23 Februari 2008

Antena RX dan Permasalahan RFI, Rabu, November 08, 2006 4:41 PM


Gambar (kiri) memperlihatkan dimensi antena EWE

> From: "Zamiel R." <yf1oo@yahoo.com>
>> Biasanya orang menggunakan 2 buah antenna, yang satu untuk RX dan
>> satunya buat TX. Itu sebabnya kita bisa lihat ada perangkat yang
>> menyediakan 2 terminal antenna di panel belakangnya, dan di jamper
>> bila hanya menggunakan 1 antenna saja. Contoh: radio tua FT101.
>> Untuk antenna RX usaha orang bermacam macam , dari mulai Beverage,
>> antenna loop yang mirip Bridge, sampai antenna disembunyiin dibawah
>> rerumputan atau semak, bahkan diletakkan disepanjang Got / saluran air
>> (kawatnya dimasukkan ke dalam pipa plastik dulu supaya tidak kontak
>> dengan air got). Untuk menaikkan sinyal RX mereka gunakan RX amplifier
.
>

Saya masih ingat, pada 1997 ketika saya dengan OM Zamiel sama-sama baru mencoba beroperasi di Top Band (160m). Walau sulit, akhirnya kami bisa mendengar stasiun dari 9M8 (dan beberapa hari kemudian 'worked' and 'confirmed'). Tentu saja receive-nya dengan menggunakan antena TX.

Sembilan tahun kemudian, pengalaman lain yang saya dapatkan dari eksperimen antena RX (Flag, EWE dan belakangan ini: Beverage), antara lain, adalah noise pada coax! Sebelumnya, pada saat saya main di 15m band dan 40m band, faktor ini nyaris tidak pernah saya pertimbangkan karena lebih mengutamakan transmit.

Setelah dites (yaitu dengan melepas kabel coax dari feedpoint dan menyatukan inner dan outer), ternyata, kabel coax RG-58 sepanjang 50 meter yang digunakan sebagai feed-line dari radio ke antena RX telah menjadi antena RX itu sendiri! Padahal 40 meter panjangnya diletakkan di atas tanah. Kemudian, hanya sekitar 5 meter coax dipasang vertikal karena hamshack ada di tingkat dua rumah.

Pada band MW, saya hampir bisa mendengar sinyal semua stasiun radio siaran lokal dan/atau semi-lokal yang bekerja di band tersebut -- walau kebanyakan lemah, sekitar S-5 atau di bawahnya. Artinya: karakteristik arah antena Beverage saya masih kompromistis dan masih terganggu.

Untuk mengatasinya, saya membuat dua titik pentanahan terhadap outer coax shield dan, rencananya, akan ditambahkan dengan dua titik RF choke yang digulung di toroid ferrite Amidon FT-140-J (sedang dipesan). Coax dikubur. Hasilnya, kuat sinyal-sinyal yang tidak dikehendaki itu menurun menjadi S-2. Kalau pun masih ada sinyal yang terdengar pada band MW, mungkin karena sumbernya dekat dengan QTH saya dan/atau belum sempurnanya fungsi ground di impedance transformer.

Ternyata, bukan hanya virus flu burung yang mengancam kehidupan para DXer melainkan juga noise pada coax! Hai para DXer LOW bands, silakan periksa sistem antena RX Anda! Apakah feederline Anda menjadi sebuah antena RX?

Tidak ada komentar: