28 November 2010

Topband 20 Nop 2010 (d/h monitor 160M)

Dalam maillist Orarinews, 28 Nop 2010, Dadang Darwis, YB2EUZ, menulis

Pagi ini 21.00 utc noise (s9) terdengar cukup kuat pada vertical antenna di semua band frequency1.814 KHz VQ9LA terdengar imut sedang cq test jam 22.15 UTC mengganti RX antenna dengan Dipole (40/80M) up 11m...ternyata noise cukup teredam dan terdengar D4C sedang cq kemudian scanning dari bawah keatas sampai 1.846 KHZ....beberapa station cukup jelas 448 - 559 terdengar YL0Y, YL2PN, DK7AN, OG4N, OH5A, OH3BH, LN8W

Untuk lokal seperti biasa 9M2AX dan YC1COZ tetapi YC2WWW dan YB1ALL belum terdengar lagi signalnya...?

WX Temanggung, temp 20,1 C, humidity 90

YB2EUZ si Dadang yang lagi meriang melaporkan condx 160M



2010/11/28 Jo, YC0LOW® menanggapinya:


Yth OM Dadang, dkk.


Terima kasih atas laporan pemantauan pada 160m. Saya menghentikan pemantauan serupa pada 20:00 UTC karena 'putus asa' setelah duduk selama lebih dari enam jam lamanya di depan TXCVR. Tentu saja disertai dengan harapan besar bisa mendengar dua stasiun dari Pasifik: ZL8 dan ZK2. Namun, hasilnya nihil.


Topband (160m) tidak berubah dalam memberi kekecewaan.


Sore harinya, saya sempat mendirikan satu tambahan antena RX tipe coax loop ala N6RK yang lama saya andalkan. Ketinggian sekitar 1m di atas tanah. Jaraknya sekitar 75 meter dari hamshack.


Jadi, semalam saya 'mendengar' dengan dua jenis antena yaitu K9AY dan coax loop. Tapi, hanya beberapa stasiun saja yang terdengar, beberapa jam setelah SR di lokasi mereka yaitu (hanya): VQ9LA dan HS0ZEE.


Perbedaan kemampuan penerimaan kedua jenis antena RX tsb adalah sangat drastis! Saya mengujinya dengan cara tes A/B. K9AY tidak dapat menerima apapun.


Semoga Anda cepat sembuh, OM Dadang.


Tnx es 73 de Jo, YC0LOW

25 November 2010

KH2/N2NL Kena Jaring pada Topband, 24 Nopember 2010

ZL8X terdengar pada 1826.5 kHz, QSX down 3, usai saya makan malam di rumah sekitar 1930 WIB. Pada antena penerima RX tipe K9AY sinyalnya sangat lemah (RST 339) sedangkan pada antena TX vertikal saya, penerimaannya makin buruk karena malam itu hujan ringan namun diselingi petir. Padahal, menurut DX Spot, pada topband ada pula stasiun ZK2 dari Niue Island


Saya putuskan untuk tidak ikut-ikutan memanggil karena dengar dia membalas kirim signal report dengan banyak stasiun dari Amrik. Alasan lain adalah, penerimaan saya sangat terbatas. Sebagai gantinya, saya melakukan CQDX di 1818.3.


Pada 1254Z, KH2/N2NL dari Guam (OC-026) menjawab panggilan saya. Saya mengirim RST 339 sedangkan Dave, operatornya, memberi RST 559. Menurut Dave, dia baru pertama menjalin QSO CW dua- arah pada topband (160m) dengan stasiun Indonesia. Saya meragukan hal tsb, tapi sempat menyatakan: "Glad to be a new one on TB" di DX Cluster.


Setelah saya periksa log, ternyata kami pernah bertemu di band-band 10m dan 15m saat sama-sama ikut kontes IARU 1999.Saya mengirim kartu kepadanya via manajer W2YC tapi tidak berbalas sampai saat saya menulis pesan ini.


Stasiun dari Guam yang pertama masuk ke log 160m, CW saya adalah KH2/K4KST op Gus. QSO terjadi pada 1998.


ZL8X? sampai saat Sun Rise di sana, sinyalnya tak terdengar lagi di Cinere

21 September 2010

Elevated Feedline untuk Antena RX

Dari: Orari-news@yahoogroups.com, 21 September 2010


Saya sedang dalam persiapan mendirikan antena 4-square array buatan Hi-Z Antenna, AS, untuk RX pada topband (160m) dan 80m. Izin untuk menggunakan lahan luas yang kosong dan terbuka lebar, setidaknya 2500 m2, telah diperoleh.


Cukuplah untuk footprint antena tsb tanpa adanya faktor penghalang di sekitarnya, seperti rumah dan/atau bahan konduktif (pagar besi, rumah dengan atap yang diberi lembaran alumunium foil, dll. Namun, lahan tsb terletak sekitar 450 meter dari hamshack saya. Pengelola hanya mengizinkan instalasi feedline secara elevated, tidak boleh dikubur di tanah!


Saya tidak punya pengalaman apapun dalam instalasi elevated feedline sepanjang itu, kecuali hanya sepanjang beberapa meter ketika coax harus menyeberangi jalan umum di depan rumah. 

Beberapa isu penting muncul dalam benak, seperti: tarikan feedline yang tidak lurus, ketinggiannya di atas tanah, daya/tegangan DC voltage yang akan berkurang di ujung jauh dari hamshack, isolasi feedline tsb untuk mengatasi common-mode noise dll yang akan mempengaruhi kinerja sistem antena RX tsb.


Mohon petunjuk, apakah ada yang punya pengalaman tsb dan bersedia membaginya dengan saya? Saya akan gunakan coax Belden tipe RG6-U dengan konektor F. Tnx es 73 de Jo, YC0LOW.

Laporan dari K7SO. New Mexico, AS

Senin, 20 September 2010, saya memanggil CQ di 1818.3 kHz. Berhasil kontak dengan OM Tono, YB2CPO (11:10Z) di Salatiga dengan sinyalnya yang kuat, mirip dengan sinyal dari OM Feri, YC1COZ dari Bogor.


Pada 12:39Z, Doc, K7SO, melaporkan dia mendengar sinyal saya pertama kali di musim ini dengan RST 229. Lokasi Doc adalah New Mexico, grid DM65XX (QRB 15.323 km, QTF 41°). Daya pancar saya cukup 100W.


Saya tidak dapat mendengar sinyalnya. Pasti antena RX dia yang hebat! Kami sudah bertukar kartu QSL karena pernah jumpa perdana pada 160m, CW pada Februari 2010.


Apakah ini janji musim? Kalau di negeri kita memang sedang musim janji...




2010/9/20 hendro s.joedho
OM Jo, yang pasti sebentar lagi Musim Haji, bukan musim janji. Siap2 motong hewan qurban.

Mau tanya juga nih, kalo misalnya kita menggunakan antenna terpisah utk RX; TX apakah ada hitungan jarak tertentu yang harus digunakan utk kedua antenna itu.

73 hen-yc0qr



2010/9/21 Jo, YC0LOW
Yth OM Hendro,
Menurut yang saya pahami, antena RX harus berada pada lokasi yang relatif aman/jauh dari sumber derau (noise) dari bahan-bahan induktif di sekitarnya. Pemisahannya lebih diutamakan bila kita menggunakan antena TX yang jenis vertikal untuk menghindari re-radiasi RF. Jarak teoritis yang di sarankan adalah minimal 1/4 panjang gelombang (lebih besar lebih baik) dari band yang digunakan. Bisa juga digunakan rangkaian relay untuk detuning antena TX tsb pada saat kita RX.


Pada spektrum MF, kehilangan (loss) sampai 1dB akibat panjang feederline tidak akan berpengaruh banyak pada mutu penerimaan apalagi, sistem RX dilengkapi dengan low-noise preamp.


Tnx es 73 de Jo, YC0LOW




2010/9/20 Partono Partokardi
Terima kasih OM Jo, untuk QSO yang ke dua di 160m. Yang pertama terjadi pada 29 Agustus 2010 (21:47Z) di 1825kHz.


Masih tetap dengan 100w dan antenna longwire, feedpoint 30cm dari ground sisi vertical 12m, sisi horisontal 36m dan counterpoise 4 lembar kawat (1,5m; 5m; 7m; dan 20m).


Antenna tersebut dapat bekerja dari 10 - 160 m dengan bantuan coupler/tuner, khusus di 160m baru beberapa station yang terdengar dari Salatiga dan berhasil QSO sedang di band lain cukup lumayan dapat QSO baik dengan station Oceania, Amerika, Asia, Afrika maupun Eropa.


Berkat dorongan semangat dari OM Jo, YC0LOW saya masih bertahan untuk memperoleh bukti dari janji-janji kondisi propagasi yang bakal membaik, sambil mencoba memperbaiki kinerja antenna untuk dapat lebih baik menerima signal yang imut-imut.


73 de Tono YB2CPO

10 September 2010

OH3XR Stasiun EU Pertama pada Topband di Musim Ini (8/9/10)

DU1IST terdengar memanggil DX sejak 20:00 UTC. Banyak stasiun JA yang berhasil menjalin QSO 2-arah dengannya. Transmisi sinyalnya selalu kuat pada topband (160m) namun penerimaannya kerap dicela karena banyak operator dari EU yang bisa copy dan 'naksir' dengannya.


Rupanya, sinyalnya terdengar bagus di Eropa. Alan, VK3PA juga tiada henti memanggilnya namun selalu gagal seperti saya. Saya perkirakan bahwa DU1IST tidak punya antena RX di Philipina, sebuah negeri yang juga banyak QRN-nya.


Marko, OH3XR akhirnya bertemu di udara dengan Alan. Saya ikuti pertukaran mereka dengan baik melalui antena rx K9AY. Saya yakin bahwa pagi ini (WIB) path propagasi 160m ke Eropa utara juga akan mengantarkan sinyal dari Cinere ke OH-land. Terdengar juga stasiun UA4.


QSO kami terjadi pada 20:21 z. OH3XR menjadi stasiun EU pertama pada topband di musim ini (September 2010). Ini adalah kali yang kedua kami jumpa pada 160m, CW. Daya pancar cukup 100 Watt saja. Cukup untuk jarak sekitar 10.000 km dari Cinere.

08 September 2010

Progres #2 Antena K9AY (8/9/2010) di YC0LOW

Walau hanya di saat-saat menjelang bedug Maghrib, dalam dua minggu terakhir ini, waktu saya disita oleh kegiatan pengamatan terhadap antena biksen rx K9AY.


Pengamatan terhadap sinyal radio siaran pada AM, menurut hemat saya, sudah cukup memberikan banyak bukti bahwa kinerja antena tsb sudah bekerja baik - walaupun belum bisa disebut sebagai sempurna. Namun, kinerja pada topband CW sangat buruk. Noise level sangat lemah sehingga diperlukan sebuah pre-amp rx.


Kendala yang ditemui adalah bahwa keluaran tingkat derau (noise level output) yang lebih kuat bila antena diarahkan ke utara. Berulang-ulang saya periksa rangkaian kotak relay dalam hubungannya dengan empat buah terminal untuk kawat loop. Resistor Termination sudah dicoba diganti nilainya.


Dalam sebuah kesempatan, saya juga sempat mengganti transformer 9:1 (terbuat dari ferrite Amidon BN73-202 tipe binocular) dan membuat empat counterpoise yang segaris dengan empat kawat alas antena.


Koneksi kutub kawat antena juga sudah saya gonta-ganti posisinya tetapi dominasi sinyal dari utara tidak kunjung berubah. Ini menunjukkan bahwa kesalahan bukanlah pada rangkaian melainkan ada pada faktor eksternal.


Saya mencurigai penyebabnya karena ada sebuah antena TV parabola di sisi utara antena yang hanya berjarak sekitar 5 meter dari ujung utara kawat loop. Belakangan, saya temukan bahwa atap rumah tetangga yang berdekatan dengan antena K9AY saya dilapisi dengan alumunium foil di bawah gentengnya.


Hingga tulisan ini dibuat, persoalan tsb belum ditemukan solusinya. Ini bisa menjadi sebuah eksperimen yang gagal.


Usai Idul Fitri 1413H, saya berencana untuk menjauhi pusat gangguan dengan mengubah antena tsb menjadi hanya satu kawat loop saja yang mengarah ke barat dan timur. Juga, akan memeriksa batang ground sebab, K9AY tergolong sebagai antena yang dipengaruhi oleh kondisi tanah (ground-dependant).


Batang ground yang saya gunakan sekarang terbuat dari besi untuk kerangka beton, bukan berbahan tembaga. Bisa jadi, koneksi pentanahannya tidak optimal karena korosi dll.


Please, stay tuned!

Lihat juga http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2012/01/gbr.html

23 Agustus 2010

Progres #1 Antena K9AY (23/8/2010) di YC0LOW

Setelah mengamati dalam beberapa hari terakhir, Senin pagi ini (23/8), saya melakukan pemeriksaan dan beberapa penambahan pada sistem antena rx K9AY.


Pemeriksaan meliputi:


a. Penyetelan nilai R-termination dari 500 Ohm menjadi 390 Ohm. Sebuah nilai yang disarankan oleh penciptanya: Gary, K9AY, untuk memperoleh rasio ideal front-to-back (F/B) pada topband (160m). Lihat: hlm. 4, http://www.hard-core-dx.com/nordicdx/antenna/loop/k9ay/k9ay_orig.pdf


Pekerjaan bisa cepat dilakukan karena saya menggunakan potensio sebagai variable resistor (lihat gambar VR, dilingkari garis kuning, pada gambar Kotak Relay di bawah ini).





Penggunaan potensiometer hanya sementara sampai nilai tetapnya diperoleh melalui serangkaian uji-coba. Setelah itu, bila saya anggap perlu, akan digunakan fixed carbon resistor, 1 atau 2 Watt.


b. Memastikan koneksi tiap kawat loop di terminal pada Kotak Relay. Caranya:


1. Melepas koneksi kawat dari kutub-kutub di terminal antena loop untuk mengecek tidak adanya sinyal broadcast yang hinggap di outer-shield feederline RG-6U yang mengalir ke receiver pada hamshack.


2. Dengan Ohm meter, cek nilai impedansi pada kutub terminal NE yang dialiri tegangan 12V DC. Nilainya seharusnya 'nol' Ohm. Sedangkan nilai impedansi pada kutub lawannya, SW, akan berkisar 400 Ohm (tergantung pada nilai resistor yang digunakan untuk termination).


3. Langkah pemeriksaan yang sama harus dilakukan terhadap kutub NW dan SE. Nilai impedansinya harus sama sehingga antena rx ini benar-benar seimbang (balanced).


Setelah pemeriksaan, saya melakukan penambahan berupa:


a. 4 utas kawat tembaga, panjang masing-masing 7 meter, sebagai ground radials. Kawat tembaga ini diletakkan di tanah dan segaris lurus dengan kedua kawat alas antena.


b. Pemasangan tambahan 10 buah snap-on ferrite beads pada feederline di dekat feedpoint sehingga jumlahnya menjadi 17 buah. Konon, ini akan menghindarkan gejala common-mode noise sehingga perambatan sinyal dari antena ke receiver bisa bersih.


Bagaimana hasilnya?


Usai buka puasa, hari ini, saya memantau 1594 kHz, AM. Terdengar siaran RRI (tidak jelas dari kota mana). Arah antena ke Utara


Ternyata, pada frekwensi yang sama, ada stasiun radio siaran AM dari Kamboja (?) yang bahasa pengantarnya tidak dapat saya pahami. Arah antena ke Barat. Keduanya bisa terdengar baik dengan mengganti arah yang berbeda. Penerimaan tanpa ada sedikitpun splatter & intermodulation. Luar biasa!


Salah satu petunjuk bahwa kinerja antena tsb sudah memadai sebagai 'telinga' pada topband adalah adanya rasio F/B dan directivity pada AM broadcast band (MW) yang baik.



Semua uji-coba penerimaan ini dilakukan tanpa pre-amp RX baik yang eksternal maupun yang ada pada transceiver


Menurut Hal, N4GG, yang presentasi K9AY-nya saya jadikan acuan dalam proyek ini (lihat http://www.sedxc.org/), bila K9AY ditujukan untuk optimasi rx pada topband, maka rasio F/B pada band 80m dan 40m akan makin nihil.


Bila memang demikian, malam ini, saya boleh berlega hati. Eksperimentasi telah memberi hasil yang mulus setengah jalan. Sisanya masih harus dijalani di saat musim topband dimulai pada September 2010.


Kenapa juga enggak bikin antena ini dari duluuuuuu, ya...?

Lihat juga:

15 Agustus 2010

Antena RX Loop K9AY di Cinere (2010)

Gbr.1 (bawah). Loop K9AY di YC0LOW, Cinere (2010)


Sudah lama saya tertarik untuk mencoba double loop K9AY sebagai antena penerima (RX) pada top band (160m), tapi saya baru sempat merakit dan memasangnya pada Juli 2010.

Referensi dan petunjuk pembuatannya bisa dengan mudah didapat di internet dengan bantuan
Google Search.

Komponen elektronik yang dibutuhkan oleh sistem antena ini pun tersedia melimpah di Jakarta dengan harga yang relatif murah.

Pada Gbr.1 kawat loop membentang ke empat penjuru angin: utara (kiri), selatan (kanan) dan timur (jauh), barat (dekat). Kawat loop adalah kabel tipe NYA berinsulasi, diameter 2,0mm, Untuk kejelasan visualisasi, saya buat garis tipis. Semua tekukan kawat loop ditopang oleh empat pasak dari bambu.

Antena RX ini berada di lahan kosong, 50 meter dari antena TX jenis vertikal saya.


Gbr. 2 Kotak Kendali
Gbr.2 (kanan) adalah Kotak Kendali (control box) yang akan ditempatkan pada hamshack. Pada panel depan terdapat sakelar daya ON/OFF (sisi kanan) dan switch kendali arah (U-S, B-T pada sisi kiri), masing-masing dengan lampu LED sebagai indikator.

Pada panel atas, dibuat terminal 12 Volt DC yang akan mengendalikan relay di kotak transformer/relay pada feedpoint. Kabel daya V DC bisa berupa kabel telepon dan/atau kabel ethernet/LAN.

Gbr. 3, Kotak Relay


Gbr. 3 (atas) adalah Kotak Relay yang akan dipasang pada feedpoint antena RX. Sisi kanan kotak adalah tempat dua buah konektor (kabel daya V DC dan coax feedline) sedangkan sisi kirinya adalah tempat empat buah kutub untuk empat kawat antena RX.

Gbr. 4, Isi Kotak Relay

Bagaimana kinerjanya? Petunjuk awal berupa indikasi rasio Signal-to-Noise dan Front-to-Back dari siaran radio AM pada band MW telah membuktikan adanya pelemahan (attenuation) dan pengarahan (directivity) ke empat penjuru mata angin. Namun, detilnya akan saya tuliskan dalam judul terpisah.



Masih diperlukan pengamatan dan uji-coba dalam membuat sistem pentanahan (ground) agar kinerjanya optimal. 

 Lihat:  





http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2011/11/kotak-kotaktransformer-dan-controller.html

dan



http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2011/12/rasio-lilitan-kawat-pada-transformer.html

09 Mei 2010

Contesting on 160m from Indonesia

Contesting on 160m from Indonesia by Jo, YC0LOW (taken from CQ Contest Magazine, March 1999, p. 31-32)
 
Since 1997 I have always been in front of my radio listening 160 meters when the CQ WW Contest is on. When the band is open, then I make a lot of calls.

I am 45 years old, married and have two children (a 17-year-old boy and a 5-year-old girl). My formal education background is in Film and TV Studies. I graduated in England in 1980. Until 1993 I worked as a documentary filmmaker in Indonesia. Since 1994, however, I have been manager several FM radio stations in Jakarta. I am lucky, because all I do is radio (at work and at home, hi!).
No one in my house is a ham but me. I have been a ham since 1993. In January 1997, when I upgraded to Technician, I fell in love with Topband (160 meters). I have worked 69 countries and confirmed 57 on 160. Being in the equatorial zone, I must say it's very difficult to be an Indonesian Topbander due to the high noise all year! Based on info from Mike, VK6HD, there are only 15 YB/YC stations he has logged on 160 since 1984! This past August (1998) I participated in the YE1ZI special station as a 160 meter specialist. I am now in the process of taking a small survey about 160meter activities from YB/YC land.
Basically, my homemade antenna is a G5RV design. The length of the radiator wire is 88 meters (enameled, diameter 2.5 mm). The feed line is 100 feet of ladder-line (450 Ohm-type, made by RadioWorks). The antenna is connected to an FT-1000MP via the balance output of an MFJ 989-C tuner. In my shack there is also a linear amplifier - a Tokyo Hy-Power HL-2K that uses a pair of 3-500Z's. Usually, I use only 400 to 500 watts of power.
The antenna installation is far from perfect. The height of the feedpoint is 24 meters. One end is about 15 meters high and the other is only 7 meters. The apex angle is around 125 degrees. Sometimes I also call it "the inverted-Vee fed with ladder-line." Elevation of my QTH is 60 meters above sea level. The coordinates are S 6 degrees 20'/E 106 degrees 46' (measured with GPS Taiyo TGN-200). Locator: OI33JQ. Fig. 1 shows the antenna setup (note that the installation is not flattop as in the drawing).
Fig. 1
--------------------o--------------------- 44 m. length of wire at each end
|| 100ft, ladder-line, 450 Ohms
||
The 160 meter longest path ever made by me (with 'only' 300 watts) was on April 8, 1997 with Jack, VE1ZZ (2250Z). I gave him 569 and he gave 559. Also, another QSO happened almost a week later with Ron, PY1BVY, on April 13, 1997 (2257Z). I gave him 449 and he gave 589.



I finished my QSO for 160 Worked All Continents in April 1997. There were three SSB QSOs on 160 that I made in 1997 --i.e., VK6APZ (100 watts) and OH3ES and OH3TI (300 watts). During this season (1997-1998) I worked many US and VE (West Coast) stations on 160 only with 100 watts. NI6T was my first US station on Topband!

        Fig. 2
-----------------------------public street--------------------------------------
------------Post #1-------------------------------------Post #2--------------
        -----my QTH-----
        (X) Post #3 (feed point, 24m high, triangle with guy wires)
        ------------------
I've tried the shortened sloper from my 24 meter high tower. It works, but when using high power (300-500 watts) the MFJ gets hot quickly and it sometimes arcs. Also, due to the space limitations, the receiving direction (also transmitting?) favors VK/ZL rather than EU. Heat and arcing in the tuner, although a high power phenomenon, are happens when using a shortened (133 ft.) Carolina Windom 160 even though the horizontal wire radiator was hung flattop, 22 meters above ground (approximately). Now I have my full- size (256-ft.) Carolina Windom at hand, but I haven't had time to put it up yet.
With my existing antenna (dipole fed with ladder-line) I feel more comfortable. Maybe it's because I have no other experience with other antennas. I know it's not easy to put a decent signal out on 160meters. I believe there must be a better antenna for me, but I'll take my time. At least I've already kept the existing antenna for this season with only minor maintenance. The other antenna I have at hand is a KLM 160-V, but I can't find the space for its ground radials. If I put it up, maybe I'll use elevated radials.
My QTH lot is only 250 meter square. Fortunately, I can hang all the wire above the public street in front of my house. Of course, I have permission from my neighbors and/or the housing company. Fig. 2 is the sketch of my setup. When I experimented with a sloper, I used Post #2 to my house because it is taller than Post #1. Cinere (my QTH) is in a hilly and urban area. I am lucky because my QTH is on the highest terrain. The rest of the location tends to be lower to the west (Europe direction). I hope to see more friends on 160!
73 de Jo, YC0LOW
e-mail: yc0low@qsl.net


Keliling Dunia pada Band-band HF oleh Patty Winter, N6BIS

Keliling Dunia pada Band-band HF oleh Patty Winter, N6BIS (c) CQ Communications, Inc., USA.

Di bawah ini adalah terjemahan saya atas tulisan Patty Winter, N6BIS, berjudul Around the World on HF Bands yang dimuat di CQ Beginner's Guide to Amateur Radio, 1993. Izin tertulis untuk menerjemahkannyake bahasa Indonesia; dan untuk mempublikasikannya di kalangan amatir radio Indonesia, telah saya peroleh dari CQ Communications, USA.. Untuk kepentingan non-komersil, Anda boleh download lalu membuat fotokopinya atau memuatnya di buletin agar bermanfaat bagi kalangan amatir radio Indonesia , namun Anda dimohon agar menyebut nama penerjemah.

Bila ada kekeliruan, saya mohon maaf dan agar dikoreksi. Tanggapan atau pertanyaan yang dikirim kepada saya akan dicoba dijawab. Semoga bermanfaat. 73 de Jo, YC0LOW

Melakukan kontak radio pada band-band high frequency (HF) bukanlah semata-mata dengan menghidupkan radio dan memanggil CQ. Melainkan, selain harus siap dengan perangkat yang memadai, Anda juga harus memiliki pola berpikir dan bertindak yang tepat.

Persiapan

Coba bayangkan bahwa anda akan bicara melalui radio dengan ratusan - bahkan ribuan - orang-orang yang tak Anda kenal. Apa jadinya bila Anda tak tahu apa yang akan dibicarakan? Bagaimana bila stasiun lawan mengirim kode Morse lebih cepat dari kemampuan Anda menerimanya? Bagaimana bila Anda tak tahu istilah-istilah amatir radio karena Anda seorang pemula? Berikut ini beberapa petunjuk praktis:

  • Berlatihlah lebih dulu tanpa mengudara. Ini dapat dilakukan dengan teman dan/atau dengan alat pengetuk kode Morse. Contoh-contoh ber-QSO dapat dilihat pada buku-buku pengantar amatir radio.
  • Pelajari istilah-istilah. Kode-Q dan singkatan-singkatan lainnya adalah vital untuk ber-QSO dalam telegrafi dan sebagian istilah ada juga yang digunakan untuk percakapan telefoni. Bertanyalah kepada teman.
  • Janganlah "dibodohi" oleh siapapun yang kelihatannya memiliki kemahiran. Janganlah beranggapan bahwa "mereka dulu pernah jadi pemula namun sekarang mereka tahu segalanya sedangkan saya tidak tahu apa-apa" Sebenarnya, mereka itu hanya tahu hal-hal yang belum Anda ketahui, dan karenanya perbanyaklah belajar.
  • Janganlah kecil hati karena peralatan orang lain lebih baik dari milik anda. Anda bisa keliling dunia hanya dengan 100 Watt dan antena vertikal - atau bahkan dengan sistem yang lebih sederhana.
  • Carilah seorang teman. Adalah wajar bila seseorang merasa kagok ketika ada di depan mikrofon atau mengetuk kode Morse untuk pertama kalinya. Jangan takut untuk minta bantuan teman agar bergabung dalam beberapa QSO awal yang akan Anda lakukan.
  • Jujurlah. Katakan pada lawan bicara bahwa ini adalah QSO yang pertama (atau kedua, atau ketiga). Mereka akan senang mendengarnya. Bagi seorang amatir radio, tak ada yang lebih menyenangkan dari pada membantu seorang teman/amatir.
  • Ingatlah beberapa kalimat penting, bila sedang panik. Dalam telefoni sebutlah: "mohon diulang", atau dalam telegrafi: "PSE RPT". Kalimat lain yang berharga dalam CW adalah "PSE QRS" yang berarti "ketuklah lebih lambat". Bila perlu, nyatakan itu berulang-ulang agar dia mengirim lebih lambat sampai Anda dapat menerimanya. Janganlah mengirim kode Morse lebih cepat dari pada kecepatan Anda dalam menerima. Kebanyakan operator cenderung meningkatkan ketukannya, tanpa sadar, untuk menyamai kecepatan yang diterimanya. Bila Anda menggunakan electronic keyer, aturlah kecepatannya yang memadai. Bila secara manual, ketuklah dengan santai dan jagalah agar kecepatannya rata.(Untuk berlatih, manfaatkan ORARI CW Net pada 3825 kHz, tiap hari, pukul 20.00 WIB --penerjemah)
  • Istirahatlah seusai tiap QSO. Karena Anda bereaksi terhadap pengalaman baru, bisa saja Anda menjadi tegang. Berjalan-jalan sejenak atau minum air akan membuat lebih rileks.
  • Tentukan tujuan-tujuan yang realistis dalam ber-QSO. Beberapa kontak awal, terutama dalam CW, belum tentu baik. Namun, keberhasilan sudah dapat dinilai dari cara Anda mengudara dan menyelesaikan tiap QSO. Yang penting untuk diingat adalah semua operator pernah jadi pemula. Mereka berhasil melewati QSO-nya yang awal. Jadi, kenapa Anda tidak?

Persiapan Lainnya

Selain bersiap mengudara, penting juga untuk melengkapi ham shack dengan barang-barang seperti:

  1. Band Plan. Kecuali bila Anda sudah hafal, adanya daftar alokasi frekwensi (band plan) amatir di meja akan sangat berguna sebagai acuan untuk mencegah Anda bekerja di luar band.
  1. Buku Log. Sebuah buku log berguna untuk merekam kegiatan mengudara. Catatan di situ juga penting bagi Anda bila hendak meng-claim awards. Setidaknya, catatlah tanggal dan jam QSO (dalam UTC), nama panggilan stasiun lawan serta laporan sinyal yang dikirim dan diterima. Selebihnya bisa berupa nama, lokasi dan alamat tujuan untuk mengirim kartu QSL.
  1. Sesuaikan jam Anda dalam UTC (Universal Time Coordinated). Sistem penunjuk waktu internasional ini dipilih untuk menghindari kebingungan akibat perbedaan waktu. Apabila Anda menggunakan sistem waktu lokal, pastikan agar perbedaannya dihitung dengan benar.
  1. Peta Dunia. Dapat berupa peta biasa atau yang dibuat khusus untuk amatir. Keduanya mencantumkan keterangan pembagian waktu. Peta dunia amatir akan mencantumkan prefiks dan batas-batas kawasan untuk awards.
  1. Direktori Amatir Radio. Kebanyakan amatir lebih mengandalkan buku direktori untuk mendapat alamat lawan bicaranya. Info selengkapnya ada di Radio Amateur Callbook atau juga di disket-disket komputer (kini, sudah ada on-line database melalui internet --Jo)

Tuning In: Band Apa dan Kapan?

Band apa yang harus dipilih untuk berQSO? Pertanyaan yang mudah ini sebenarnya sulit dijawab! Anda harus lebih dulu mempelajari ilmu propagasi sinyal-sinyal elektromagnetis karena kondisi propagasi selalu berubah dalam hari, musim, tahun dan siklus sunspot dll. Majalah-majalah amatir radio selalu memuat prakiraan propagasi dalam tiap edisinya. Tabel-tabelnya dapat membantu Anda untuk memilih kapan waktu dan band yang terbaik untuk memanggil CQ. Namun, akan lebih mudah bila Anda menyalakan radio dan mendengarkan apakah ada aktifitas QSO. Cara ini akan menjamin Anda untuk bisa membuat kontak dengan seseorang.

Sidebands dan Frekwensi Split.

Berikut adalah beberapa kenyataan yang sering membingungkan para pemula:

Untuk QSO dalam telefoni, Anda harus memastikan apakah stasiun lawan bekerja pada USB atau LSB. Umumnya, LSB digunakan pada 40m, 80m band dan frekwensi yang lebih rendah. Sedangkan USB digunakan dari 20m, 15m dan frekwensi yang lebih tinggi. Namun, kadang-kadang terdengar juga QSO yang terjadi dengan pilihan sideband yang berbeda. Pengaturan itu tidak ditetapkan oleh FCC melainkan oleh konvensi. Hal lain yang acapkali juga membingungkan adalah bila sebuah stasiun bekerja split, yaitu memancar pada sebuah frekwensi dan menerima di frekwensi lainnya. Sering terdengar puluhan stasiun dalam satu frekwensi sedang memanggil satu stasiun yang seolah-olah tidak ada karena tak terdengar. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Sudah pasti di situ ada stasiun yang sedang mengudara dari lokasi yang langka. Bekerja split akan menyebabkan frekwensi stasiun DX itu bebas dari gangguan sehingga stasiun-stasiun yang memanggilnya dapat mendengar jawaban. Pada CW, frekwensi split umumnya berkisar hanya 1 s/d 5 kHz. Sedangkan pada telefoni bedanya bisa 5 kHz atau lebih!

Bila Anda mendengar sebuah stasiun yang bekerja split, dengarkan baik-baik petunjuknya agar Anda dapat mengontaknya.

Bahasa Apa yang Digunakan?

Bahasa Inggris adalah lingua-franca para amatir di seluruh dunia. Jadi, tak perlu kawatir bila Anda bisa berbahasa Inggris. Walau tidak semuanya fasih, setidaknya Anda dapat bertukar info tentang nama dan kota/lokasi.Bila Anda menjadi amatir karena juga ingin belajar bahasa asing lainnya, maka bekerja pada HF adalah tepat. Selain bahasa Inggris, bahasa Spanyol dan Prancis juga digunakan oleh amatir di banyak negara.

Laporan Sinyal.

Bertukar laporan sinyal pada awal QSO adalah baik dilakukan karena hal itu akan memberi gambaran kepada kedua pihak tentang kondisi penerimaan di masing-masing stasiun

Dalam mode telefoni, laporan sinyal terdiri dari kejelasan (readibility) dalam skala 1 sampai 5; dan kekuatan sinyal (1 sampai 9). Laporan sinyal yang paling baik adalah 59. Nilai laporan di bawahnya, sampai 55 atau 56, berarti bahwa QSO masih bisa dilanjutkan dengan lancar, walau sesekali bisa terjadi pengulangan karena gangguan. Bila Anda benar-benar "ngotot" untuk menjalin kontak, Anda dapat terus berQSO walau harus bekerja dalam nilai laporan yang lebih rendah. Dalam mode CW, laporan hendaknya ditambah untuk Tone/Nada dalam skala 1 sampai 9. Jadi, laporan terbaik dalam CW adalah 599.

Mengidentifikasi.

Peraturan FCC (yang juga diadaptasi juga oleh ORARI --penerjemah) hanya mengharuskan Anda untuk menyebut nama panggilan di akhir QSO, dan setiap 10 menit - bila kontak berlangsung lebih lama dari waktu tersebut. Namun, merupakan kebiasaan yang baik bila anda menyebut identifikasi lebih sering, misalnya setiap beberapa menit. Tapi, janganlah mengidentifikasi setiap kali giliran bicara.

Apa yang Dibicarakan?

Setelah bertukar laporan sinyal, nama panggilan, nama dan lokasi, apa lagi yang akan dibicarakan? Kebanyakan percakapan antaramatir berisi tentang peralatan. Radio apa yang digunakan? Antena apa? dll. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Juga, dalam CW, ketahuilah singkatan-singkatan yang akan membantu Anda dalam memberikan informasi dengan benar. Setelah itu, Anda bebas bercakap-cakap dalam batas-batas legal dan sopan. Bila Anda memiliki atlas atau ensiklopedi, Anda dapat bertanya kepada lawan bicara tentang kampung, negara bagian atau negaranya. Ceritakanlah secara ringkas mengenai diri Anda. Pekerjaan dan/atau hobi Anda, aspek apa dalam dunia amatir radio yang paling Anda minati, bagaimana keadaan negara Anda dll. Topik-topik seperti ini akan membuat sebuah QSO bernilai lebih dari pada sehelai surat - tanpa perlu menjadi terlalu pribadi sifatnya. Singkatnya, ciptakanlah percakapan yang layak dilakukan oleh dua orang yang seolah-olah baru pertama kali bertemu muka.

Beberapa Petunjuk untuk DXing.

Beberapa kontak DX dapat terjadi dangan santai seperti layaknya sebuah QSO lokal. Namun, bila Anda mau bekerja DX untuk memperoleh stasiun-stasiun yang langka maka anda harus menghadapi pile-up dan bertukar info dengan singkat.

Apa rahasianya agar kita berhasil dalam kontak-kontak yang berharga seperti itu? Amatilah para DXer bekerja, dan Anda akan menyadari bahwa mereka hanya butuh waktu yang singkat. Bahkan, ketika mereka menemukan stasiun DX yang diinginkan, mereka tahu pentingnya memastikan gaya beroperasi lawan bicara, kondisi propagasi dan suasana "pile-up" itu sendiri. Kesemuanya itu menunjukkan fakta yang penting diingat oleh seorang amatir radio, yaitu otak akan selalu unggul dibanding otot. Memang, tidak selalu demikian, tetapi, bila Anda punya stasiun yang berdaya pancar rendah (low power),

Anda bisa puas dan berhasil mendapat banyak kartu QSL bila cekatan. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa program 100 negara DXCC dapat dicapai hanya dengan transceiver 100 Watt dan antena kawat biasa. Jadi mengapa Anda tidak bisa?

Di bawah ini, beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Simplex atau Split? Apakah stasiun DX sedang bekerja secara simplex atau split? Bila dalam split, Anda harus memastikan dimana frekwensi pancar dan terima-nya.
  • Pembatasan dari Si Pemanggil. Pastikan apakah dia hanya memanggil kawasan tertentu atau memanggil nomor tertentu dalam prefiks (misalnya, memanggil mereka yang punya nomor "3" saja dalam nama panggilannya). Jadi, janganlah membuat diri Anda sebagai "poor operator/lid" dengan menjawab di luar giliran. Sebab Anda akan membuat jengkel dan dia akan enggan untuk menjawab.
  • Pacing. Apakah operator DX itu menjawab panggilan yang terkuat, ataukah dia akan berdiam lebih dulu sampai huru-hara dalam pile-up berakhir, baru kemudian menjawab panggilan seseorang? Gaya yang disebut belakangan itu akan sangat menguntungkan bagi stasiun-stasiun yang berdaya rendah. Bila keadaan pile-up seperti sebuah pertandingan adu teriak -dan Anda merasa akan tergencet- hematlah suara (atau gerakan tangan pada kunci ketuk) Anda sampai pile- up mereda.
  • Durasi QSO. Apakah operator DX itu bicara dalam gaya ngobrol atau dalam gaya kontes? Jangan bicara berkepanjangan ketika stasiun lain ingin bekerja DX secara singkat. Namun, bila Anda merasa bahwa mereka bisa menunggu, lontarkanlah sebuah pertanyaan yang singkat dan cepat kepada operator DX itu.
  • Propagasi. Apakah stasiun-stasiun yang terdengar oleh stasiun DX itu berasal dari kawasan yang jauh dari Anda? Mungkin kondisi propagasi sedang buruk. Ini tidak berarti bahwa Anda harus menyerah, melainkan Anda bisa saja bekerja dengan stasiun lainnya di frekwensi lain dan beberapa saat kemudian kembali ke stasiun DX itu. Namun, bila Anda merasa bahwa propagasi akan makin memburuk, maka silakan terus mencoba.
  • Ukuran Pile-Up. Apakah kondisi pile-up sulit ditembus? Bila demikian, Anda dapat menghemat energi dengan meninggalkannya sejenak sampai keadaan membaik. Bersabarlah.

DXpedition

Kegiatan DXpedition - yaitu perjalanan ke lokasi-lokasi yang eksotis untuk tujuan yang spesifik yaitu menyelenggarakan kontak radio amatir - sangat mirip dengan suasana kontes. Umumnya, ukuran pile-up nya besar dan iramanya cepat. Bayangkanlah bila ribuan amatir radio secara bersamaan ingin bicara dengan satu stasiun di negara yang sudah tak terdengar di radio selama 20 tahun!

Apakah operator yang tak berpengalaman akan berhasil dalam situasi seperti itu? Tentu saja bisa. Yang diperlukan adalah kesabaran, sikap realistis dan cekatan dalam beroperasi. Jangan sekali-kali berharap akan dapat menembus tirai sinyal dari stasiun-stasiun yang berkekuatan ribuan Watt di hari pertama pile-up DXpedition. Mungkin, kesempatan untuk Anda baru akan tiba beberapa hari kemudian ketika kerumunan itu menipis.

Sambil menunggu, Anda dapat memanfaatkan waktu untuk mengamati beberapa frekwensi pada band-band lain yang digunakan oleh stasiun-stasiun DXpedition itu. Bila Anda siap dan kebetulan mereka muncul di frekwensi yang berbeda, maka Anda bisa berQSO lebih dulu dari pada operator lainnya yang sering menggunakan metode pencarian secara acak. DXpedition acapkali bekerja split, jadi catatlah frekwensi split yang sering digunakan (misal 14.195 MHz transmit dan 14.200 receive). Dengarkanlah informasi mengenai kegiatan DXpeditions dalam net-net pada band 2m atau HF.

Bila anda punya perangkat packet radio, periksalah pengumuman-pengumuman dalam buletinnya. Yang penting, perhatikanlah secara seksama semua instruksi/informasi langsung yang diberikan oleh operator DXpedition.

QSLing

Apa yang terjadi setelah sebuah QSO usai? Apakah Anda hanya akan tutup buku log dan mematikan radio? Adakah hal-hal lain yang harus dilakukan? Berkirim kartu QSL dianggap sebagai sikap sopan-santun lanjutan dari sebuah QSO. Dari kartu itu, lawan bicara akan tahu bahwa Anda menyenangi pembicaraan yang pernah terjadi melalui radio. Juga, kartu QSL adalah sarana untuk memverifikasi kontak-kontak radio untuk meng-claim award.

Bagaimana Memilih Desain Kartu QSL?

Desain kartu QSL dapat bersifat pribadi. Namun, ada beberapa patokan yang harus diikuti untuk mencegah agar kreatifitas yang dituangkan tidak mengurangi nilai informasi. Kebanyakan operator di AS menggunakan kartu QSL yang berukuran sama dengan kartupos: 3,5 inci x 5,5 inci.

Ukuran kartu-kartu dari Eropa sering lebih besar. Anda bebas menentukan ukuran selama kartu Anda memenuhi ukuran dan ketebalan yang ditetapkan oleh kantor pos.

Percetakan yang mengkhususkan diri dalam bisnis kartu QSL sering memuat iklannya pada majalah-majalah amatir radio. Mereka menawarkan desain yang bervariasi. Beberapa toko kartu QSL bahkan memberi kesempatan bagi Anda untuk merancang sendiri tata-letak kartu, bisa berwarna, hitam putih atau dengan foto.Tak soal, apakah Anda membeli kartu jadi atau merancangnya sendiri, yang penting adalah nama panggilan stasiun Anda serta data QSO sebaiknya ada dalam satu halaman. Bila nama panggilan dicetak di halaman muka dengan gambar atau foto, pastikan agar nama panggilan itu juga tercetak di halaman belakang. Dengan demikian, operator kontes atau manajer DXpeditions akan lebih mudah memverifikasi data QSO karena mereka tak perlu repot membolak-balik halaman kartu QSL untuk menemukan data.

Pilihlah tipe huruf yang mudah dibaca. Bila seseorang tak dapat membaca nama panggilan Anda yang tercetak, maka Anda-lah yang rugi karena bisa tak memperoleh balasan.

Kartu QSL musti mencatat perincian QSO, seperti: tanggal, waktu, frekwensi, dan mode (CW, SSB, FM dll), nama panggilan stasiun lawan dan laporan sinyal. Semua data tersebut sangat diperlukan untuk perolehan awards. Dalam kartu QSL umumnya juga dicantumkan data perlengkapan serta ada ruang untuk pesan-pesan tertulis.

Mengisi Kartu QSL.

Tulislah data dengan jelas, bila tidak, maka si penerima akan sulit membaca informasi di dalamnya dan dia tidak akan menemukan data QSOnya dengan anda pada buku log.

Gunakan petunjuk waktu dalam UTC untuk menulis jam dan tanggal QSO. Bila ini diabaikan, bisa jadi kartu Anda dikembalikan setelah dicap "NOT IN LOG". Itu artinya bukan balasan yang diinginkan.

Cara menulis tanggal sering berbeda. Apakah "8/5/92" berarti 5 Agustus atau 8 Mei? Untuk menghindari salah faham, tulislah nama bulan secara lengkap (dalam Inggris) atau gunakan angka Romawi untuk nama bulan, misal: "5 VIII 1992" (Catatan: saya lebih senang menuliskannya menjadi 05 JUL '92 -Jo).

Rute QSL.

Apa yang harus dilakukan setelah kartu QSL ditulis? Itu tergantung pada di negara mana si penerima bermukim dan berapa besar dorongan dalam diri Anda untuk menerima balasannya. Umumnya, Anda boleh mengirim kartu QSL kepada operator di AS tanpa biaya/prangko untuk balasan. Jadi Anda cukup membubuhi kartu anda dengan prangko kirim. Namun, ada pengecualiannya. Operator di negara-negara yang langka akan menerima kartu QSL dalam jumlah yang banyak karena operator di negara lain perlu konfirmasinya. Uang yang digunakan oleh operator di negara yang langka untuk membeli prangko balasan bagi 1000 atau 2000 pemohon akan mencapai jumlah yang setara dengan harga sebuah radio baru! Jadi, akan sangat membantu bila Anda mengirimkan biaya/prangko balasan bersama-sama dengan kiriman kartu Anda. Cara ini juga berlaku bila Anda bekerja dengan stasiun istimewa (special event station) atau ketika mengirim kartu kepada para manajer QSL.

Bagaimana caranya untuk menemukan alamat-alamat? Milikilah Radio Amateur Callbook yang diterbitkan dalam berbagai versi setiap tahunnya. Informasi sejenis dapat pula diperoleh dari compact disk, microfiche dan buletin pada jaringan komputer/packet radio.

Manajer

Seorang manajer adalah amatir yang mengelola kartu QSL amatir lain. Kebanyakan dari amatir dunia punya manajer di AS sehingga kegiatan pertukaran kartu QSL akan lebih mudah, murah dan cepat ketimbang harus menulisi langsung ke operator yang bersangkutan. Kirimlah SASE (self addressed stamped envelope) bila Anda minta jawaban dari manajer QSL. Bila anda perlu kartu QSL dari DXpedition, diharap agar Anda juga mengirim sumbangan untuk membantu biaya cetak kartu. Tindakan seperti itu adalah simpatik.

Biro-biro QSL

Mungkin Anda pernah mendengar ucapan di radio QSL via bureau. Apakah yang dimaksud dengan biro; dan keuntungan apa yang didapat dari sistem itu?

Biro-biro adalah wadah pelayanan penyebaran kartu QSL sehingga pertukaran kartu antaramatir dapat terselenggara dengan biaya yang murah. Biasanya biro-biro dikelola oleh organisasi amatir yang resmi di sebuah negara. Di AS, jaringan biro terbesar adalah milik The American Radio Relay League (ARRL).

Biro mendistribusi kartu dengan prinsip-prinsip pos yang ekonomis. Misal, Anda hanya punya dua atau tiga kartu untuk dikirim ke negara tertentu. Bila kartu anda itu digabung dengan ratusan kartu-kartu amatir lainnya maka biaya kirimnya bisa lebih murah. Setibanya di negara tujuan, kantong-kantong kartu QSL disortir berdasar nama panggilan dan selanjutnya dikirim ke alamat biro-biro di negara itu dengan biayapos domestik. Melalui biro, anda bisa mengirim 150 kartu ke luar negeri dengan hanya membayar beberapa dolar. Kelemahan sistem biro adalah dalam hal kecepatan pengiriman. Anda harus menunggu berbulan-bulan atau bahkan satu-dua tahun untuk menerima balasan melalui biro. Mengapa begitu?

Diperlukan waktu yang cukup untuk menyortir keluar-masuknya kartu sebelum pendistribusian. Lagi pula, kantong-kantong pos berisi kartu QSL umumnya tidak dikirim melalui pos udara. Di Amerika Serikat, penanganan kartu QSL di Biro ARRL dilaksanakan oleh tenaga sukarela. Walau sistem ini punya kelemahan, namun pengiriman/penerimaan melalui biro masih dianggap oleh para amatir sebagai cara yang paling layak untuk saling bertukar kartu QSL.

Pengiriman Langsung

Bila Anda ingin cepat menerima kartu balasan dari teman yang tidak diwakili oleh manajer QSL, Anda dapat mengirimnya langsung. Lagi, lengkapi kiriman Anda dengan SAE (self addressed envelope) dan sekedar biaya untuk prangko balasan. Selain adanya tempat-tempat yang menjual prangko luar negeri, cara lain untuk mengirim biaya pos adalah dengan menggunakan International Reply Coupons (IRC). IRC dapat diperoleh di semua kantor pos di AS (juga di Indonesia dengan harga yang - selama masa krisis moneter - lebih murah ketimbang 1,00 dollar AS --Jo)

Kini Tibalah Giliran Anda.

Hanya ada satu cara untuk belajar menyelenggarakan QSO DX pada band HF, yaitu: hidupkan radio dan panggilah. Tentunya, untuk itu Anda harus sudah memiliki izin (IAR --Jo). Kini, tibalah giliran Anda mencoba.

(c) CQ Communications, Inc., USA, 1993.


Keliling Dunia pada Band-band HF oleh Patty Winter, N6BIS. Penerjemah: Johan, YC0LOW, PO Box 147, Cinere 16514, Indonesia. e-mail: yc0low@qsl.net

Mendengarkan Siaran Radio pada Gelombang Pendek (SW)

Mendengarkan Siaran Radio pada Gelombang Pendek (SW) oleh: Jo, YC0LOW, 1998. 

Mendengarkan siaran radiopada gelombang pendek (short wave/SW) atau band internasional, adalah hobi yang mengasyikkan dan sekaligus hiburan yang edukatif.

Walau kini terdapat alat-alat komunikasi baru yang dapat menghubungkan orang ke pusat informasi secara cepat, namun peranan stasiun radio - terutama kecepatan radio siaran Short Wave (SW) dalam penyampaian berita, tampaknya belum tersaingi. Ini terbukti ketika Perang Teluk terjadi. Di seluruh dunia, termasuk di tanah air banyak orang yang "kembali" menjadi pendengar radio SW. Padahal, di rumahnya, dia dapat mengikuti siaran TV yang memang sudah menambah jam siarannya untuk meliput peristiwa itu. Selama Perang Teluk, penjualan radio penerima yang ada fasilitas SW-nya meningkat bila dibandingkan dengan penjualan pada masa sebelumnya. 

APAKAH GELOMBANG PENDEK ITU?
Band standar radio siaran moda amplitudo modulation (AM)) dimulai dari 540 sampai dengan 1600 kHz. Di Indonesia lebih dikenal dengan gelombang menengah (medium wave/MW). Band MW ini adalah tempat mengudaranya stasiun-stasiun radio siaran swasta di Indonesia - sebelum banyak yang pindah ke band FM. Spektrum frekwensi MW tidak tergolong gelombang pendek. Spektrum gelombang pendek justru dimulai dari batas akhir alokasi frekwensi standar untuk radio siaran AM di MW, yaitu 1600 kHz sampai 30000 kHz atau 30 MHz (1000 kHz = 1 MHz). Sinyal radio yang dipancarkan pada gelombang pendek akan dapat dipantau di tempat-tempat yang sangat jauh (DX). Ini terjadi karena pancaran sinyal dari bumi akan terpantul kembali ke bagian lain di bumi karena berbenturan dengan ionosfir, sebuah lapisan yang tidak terlihat, di atas bumi. Akibat dari proses refraksi/pemantulan itu - yang dapat terjadi berkali-kali, serta faktor-faktor alamiah lainnya (propagasi), maka penerimaan sinyal radio siaran di gelombang pendek dapat berlangsung dengan baik, di siang hari atau pun di malam hari.
APA YANG AKAN SAYA DENGAR?
Spektrum gelombang pendek sangatlah luas. Di band ini akan terdengar transmisi dari ribuan stasiun radio, seperti:
  • Stasiun Radio Siaran Internasional. Hampir setiap negara-negara besar, juga negara-negara yang lebih kecil, menyelenggarakan radio siaran (broadcast) dalam bahasa Indonesia dan Inggris yang dapat ditangkap di Indonesia. Lamanya siaran bervariasi, mulai dari 30 menit sampai dengan 3 jam. Agar para pendengarnya dapat menangkap siaran mereka dengan jelas, daya transmisinya diperbesar hingga puluhan/ratusan ribu Watt. Berkat adanya stasiun relay-nya di berbagai tempat di dunia, transmisinya juga bisa diarahkan ke satu kawasan tertentu saja, misalnya ke Indonesia. Jadwalnya pun diatur dengan baik, yaitu di luar jam-jam sibuk pendengar di kawasan itu. Beberapa stasiun radio siaran dalam bahasa Indonesia dan Inggris yang mudah dipantau diIndonesia adalah: BBC London, Radio Moskow, Radio Jepang, Suara Amerika (VOA), Radio Australia, Radio Nederland, All India Radio, Radio Korea Selatan, Radio Beijing, Suara Jerman, Suara Malaysia dll.

    Di bawah ini beberapa alamat URL dari sebagian stasiun radio siaran tsb.
    SUARA AMERIKA: http://www.usembassyjakarta.org/voa/9802023.html
    BBC: http://www2.bbc.co.uk/worldservice/indonesian/tune_ind.htm
    RADIO AUSTRALIA: http://www.abc.net.au/ra/special.htm#4.

    Selain stasiun-stasiun radio siaran internasional, yang dikelola oleh pemerintah, masih ada pula stasiun-stasiun radio siaran regional, lokal dan swasta yang menyelenggarakan programa-programanya untuk masyarakat internasional. Mereka juga secara teratur menyelenggarakan siaran dalam bahasa daerah yang ditujukan untuk pendengar di kawasan tertentu.

    Radio Republik Indonesia (RRI) juga memiliki bagian external services yang menyelenggarakan siaran luar negeri bernama Suara Indonesia (The Voice of Indonesia). Siaran RRI dalam berbagai bahasa (Inggris, Spanyol, Mandarin dll) itu dipancarkan secara berjadwal pada band gelombang pendek. Bagi warga Indonesia yang sedang merantau, Suara Indonesia bisa menjadi jembatan untuk sejenak "pulang" ke tanah air. Sedangkan bagi SWL di seluruh dunia, siaran RRI -bahkan yang berbahasaIndonesia- dari berbagai lokasinya di nusantara adalah sasaran yangistimewa untuk diperoleh konfirmasinya. Kartu-kartu dari RRI adalah koleksi yang sangat berharga bagi mereka.
  • Stasiun Radio Amatir. Jumlah amatir radio di seluruh dunia ada sekitar 900.000. Dengan mendengarkan kontak radio (QSO) antar-amatir radio di gelombang pendek kita akan dapat belajar tentang dunia mereka. Stasiun-stasiun radio amatir beroperasi di SW, pada frekwensi yang berbeda dengan frekwensi untuk radio siaran. Apabila Anda hendak mendengar kontak radio antar-mereka maka anda perlu memiliki radio penerima tipe general coverage atau communication receiver. Radio penerima jenis ini lebih sensitif dan memiliki beberapa fasilitas tambahan, misalnya jangkauan frekwensi yang luas. Pada perangkat radio jenis ini juga tersedia kontrol-kontrol tambahan untuk memudahkan kita menerima dan mendengarkan berbagai mode emisi seperti AM, FM, CW, SSB, filter-filter untuk menghalau/mereduksi gangguan dll.
    Agar dapat memancarkan sinyalnya ke tempat yang jauh serta supaya frekwensi yang dialokasikan untuk mereka dapat digunakan secara efisien, maka para amatir radio memancarkan suaranya dengan mode khusus yang disebut single sideband (SSB), dan dengan kode Morse melalui mode continuous wave (CW). Jadi, adalah penting untuk memilih radio penerima yang dapat menangkap transmisi radio dengan mode-mode khusus itu.
  • Citizen Band (CB). Di Indonesia, radio Citizen Band (CB/KRAP) dikenal sejak sekitar tahun 1978. Kontak antaroperator stasiun CB dapat didengarkan pada radio penerima tipe general coverage. Operasi mereka dilakukan pada frekwensi 27 MHz atau gelombang 11 meter. Penggunaan CB juga populer di negara-negara tetangga, seperti di Filipina, Thailand dan Australia, sehingga percakapan mereka di udara dapat didengarkan.
  • Stasiun-stasiun 'ute' (utility). Apabila dari spektrum gelombang pendek, anda kurangi alokasi frekwensi untuk stasiun-stasiun radio siaran internasional, amatir radio dan CB, maka pada frekwensi sisanya akan terdengar transmisi sejumlah stasiun radio yang dinamakan stasiun-stasiun utility. Termasuk dalam golongan ini adalah stasiun radio komunikasi untuk keperluan komersil, pemerintah, militer, Search and Rescue (SAR) dan stasiun radio penelitian. Transmisinya bukan untuk pendengar umum. Namun, itu tidak berarti kita tak dapat mendengarkannya. Yang tergolong dalam stasiun-stasiun utility adalah:
  • Stasiun Internasional untuk Penerbangan (aeronautical). Pesawat terbang komersil berkomunikasi dengan menara pengawas, dan dengan pesawat terbang lainnya, juga pada gelombang pendek. Oleh karena itu, melalui radio penerima, kita dapat mendengar percakapan pilot-pilot Garuda Indonesia dengan menara pengawas di bandar udara Los Angeles, atau pilot Singapore Airlines berbicara dengan pengawas lalu lintas udara di menara Soekarno-Hatta. Percakapan ini dilakukan dalam bahasa Inggris.
  • Stasiun-stasiun Maritim. Gelombang pendek adalah band pilihan bagi komunikasi radio antar kapal di laut dan kapal dengan daratan. Ada juga ratusan stasiun radio pantai dan sejumlah besar stasiun radio di kapal yang dapat dimonitor dengan radio penerima yang memiliki fasilitas untuk mode SSB dan Morse (CW).
  • Stasiun-stasiun Militer. Pesan-pesan militer dikirim melalui satelit dan/atau dengan kode-kode/sandi sehingga kerahasiaannya tetap terjamin. Namun, masih cukup banyak komunikasi radio kemiliteran yang dipancarkan melalui gelombang pendek. Tentu saja hanya pendengar yang jeli dan berpengalaman saja yang akan mampu mengidentifikasinya.
  • Stasiun-stasiun Tanda Waktu. Selain stasiun di Greenwich, Inggris, banyak negara yang mengoperasikan stasiun radio yang hanya menyiarkan tanda waktu (time signal) yang mengudara selama 24 jam sehari. Tanda waktu yang dipancarkannya serta gelombang yang digunakan adalah sangat akurat sehingga dapat dimanfaatkan untuk navigasi, pencocokkan waktu dan frekwensi radio. Ketepatan standar waktu adalah penting bagi navigasi dan komunikasi maritim, penerbangan dan/atau penelitian. Umumnya informasi ini dipancarkan dalam mode SSB. Sesekali juga diperdengarkan suara penyiar untuk keperluan identifikasi.
    Beberapa stasiun tanda waktu dari negara lain yang dapat didengar di Indonesia adalah dari Jepang dan Hawaii. Apabila keadaan propagasi baik, kita dapat mendengar stasiun-stasiun serupa dari Eropa dan Amerika.
  • Stasiun lain-lain. Masih banyak stasiun radio gelombang pendek yang tak dapat digolongkan ke dalam jenis-jenis yang disebutkan terdahulu. Misalnya, radio siaran yang beroperasi secara gelap untuk eksperimen atau untuk propaganda. Stasiun radio siaran yang ilegal disebut pirate radio. Sedangkan siaran radio gelap untuk menyampaikan komunike/propaganda politik sebuah kelompok separatis/pemberontak disebut clandestine radio.
PERALATAN APA YANG DIPERLUKAN?
Jawabannya terletak pada stasiun apa yang hendak anda dengar. Apabila anda hanya berminat mendengar radio siaran internasional maka cukuplah membeli radio penerima yang bisa dijinjing (portable).Pastikan bahwa unit yang anda beli memiliki frekwensi gelombang pendek untuk menerima radio siaran internasional.
Bila anda hendak menangkap siaran stasiun radio utility dan stasiun amatir radio maka pertimbangkanlah untuk membeli pesawat radio penerima tipe general coverage yang liputan frekwensinya dari 500Hz sampai 30 MHz serta bisa menangkap transmisi dalam berbagai mode (AM, FM, Morse/CW,SSB dan RTTY). Pesawat radio penerima seperti ini disebut communications receiver.
ANTENA SEPERTI APA YANG DIPERLUKAN?
Penerimaan yang baik bisa dimungkinkan oleh antena yang sederhana. Umumnya, radio penerima portable sudah dilengkapi dengan antena teleskopis yang menjamin baiknya penerimaan. Di beberapa model radio penerima terdapat juga terminal untuk antena eksternal.
Di pasaran, antena eksternal ada bermacam-macam jenisnya. Namun, kita dapat membuatnya sendiri dengan menggunakan kawat tembaga atau kawat berlapis perak. Di dalam ruangan anda, rentangkanlah 6 sampai 12 meter kawat tembaga yang kedua ujungnya diinsulasi, lalu hubungkanlah satu ujungnya ke terminal. Hasilnya, penerimaan sinyal radio menjadi lebih baik. Itu akan bertambah baik lagi bila antena direntangkan lebih tinggi di luar ruangan, misalnya dengan mengaitkan salah satu ujung kawat ke pohon.
Ketika merentangkan antena anda di luar rumah, hindarilah kabel telepon dan kabel listrik. Untuk mengindari kerusakan akibat petir, antena luar ini sebaiknya dibumikan.
BAGAIMANA CARANYA MEMILIH GELOMBANG?
Salah satu aspek menarik dari hobi mendengarkan siaran radio gelombang pendek adalah kesinambungan kita dalam memilih gelombang dan selalu menemukan berbagai stasiun radio dari seluruh dunia. Namun, ada kalanya kita ingin memilih gelombang radio siaran dari sebuah negara tertentu saja. Untuk memudahkan memilih frekwensi dan jam siaran maka tersedia berbagai buku petunjuk. Biasanya, pada setiap paket unit baru radio SW, terdapat buku kecil berisi daftar frekwensi berbagai stasiun radio siaran.
Dua buku pedoman tahunan berisi daftar frekwensi yang paling lengkap adalah "World Radio/TV Handbook" dan "Passport to Worldband Radio". Bila anda ingin mengetahui frekwensi stasiun-stasiun utility, maka informasinya ada pada buku tahunan "Klingenfuss' Guide to Utility Stations".
APAKAH GREENWICH MEAN TIME (GMT) ITU?
Untuk menghindari ketidakpastian yang ditimbulkan oleh perbedaan kawasan waktu (time zone), stasiun-stasiun radio amatir, maritim, penerbangan dan siaran internasional selalu mengacu ke waktu yang berlaku di meridian, yaitu titik temu garis lintang dan garis bujur pada 0° yang melewati kota Greenwich, Inggris. Di sana, penunjukkan waktu lebih lambat tujuh jam dari pada penunjukkan di kawasan Waktu Indonesia bagian Barat (WIB).
Format waktu GMT adalah 24 jam, sama dengan format waktu Universal Time Coordinated (UTC) yang stasiun pengendalinya ada di Perancis. Contoh: pukul 19:00 WIB = 12:00 GMT/UTC.
APAKAH KARTU Q.S.L. ITU?
Semua stasiun radio siaran internasional menginginkan laporan penerimaan dari pendengarnya di seluruh dunia. Permintaan itu dan alamat pos mereka biasanya disampaikan pada saat-saat akhir siaran.
Bila Anda mengirim laporan dimaksud, mereka akan membalasnya dengan konfirmasi tertulis pada sehelai kartupos bergambar. Itulah kartu QSL. Selain itu, biasanya mereka juga mengirimkan pedoman acara dan informasi tentang negaranya. Untuk memperoleh balasan dari mereka, terkadang Anda harus melampiri satu atau dua helai kupon balasan internasional (International Reply Coupon/IRC) yang berfungsi sebagai alat tukar untuk biaya pos udara, dari negara tersebut ke Indonesia. Syarat ini sering diajukan oleh stasiun radio siaran yang memiliki anggaran terbatas untuk kegiatan hubungan masyarakatnya. Kupon IRC dapat dibeli di kantor pos kelas I di Indonesia. Di dunia, termasuk di Indonesia, terdapat banyak pendengar radio gelombang pendek (shortwave listener/SWL). yang berhimpun dalam grup-grup internasional pendengar radio. Kegemaran mereka adalah memonitor, mengirim laporan penerimaan untuk memperoleh kartu QSL, sebab kebiasaan untuk membalas laporan penerimaan, dilakukan juga oleh stasiun-stasiun radio non-siaran. Bagi para pendengar radio gelombang pendek (SWL), kartu Q.S.L. dari stasiun radio non-siaran (amatir, utility, pirate, clandestine dll.) adalah sangat berharga untuk dikoleksi. Apalagi bila konfirmasi itu berasal dari stasiun radio yang langka atau yang jauh letaknya. Laporan penerimaan ditulis dalam Inggris. Isinya berupa data, seperti: tanggal dan waktu penerimaan (dalam UTC), frekwensi, mode emisi, mutu penerimaan, dan gambaran mengenai isi acara yang anda dengarkan. Baik-buruknya penerimaan harus ditulis dalam formulasi SINPO, yaitu kode angka untuk menilai kekuatan sinyal (Signal strength), gangguan (Interference), kondisi propagasi (Propagation) dan kesan umum penerimaan (Overall merit).
Selain data dan angka SINPO, juga dapat disertakan komentar anda tentang siaran atau tentang stasiun radio tersebut. Semua uraian agar ditulis dengan jelas sehingga mereka akan lebih mudah mengesahkan laporan anda.
Selamat mendengarkan transmisi radio siaran pada gelombang pendek!

Mendengarkan Siaran Radio pada Gelombang Pendek (SW) oleh Jo, YC0LOW, PO Box 147, Cinere 16514. (c) 1998
e-mail: yc0low(at)gmail.com

28 Maret 2010

Perawatan Antena RX Loop

Sekedar berbagi pengalaman untuk perawatan antena RX loop ala N6RK.

Saya mendapati kinerja antena RX tsb memburuk dalam beberapa hari ini, terutama pada band 160m. Level derau makin lemah dan penerimaan juga demikian walaupun DC voltage sudah ditala pada posisi terbaik sebelumnya (bernilai sekitar 1,1 Volt). S-meter tidak beranjak dari S-0. Saya bongkar dan periksa rangkaiannya tapi tidak ada yang salah.

Saya putuskan membongkar dua konektor BNC dari remote tuning unit (RTU) ke kedua kawat loop dan saya menemukan konektor sudah berwarna hijau, berkerak alias korosi. Inner conductor kabel coax pun menjadi getas/rapuh akibat korosi tsb. Rupanya, saya salah dalam menggunakan jenis silicon sealant (saya gunakan bahan yang dipakai untuk melapis sambungan kaca akuarium) sebagai bahan weatherproofing.

Dari Google search saya temukan kabar bahwa kandungan cuka (baunya pun nyata tercium sangit) pada rubber silicon sealant tsb menyebahkan proses korosi yang cepat dan hebat sehingga bahan tsb TIDAK disarankan untuk digunakan terhadap bahan logam. Apalagi menghadapi cuaca ekstrim seperti pada musim ini (pagi panas terik, sore lembab karena hujan) di Cinere.

Akhirnya, koneksi saya solder langsung (tanpa konektor apa pun) dan kinerja antena rx loop pun pulih. Untuk melindungi dan menutup lubang dan/atau sela-sela dari kemungkinan masuknya air hujan, saya buat dua lubang di bagian bawah kotak (sebagai lubang drain) dan saya gunakan sealant warna hitam untuk sambungan pipa logam AC mobil (biasa disebut 'dodol' oleh montir).

Semalam, dengan antena tsb saya bisa mendengar dengan readibility baik sinyal topband dari 9M2, BU2 dan VK6 dengan level S-5. Bila dengan antena TX, noise floor adalah S9 +20dB dengan static crashes yang brutal sehingga sulit mendengar ketiganya.

Seluruh data penerimaan di atas, dihasilkan tanpa RX pre-amp

25 Maret 2010

Laporan dari Arizona dan Idaho, AS, pada Equinox, 24 Mar 2010


Hampir empat minggu lamanya saya menunggu pembukaan propagasi ke Amrik pada topband (160m). Optimisme muncul setiap hari karena melalui internet bisa terungkap banyak fakta adanya pembukaan tsb, terutama ke 9M2 dan XU7 pada saat Sun Set di Asia Tenggara. Memang, ini saat menjelang equinox, di mana sebuah QSO 160m masih bisa terjadi melalui mekanisme propagasi gray line.

Banyak stasiun dari negerinya Presiden Obama, mantan anak Menteng, yang berhasil mendapat tambahan zone melalui QSO 2-arah dengan Ross 9M2AX dan Peter XU7ACY. Tapi, optimisme saya tsb adalah hanya bayang-bayang hingga semalam (WIB).
Saya sudah memanggil CQ pada 1814 kHz sejak saat Sun Set (Maghrib, WIB) di Cinere untuk memenuhi janji sked dengan Dave, W5UN di Texas. Hingga adzan Isya berkumandang di mesjid Cinere, tak satu pun yang merespon panggilan saya. Pada peta on-line gray line, kelihatan pergeseran kawasan yang disinari cahaya matahari (masa Sun Rise) bergerak dari arah pantai timur, bagian tengah sampai ke sisi pantai barat AS.

Pada 1318Z, N6SS op. Preston, melaporkan bahwa dia menerima sinyal saya RST 449. Pres adalah topbander kawakan yang sepuluh tahun lalu, sinyalnya terdengar setiap senja di Cinere.

Saat itu (1997), dia masih  bertugas di Diego Garcia sebagai VQ9SS. Kini, Pres sudah pensiun dan memancar dari Dewey, Arizona, AS. Nilai RST diberikannya menjelang SR di sana. 

Pada puncaknya, saya dapat laporan RST 569 darinya. 

 (Atas) Pesan-pesan dari Pres yang ditulis di balik kartu QSL-nya kepada saya (1997). Saat itu, saya masih menggunakan straight CW keyer.


Ki-ka: Yon YB1CCC, Danu YD1GCL, Jo YC0LOW dan Pres N6SS makan malam di Jakarta

Pada April 2011, Preston berkunjung ke Indonesia, lihat  
http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2011/04/untung-di-gunung-malang.html

Audio File
YC0LOW-1812.5-24mAR2010-1332z.wav dapat di dengar pada folder File Orari-News.

Dari Idaho, KA7T op Don juga mengirim pesan  via internet bahwa pada 1349Z dia mendengar sinyal saya dengan RST 329.

Kedua stasiun di AS tsb mendengar sinyal berdaya 100 W dari Cinere.