19 Januari 2011

Topband (160m) DXing di Gunung Malang, Ciater, Jawa Barat (Bagian 2)

Dari mana saya harus mulai sambung tulisan pada Bagian Kesatu? Dari sini saja:


Sebelum diputuskan untuk "balik-bakul" ke Gunung Malang, Ciater, Jawa Barat, saya ditraktir oleh beberapa anggota tim YE1C, stasiun kontes Orari Daerah Jawa Barat, untuk berkunjung ke Pamengpeuk, Garut, Jawa Barat. 

Rencananya, di sana akan didirikan stasiun kontes dengan lokasi dekat pantai. Ini merupakan satu pilihan untuk bereksperimen di tepi pantai agar mendapat pengalaman baru.Tetapi, setelah berada di sana, karena berbagai pertimbangan, lokasi tersebut tidak dianggap sesuai dengan rencana.


Terus terang, perjalanan dengan mobil yang cukup jauh dari Bekasi dan Jakarta tidak mengecewakan --bahkan istimewa-- karena tak satu pun dari kami yang pernah menjejakkan kaki di Pamengpeuk.

Kami sempat berfoto ala turis dengan latar belakang Pulau Sentolo, yang konon merupakan pulau terdepan di selatan Jawa. 

Kami berkendara dikawal satu mobil dan teman-teman Orari Bandung dan Garut. Saya mengagumi semangat tim dalam mencari lokasi yang jauh, hanya untuk dua malam berkontes


Konsep dan strategi pokok berkontes dengan YE1C pun diubah ketika kami memilih Gunung Malang di Ciater, Subang, Jawa Barat. Dari sasaran bereksperimen di pantai menjadi menambah skor. 

Diskusi mulai menyentuh evaluasi jumlah dan kinerja antena penerima tipe single wire Beverage yang digunakan YE1C pada 2010. Saat itu, hanya satu antena Beverage yang digunakan, ke utara Gunung Malang. Pada log sheet 2010, tampak antena tsb berguna dalam menjaring stasiun JA dan EU. Kalau Anda ingat-ingat, saat itu YE1C masih bisa bertukar laporan walaupun Sun Rise sudah lewat lebih dari 10-15 menit lamanya. .


Sudah dapat ditebak bahwa salah satu keputusan penting yang kami ambil adalah menambah senjata berupa antena penerima (rx) dan mengarahkannya ke beberapa penjuru dunia. Juga, dirancang modifikasinya.


Kebetulan, harta karun saya berupa sistem antena reversible Beverage (KD9SV) dengan kawat ganda tipe WD1-A sepanjang 800 meter dan 4-square rx array (Hi-Z) sudah lama tersimpan di rumah. 

Untuk menambah dua buah Beverage sangat mungkin karena saya punya dua buah transformer Beverage (9:1 Z ratio) buatan DX Engineering (lihat Gambar #1) dan buatan KD9SV yang juga nganggur (Gambar #2, bawah).


Gambar #1. 9-1 DXE, 9:1 Single Wire Beverage Transformer (photo courtesy of DX Engineering)


Gambar #2. KD9SV, 9:1 Single Wire  Beverage Transformer (photo courtesy of Radioware)





Bila diperlukan transformer tambahan, maka saya masih punya stok toroid BN-202-73. Harta lainnya yang dimiliki Joz, YD1JZ, adalah antena penerima, vertikal, ARAV-1P buatan DX Engineering (Gambar #3).


Yang diperlukan adalah coax untuk feederline dan kabel telepon isi 4 kawat untuk kabel daya DCV yang panjangnya ratusan meter! Kira-kira, itulah beberapa komponen penting yang akan difungsikan.
Gambar #3. DXE RX Antena ARAV-1P (photo courtesy of DX Engineering)


15 Januari 2011 di Gunung Malang. Pekerjaan instalasi dan pengecekan antena tx dan rx selesai dengan cepat sebelum Maghrib. Usai makan malam, kami istirahat. Kami yakin bahwa "the show is about to go on" pada 1822.5 kHz. Laporan dari beberapa stasiun seperti 9M2, VK9, DU1, HL5 dan BU2 tentang sinyal  kami amat membesarkan hati. 

Sejak 2000z kondisi propagasi 160m terbuka. Laporan melalui ON4KST Chat-line penuh dengan komentar tentang penerimaan sinyal YC0LOW/1 di EU dan di pantai timur NA.


Saya dan Joz sempat kewalahan melayani pile-up dari JA (rx dengan Beverage utara). Kalau dilayani terus, kapan habisnya? pikir kami. Terpaksa kami menjadi sombong sedikit dengan cara beralih "CQ DX NA SA". 

Beberapa stasiun EU mencoba curi perhatian, namun teringat nasihat guru ngaji,  kami harus tetap istiqomah.

Laporan dari stasiun NA makin banyak termasuk dari beberapa pesohor topband op. antara lain: K8PO, N1BUG* dan K1UO di Maine, AA1K di Delaware, W4ZV di North Carolina, N8RR di West Virginia, K3SX di Maryland, K1ZM dan N1DG di Massachusettes, stasiun di Pennsylvania (call tidak terbaca) dll. Kali ini Amerika Serikat "geger" bukan karena Sarah Pallin.


*) Klik untuk mendengar rekaman sinyal saya di Maine, QTH Paul N1BUG
http://www.4shared.com/music/WWY_6-dE/N1BUG_hrd_YC0LOW-1_15Jan2011.html


Di bawah ini, beberapa kutipan (UTC, Call, Name, Msgs). Perhatikan selang waktu pengiriman pesan dan periksa negara bagian pengirim di AS. Itu membuktikan bahwa sinyal dari Gunung Malang terdengar relatif serentak di kawasan yang beda.

21:43:53   SM2LIY Per YC0LOW/1 CQ NA/SA peaking s8 here
21:47:10   K1UO Larry rr Per...Jo now hrg us :-(( conditions are improving though
2236 wp3c 1822.5 YC0LOW/1 gd hr in PA
22:54:29   K3SX Sid Pile Up Jo
22:55:10   W4ZV Bill (YC0LOW) Even hearing you here Jo...many years I heard you once.
22:56:52   N1BUG Paul²: Jo has an incredible signal up here. I have never heard any station from that part of the world so Q5 for this long !
2236 wp3c 1822.5 YC0LOW/1 gd hr in PA

Pesan moral dari kisah ini adalah: Anda adalah operator 160m yang kurang bertanggung jawab bila lontaran sinyal 160m Anda diterima kuat di DX, namun Anda tak dapat mendengar panggilan mereka.

18 Januari 2011

Konsep Dasar tentang Antena RX pada Topband (160m)


Saya yakin sudah ada beberapa orang dan/atau tim yang sedang giat mempersiapkan stasiunnya untuk ikut kontes CQWW CW 160m mendatang. 

Catatan singkat tentang antena RX di bawah ini mungkin berguna untuk menambah efektifitas dan efisiensi penerimaan pada stasiun Anda, bila berencana untuk menggunakan antena khusus RX, sebagai berikut:

a. Berada di south latitude, dan seringnya petir muncul -sebagai akibat gangguan cuaca di wilayah Indonesia sekarang-  maka Anda akan temukan kendala besar dalam hal penerimaan ke arah belahan bumi yang dihuni oleh mayoritas populasi DXer (Jepang, Amerika dan Eropa).   

Ketiga kawasan ini adalah lokasi terbaik untuk mendulang stasiun dan skor dalam kontes akbar tsb.

Untuk itu, carilah lokasi yang senyap dari derau. Buatlah antena RX yang lobe-nya relative sempit dan mengarah ke kawasan yang disebutkan di atas tanpa ada gangguan dari samping (side) dan belakang (rear) lobes

Dengan ketajaman lobe yang lebih, maka bisa juga didapat rasio S/N yang lebih sempurna untuk penerimaan. 

b. Bila mungkin, perbanyaklah instalasi berbagai jenis antena RX supaya bisa mereduksi pile-up dari kawasan yang propagasinya buruk. 

Bila lahan Anda sempit, cobalah jenis-jenis antena RX loop seperti K9AY, TX3A, Flag/Pennant, Coax Loop dll. Referensinya mudah didapat di internet.

Yang paling sederhana, cobalah membuat sebuah antena dipole yang dipasang rendah, sekitar 10 meter DPT, untuk antena RX. Menurut sahibul hikayat, sudut datang sinyal DX pada top band ke kawasan Indonesia seringkali tinggi (high angle) karena berbagai faktor alam. Sinyal seperti itu akan menjadi 'umpan' yang baik bagi antena low dipole.

Selamat berkontes! Semoga jadi juara dunia pada top band.


17 Januari 2011

Kuat Sinyal YC0LOW/1 diTopband pada Jarak Hampir 10.500km

Saya yakin Anda sudah pernah melihat film serial TV "Desperate Housewives". Tapi pernahkah Anda mendengar sinyal CW yang menggoda banyak desperate topbanders AS  pada 15 Januari 2011, sekitar 2230z hingga SR usai di Gunung Malang, Ciater, Jawa Barat?


Simak bunyi tone pada pile up yang mirip dengan kegiatan pentung-pentungan pada 80m di tanah air. Mereka berebut untuk menjawab panggilan YC0LOW/1 pada 1822.5 kHz, 15 Jan 2011. Klik:

 http://www.4shared.com/music/2E0EZJoT/Sinyal_YC0LOW-1_Menggoda_Seler.html


Wasit yang dipilih merekamnya adalah Per, SM2LIY, 10479 km, 334° dari Gunung Malang. Dia menggunakan antena RX tipe Beverage, sepanjang 607 meter (!) ke arah Asia tenggara,


Ini adalah peristiwa langka di saat kondisi propagasi sedang buruk! Operator 160m yang mendengar dan memanggil saya pada tanggal itu berasal dari kawasan di pantai timur AS. Terdiri dari beberapa negara bagian di sana seperti, antara lain: K8PO, N1BUG dan K1UO di Maine, AA1K di Delaware, W4ZV di North Carolina, N8RR di West Virginia, K3SX di Maryland, N1DG di Massachusettes, stasiun di Pennsylvania dll.


Tautan di bawah ini tidak lagi berfungsi. Maaf (Jo, Januari 2012).


Silakan dengar file  Sinyal YC0LOW-1 Menggoda Selera,15Jan2011.wav   pada
http://groups.yahoo.com/group/orari-news/files/

13 Januari 2011

Banyak Stasiun DU pada Topband

Seperti pernah menulis di sini bahwa stasiun DU jarang terdengar di topband  (160m). Namun, entah kenapa --kemungkinan karena kontes akbar 160m, CW di akhir Januari 2011-- maka dalam satu minggu belakangan, terdengar pancaran sinyal beberapa stasiun sekaligus. Mereka adalah: DU1/JJ5GMJ, DU1/K3LP, DU1/GM3POI dan menurut rencananya, Jeff, K1ZM, penulis buku "DXing on The Edge, The Thrill of 160 meters", ARRL, 1997, juga akan mengoperasikan DU1/K1ZM untuk kontes tsb di atas.


Dua stasiun pertama yang saya tulis di atas sudah masuk log saya dengan sinyal yang lumayan bagus. 

Bila teman-teman Orari berminat mendapatkan stasiun DU1 di masa "cuci gudang" ini, dipersilakan bangun tidur lebih dini. Di Cinere, sinyal terdengar di sekitar 1930Z.


Walau di Jakarta banyak toko yang menyelenggarakan midnight sale, belum tentu Anda bisa mudah mendapat obralan stasiun DU di lain waktu.


2011/1/14 Hendro Supriyanto
  Betul om Jo seperti tanggal 7 Januari kemarin saya sempat spotting station DU DU1IST pada 1812 khz sekitar pukul 14.21z ,sinyal yang saya terima dengan antena Inverted-L cukup besar RST 579 dengan level noise pada S-4


de YB3LOJ - Hendro


2011/1/14 Jo, YC0LOW®
Yth OM Hendro,


Tnx untuk responnya. Apakah Anda berhasil QSO dengannya pada topband?


Sinyal dari DU-land dengan nilai RST 579 langka didapat di sini.


Maklumlah, selain jarang topbander-nya, mereka dan kita sama-sama alami QRN yang tinggi di sepanjang tahun.


2005/1/13 Ddg
  Dear OM Jo,
Minggu lalu aku sudah qso dengan DU1/JJ5GMJ di 160M, selain signalnya bagus juga terlihat semangatnya dan kami juga sempat qso lg di 40M

Wah, kalo memang muncul DU stations yang lain ... CQWW 160M jadi rame nih. Berharap condx lebih baik lagi


011/1/15 Hendro Supriyanto
Dear OM Jo, memang sayang sekali moment itu saya lewatkan begitu saja karena ada trouble dengan modul CW key pada transceiver hingga hari ini,tapi semoga secepatnya segera selesai dan bisa memanfaatkan moment ini juga partisipasi di 160m CW Contest


Tnx de Hendro , YB3LOJ

07 Januari 2011

Remote Antena RX Beverage ZL3IX untuk RX 160m

Atas permintaan saya, Greg, ZL3IX, topbander yang dulunya ZS5IX mengirimkan sekelumit informasi dan gambar-gambar tentang sistem remote antena RX yang baru didirikannya.

Saya sangat tertarik untuk mengetahui rancangan link antara QTH dengan controller-nya karena lokasi antena kawat jenis dual- Beverage-nya terletak 15 km (!) dari hamshack. Luar biasa.

Yang saya tahu, selama ini lebih banyak topbanders di luar negeri yang memiliki sistem antena RX dalam jarak jauh berkisar satu atau dua  kilometer saja. Untuk kendali jarak jauh itu, mereka terhubung (linked) dengan coax feederline atau pun jejaring internet/VPN. Namun, Greg menggunakan spektrum UHF.

Dia menggunakan Mercury RX module dan SDR buatan Australia (Gambar 1, bawah), sisi kanan. Board di sisi kiri adalah PIC Processor dengan chip CML FX469 untuk mengontrol dan menala RX. Ini membuktikan bahwa teknologi RX yang digunakannya sudah digital. Sistem RX yang analog pun sudah ditinggalkannya :-(

Gambar 1. Remote Controller ZL3IX

Gambar 2 di bawah ini adalah antena 2-way Beverage dari ZL3IX, mengarah ke 150 dan 330 derajat.

Gambar 2. Antena RX 2-way Beverage di ZL3IX
  Saya membayangkan, kalau saja proyek ini berhasil saya buat di sini, maka, kita bisa DXing di kamar hotel yang sejuk sementara antena RX berada jauh di pantai. Siapa yang mau coba?

04 Januari 2011

Sengketa Hak Cipta Sistem Antena RX 4 Square Array

Omong-omong tentang antena twin sloper Alpha Delta yang berhasil digunakan di YE2H pada topband, kalau tidak salah itu dibuat oleh DX Engineering (DXE), USA yang dimiliki oleh Tom, W8JI.

Dunia amatir radio -setidaknya di AS- baru saja diguncang dengan sengketa hak cipta sistem antena RX jenis 4 square arrays antara DXE dengan Hi-Z (pemilik Lee, K7TJR) dan Array Solutions. Ketiganya adalah nama-nama yang punya reputasi baik.

Proses pengadilan masih berlangsung di AS. Para amatir radio di negeri tsb terpecah menjadi dua kelompok: pro dan kontra dengan gugatan tsb.

Pada link di bawah ini dapat dilihat gugatan dari DXE
http://www.legalmetric.com/complaints/ohnd%205-10cv02806-1-1.pdf.

Sengketa berkait dengan hak cipta sistem pre-amplifiers RX-nya. Saya beruntung karena memiliki sistem tsb dari Hi-Z atas saran dari Bill, W4ZV. Dari beberapa reviews penggunanya, maka produk antena RX sejenis dari Hi-Z bisa mengungguli produk DXE (Gambar 1, bawah)

Seperti diketahui, harga produk DXE memang selangit, walaupun mutunya sangat unggul. Saat saya mencari antena 4 square array untuk RX, Bill menyarankan saya untuk berkorespondensi dengan Lee. Langsung saja dia siapkan pesanan saya karena dia ingin produknya dicoba di equatorial zone seperti di Indonesia. Harganya bisa lebih murah sampai 60%! Saking hebatnya kasus ini, website Hi-Z pun sudah ditutup oleh Lee, sang pendiri dan pemiliknya.  

All pictures in this article are of courtesy of Hi-Z Antenna, USA
                                          Gambar 2, Pengendali.

Namun, sayang hingga hari ini saya tidak mendapatkan izin menginstalasi antena tsb di kavling yang masih dikelola oleh perusahaan developer/pengelola kompleks perumahan saya. Padahal, setelah melalui beberapa langkah pendekatan dan penjelasan teknis (dengan gambar dan uraian tertulis) kepada pihak pengelola kompleks, mereka sudah setuju, namun akhirnya mereka berubah pikiran dan membatalkan keputusannya.

Kesalahan saya adalah karena jatuh sakit dalam beberapa minggu sehingga terlambat memproses izin lebih dini.

Kita lihat saja siapa yang akan menang perang. Saya bersimpati dengan Lee karena dia sangat attentive terhadap pelanggan seperti saya yang tak punya latar belakang teknik elektronika. Dia menuntun saya untuk membeli hanya produk yang penting darinya, tidak perlu membeli keseluruhan sistem. Itu sebabnya, saya sempat membeli joran pancing di Jl Toko Tiga, Glodok, Jakarta Pusat.

Mungkin, di lain kesempatan bisa dicoba di tempat lain selain di Cinere.

23 Desember 2010

YE1ZU pada 160m (Kontes CQWW SSB ,2010)

Satu lagi klubstasiun dari Cilegon, Banten, Indonesia beroperasi di top band.


23 Desember, 2010 saya menulis di milis OrariNews untuk memberi komentar terhadap YE1ZU. Saat itu, saya menanggapi berita dan sekaligus log 160m stasiun tsb yang dikirim oleh OM Thomas, YD1TNK ke milis yang sama:


Yth OM Thomas dkk
Selamat atas kemunculan YE1ZU dalam kontes CQWW SSB 160m, 2010.


Keberhasilan QSO 160m ssb DX dengan VK6IR (lebih dari 3.500km) dan UU7J (lebih dari 9.500km) tentu merupakan kesenangan yang besar. Itu suatu bukti nyata bahwa, peluang bekerja pada top band masih selalu ada. Sebenarnya, teman-teman yang berada bukan di sekitar kota yang padat penduduk bisa mencetak sejarah tersendiri pada band ini.


Cuma saja, memang kesabaran kita yang sering langka di band ini. Ayo belajar dan coba lagi, donk ah...


----- Original Message -----
From: Thomas Kusuma
To: orari-news@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, December 22, 2010 4:28 PM
Subject: RE: [orari-news] YE2H Indonesian Lighthouse Station


Dear OM Dadang, YB2EUZ,


Ini Log Sheet Cabrilio Format nya yg dikirim via N1MM Logger:


START-OF-LOG: 2.0
ARRL-SECTION: CT
CALLSIGN: YE1ZU
CLUB: YE1ZU
CONTEST: CQ-160-SSB
CATEGORY: MULTI-ONE 160M LOW SSB
CLAIMED-SCORE: 42
OPERATORS: YE1ZU
NAME: CLUB STATION
ADDRESS: CILEGON
ADDRESS: CILEGON, ID 42415
ADDRESS: INDONESIA
CREATED-BY: N1MM Logger V9.11.1
QSO: 1800 PH 2010-02-28 0745 YE1ZU 59 YB YC1COZ 59 28 0
QSO: 1800 PH 2010-02-28 0746 YE1ZU 59 YB YE1ZAL 59 28 0
QSO: 1800 PH 2010-02-28 0746 YE1ZU 59 YB YC1KAF 59 28 0
QSO: 1800 PH 2010-02-28 0746 YE1ZU 59 YB VK6IR 59 29 0
QSO: 14000 PH 2010-02-28 1515 YE1ZU 59 YB UU7J 59 16 0
END-OF-LOG:


YE1ZU, Clubstation ORLOK Cilegon saat itu terdiri atas:


YB1YCT Any Hartanto
YB1TAM Tamharto Soemodiningrat
YC1RHS Hari Susilo
YC1WGU Sardjili
YD1RFI Andi Sopandi
YD1TNK Thomas Kusuma


Ikutan CQ WW 160 m band Contest sekalian ikutan Johan Pahlawan Contest.


73 DE YD1TNK

21 Desember 2010

YE2H Indonesian Lighthouse Station (artikel panjang)

Jo, YC0LOW menulis di milis Orari, 21/12/2010:


Yth OM Dani, YB2TJV dkk,
Selamat untuk rencana mengoperasikan stasiun YE2H pada top band (160m). Semoga lancar. Tapi, modanya apa?


Hanya ingin menambahkan sejumput referensi tentang band 160m, moda CW, bahwa:


* Menurut catatan saya, inilah pertama kali ada stasiun dari mercu suar Indonesia bekerja pada 'gentlemen's band' (nama lain dari 160m)
* Saat ini, adalah waktu yang tepat beroperasi di sana karena kondisi malam lebih cepat dan lebih panjang, walau -dalam kenyataannya- kondisi propagasinya tidak ideal di YB-land.
* Karena tim YE2H bekerja di banyak bands, pelajari jadwal SS dan SR pada top band, di lokasi tsb agar hasilnya optimal dan tak banyak buang waktu untuk bekerja pada band yang sulit tsb. 

Pada minggu-minggu belakangan, usai SS di Cinere bisa terdengar VQ9, VK6,VK3, DU1, BA2 dll. Lokasi mereka relatif dekat dari Cinere. Sinyal dari EU, NA dan bahkan JA tidak terdengar baik pada SS maupun SR.

* Bila ada pembukaan, dan pile-up, usahakan segera bekerja split /QSX
* Tidak perlu mencoba Beverage sebagai antena RX karena, menurut teorinya, kinerja Bev tidak pernah baik di area pantai. Kalau mau coba antena RX yang terpisah, gunakan tipe lain.


Tnx es 73 de Jo, YC0LOW


--- Pada Sen, 20/12/10, Halim Dani <yc2tjv@yahoo.com> menulis:

Dari: Halim Dani <
yc2tjv@yahoo.com>
Judul: [orari-news] YE2H Indonesian Lighthouse Station
Kepada: oraripst@cbn.net.id, orari-news@yahoogroups.com
Cc: "Indo ARES" <i-ares@yahoogroups.com>, "ID-APRS" <id-aprs@yahoogroups.com>
Tanggal: Senin, 20 Desember, 2010, 3:35 PM
 

Diinformasikan bahwa YE2H, sebuah special station utk Mercu Suar dari
Orari Lokal Kebumen, akan mengudara dalam rangka:
1. Aktivasi Callsign khusus Lighthouse Station di Indonesia dengan NP: YE2H
2. Aktivasi Mercu Suar Klirong di pantai selatan Kebumen dengan nomor: IDO-374 ( Aktivasi 8 Nop 2010 )
3. Hari Jadi Kota Kebumen ke-75 yang jatuh pada 1 Januari 2011
4. Hari Jadi Orari Lokal Kebumen
5. Indonesia sebagai negara kepulauan dan bahari juga memiliki station
AR yang beraktifitas di Mercusuar.

QRV mulai 28 Desember 2010 s/d 4 Januari 2011, pada semua band amatir,
dari Mercu Suar Klirong ( ARLHS IDO-374 ), lokasinya di Kecamatan Klirong, pada jarak 17 km dari Kota Kebumen, pada koordinat Latitude: 7°46’48.7“ S Longitude: 109°37’49.8“E.


Mercusuar ini dioperasikan oleh Departemen Perhubungan Laut divisi Navigasi.
 

Band Plan: 160m, 80m, 40m, 20m, 15n, 10m Band
Mode CW dan SSB


Kami akan mencoba memancar dengan 3 transmitter sekaligus dari lokasi Mercu suar tersebut untuk special call dalam negeri akan dilaksanakan pada: Minggu, 2 Januari 2011, mulai pukul 18.00 WIB pada 80m band SSB dan CW. Senin 3 Januari 2011 mulai pukul 18.00 WIB pada 40m band SSB dan CW

Utk waktu-2 lain selain di atas kami akan mengudara terus utk DX call


Team Member dan Operators: Dani-YB2TJV, Heroe-YC2DBG, Eko-YC2DSI,
Seno-YB2LSR, Jon-YB2ECG, Kus-YC2CSY, Budi-YB2CNF, Antok-YC2LCT, Yuli-YC2CYU, Nur-YC2FAJ, Irwan-YC2ELC, Hari-YC2WWW dan Yogyakarta CW
Club

QSL INFO: PO BOX 123, Kebumen 54300


YE2H tercatat sebagai anggota tetap ARLHS (Amateur Radio Lighthouse
Society) nomor 1777, dan telah mendapatkan nomor ID-0001 utk ikut serta dalam ILLW (International Lighthouse Lightship Weekend), sebuah ajang dari Lighthouse station yang akan muncul bersama-sama dari seluruh dunia setiap tahunnya.

