23 Februari 2008

Indreijen Inverted- L di 160 meter, Senin, Juli 17, 2006 10:59 AM

Yth OM Agus,
Senang jumpa Anda di 1822 KHZ, CW, dini hari tadi (WIB). Sinyalmu impresif (599). Kemarin sore (WIB), Bob, YB5AQB, bercerita kepada saya, via Low Band Chat, tentang pemunculanmu di Top Band (160m).

Saya kira, kini tepat waktunya bagi kita untuk mempersiapkan DXing pada band ini karena musim gugur di northern hemisphere menjelang tiba. Saat itu, dimulailah musim Low Band DXing.

Seperti apa spesifikasi teknis inverted-L pada YB0DJH?

----- Original Message -----
From: "YBØDJH (Agus H)" <yb0djh@gmail.com>
To: <orari-news@yahoogroups.com>
Sent: Senin, July 17, 2006 4:46 PM
Subject: Loop Ant. was: RE: [orari-news] indreijen inv L di 160 meter

[djh] Saya juga senang bisa jumpa om Jo di sana, sempat kaget begitu ngglinding ke 1822 ada sinyal guede banget 20 dB++. Setelah qso saya qsy ke 1812 cq-ing masih terdengar desis-an dari call cq om Jo. Sekarang saya ngantuk berat (he he). Kita ulangi lagi besok ya :-)

Yth OM Agus, YB0DJH,
Mohon maaf bila menimbulkan gangguan penerimaan. Karena, memang, txcvr saya tidak dilengkapi dengan filter-filter yang memadai untuk TX walau bekerja 100W. Gejala tersebut biasanya muncul pada produk Yaesu FT1K MP dan Mark V, yang diistilahkan sebagai
'key-clicks'. Hingga hari ini hal itu masih hangat diperdebatkan. Banyak keluhan muncul usai kontes 160m terutama dari para penggunanya di Eropa dan AS yang 'rame-rame pata cingke' pada sub-band DX,
CW. Kalau di YB-land, kita masih bisa terpisah dalam jarak beberapa puluh KCs.

[djh] Syukurlah kalau begitu, berarti saya muncul disaat yang tepat. Ada satu statemen dari majalah QST bahwa dengan lowest cycle sunspot seperti sekarang ini sangat menguntungkan propagasi di lowband, apa benar begitu?




Saya kembali aktif Top Band (160m) DXing juga karena analisa di atas. Jadi, kita coba saksikan saja apakah memang demikian adanya. Namun, bila dibandingkan dengan pengalaman saya pada tahun 1997, kondisi propagasi yang sekarang belum menyamai bagusnya keadaan pada waktu itu.

[djh] Yang kedua, saya setiap membaca artikel tentang lowband dx, selalu yang dibicarakan adalah secondary monitor antenna yang biasanya menjurus ke loop antenna. Bisa om Johan ceritakan sedikit apa manfaat antenna loop yang dimaksud, dan berapa penting fungsinya sebagai mendukung receiving dx?

Secara singkat, tingkat derau (noise) di lowband (40m, 80m dan 160m) cenderung lebih tinggi dibandingkan pada highband (tidak diuraikan bahwa ada berbagai tipe noise). Untuk itu, para pejuang anti-derau di lowband berusaha untuk memperbaiki kemampuan penerimaannya melalui beberapa cara. Salah satunya adalah noise-cancelling agar memperbaiki rasio Signal-to-Noise (dengan menggunakan alat-alat dan/atau antena kedua khusus untuk RX). Antena yang terpisah ini diperlukan karena keberhasilan penerimaan dan transmit yang optimal memiliki kebutuhan-kebutuhan tersendiri yang berbeda.

Mengapa elongated loop? Dimensi yang (lebih) kecil dan kepraktisan pembuatannya (dibandingkan dengan tipe Phased Beverage, dan lain-lain) adalah faktor-faktor yang menentukan tipe loop banyak dipilih. Saya kira, RX loop akan sangat bermanfaat, terutama di kawasan seperti di Eropa yang negara-negaranya berdekatan karena tipe antena RX ini punya sedikit 'directivity'.Yang banyak dibuat sekarang ini adalah yang terminated sehingga ukurannya mengecil seperti EWE, Flags, Pennant K9AY dan lain-lain. Saya sendiri menggunakan sebuah antena RX tipe rectangular loop.

[djh] Antena saya ada di http://www.qsl.net/yb0djh/InvertedL/InvLDim.html ditambah tuner L dan C itu aja. Kalau ground cukup bagus, saya pakai kawat grounding di dasar pondasi sepanjang rumah.

Tidak ada komentar: