanya DSP-100. Namun, amat buruk pada 160m, CW. Karena DSP-100 (lihat Gambar 4) bukanlah DSP yang dirancang untuk mereduksi noise melainkan hanya untuk membatasi pass-band, membentuk CW, membersihkan audio transmit dan receive.

Gambar 3. Transeiver kedua adalah Kenwood TS-450AT

 Gambar 4. Sebuah DSP=100 yang saya gunakan dengan transceiver di atas

Ketika saya membeli Yaesu FT-1000MP di Ham Radio Outlet, Anaheim, CA, AS (1997) (lihat Gambar 4), tidak ada penambahan apa-apa sampai saya membaca adanya roofing filters dari INRAD untuk tipe tsb. Lihat: http://www.inrad.net .

Gambar 4. Transceiver ketiga: FT-1000MP juga dilengkapi dengan desk mic (kiri) dan FH-1 (kanan)


Pemesanan filter tambahan dari Inrad AS dilakukan beberapa bulan setelah transceiver tsb saya gunakan di Cinere. Ini saya lakukan karena sudah mulai bercumbu dengan topband.

Boleh dibilang, inilah transceiver yang mengantarkan saya mengenal lebih jauh apa topband (160m) itu. Secara praktis, FT-1000MP ini tidak pernah saya gunakan pada band-band lain dan/atau mode lain kecuali 160m/CW. Dengan inilah saya bisa mengumpulkan kartu QSL untuk mengklaim DXCC 160m Award.

Gambar 5. Icom IC-746 Pro yang mungil namun lengkap fiturnya
Penggunaannya berangsur-angsur surut ketika saya membeli Icom, IC-746Pro (lihat Gambar 5) dari SunEast Ltd di Singapura (2006). Selain ingin mencoba barang yang lebih baru, transceiver ini banyak direkomendasikan oleh teman-teman topbander di seluruh dunia! Menurut mereka, filter-filter digitalnya amat bervariasi dan sudah built-in sehingga bisa hemat tanpa perlu membeli add-on apapun.

Semua rekomendasi ternyata benar adanya. Saya amat menikmati kinerja teknologi DSP 32-bit yang membuat receiver-nya bekerja baik di kerajaan derau 160m.

Transceiver apa yang selanjutnya sangat diinginkan? Please stay tuned.

04 Maret 2011

Perbedaan-perbedaan antara Band-band 40m, 80m dan 160m

Low Bands didefinisikan meliputi 40m, 80m dan 160m. Propagasi di antara band-band tersebut amat berbeda.

Dalam buku LOW Band DXing, edisi 5, ARRL, 2010, Bab 1, halaman 52, John, ON4UN, menulis ringkasan perbedaan tiap band, termasuk karakter propagasinya. Berikut terjemahannya:

40m.
* Seperti band HF yang kondisinya sangat baik pada malam hari (band ini hampir mirip dengan VHF bagi seorang topbander!)
* Prakiraan propagasinya bisa diselesaikan dengan menggunakan program-program klasik yang berbasis MUF (maximun usable frequency)
* Propagasi grayline juga terjadi sepanjang garis terminator - seperti yang terjadi pada band-band HF yang lebih tinggi.
*Zona gray line bisa mencakup kawasan yang sangat luas (selama berjam-jam bahkan di medium latitudes)
* Pembelokan (skewed) sinyal tidak sebanyak yang terjadi pada band 80m dan lebih lagi pada 160m.
* Band 40m memungkinkan Anda bekerja DX mencapai jarak/arah ke mana saja, bila peralatannya memadai.

80m.
* Dengan peralatan yang memadai di kedua stasiun maka dapat menjangkau jarak dan arah ke mana pun pada saat-saat yang tepat tiap tahun.
* Selama masa sunspot yang rendah, propagasi pada band 80m sangat dipengaruhi oleh MUF
* Propagasi gray line yang amat bagus selalu terjadi pada arah yang tegak lurus terhadap garis terminator.
* Bekerja DX melalui sabuk aurora (auroral belt) adalah sesuatu yang biasa, bahkan pada tahun-tahun sunspot yang tinggi.

160m
* Propagasinya tidak dipengaruhi oleh MUF, dan hanya secara marjinal dipengaruhi oleh siklus matahari (solar).
* Selain ada fenomena aurora, belum diketahui secara persis apa yang menyebabkan baik atau buruknya DX pada malam hari. Misteri masih merupakan bagian terbesar dari top band!
* Absorbsi/penyerapan oleh aurora sangat lazim terjadi pada band 160m.
* Pembelokan (skewed) sinyal sering terjadi
* Propagasi gray line yang amat bagus selalu terjadi pada arah yang tegak lurus terhadap garis terminator.
* !60m memiliki area khusus di mana untuk bekerja DX adalah mudah - yaitu kawasan sekitar 5000km dari QTH Anda. Sebagai contoh, Eropa barat bisa mudah bekerja dengan pantai timur AS tiap hari. Zona gray line yang abu-abu adalah W5, W8 dan W9. Sedangkan W0 adalah lebih gelap dari abu-abu. Untuk kawasan di luar itu, kondisi propagasi harus lebih baik di atas rata-rata. Ini berbeda dengan 80m, di mana jarak yang lebih jauh masih mungkin bisa dicapai tiap hari - atau peralihan kondisi propagasi antara "mudah" dan "susah" sepertinya lebih tersamar.
* Long path yang istimewa ( yaitu, tanpa ada pembelokan sinyal) pada band 160m adalah pengecualian, kecuali untuk stasiun-stasiun yang berada dekat dengan antipodes, dan hanya terjadi pada masa siklus sunspot yang rendah.
* Bila propagasi band 80m terbuka, tidak ada jaminan bahwa 160m akan terbuka juga. Namun, bila band 80m buruk, maka band 160m pun buruk. Jadi, jangan pernah mengekstrapolasikan kecenderungan dari high bands ke band yang lebih rendah, karena hasilnya tidak akan pernah sesuai.
* Secara tipikal, pada band 160m ada QSB yang pelan tapi dalam, terutama pada jarak yang marjinal. Disarankan supaya bisa membaca callsign lawan pada kesempatan awal QSO. Mungkin tak akan ada kesempatan kedua atau -kalau pun itu ada- akan terjadi pada beberapa menit kemudian. Saya jarang mengalami hal ini pada band 80m. Kesabaran adalah yang utama. Anda mungkin harus menunggu lama sampai puncak propagasi terjadi pada Anda.
* Saat siklus sunspot yang rendah, band 160m biasanya meberikan puncak propagasi pada sunrise (terkadang juga sebelum tengah malam), utamanya untuk long path yang terjauh, dan ketika kedua ujung path berada di garis terminator. Sangat sering kita saksikan adanya sinyal yang memuncak pada masa sunrise. Adapun pada sunset, lebih jarang terjadi. Yang ada, biasanya pembukaan yang lebih melebar dalam waktu satu jam setelah matahari tenggelam.
* Pada band 160m, gejala skip seringkali pada area tertentu saja.
* Bekerja DX melalui lingkaran aurora adalah sangat sulit (atau bahkan tak mungkin) dilakukan pada band 160m.
* Daya pukau bekerja dengan stasiun baru (new one) pada band 160m adalah bernilai sepuluh kali lipatnya dari pada band 80m!

Ayo, band mana yang hendak Anda tekuni?

01 Maret 2011

Tambahan Negara DXCC pada 160m

Sambil iseng, saya mencoba merekapitulasi beberapa tambahan negara DXCC pada 160m.Pada, April 2008, saat klaim award DXCC 160m, saya menyertakan 104 buah kartu QSL ke biro DXCC ARRL di AS.

Lihat: http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2008/04/klaim-award-dxcc-160m-19-april-2008.html

Negara-negara tambahan yang kartu QSL-nya sudah berstatus CFM adalah sebagai berikut:

1. 9M0M Spratly Islands, 06 Maret 2010
2. E77DX   Bosnia Herzegovina, 30 Desember 2010
3. FK8CP, New Caledonia, 09 Januari 2010
4. TX3A, Chesterfields Island, 14 November 2009,
5. VK9GMW, Melish Reef, 20 Maret 2009


Dari stasiun-stasiun di atas, hanya FK8CP yang paling sulit, karena  sun rise-nya tiba di saat kita di WIB sedang ngantuk berat. Remi, operatornya menyukai operasi QSX DWN hingga 10 kHz. 


Sinyal 160m dari Pasifik (arah timur Cinere) adalah yang paling sulit di-copy.

Kartu QSL 160m dan 40m CW dari 9M0M
Saya masih tunggu beberapa buah kartu QSL dari entitas DXCC yang berbeda.

25 Februari 2011

Antena TX /RX Terbaik untuk LOW Band Dx-ers

Lagi, saya ingin berbagi informasi tentang data dalam buku John, ON4UN, LOW Band DXing, edisi 5, ARRL 2010. Kalau dalam tulisan sebelumnya ada data mengenai transceiver favorit (bukan "terbaik"), maka saya sampaikan dulu data survai antena TX terbaik yang didapat dari 379 responden.


Untuk singkatnya, disajikan hanya data yang untuk 160m saja. Toh ini blog 160m  :-))


Adapun band-band lain (80m dan 40m) saya kesampingkan dulu. Namun, supaya tidak kecewa, serta-merta saya kutip utuh data tentang antena penerima (RX) 160m yang terbanyak dipakai, sebagai berikut:


Antena TX, Prosentase
Vertikal, 57%
Dipole, 21%
Half Sloper, 10%
Vertical Array, 7%
TX Loops, 4%
Sloping Dipole, 2%
Yagi, Quad, 1%
Horizontal Array, <1%
Antena TX lain, 6% (tidak dirinci jenisnya -Jo)


Antena RX, Prosentase.
Beverage, 39%
RX Loops, 29%
RX Array, 6%
Antena RX lain, 5% (tidak dirinci jenisnya -Jo)


Yang sama sekali tidak menggunakan antena RX, 31%


Dalam paragraf 20.4.4, John menyimpulkan bahwa jenis-jenis antena yang digunakan pada LOW bands tidak banyak berubah selama lima tahun terakhir ini. Bedanya, himpunan antena (antenna arrays) penerima  (RX) yang terbuat dari elemen vertikal yang pendek telah membanjiri pasaran - termasuk tersedianya 4-square array yang kinerjanya baik namun dengan harga yang terjangkau

19 Februari 2011

SDR (Software Defined Radio), Kehadirannya Menjadi Kontroversi

"Web SDR (software defined radio) adalah sebuah web penerima sinyal radio dengan software(s) yang terhubung dengan internet yang memberi keleluasaan bagi banyak pendengar radio untuk bisa sekaligus menyimak bunyi dan menala penerimaannya", demikian sekelumit definisi SDR yang ada pada preambule http://www.websdr.org/


Teknologi SDR telah memungkinkan semua penggunanya untuk tune secara independen dan bisa secara simultan menerima sinyal-sinyal yang berbeda.  Hasilnya sangat kontras dan berbeda dengan hasil banyak radio penerima klasik yang juga terhubung dengan internet.


Bulan Februari 2011 ini, pada Top Band Reflector, SDR dikupas habis oleh kalangan top banders. Ada yang pro dan kontra terhadap kehadirannya. Mengapa?


Ternyata, penggunaannya yang makin meluas di kalangan topbanders telah menimbulkan ekses negatif karena banyak dari pendatang baru di band tsb (mereka yang tidak sabar untuk menaiki tangga DXCC) secara berjamaah menggunakan fasilitas SDR tsb untuk menjalin 160m QSO 2-arah. Tentu saja hal tsb dianggap curang.


Kalau sebelumnya rangkaian elektronik SDR dibuat terhubung dengan transceiver, sekarang tidak perlu lagi. Sistem SDR paling mutakhir tidak lagi membutuhkan soundcard pada sebuah PC untuk memproses sinyal - apalagi perlu hardware DSP. 

Silakan cek transceiver FlexRadio (www.flex-radio.com) dan/atau rangkaian penerima Perseus, SDR-IQ dan SDR-14.


Gbr. 1. "Though small we are mighty". SoftRock SDR (photo courtesy of SoftRock)
Board Softrock SDR buatan Tony, KB9YIG (Gbr.1, atas) hanya berisi komponen-komponen utama seperti tiga transistor dan empat buah Integrated Circuits (IC). Board ini dihubungkan dengan antena penerima pada sisi input dan di sisi lain (output) ke input stereo, dengan port USB, dari sound card Anda. Tentu saja, ada koneksi ke catu daya 12 VDC. Kit SoftRock dijual untuk berbagai band amatir dan juga BC.


Kombinasinya dengan software pengendali dan sound card berkwalitas baik, maka akan didapat bandwith luas dan hasil penerimaan yang fantastis.

Gbr. 2. Panel depan kotak SoftRock v.160m. Jack Stereo untuk LINE-IN

Gbr. 3. Board SDR SoftRock v.160m warna hijau, atas, menuju ke konektor BNC untuk antena RX.







 
Saya masih menyimpan dengan baik sebuah SDR kit board buatan Tony yang factory assembled (lihat Gbr. 2, 3, atas), Hingga saat ini belum dicoba secara intensif. Insyaallah, dalam waktu segera. OM Nyoman, YB1NWP, membantu saya untuk mengecek alat tsb (lihat Gbr. 4).


Pada tahun 2006, saya pernah menulis di milis OrariNews tentang Softrock 160m. Anda dapat melihat tautannya pada


http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2008/02/re-softrock-160-receiver-kit-jumat-juni.html  dan
http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2008/02/softrock-160-receiver-kit-selasa-juni.html


Gbr. 4. Nyoman, YB1NWP, sedang mencoba produk Softrock di QTH-nya (Feb 2011)
Bagi teman-teman yang mau dengar QSO 160m, CW dan SSB, melalui web SDR, silakan coba mengunjungi web-nya. Pilih situs yang sistem SDR-nya paling dekat dengan kawasan yang hendak Anda pantau


Pada web SDR milik WB4MAK (menggunakan SoftRock), Anda bisa mendengar -dan bahkan MELIHAT-  di notebook Anda, betapa band 160m penuh dengan stasiun AS yang ngobrol dengan SSB, seharian. Lalu, pada saat SunSet, usai maghrib, WIB, Anda bisa tiap hari dengar banyak dan lihat sinyal CW dari AS yang memanggil DX. Panggilan tsb belum tentu bisa didengar oleh kita dengan sistem/set-up transceiver yang konvensional (tanpa SDR).


Majulah teknologi digital! 
Malulah para pecundang di Top Band...


2011/2/23 daryono daryono YC1CYD
Selamat siang Om Jo,
Saya tertarik dengan SDR anda , bagaimana performansinya dibanding RX yang konvensional?
Mohon penjelasan tentang kontroversialnya SDR , apakah yang Web SDR  ?
Saya pernah beberapa kali monitor lewat Web SDR ( Universitas U Twente dan yg lainnya)
untungnya suara Iwak Iwak yang di 3770kHz nggak terdengar sampai sana....
Memang luar biasa wb sdr tsb , satu receiver bisa digunakan rame2 di frekuensi/band yang berbeda beda.
Salam,
Daryono



2011/2/23 Jo, YC0LOW menjawab:


Yth OM Daryono, YC1CYD
Penerimaan dengan SDR tentu jauh lebih baik ketimbang RX yang konvensional. Itu yang saya dapati pada band 3,5 dan 7.0 MHz. Untuk band 1.8, saya harus tambahkan ruang lingkup frekwensinya dalam .INI file-nya dan merubah
oscilator-nya. Saya sedang belajar merubah setting-nya

Kontroversi penggunaan SDR utamanya ada di lingkungan
topbander puritan. Mereka percaya komunikasi terestrial, point-to-point. Agak masochist, memang.

Keberatan utamanya adalah banyak pemakai stasiun SDR yang
(un-registered) berhimpun dan secara curang melakukan QSO dua-arah dengan teknologi tsb. Kartu QSL tetap dipertukarkan dan digunakan untuk klaim award DXCC.

Isi peraturan DXCC #9 sendiri juga ambigu. Dinyatakan di sana bahwa
" Lokasi tiap stasiun akan juga dianggap sebagai lokasi dari pemancar." Bagi sebagian orang kalimat tsb tidak jelas karena TIDAK mencantumkan istilah "penerima" (receiver). Bukankah sebaiknya kalimat lengkapnya adalah "Lokasi tiap stasiun akan juga dianggap sebagai lokasi dari pemancar dan penerima, dan jarak antara pemancar dan penerima adalah tidak lebih dari xx meter"

Tapi, teknologi digital tidak bisa dibendung. Yang diperlukan adalah etika dalam berkomunikasi dan cara yang jujur dan adil untuk mendapatkan kartu QSL - apalagi untuk klaim
award.

Bagi DX
SWL-er teknologi SDR amat membantu mereka dalam beraktifitas dalam hobinya.

Beberapa hari yang lalu, saya lihat di layar web-SDR ada identitas YG8TUX sedang memantau band amatir 40m.

Tnx es 73 de Jo, YC0LOW





18 Februari 2011

Mengapa Anda Memilih LOW Bands untuk Bekerja DX?

Lihat kolom kanan dengan garis bawah kuning. 
Klik gambar untuk memperbesar
Salah satu isu yang menarik dalam isi buku LOW Band DXing oleh John, ON4UN, edisi kelima, adalah himpunan tanggapan terhadap pertanyaan survai "Mengapa kami memilih untuk bekerja DX pada LOW bands?"


Sebenarnya, ini pertanyaan retorika. Jawaban untuk itu sudah dimuat pada buku edisi keempat terbit, 2009. Sebab, selalu dicantumkan dalam tiap survei bersama pertanyaan-pertanyaan lain. Namun, pada buku edisi kelima, 2010, ada beberapa tambahan komentar yang unik dan 'nakal'. Hampir dua halaman penuh digunakan untuk memuat ratusan pendapat!


Saya sangat gembira ketika semalam, saya menemukan bahwa jawaban saya dan juga jawaban Jorge, YB1AQS (hanya kami berdua dari YB-land) dikutip dalam buku hebat tsb (lihat gambar atas).
Add caption

Karena keterbatasan ruang - dan kemampuan cekak saya dalam menerjemahkan kalimat/idiom dari Inggris ke Indonesia) maka hanya dipetik beberapa saja dalam bahasa Inggris, dan identitas nara sumbernya, sbb:
* Excellent bands for a night owl like me (DF3KW)
* Unpredictable propagation on 160m (N2NT)
* Takes more patience and skill (K4LTA)
* It's not so easy (PA3AAV)
* To join the gentlemen's league on Top Band (DL7ZZ)
* Top Band teaches me to become a patient person (YC0LOW) - lebay amat gak seeeh?

* Because I'm a masochist, Top Band is exciting! (SV3RV)
* More challenge, less lids (N2LQ)
* DXing on the high bands is like shooting fish in a barrel (K7FL)
* I love  a good "static salad" (K1UO)
* On 160m, CW shines (VO1NA)
* Pushing the operators and the station to the limits (N4KG)
* Top Band: no nets, no lists, no deliberate QRM, moving on the edge, alone with QRN (IV3PRK)
* Why do you climb mountains? 160m is the highest mountain with no worn path (K0HA)
* I think I was dropped on my head when I was a baby (K4SB)
* To make the impossible possible. 160 DXCC from the worst place on earth (YB1AQS) - setahu saya impian Jorge belum mewujud.

*160m is more a gentleman's band. Lids are too lazy to fight QRN (W9WI)
* It helps to be insomniac (W8RU)
* Operating skill as important as hardware (K2RD)
* Because anyone can work DX on high bands (W0GJ, W1JZ, VE7ON dll).
* It's the only challenge left (K2UO)
* Success is not automatic (K4TEA)
* On the LOW bands, success comes from the knowledge, NOT money (K1VR)*
* Easy things are for everyone (RA3AAU)


dan masih banyak lagi. Bagaimana tanggapan Anda? Mengapa Anda juga memilih DXing pada LOW bands - terutama 160m?


Silakan menulis komentar Anda.

17 Februari 2011

Merek-merek HF Transceiver Favorit untuk LOW Band DXing



Kemarin, saat libur Maulid Nabi Muhammad saw, saya menerima buku Low Band DXing, edisi kelima, ARRL 2010.  Buku tebal yang menjadi kitab suci banyak operator LOW band ini, konon akan menjadi edisi terakhir dari penulisnya John, ON4UN (lihat gambar bawah).

LOW Band DXing, Edisi 4
LOW Band DXing, Edisi

Isi buku tentu saja merupakan pemutakhiran dari isi pada edisi-edisi sebelumnya. Gambar sampulnya saja sudah menampakkan wajah penulisnya yang makin tua, tapi tetap semangat.

Yang istimewa dalam edisi ini adalah lebih banyak uraiannya mengenai isu-isu: antena penerima (RX), phased array. peta propagasi. Software Defined Radio (SDR) dan LP-500 Digital Station Monitor.

Salah satu bagian buku yang paling menarik perhatian saat awal membukanya - dan saya ingin berbagi dengan pembaca blog ini - adalah hasil survei merek-merek transceiver yang digunakan oleh LOW band DXers, wa bil khusus 160m.

Ada 397 stasiun yang aktif pada 160m (mereka sudah memperoleh setidaknya 225 negara DXCC), yang menjadi responden survei yang menggunakan 493 berbagai merek rig.  

Peringkat favorit transceiver yang digunakan oleh operator topband adalah, sbb:

- Yaesu FT1000 (D-MP): 26%
- Elecraft K3: 13%
- Icom 756: 12%
- Ten-Tec Orion: 9%
- All other Kenwood: 8%
- All other Icom: 7%
- Yaesu FT 2000: 6%
- Icom IC-7800, IC-7700: 5%

Peringkatnya nyaris serupa untuk band-band 80m dan 40m. Penjelasan kualitatif tentang peringkat ini sangat lengkap sehingga kita bisa menganalisisnya lebih dalam.

Dalam surveinya, John, ON4UN, mengirim pertanyaan: "Transceiver apa yang, menurut Anda terbaik untuk LOW Bands?" Tony T77C, menjawabnya secara tegas: "Telingaku".

Jadi, enggak perlulah buru-buru beli Elecraft K3 yang bisa RX dual diversity...

2011/2/19 hendro s.joedho
OM Jo,

Kalo edisi terbaru dari satu penerbitan banyak gak sih hal yang barunya ?
ARRL Handbook edisi tahun 80an pasti beda jauh ya dengan yang tahun 2000an misalnya, tapi kalo yang cuma beda setahun mungkin cuma sedikit saja kali ya ?

73
hen-yc0qr


2011/2/19 Jo, YC0LOW®
Yth OM Hendro,
Kalau buku Low Band Dxing edisi 5, mnrt saya lumayan banyak bedanya dengan edisi 4. Apalagi ini merupakan buku terakhir yang ditulis John.
Kebetulan saya koleksi dari edisi 3.
Contohnya, tambahan pada edisi 5 meliputi: pembahasan yang lebih dalam tentang berbagai RX antena, phased array, peta baru propagasi berbasis DX Atlas, SDR dan LP-500 Digital Station Monitor.
Juga ada kutipan pernyataan saya tentang Topband :-)

Tnx es 73 de Jo, YCØLOW


Sun, 20 Feb 2011 11:07:52 +0800 (SGT)
OM Jo,
Bukunya ON4UN yang saya punya lupa edisi ke berapa, tapi yang pasti ada keterangan bahwa QSO pertamanya dg YBland di 160M dengan YC0LOW dan di 80M dengan YB0WR.
Kalo gak salah saya beli tahun 2007-2008 dulu.

73 es GL
de yc0qr

 
2011/2/20 Jo, YC0LOW®
OM Hendro,
Buku yang Anda beli itu edisi 4.
Pada saat itu, saya juga kaget mengetahui bahwa John, ON4UN, belum CFM qso 2-arah, cw dengan Indonesia di Top Band (160m).
Segera saya kirim kartu QSL kepadanya dan memesan langsung bukunya yang edisi 4.
Kemudian, John membalas kartu saya dan menuliskan pesan pribadi untuk saya dan menandatanganinya di halaman awal buku.

Tulisan tangan John, ON4UN untuk saya pada halaman awal bukunya, Edisi 4

Sebuah buku koleksi yang juga berharga - dengan tulisan tangan - saya peroleh dari Jeff, K1ZM, penulis buku "DXing on the Edge, The Thrill of 160 Meters", ARRL. Buku tsb merupakan cinderamata untuk saya saat dia jumpa Jorge, YB1AQS, di Top Band Dinner, Dayton AS, 1998.

Tukar-menukar barang antarsahabat memang menyenangkan dan mudah. Yang sulit dan bikin risau adalah tukar laporan RST pada Top Band itu sendiri :-))

Tnx es 73 de Jo, YCØLOW
Sent from my BlackBerry®

2011/2/20 hendro s.joedho
   

OM Jo,
Senang banget punya koleksi buku  dengan asli tandatangan penulisnya apalagi memang buku itu juga isinya tentang hobi kita.
 

DXing On The Edge, saya juga punya tapi isinya belum begitu menarik buat saya, CD yang dilampirkan isinya rekaman QSO di 160M, kalo gak salah. HI.

Saya juga punya beberapa buku non radio yang ditandatangani penulisnya, juga ada yang ditandatangani oleh "lakon" dalam buku itu karena penulisnya orang lain (biografi).

73 de yc0qr



2011/2/21 Jo, YC0LOW®
Yth OM Hendro,
Sepengetahuan saya, hanya buku Jeff, K1ZM, yang isinya spesifik 160m yang diterbitkan ARRL.

Buku John, ON4UN, masih lebih umum karena meliput LOW bands.
Namun, Anda benar. Buku Jeff tidak semenarik buku John. Karenanya, banyak operator menyebut buku LOW Band DXing sebagai kitab sucinya.
Koleksi buku sudah sama nih. Impian DXing pada 160m pasti bisa diwujudkan. 
Ayo, OM Hen. Ditunggu segera di Top Band, ya! 
73 de Jo, YCØLOW

2011/2/22 hendro s.joedho
  OM Jo,
Jangankan 160M yang tantangannya masih terlalu banyak buat saya, yang fasilitas (antenna, rotator, tower dll) sudah ada belum sempat saya pasang karna belum ada space utk "operating desk", HI HI.
Maklum rumah type RSSSSS...., padahal waktu di Makassar dulu halaman depan/belakang memadai, malahan ada tower tinggi menara air utk kompleks begitu juga ruangan utk pasang radio sangat memadai, grounding system cuma dibalik jendela saja.
Masih harus sabar.
73 ycoqr