Ucapan Terima Kasih kami sampaikan kepada semua pihak di bawah ini
yang telah mendukung YE2H
1. Kementrian Perhubungan, Dirjen Perhubungan Laut
2. Pemda Kabupaten Kebumen
3. Orari Pusat
4. Orari Daerah Jateng
5. Orari Daerah Istimewa Yogyakarta
6. YB2WB Ketua Orda DIY secara pribadi
7. Orari LOkal Kebumen
8. Teman-teman di Yogyakarta CW Club
9. Jim Weidner, K2JXW, President ARLHS, www.arlhs.com
10. Dave Raycroft, VA3RJ, wakil WLOTA (World Lighthouse on The Air)
11. Kevin, VK2CE, dari ILLW.net

Semoga kegiatan ini bermanfaat


Posted by DANI
, YB2TJV





21 Desember 2010, Halim Dani menulis di Orari News:
OM Jo, YCØLOW,
Terima kasih sekali atas masukkannya, pengalaman kami memang sangat minim di low band, kami akan menggunakan antenna Alpha Delta DX Twin Sloper, yang kami dapatkan dari Steve, N2AJ, sewaktu berkunjung ke Kebumen, in antenna sederhana sekali, cuman noise emang agak tinggi.


Moda pada 160 di CW, apalagi kami dibantu oleh YC2WWW dkk dan Yogyakarta CW Club, diharapkan ada sinergi di sini.


Utk software propagasi kami mengunakan VOA Prop yang kami dapatkan dari YB3KM, Tom, software ini sangat mudah penggunaan dan tampilannya, karena GUI (Graphical User Interface).


Dan yang menarik, dari Derjen Perhubungan, memperbolehkan kami memasang antenna pada mercu suar, ini adalah tantangan juga he he he... tetapi kami memang penuh dengan keterbatasan, kami tetap mengharapkan masukkan dari teman-2. Terima kasih sekali


salam
DANI, YB2TJV


3 Januari 2011, Halim Dani menulis di Orari News: 
OM Jo, YC0LOW,
terima kasih atas atensi nya ....kami jujur tidak menyangka bahwa bs komunikasi 2 arah ..... bahkan OM Hari saja kadang-2 teriak "Yas-Yes " di tengah-2 kami yang pada ngantuk he he he he.... ( kami pikir ada obat yang belum diminum ) he he he


Utk station yang berhasil komunikasi: RA3SL, UA4CCB, UA2FW, OH2PM, 9M2AX, UA2US, OZ3WLX, VK3PA, YL2MU, HA9RE, HA9NS, OZ1LXJ, S51V, S52AAM, PA3MFQ, YT5Z, LZ2YNA (INI SUFFIXNYA MASIH BLM FIX, TAPI PREFIX OK, KEBURU say 73), SP2LNW, LA3ANA, YL2GD, G3SYU


Demikian OM Jo, sekali lagi thanks atas support-nya, besok2 OM Hari bisa ikut comment di sini he he he


Dan ada yang istimewa, karena semalam sekitar pukul 20:00 WIB kami kedatangan tamu dari ORDA DIY, Pak Bagus (YB2WB),  Mba Deta/YB2VTO(bhkan sempet jadi operator), Pak Budi YB2UJY, dan Pak Budi (YB2CNH)


terima kasih dan apresiasi kami atas kunjungannya dan oleh-2nya hee he..


salam
dani, YB2TJV




From: Jo, YC0LOW <yc0low@gmail.com>
Subject: Re: [orari-news] YE2H di Top Band
To: orari-news@yahoogroups.com
Date: Monday, January 3, 2011, 5:25 AM


Yth OM Halim Dani dkk,


Selamat atas keberhasilan YE2H muncul di top band (160m) dan membukukan 21 stasiun-stasiun EU hari ini. Istimewa! Apakah boleh tahu stasiun EU yang mana saja yang berhasil dijaring?


Untuk OM Hari, YC2WWW, saya sampaikan juga terima kasih sudah berhasil "meracuni" teman-teman di Kebumen dan Yogyakarta agar berani menekuni gentlemen's band ini. Kalau saya, kangen rasa gudegnya di Yogyakarta :-)


Mengenai saran-saran untuk meningkatkan kinerja YE2H di top band, saya kira beberapa saran bisa dibaca di blog saya http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/




3 Januari 2011, Halim Dani <yc2tjv@yahoo.com> menulis di Orari News:
Untuk bisa muncul di Top Band saja sudah suatu tantangan yang sebelumnya tak terbayang oleh kami, tetapi hari ini, fakta telah membuktikan, bahwa dengan antenna yang sangat sederhana, Alpha Delta DX Twin Sloper yang dikaitkan pada menara mercusuar, baik utk TX dan RX mengunakan 1 antenna, dg TX Kenwood TS 440S barefoot ( only 100w ), mulai pukul 18:23 sd 20.27 UTC bisa mendapatkan 21 station EU


Thanks to OM Hari, YC2WWW yang telah dengan telaten dan sabar meladeni Noise dan QRM ... yang bagi telinga biasa saja udh membuat susah tidur...


Apakah ada pendapat dan saran bagaimana ntuk bisa meningkatkan kinerja, baik antenna dan perangkat lainnya? Terima kasih


-YE2H team


3 Januari 2011, Halim Dani , menulis di Orari News:
OM Jo,
Betul sekali kemungkinan-2 yang OM Jo kemukakan, dan ada satu faktor lagi, krn sloper memerlukan ground yang bagus, maka dalam hal ini yang menjadi ground adalah tower menara suar yang terbuat dari logam ...


Semlm memang YC2WWW sempet mengukur-ukur utk antenna full size utk bentangan RX, untuk lokasinya sangat-sangat memungkinkan. Semalam dia udh bilang seandainya nya OM Jo dan OM Dadang ada di sini, wah akan menjadi dream team dalam CQWW 160m yad.


Untuk menggunakan lokasi tersebut lagi, saya yakin sangat bisa, karena hari kemarin kegiatan ini ditinjau langsung oleh Kepala Navigasi III Cilacap, Dirjen Perhubungan Laut, dan beliau senang dengan kegiatan semacam ini.


Demikian OM Jo, salam dan terima kasih atas atensi, juga buat semua rekan.


mewakili temen2 di YE2H
Dani TJV


From: Jo, YC0LOW <yc0low@gmail.com>
Subject: Re: [orari-news] YE2H di Top Band
To: orari-news@yahoogroups.com
Date: Monday, January 3, 2011, 9:44 AM

Yth OM Halim Dani dkk,
Wah, sekali lagi selamat karena footprint sinyal YE2H di Eropa cukup luas semalam! Padahal cuma dengan antena tx jenis sloper dan power-out 100Watts dari txcvr tua Kenwood TS440. Itu benar-benar DX!


Ini setidaknya membuktikan bahwa:


1. Propagasi lumayan


2. Lokasi tsb, yang notabene pantai, bisa dipatok sebagai tempat yang tepat dan ideal untuk top band DXing. Kalau bisa, usahakan dikontrak aja mercu-suar tsb untuk kontes 160m :-)


3. Di atas itu semua, operator-operatornya berbakat (seasoned operators) untuk 160m.


Top band memang penuh kejutan, sehingga sampai hari ini saya pun masih sering terbengong-bengong terhadap karakternya. Jadi, tidak heran kalau OM Hari YC2WWW dkk suka mendadak berteriak karena kegirangan -walau belum minum obat (?), hehehe.


Senang mengetahui bahwa ada juga OM Bagus, zus Deta, OM Budi (UJY) dan Budi (CNH). Kalian memang radioaktif semuanya..!


Kalau boleh berpesan, balaslah segera kartu QSL 160m dari stasiun lawan yang akan banyak masuk ke YE2H. Seperti kita, mereka pun akan sangat gembira dengan QSO tsb. Lalu, usahakan untuk QRV lebih awal (usai Maghrib, Local Time) untuk mencoba sinyal ke pantai timur dan barat USA. Umumnya mereka sangat hebat dalam hal antena RXnya, sehingga kita berpeluang diterima di sana. Apalagi ini stasiun spesial (prefix dan dari mercu-suar).


Apakah untuk lain waktu lokasi tsb bisa digunakan lagi dan bisakah dipasang antena khusus RX? Berapa noise floor level-nya?


Sekali lagi, selamat! Hati-hati dengan "topband disease". Sekali kepincut, susah untuk pindah ke lain band...
4 Januari 2011, Hari www menulis di Orari News:


Assalam, All.
Well, senang membantu rekan-2 Kebumen (YE2H) Om Dani cs, mengudara dari Mercusuar Klirong sekaligus Ultah Kebumen City,, Dalam perjalanan (numpak spur) menuju Kebumen  belum bisa membayangkan seperti apa format antena untuk 160m atau kondisi Rig yang digunakan.


Yup,, cukup dgn tiket 9rb rupiah menempuh satu jam perjalanan dengan KA Pramex (Prambanan Express), tidak terasa sambil ngobrol dengan penumpang lain, sampai deh, di Kutoarjo City, lima menit kemudian Om Dani cs datang menjemput untuk melanjutkan perjalanan +/- 50km menuju TKP YE2H Lighthouse Sta. dan jalur yg di tempuh eks-jalan Daendels (selatan selatan),, wah,, kebayang nih,,, pasti lewat Desa Ambal,, yo'ii ternyata bener Om Dani sengaja lewat selatan seletan buat nraktir kita makan SATE AMBAL,, woii,, sedap, empuk, anget, seger, gurih. "Pak Bun yb3pxf yg lagi diet pun memberi komentar,, wah enak tenan apa lagi kuahnya maknyusss" hehehe Tks Om Dani.


Back to laptop, Om Jo, Dadang dan yg lainnya tks untuk thread "YE2H di Top Band" pada milis ini, mumpung ada bahan untuk berbagi cerita kegitan YE2H di Top Band. Saya datang Antenna Alpha Delta DX Twin Sloper milik OM Dani sudah terpasang, kalau dilihat secara visual dari bawah tower mirip antenna Inverted-V fullsize 80m,, dalam hati serasa kurang yakin bisa didengar oleh Sta DX dan SWR terendah 1:1,2 pada freq 1.827,,, rank-nya cukup sempit, saya geser 10khz kebawah atau keatas SWR naik 1:1,5.


Ada dua Rig jenis dan tipe yang sama Kenwood Ts440s, sebelum transmit saya harus tahu karakter dan kwalitas pancaran tone, kemudian cek sinkronisasi antara RX terhadap TX utk mencari posisi RIT di kala lg RX,,


Dan,, ternyata ada satu yg prima Ts 440s milik Om Dani, masih standar, panel IF Shif utk Peak Tone RX moda CW oke,,. Namun sayang Power maximal yg dikeluarkan pada Speed 20 wpm (DAT) hanya 70 watt,, Dalam hati oke no problemo saya akan coba transmit pada tengah malam start 18:00 utc apa bisa didengar oleh Sta dx wallahualam,,.


Kondisi sore menjelang magrib tiba-2 hujan turun sangat lebat plus petir, semua coax yg terhubung dicopot semua,, Jadi saya belum bisa menilai kemampuan RX utk noise, static noise lingkungan dll,, dalam kondisi hujan dan petir-2 kecil jelas menggangu RX pada 160m. 

Satu jam kemudian setelah magrib (jam 19wib) hujan reda, saya mencoba daya RX Antenna Alpha Delta DX Twin Sloper, Noise level posisi normal S7, ATT on bisa S2-3, yah,termasuk bening dan level noise ini bertahan sampai tengah malam, mencoba CQ pada freq 1.827.4 langsung direspon oleh Sta Dx.bisa QSO dgn beberapa Sta EU dll. sekitar jam 20 utc istirahat sejenak sambil nyuruput kopi dan evaluasi Qso, sambil tidur-2an menunggu peak propagasi 21:00z, hahaha, saya ketiduran bangun-2 sudah jam 7pagi, lewat deh, peak propagasi 160m.


Akhirnya menjadi tanda tanya,, YE2H dengan format minimalis di 160m kok bisa:QSO pada jam (utc) yg bukan puncak propagasi.


1. Apakah lokasi Suar Klirong cocok utuk 160m
2, Karena sore hari habis diguyur hujan 
3, Lupa makan obat, kata Om Dani


Perlu pembuktian utk hari-2 berikutnya apa tetap sama, atau mungkin saja habis makan Sate Ambal,,,, traktiran Om Dani,, Oke,, PF ya Om Dani dengan YE2H.


Terakhir ketika sedang mengetik tulisan ini saya dapat email dari Om Eli HA9RE .


Hello Hari,
Your operation was really fine in the lighthouse, if you had had some more power, it would have been better. Besides in such a case when you expect many callers, it is wiser to use split frequency. I was listening to you abt for 40 minutes yesterday and in many cases you were CQing and you were called by EU-stations at the same time. I tried to tell them to listen carefully but not too much success - HI! There was a short interval when you came up to 569 but usually you were 449/339. Of course it depends on the RX-antenna, of course there are some guys in Europe with 2-3 wl Beverages, they certainly could copy you much better.,,,(panjang saya pegal di sini)

Salam de yc2www,



4 Januari 2011, Jo, YC0LOW® menulis di Orari News:
Yth OM Hari dkk,
Senang karena pada akhirnya Anda menulis pengalaman mengoperasikan YE2H pada top band di forum ini. Semoga saja makin banyak teman yang akan terjun ke band yang mempesona ini.


Dari beberapa data yang terungkap, termasuk pesan email OM Dani ke japri saya, bisa saya tambahan kesimpulan sbb:


1. Tinggi antena TX yang feedpoint-nya hampir mencapai 40m adalah cukup ideal. Apalagi, kalau bisa lebih tinggi lagi menjadi 45m atau setinggi mercu suar di Klirong.


Saya teringat, saya pernah nekad pasang full-sized dipole, home-made, untuk band 160m di menara perusahaan, sehingga feedpoint-nya 55m (DPT).


Hanya itulah kesempatan untuk saya ber-QSO CW dengan Tom, W8JI, di Georgia, AS, pada pasca Maghrib (WIB).


2.Walaupun produknya kompromistis/multi-band, kinerja antena TX Alpha Delta tsb cukup efektif pada 160m. Uraian Anda tentang VSWR dan kaitannya dengan operating bandwith pada top band telah menyatakan karakternya yang terukur. Mohon info, berapa besar kemampuan maksimum handling-power-nya? Apakah bisa sampai legal limit di AS?


3. Saya setuju dengan saran Eli, HA9RE, bahwa keputusan untuk bekerja split adalah lebih baik bila ada pile-up. Ini adalah strategi terbaik pada top band.


4.Bila mungkin, dalam kontes di masa datang, tim YE2H mencoba menggunakan antena khusus untuk RX agar bisa lebih banyak mencetak skor.


Saya menduga bahwa derau di lokasi tsb masih tergolong high (QRN dan QRM) pada top band. Mungkin belum bisa mengalahkan level noise yang amat rendah yang pernah saya dapat ketika mengoperasikan YE1ZI pada 160m di Ujung Kulon (1997). Tapi, kendala itu bisa disiasati dengan antena khusus RX.


Saya kira, tidaklah menjadi soal bila tim YE2H harus membuat alat tambahan untuk sistem T/R (Transmit/Relay).


Semoga bermanfaat.


4 Januari 2011, Imam, YB4IR menulis di Orari News.
Saya jadi minat juga dgn antena itu. Saya lihat harganya USD100  Hemmm. Lumayan reasonable.. Harganya


Ngorder. Ah.... Biar kayak teman2 di YE2H tapi cuma antenanya aja, aku gak pake mercusuarnya.. Ha ha ha


73 de YB4IR

17 Desember 2010

Kabel USB-to-RS232 dengan Chipset FTDI untuk Mengoperasikan CW dengan N1MM

"...tidak semua USB to Serial Converter Cable bisa dipake untuk keying dan PTT di N1MM. USB to Serial Converter dgn chipset Prolific itulah yang bisa."

Sengaja saya nukil pernyataan di atas dari OM Rivai, YB3TD, tentang kabel converter USB-to-Serial untuk CW keying di N1MM agar teman-teman yang punya notebook baru dan mau mencobanya bisa terhindar dari kegagalan. Terutama bila OS-nya adalah Windows 7.

Beberapa bulan silam, saya juga mengalami hal yang serupa bahkan sampai membeli merek lain di sebuah pusat penjualan komputer dan asesoris di Jakarta Selatan. Setidaknya ada dua merek yang saya beli, yaitu "A***" dan "B***" (untuk menghindari masalah, saya tidak menuliskan lengkap mereknya). Khusus untuk merek A, bahkan saya sudah download driver untuk Windows7 di website-nya dan meng-install di notebook saya.

Setelah hampir putus harapan, saya dipaksa untuk melihat dengan seksama website N1MM dan menemukan informasi berisi evaluasi pengguna (User Evaluation) kabel converter USB-to-Serial (lihat:
http://n1mm.hamdocs.com/tiki-index.php?page=USB+Interface+Devices). Penjelasan dan catatan-catatan rinci  dari para pengguna di halaman tsb membuat habis gelap menjadi terang benderang.

Pada awalnya saya memilih  USB-COM-CBL dari Byte Runner. Saya pernah menulisi agen produknya di Jakarta, namun tidak berbalas sampai hari ini. Kalau dilihat pada tabel, tipe kabel ini adalah yang paling lengkap fungsi-fungsinya untuk digunakan dengan contest software N1MM.

                  Kabel converter USB to RS232 with FTDI Chipset (foto: Jo, YC0LOW)

Akhirnya, saya pesan kabel converter USB to RS232 with FTDI* Chipset dari www.usbnow.co.uk. Harganya cukup GBP 9,89. Paket terdiri dari kabel converter, mini disk driver, dan adaptor konektor dari DB9 ke DB25 (lihat gambar di atas).

Kebetulan, saya bisa terhindar dari biaya ongkos kirim. karena adik saya yang tinggal di London, 'mudik' ke Jakarta untuk merayakan Idul Fitri 2010.

Dengan kabel tsb, proses instalasi  dan setting memang jadi mudah dan cepat. Saya hanya mengikuti perintah instalasi dan semua berdamai. Hingga hari ini, saya tidak menemukan kesulitan apapun dalam mengoperasikan N1MM dengan notebook baru.

Kabar bagus lainnya yang saya baca minggu lalu adalah bahwa OM Rivai, YB3TD telah lebih dulu membuktikan ada merek lain yang oke dan tersedia di Jakarta.

Lagi, untuk tabel referensi yang lumayan lengkap, terutama bagi pengguna N1MM, silakan klik 
http://n1mm.hamdocs.com/tiki-index.php?page=USB+Interface+Devices

* FTDI= Future Technology Devices Internationals Ltd. Sebuah perusahaan di Glasgow, Inggris.

14 Desember 2010

Setting Cable USB to Serial pada N1MM Logger

Saya telah diizinkan oleh OM Rivai untuk memasukkan artikelnya secara utuh ke dalam blog ini. Semoga bermanfaat. Tnx OM!

Setting Cable USB to Serial pada N1MM Logger 

Posted by: Rivai, YB3TD,| 20 Maret, 2010
http://yb3td.wordpress.com/2010/03/20/setting-cable-usb-to-serial-n1mm-logger/

Sebenernya saya sudah lama sekali pernah posting tentang hal ini di blog saya yb3td.com tetapi dalam bahasa inggris.  Sehingga kalo di googling pake google Indonesia, ya ngga ketemu. Tapi kalo pake google.com barulah anda bisa nemu posting saya itu.

Saya akan cerita mengenai problem setting USB to Serial Converter Cable untuk digunakan di N1MM. Soal cara setting dan apa-apa yang kudu dicentang-centang, silahkan anda baca sendiri manual nya ya (RTFM). Kalo masih bingung, silahkan anda tulis pertanyaannya di bagian bawah posting ini. N1MM sudah dilengkapi dengan build in help file. Bahkan kalo anda install N1MM logger sekaligus nyambung internet, N1MM installer akan connect automatically download help file nya.

Jadi begini, tidak semua USB to Serial Converter Cable bisa dipake untuk keying dan PTT di N1MM. USB to Serial Converter dgn chipset prolific itulah yang bisa. Saya sendiri pertama kali dapet justru yang chipset Semi-Tech. Warna kabel USB to Serial nya bening-silver dan kepala konektornya hijau. Gambarnya anda bisa liat di blog saya itu. Itu jan edan lah, buang duit 50 rb tanpa hasil. Driver sudah ditanam dan kabel sudah dicolok. Jangankan dipake keying di N1MM, dicoba loopback test pake Hyperterminal juga ngga bisa. Jengkel rasanya. Lalu akhirnya baca-baca artikel, disimpulkan ada chipset lain bernama prolific yang kemungkinan bisa dipake. Dengan berpura-pura hendak eksperimen, saya minjem sementahun kabel USB to Serial Converter punyae YD0NGA. Eeeeh ternyata maknyoss. Langsung bekerja dengan sempurna. Baik itu dicoba dgn loopback test via Hyperterminal maupun langsung dgn N1MM.
Dan jangan lupa bahwa N1MM hanya bisa mengutilisasi COM1-COM8. Hal ini disebabkan N1MM memang diprogram hanya menggunakan Root COM saja untuk memberikan kepastian kesempurnaan saat keying/PTT. Jika anda mendapatkan COM port selain root, segera ubah secara manual. Kalo tidak, N1MM dipastikan tidak akan menggunakan kabel USB to Serial Converter anda.

Selain itu satu hal kecil lagi yaitu jangan lupa untuk men disable feature Windows yang akan mematikan COM port saat idle. Feature ini niatnya kan untuk menghemat energi, terutama kalo anda menggunakan notebook + battery. Jadi Windows akan memantau hardware mana saja yang tidak aktif lalu dimatikan. Nah anda harus disable feature ini khusus di USB Root dimana kabel USB to Serial Converter anda dicolokkan.

Selamat berkontes. Contesting is the greatest thing of ham radio. It will give us maximum fun. Tak iye Lik Paidjo?

11 Desember 2010

Kondisi Topband (11/12/2010)

2010/12/11 Dadang Darwis menulis pada OrariNews:

Temangggung, temp. 20.5C humidity 92.Noise S7-S9 hampir di semua band frequency, terdengar suara chopper....seperti biasanya

21.30 utc YC2WWW 1.818 KHz 599 dan YC1COZ 1.823,5 KHz 579 sedang cq dx juga di 80M DJ0MDR pada 3.511 KHz 447

Imut2 terdengar signal stasiun lain pada frequency yang sama dengan YC1COZ (1.823,5KHz ), tetapi signal tersebut tidak dapat diterima dengan jelas

Dingin euy...ujung jari mulai terasa agak membeku nih..

Ddg YB2EUZ

pada 11 Desember 2010, Jo, YC0LOW menanggapinya:

Yth OM Dadang, dkk
Saya tidak pernah melihat foto Candi Borobudur seperti in
Tnx rprt. Saya juga mengalami penerimaan yang buruk, dengan adanya suara 'helikopter' yang berkepanjangan dan berganti-ganti QRG-nya.

Di Cinere, hampir setiap malam/dinihari turun hujan sehingga strategi harus saya ubah menjadi lebih aktif setelah saat Sun Set di Cinere. Lumayan. kemarin dapat laporan penerimaan di ON4KST Chatline, seperti salinan di bawah ini, 10/12/2010, UTC.

13:03:14   WE7K Tommy Jo - weak hr but hoping for QSO some day Hi HI
 

13:06:33       K7SO Doc     GM Jo Vy Vy weak hr also. My SR is 1403 so still early

WE7K ada di Arizona, sedangkan K7SO (cfm di TB) di New Mexico. Jadi, penyebaran pembukaan semalam (WIB) cukup luas di Amrik. Namun, ya itu, di sini tidak terdengar apa-apa.

Info dari Luis, N4IS, awal Desember 2010, dia dua kali berhasil QSO 160m dengan Ross, 9M2AX, secara long path (Sun Rise di QTH-nya). Menurut Luis, sulit dimengerti adanya fenomena seperti yang baru-baru dialaminya karena pola di tahun-tahun sebelumnya amat beda


Ayo, kita coba lagi nanti sore WIB.


73 de Jo, YC0LOW

06 Desember 2010

Winkey USB di Cinere

Pertengahan 2010, saya mengganti notebook lama (Toshiba) dengan yang baru. 

Sebagai seorang amatir radio, tentu saja sebuah notebook yang digunakan untuk bekerja harian harus pula berfungsi sebagai alat bantu untuk mengoperasikan peralatan radio dan perangkat lunak pendukungnya.


Salah satu ciri fisik dari notebook keluaran mutakhir adalah tidak lagi ada LPT port. Semua sudah menjadi USB port. Operating system pun sudah berversi paling baru. Sehingga, beberapa softwares harus ditingkatkan agar sesuai dengan perubahan-perubahan - dan itu berarti tambahan biaya! Namanya juga hobi, sih...


Berhubung saya bukan ahli komputer/teknologi informasi, segera saja saya alami kesulitan mengoperasikan fitur CW Keying. Banyak ketidakcocokan  mulai dari operating system, perangkat keras dan perangkat lunak antara notebook lama dan baru. Padahal main di top band (160m) kita bisa memanggil CQ DX selama berjam-jam tanpa lawan :-)


Ada beberapa pilihan yang tersedia. Salah satunya yang saya pilih adalah kit Winkey USB dari K1EL System  (www.k1el.tripod.com). Kit tiba dengan selamat sekitar 10 hari setelah dipesan melalui internet (Agustus 2010). 

Perakitannya baru dimulai dua minggu lalu karena kesibukan pekerjaan. Hingga pesan ini ditulis, belum dicoba mengudara.
     Gbr1. Kit Lengkap. Kotak di depannya adalah wadah untuk tiga batere AAA 


Saya menyempatkan untuk memotret hasil perakitan (lihat Gbr 1 dan Gbr 2). Terima kasih kepada Leo, YD0NWU yang telah membantu saya merakit barang itu
                                Gb2. Panel belakang Winkey USB





04 Desember 2010

Apakah Condx 160M Sudah Ikutan Normal?

4/12/2010 di OrariNews, Dadang Darwis menulis:
   

Temanggung, 3 Des. 2010, 23.00UTC, temperatur normal : 20.4C. Apakah condx 160M sudah ikutan normal?


Noise s5-7 pada antenna vertical, so lebih baik untuk receive kembali mempergunakan Dipole


21.08UTC 1.817,5 KHz menyapa OM Hari YC2WWW 599
1.824 UR0MC terdengar 57p signalnya bagus tapi dipanggil gak jawab

1.815 KHz, HL5IVL terdengar sedang cq dan di-pile up oleh  JA6BZI, JA3EMU, JA4CMW, JA4UDP
Ikutan memanggil ternyata gak bisa masuk...yo wis...


21.44UTC 1.828 KHz BU2AQ 559 worked dan bertambah lagi 1 dxcc pagi ini
1.825.5 UX2X cq test dipanggil gak jawab...acian deh 3 x manggil gak ada yang jawab..
22.20 UTC ...noise bertambah kuat dan tidak terdengar lagi signal dx. Keberuntungan belum berpaling padaku...Ohhh...


Selain OM Hari YC2WWW, pagi ini juga terdengar signal dari Jember OM Sugi YB3XM dan dari Bogor OM Feri YC1COZ semua 599.


4/12/2010 Jo, YC0LOW menanggapinya:
Yth OM Dadang,

Terima kasih atas laporannya. Menurut hemat saya, penerimaan yang lebih baik pada antena dipole Anda bisa jadi membuktikan dalil yang selama ini dikenal, yaitu: sudut datang sinyal pada spektrum MF di equatorial zone selalu cenderung tinggi (sudutnya) (high angle). Tapi, jangan buru-buru menjadikannya sebuah patokan karena bisa jadi tinggi antena vertical Anda tidak ideal untuk menangkap sinyal yang sudut datangnya lebih rendah (low angle).

Walau QTH kita berjauhan, saya hanya ingin menambahkan bahwa dalam dua minggu terakhir ini, penerimaan di Cinere juga buruk. Bahkan untuk sinyal-sinyal dari stasiun yang relatif dekat seperti: VQ9, BU2, 9M2. Sinyal dari EU apalagi NA tak satu pun yang terdengar. 



Apakah ada kaitannya dengan debu vulkanik dari gunung-gunung yang sedang resah dan meletus di Indonesia?

03 Desember 2010

Preferensi TXCVR pada Topband (2010)

Frank, VO1HP, baru-baru ini membuat survei kecil pada maillist Topband Reflector mengenai merk/tipe transceiver yang disukai untuk digunakan pada gentlemen's band (160m), CW.


Walau bukan merupakan sebuah survei besar, namun, data yang dikumpulkannya ini dapat dipakai sebagai referensi mutakhir. 

K3 adalah yang paling banyak dipilih. Yang mengejutkan, merek/tipe baru dari Yaesu, Icom TIDAK tercatat pada daftar transceivers yang disukai.


Datanya sbb (jumlah pengguna txcvr, tipe/model):


14 - K3, dengan atau tanpa 2nd rx
3 - Orion I
2 - TS850
2 - TS590
1 - FT1000MP (vintage)
1 - FT2000
1 - FT1000D
1 - Omni VI
1 - Omni VII


Saya merasa beruntung masih memelihara YAESU FT1000MP (vintage) buatan 1997 yang dilengkapi dengan Inrad filters untuk CW. 160m di Cinere. Kondisinya masih baik walaupun sudah tergolong veteran.


Semoga bermanfaat.

01 Desember 2010

Bencana di Cinere. Tiang Spiderbeam Patah.

Cinere, Senin, 29 Nopember 2010. Sekitar pukul 1130 WIB, mendapat pesan singkat via telepon dari asisten di rumah bahwa baru saja terjadi hujan dan angin ribut di Cinere. Kondisi tersebut sangat singkat, hanya tujuh menit saja. Isinya: "Pak, tiang antena patah karena angin puting beliung yang kencang." Gambar 1. Tom, asisten rumah bergaya di teras lantai dua, di depan tiang patah


Pesan telepon diterima ketika saya dalam perjalanan di sekitar Pondok Indah Mal menuju kantor saya di kawasan Cirendeu, Tangerang. Di atas mobil tua, saya memang melihat awan gelap di selatan dan hujan gerimis di jalan raya.


Menyadari bahwa pada hari itu acara saya cukup padat, maka pertanyaan utama saya kepada sang asisten di rumah adalah "Apakah ada yang celaka?". Jawabannya: "tak ada". Saya juga bersyukur bahwa sistem matching pada feedpoint tetap utuh. Tali nilon dan tembaga, tidak ada yang putus


Setelah didirikan sejak Mei 2008, tiang fiber glass Spiderbeam, panjang 18m, gugur dalam tugas - setidaknya berhenti berfungsi untuk sementara waktu untuk menyangga kawat antena TX vertical loaded untuk 160m band. Selasa keesokan harinya saya sempat melihat sendiri kerusakannya (lihat gambar-gambar di bawah ini).                Gambar 2. Patahan terjadi di elemen ke-6, sekitar 7,5 meter dari bawah



            Gambar 3. Patahan terjadi bukan pada titik sambung melainkan pada badan elemen


Terus terang, saya sedih karena saya akan luput mencegat ZL8X di top band. Tapi, masih bersyukur karena cuma tiang antena yang patah tidak memakan korban jiwa. Bayangkan, korban bencana alam lain yang terjadi di Indonesia baru-baru ini. Banyak dari mereka yang kehilangan harta-benda dan bahkan nyawa.


Untuk sementara ini, saya akan berusaha untuk memperbaikinya dengan jalan membuat sambungan baru dengan bahan pipa PVC lokal yang bisa didapat di Cinere. Ini akan membuat instalasi tiang fiberglass yang teleskopis dan retactable menjadi tiang permanen.

28 November 2010

Topband 20 Nop 2010 (d/h monitor 160M)

Dalam maillist Orarinews, 28 Nop 2010, Dadang Darwis, YB2EUZ, menulis

Pagi ini 21.00 utc noise (s9) terdengar cukup kuat pada vertical antenna di semua band frequency1.814 KHz VQ9LA terdengar imut sedang cq test jam 22.15 UTC mengganti RX antenna dengan Dipole (40/80M) up 11m...ternyata noise cukup teredam dan terdengar D4C sedang cq kemudian scanning dari bawah keatas sampai 1.846 KHZ....beberapa station cukup jelas 448 - 559 terdengar YL0Y, YL2PN, DK7AN, OG4N, OH5A, OH3BH, LN8W

Untuk lokal seperti biasa 9M2AX dan YC1COZ tetapi YC2WWW dan YB1ALL belum terdengar lagi signalnya...?

WX Temanggung, temp 20,1 C, humidity 90

YB2EUZ si Dadang yang lagi meriang melaporkan condx 160M



2010/11/28 Jo, YC0LOW® menanggapinya:


Yth OM Dadang, dkk.


Terima kasih atas laporan pemantauan pada 160m. Saya menghentikan pemantauan serupa pada 20:00 UTC karena 'putus asa' setelah duduk selama lebih dari enam jam lamanya di depan TXCVR. Tentu saja disertai dengan harapan besar bisa mendengar dua stasiun dari Pasifik: ZL8 dan ZK2. Namun, hasilnya nihil.


Topband (160m) tidak berubah dalam memberi kekecewaan.


Sore harinya, saya sempat mendirikan satu tambahan antena RX tipe coax loop ala N6RK yang lama saya andalkan. Ketinggian sekitar 1m di atas tanah. Jaraknya sekitar 75 meter dari hamshack.


Jadi, semalam saya 'mendengar' dengan dua jenis antena yaitu K9AY dan coax loop. Tapi, hanya beberapa stasiun saja yang terdengar, beberapa jam setelah SR di lokasi mereka yaitu (hanya): VQ9LA dan HS0ZEE.


Perbedaan kemampuan penerimaan kedua jenis antena RX tsb adalah sangat drastis! Saya mengujinya dengan cara tes A/B. K9AY tidak dapat menerima apapun.


Semoga Anda cepat sembuh, OM Dadang.


Tnx es 73 de Jo, YC0LOW

25 November 2010

KH2/N2NL Kena Jaring pada Topband, 24 Nopember 2010

ZL8X terdengar pada 1826.5 kHz, QSX down 3, usai saya makan malam di rumah sekitar 1930 WIB. Pada antena penerima RX tipe K9AY sinyalnya sangat lemah (RST 339) sedangkan pada antena TX vertikal saya, penerimaannya makin buruk karena malam itu hujan ringan namun diselingi petir. Padahal, menurut DX Spot, pada topband ada pula stasiun ZK2 dari Niue Island


Saya putuskan untuk tidak ikut-ikutan memanggil karena dengar dia membalas kirim signal report dengan banyak stasiun dari Amrik. Alasan lain adalah, penerimaan saya sangat terbatas. Sebagai gantinya, saya melakukan CQDX di 1818.3.


Pada 1254Z, KH2/N2NL dari Guam (OC-026) menjawab panggilan saya. Saya mengirim RST 339 sedangkan Dave, operatornya, memberi RST 559. Menurut Dave, dia baru pertama menjalin QSO CW dua- arah pada topband (160m) dengan stasiun Indonesia. Saya meragukan hal tsb, tapi sempat menyatakan: "Glad to be a new one on TB" di DX Cluster.


Setelah saya periksa log, ternyata kami pernah bertemu di band-band 10m dan 15m saat sama-sama ikut kontes IARU 1999.Saya mengirim kartu kepadanya via manajer W2YC tapi tidak berbalas sampai saat saya menulis pesan ini.


Stasiun dari Guam yang pertama masuk ke log 160m, CW saya adalah KH2/K4KST op Gus. QSO terjadi pada 1998.


ZL8X? sampai saat Sun Rise di sana, sinyalnya tak terdengar lagi di Cinere

21 September 2010

Elevated Feedline untuk Antena RX

Dari: Orari-news@yahoogroups.com, 21 September 2010


Saya sedang dalam persiapan mendirikan antena 4-square array buatan Hi-Z Antenna, AS, untuk RX pada topband (160m) dan 80m. Izin untuk menggunakan lahan luas yang kosong dan terbuka lebar, setidaknya 2500 m2, telah diperoleh.


Cukuplah untuk footprint antena tsb tanpa adanya faktor penghalang di sekitarnya, seperti rumah dan/atau bahan konduktif (pagar besi, rumah dengan atap yang diberi lembaran alumunium foil, dll. Namun, lahan tsb terletak sekitar 450 meter dari hamshack saya. Pengelola hanya mengizinkan instalasi feedline secara elevated, tidak boleh dikubur di tanah!


Saya tidak punya pengalaman apapun dalam instalasi elevated feedline sepanjang itu, kecuali hanya sepanjang beberapa meter ketika coax harus menyeberangi jalan umum di depan rumah. 

Beberapa isu penting muncul dalam benak, seperti: tarikan feedline yang tidak lurus, ketinggiannya di atas tanah, daya/tegangan DC voltage yang akan berkurang di ujung jauh dari hamshack, isolasi feedline tsb untuk mengatasi common-mode noise dll yang akan mempengaruhi kinerja sistem antena RX tsb.


Mohon petunjuk, apakah ada yang punya pengalaman tsb dan bersedia membaginya dengan saya? Saya akan gunakan coax Belden tipe RG6-U dengan konektor F. Tnx es 73 de Jo, YC0LOW.

Laporan dari K7SO. New Mexico, AS

Senin, 20 September 2010, saya memanggil CQ di 1818.3 kHz. Berhasil kontak dengan OM Tono, YB2CPO (11:10Z) di Salatiga dengan sinyalnya yang kuat, mirip dengan sinyal dari OM Feri, YC1COZ dari Bogor.


Pada 12:39Z, Doc, K7SO, melaporkan dia mendengar sinyal saya pertama kali di musim ini dengan RST 229. Lokasi Doc adalah New Mexico, grid DM65XX (QRB 15.323 km, QTF 41°). Daya pancar saya cukup 100W.


Saya tidak dapat mendengar sinyalnya. Pasti antena RX dia yang hebat! Kami sudah bertukar kartu QSL karena pernah jumpa perdana pada 160m, CW pada Februari 2010.


Apakah ini janji musim? Kalau di negeri kita memang sedang musim janji...




2010/9/20 hendro s.joedho
OM Jo, yang pasti sebentar lagi Musim Haji, bukan musim janji. Siap2 motong hewan qurban.

Mau tanya juga nih, kalo misalnya kita menggunakan antenna terpisah utk RX; TX apakah ada hitungan jarak tertentu yang harus digunakan utk kedua antenna itu.

73 hen-yc0qr



2010/9/21 Jo, YC0LOW
Yth OM Hendro,
Menurut yang saya pahami, antena RX harus berada pada lokasi yang relatif aman/jauh dari sumber derau (noise) dari bahan-bahan induktif di sekitarnya. Pemisahannya lebih diutamakan bila kita menggunakan antena TX yang jenis vertikal untuk menghindari re-radiasi RF. Jarak teoritis yang di sarankan adalah minimal 1/4 panjang gelombang (lebih besar lebih baik) dari band yang digunakan. Bisa juga digunakan rangkaian relay untuk detuning antena TX tsb pada saat kita RX.


Pada spektrum MF, kehilangan (loss) sampai 1dB akibat panjang feederline tidak akan berpengaruh banyak pada mutu penerimaan apalagi, sistem RX dilengkapi dengan low-noise preamp.


Tnx es 73 de Jo, YC0LOW




2010/9/20 Partono Partokardi
Terima kasih OM Jo, untuk QSO yang ke dua di 160m. Yang pertama terjadi pada 29 Agustus 2010 (21:47Z) di 1825kHz.


Masih tetap dengan 100w dan antenna longwire, feedpoint 30cm dari ground sisi vertical 12m, sisi horisontal 36m dan counterpoise 4 lembar kawat (1,5m; 5m; 7m; dan 20m).


Antenna tersebut dapat bekerja dari 10 - 160 m dengan bantuan coupler/tuner, khusus di 160m baru beberapa station yang terdengar dari Salatiga dan berhasil QSO sedang di band lain cukup lumayan dapat QSO baik dengan station Oceania, Amerika, Asia, Afrika maupun Eropa.


Berkat dorongan semangat dari OM Jo, YC0LOW saya masih bertahan untuk memperoleh bukti dari janji-janji kondisi propagasi yang bakal membaik, sambil mencoba memperbaiki kinerja antenna untuk dapat lebih baik menerima signal yang imut-imut.


73 de Tono YB2CPO