23 Februari 2008

Re: Vertikal Vs Horizontal Antenna, Minggu, November 05, 2006 8:28 PM


>> From: "dhismas" <dhismas_w@yahoo.com.sg>
>>> Saya ingin konfirmasi saja, apakah dx anda berhasil karena unsur linear,atau karena antenna yg low angle saja...

Yth OM Dhismas,. Saya ingin ikut berbagi pengalaman dalam menjawab pertanyaan Anda.

Komparasinya adalah jenis-jenis antena inverted-V (horisontal) yang dahulu, dibandingkan dengan inverted-L (bukan horisontal dan memang bukan seratus persen vertikal murni) yang hampir satu tahun ini saya gunakan dan amati. Band-nya adalah 160m, QTH di Cinere. Stasiun lawan adalah PY1BVY op. Ron, QTH Rio de Janeiro, Brasil, 17.113 km dari Cinere, sebagai berikut.

* 13 April 1997 (inverted-V, tinggi feedpoint 24 meter, dengan ladder-line 450 Ohm, power 500 Watt), 51Z, 2 x CW, RST (s) 449, (r) 589

* 24 Mei 2006 (inverted-L, vertikal 21 meter + horisontal, power 100 Watt) 2103Z, 2 x CW, RST (s) 449, (r) 549

* Setelah tanggal tersebut di atas, Ron beberapa kali mengirim spot kecluster karena mendengar sinyal saya

Jumlah ground radials yang saya gunakan adalah sekitar 31 utas kawat tembaga dengan panjang bervariasi dari 20 s/d 40 meter. Praktis, sejak Februari 2006, saya tidak lagi gunakan linear amplifier karena ingin mencoba kinerja antena inverted-L ini tanpa penguat daya. Hasilnya, ada sekitar 20-an negara DXCC baru. Antena tersebut juga saya gunakan untuk receive, walaupun memang lebih 'noisy'. Juga ada antena coaxial loop untuk RX.

Tidak ada komentar: